DUNIA MEMIHAK MU

DUNIA MEMIHAK MU
Episode 25


__ADS_3

Loay pun terkecoh. Dia kehilangan Raja Iblis itu. Baru saja tangannya berayun hendak menyerang titik kelemahan Ken, tiba-tiba saja iblis itu tak terlihat olehnya.


"Di sini," kata Ken sambil menjetik pundak Dewa Loay. Dia begitu menikmati setiap serangan yang dikerahkan padanya.


Loay dengan gelap mata kemudian mengeluarkan anak panahnya, lalu membidik pupil mata Ken. "Kau harus mati kali ini!" raungnya tegas dengan penuh emosi.


Tak!


Loay gagal. Ken melesat dengan cepat. Gerakannya yang lincah membuat setiap bidikan Loay salah arah. Berulang kali dia mencoba, namun tak satu pun berhasil melukai tubuh kekar Raja Iblis itu.


"Keluarkan semua kekuatanmu, atau aku akan bosan bermain-main dengan hama seperti mu!" kata Ken dengan tangan yang terlipat di dada. Wajahnya yang angkuh terlukis sempurna.


Tentu saja Loay semakin panas. Suara itu begitu menjijikkan baginya. "Seharusnya makhluk seperti kalian tidak pernah ada di dunia! Matilah kau!!!" Loay berhasil membuat sebuah domain yang begitu luas. Tidak ada apa pun di sana kecuali mereka berdua. "Jika aku tidak bisa mengalahkan mu, maka domain ini bisa mengurung mu selamanya! Aku tidak takut mati, demi bangsaku aku rela!" koar Loay.


Kini mereka berada di sebuah hamparan tanpa cahaya. Hanya ada kegelapan juga api yang membara. Kaki mereka bahkan mengambang tak berpijak pada tanah. Tempat ini sangat hampa. Bahkan tak ada angin yang berhembus.


"Kalimatmu sama seperti Ozy. Apa kalian sudah didoktrin, ha? Demi bangsa? Kalian bunuh diri, jangan berdalih sok mengorbankan nyawa!" sangkal Ken.


Meski Loay merasa sudah membuat Raja Iblis itu mati buku, sayangnya Ken tak bergidik sama sekali. Dia hanya diri dengan tangan masih menyilang di dada. Sungguh dia tak getir meski sudah terjebak dalam domain milik Loay.


Konon domain para dewa termasuk ke dalam segel terkuat di Langit. Tentu siapa pun yang masuk ke dalamnya, tak akan bisa keluar. "Kau akan membusuk di sini! Tapi masih begitu angkuh!" teriak Loay.


Ken tertawa terbahak-bahak mendengar teriakan tersebut. Dia mendongak ke atas menatap ujung domain yang sukar ditebak itu. Kemudian dia membuang tonfa yang sejak tadi masih tergenggam erat di tangannya. "Bahkan jetikan jari ku bisa menghancurkan domain ini," jawab Ken angkuh.

__ADS_1


"Sombong sekali kau!" Loay kembali menyerang. Kali ini dia berkuasa atas domain. Kekuatannya bertambah berkali lipat sebab berada dalam kawasannya.


Dia mengangkat busurnya, lalu menarik anak panah dengan bidikan ke arah atas. "Habislah kau!" pekiknya dengan amarah membuncah.


Gerakan itu terlalu cepat, Ken bahkan tidak bisa membaca jenis sihir yang akan dilemparkan padanya. Namun tiba-tiba saja seribu anak panah dengan es di setiap ujungnya berhasil turun dari atas menyerang dirinya.


Seribu anak panah itu berhasil mendarat ke arah perpijakan Ken. Api yang berada di sekitar pun ikut bergejolak sesaat setelah Ken dihantam anak panah itu.


"Iblis sombong! Kau harus tahu ini ... kami para Dewa tidak akan takut kepadamu!" teriak Loay dengan senyum simpul. Dia berhasil menghabisi iblis itu. Meski kekuatannya sudah terkuras habis, dia tidak masalah, sebab Raja Iblis yang ditakut-takuti akhirnya berhasil ditaklukkan.


Semenit dia berbahagia. Selepas itu dia kembali dikejutkan dengan anak panah yang retak. Itu adalah magis es legendaris miliknya, bagiamana bisa retak? Seribu anak panah yang diluncurkannya hancur seketika.


"Ck," decak Ken sambil mengirim lirikan mengerikan pada Loay. Dia pun melangkah mendekati Loay. "Sudah cukup bermain denganmu! Kau terlalu membosankan," katanya.


