DUNIA MEMIHAK MU

DUNIA MEMIHAK MU
Episode 24


__ADS_3

Sebelum gadis itu mengetahui perubahan wujud yang terjadi padanya, Ken dengan berat hati harus menghilangkan kesadaran Yui. Semua demi kebaikan.


Ken mengeluarkan setitik magis dari ujung jarinya, lalu dengan pelan mengusap dahi gadis tersebut. Hingga pandangan gadis itu buram, semakin gelap, lalu terlelap.


"Begini lebih baik," kata Ken sambil menangkap kepala Yui yang hampir terbentur ke kursi mobil.


Selanjutnya membersihkan para dewa yang ada di bumi. Sasaran Ken yang pertama tentulah pemilik toko emas tersebut. Jiwanya sudah menggebu-gebu ingin membakar tubuh dewa tersebut sampai menjadi debu. Sangking girangnya ingin menghabisi mereka, Ken tersenyum tipis membayangkan bagaimana reaksi para musuh ketika menyambut kehadirannya. "Cih," decaknya sambil menyeringai.


Sejujurnya lubuk hati Ken tidak tega meninggalkan Yui di dalam mobil seorang dari dengan posisi tak sadarkan diri. Namun dia tak bisa pula membawa gadis itu. Pasti akan menyusahkan. Belum lagi karena dia tak tahu cara menyetir. Jika saja dia bisa mengendarai mobil tersebut, mungkin ceritanya akan lebih mudah.


pikirannya berubah-ubah, anatara ingin meninggalkan gadis itu atau mengantarnya pulang ke apartemen. "Bagaimana dengan mobil menyusahkan ini?" tanya Ken yang masih mempertimbangkan keputusan. "Takutnya dia mengamuk jika mobilnya ditinggal di sini."


Tak ada pilihan lain, Ken akhirnya membuat sebuah teleportasi ke basement komplek apartemen Yui, lalu meletakkannya di sana. Meski harus menghabiskan banyak energi magis, demi gadis itu dia rela. Tak berapa lama, Ken berhasil meletakkan mobil tersebut di parkiran mobil.


Lantas dia naik dengan menggendong Yui ke atas menggunakan lift sebagai cara menghemat pengeluaran magis. Hitungan menit akhirnya sampailah di kamar Yui. Sia langsung meletakkan tubuh ramping Yui dengan pelan. "Dia lebih cantik jadi iblis daripada manusia," puji Ken saat menyelimuti Yui yang tak sadarkan diri sama sekali.


Tak ingin berlama-lama, lantas Ken langsung bergerak ke sebuah tempat sesuai dengan alamat yang tertulis di kertas dalam peti. Namun sebelum itu, dia membuat sebuah segel pelindung untuk menutupi bau magis di tubuh Yui. Agar para dewa atau bahkan iblis tidak dapat mendeteksi keberadaannya.


Dugaan Ken sangat kuat tentang akan munculnya para dewa mencari keberadaan Yui. Mereka pasti berbondong-bondong turun ke bumi untuk memastikan kondisi Yui. Sebab abu jasad Si Setengah Dewa saat itu telah terbang mengirim kabar ke Langit.

__ADS_1


Demi menghindari kejadian tidak diinginkan, Ken mengantisipasi segalanya. "Dia adalah milikku," tegas Ken sebelum benar-benar pergi dari hadapan Yui. Dengan egois dia mengunci gadis itu di dalam kamar, tak akan bisa dia keluar dari dalam sana kecuali jika Ken menghilang segel tersebut.


Hanya dengan sekejap mata, Ken akhirnya sampai juga ke lokasi yang tercatat di kertas tersebut. Dia dengan langkah pelan berjalan mendekati berdirinya dewa tersebut.


Ken sungguh tidak sabar lagi melihat darah makhluk suci itu. Sarafnya terasa mendidih karena senang.