"Hama tetaplah hama. Kalian para Dewa bahkan lebih hina daripada kami. Tidakkah kalian pernah bercermin? Perangai kalian sungguh rendahan! Mencuri, merampas, bahkan ingin menguasai para Iblis." Rahang Ken mengeras. Sungguh sekarang ini pandangannya begitu menakutkan. Hanya dengan melihat bidikan matanya, Loay langsung bergetar hebat. "Jangan terlalu serakah, bahkan Langit sudah membagi rata semuanya." Ken dengan kejam membuat leher Loay patah.


Krak!


Remuk sudah tulang Loay. Cengkraman kuat itu membuatnya tak dapat bergerak. Bahkan aliran darahnya terasa berhenti. Jangankan melawan, bahkan melepaskan cekikan itu dia tak sanggup.


"Masih ada yang ingin kutanyakan, namun mulut kotormu tak akan bersuara. Sebaiknya mati saja!"


Ken menghempaskan tubuh Loay yang lemah ke hamparan ruang kosong itu. Kemudian dia mengambil tonfa yang tergeletak menggunakan sihirnya. Dengan sendirinya tonfa itu melayang mengikuti langkahnya yang semakin dekat dengan Loay.

__ADS_1


Dia menodong tonfa miliknya ke kepala Loay. "Katakan siapa gadis itu!" perintah Ken dengan paksa.


"Kenapa?! Untuk apa kau mengetahui tentangnya! Toh yang kau butuhkan adalah batu itu!" jawab Loay dengan suara keras, padahal dia sudah tak sanggup lagi berbicara, namun dia terus memaksakan diri. "Aku tidak akan memberitahu kepada mu!" sambungnya menegaskan.


Ken sudah tahu bahwa mereka akan menyembunyikan identitas Yui. Sekeras apa pun mereka memaksa, tidak akan ada satu dewa pun yang bersedia membocorkan informasi mengenai gadis itu. "Ck," decak Ken muak. "Katakan!!" senggak Ken. Dia menginjak ujung jari Loay yang terkapar lemah itu, kemudian dengan tega Ken mulai menggoyangkan telapak kakinya untuk menghancurkan jemari tangan Loay. Satu persatu jarinya terputus. Sangat tragis.


"Aaaa!!!" raung Loay kesakitan. Dia menggeliat menahan sakit itu. Berulang kali dia menjerit, namun Ken tak iba sedikit pun. Dia terus ******* jari Loay dengan telapak kakinya.


"Katakan siapa dia!" tambah Ken dengan rahang yang terkatup rapat. "Jika tidak, kau akan merasakan sakit yang sama di sebelah tangan yang satunya," ancam Ken.


"Tidak akan!" tolak Loay. Meski sekujur tubuhnya dikuliti, dia tak akan mengatakan apa pun pada Ken. Dia harus menahan rasa perih ini demi kedamaian bangsanya. "Kau tidak akan bisa membunuh gadis itu!" tambah Loay.


Ken menjauhkan pijakannya dari jari Loay yang sudah lepuh itu. Kemudian dia berjongkok," Benarkah?" Dia tersenyum sinis. Wajah tampannya terlihat gila penuh obsesi.


"Jika dia mati, maka batu itu akan hancur!" jelas Loay. "Yui dan batu itu sudah menyatu. Jangan pernah berpikir dapat memiliki batu itu. Kau kira para Dewa sedangkal itu membiarkan dia hidup di bumi tanpa persiapan?"


Sejak awal dia sudah menduga hal ini. Namun Ken sama sekali tidak tahu mengenai batu yang sudah menyatu dengan gadis itu. Sungguh dia tidak berpikir sejauh itu.


"Tampaknya kau tidak tahu tentang hal ini. Sebaiknya kau lindungi saja dia dari kaummu." Loay terus saja buka mulut.


"Diam!" Ken akhirnya terpancing. Dia benar-benar merasa telah dibodohi. Bagaimana bisa batu miliknya menyatu dengan tubuh seorang manusia? "Katakan siapa dia!" teriak Ken sambil meremas keras baju Loay.


"Tidak akan!" tolak Loay lagi. Dia lebih baik mati daripada harus mengatakan Informasi mengenai Yui. "Oh aku lupa. Waktu itu aku melihat beberapa Iblis bodoh mencari keberadaan mu, kau harusnya mengurus mereka terlebih dahulu. Mereka tersebar sekarang di bumi, tidakkah kau malu sebagai pemimpin? Kau seharusnya tahu bahwa keberadaan mereka merusak keseimbangan dunia ini" oceh Loay.

__ADS_1


__ADS_2