Tak banyak menyia-nyiakan waktu, dia pun mengeluarkan senjatanya, tonfa hitam yang begitu cantik. Dengan senyum meremehkan, dia terus berjalan sampai bertatap muka dengan dewa yang dimaksud.


"Oi!" panggil Ken dengan lirik merendahkan. Dia begitu gembira melihat wajah dewa yang tengah tertegun memandangi dirinya.


Dewa Loay. Sebutan juga nama asli. Dia salah satu dewa yang bebas pontang-panting turun ke bumi lalu kembali ke Langit. Dia bagai burung elang yang cantik, kuat namun berwarna putih.


"Apa yang tidak bisa kulakukan?" Ken mendekat. Kemudian dia mengayunkan tonfanya ke beberapa guci yang terpajang cantik terselimuti kaca bening.


Prank!


Berserak sudah serpihan guci itu. Hanya dengan satu gerakan tangan, semua guci yang berjejer elok itu langsung hancur


"Lemah sekali," ucap Ken memandangi guci yang bertebaran di lantai. "Seperti kalian ... ck," sindir Ken. Langsung dia melemparkan tatapan mematikan ke arah Dewa Loay.

__ADS_1


"Apa tujuanmu?!" tanya Loay tanpa basa-basi. Dia tidak memiliki banyak waktu meladeni Raja Iblis yang sedang senggang ini. "Seharusnya kau urus saja kastil mu yang hampir roboh itu!" sulak Loay. Dia bersiap menerima serangan dari Ken. Dengan gerak cepat, dia pun mengeluarkan senjata pusaka miliknya. Sebuah panah yang terbuat dari bongkahan es kokoh.


"Kastil?" Dia menampakkan mimik tidak acuh. "Aku bahkan tidak ingat punya kastil karena gadis itu." Ken berjalan lebih dalam ke ruangan yang dipenuhi emas juga berlian berkilauan itu. Sesekali dia menyentuh, lalu dengan bengis menghanguskan berlian-berlian tersebut dengan tangannya sendiri "Sekarang aku sedang sibuk bermain-main dengan gadis pemilik batu itu. Dia sangat cantik." Kemudian Ken terbahak-bahak. "Kaki jenjang itu, kulit seputih susu, ditambah bibir yang merah. Semuanya sempurna. Aku kenyang terhibur," oceh Ken tidak berhenti berbicara.


Selepas kalimat itu terlontar dari mulut Ken. Langsung Loay melemparkan serangannya pada Ken. Dia membidik jantung Ken lalu berhasil menancapkan anak panahnya di sana.


Tak!


Ken menatap tancapan anak panah berwarna biru terang itu. Lalu berganti menoleh ke arah Loay. Dia pun tersenyum. "Sama seperti anak panah ini, dia juga rapuh!"


Krek!


Ken mematahkan anak panah yang berhasil membuat lubang di area jantungnya. "Bagaimana jika aku bermain lebih lama lagi dengan gadis itu? Hahaha ... tentunya menyenangkan." Ken melangkah ke arah Loay, dia menyingkirkan jarak diantara mereka. Setelah tatapan matanya berubah ganas, sebuah cahaya berwarna ungu gelap menutupi sebelah matanya. Terpancar seperti api yang menyala-nyala.


"Kau tahu apa yang paling membuatku tergelitik? Dia mencintaiku, hahaha. Naif sekali. Sungguh gadis polos. Apa kalian tidak memberitahu dia seperti apa Raja Iblis ini?"


Emosi Loay memuncak. Dia tidak tahan lagi mendengar omong kosong dari Raja Iblis tersebut. Dia tidak terima jika mulut kotornya berani mengatakan sepatah kata mengenai Yui, orang yang paling mereka anggap berharga. "Tutup mulutmu! Jangan berani-berani mengatakan tentang Yui!" Loay mulai mengirimkan tinjuan ke arah wajah Ken. Dia begitu murka sekarang ini. Hatinya membara mendengar cerita Ken mengenai Yui. "Iblis kotor seperti mu tidak sebaiknya menceritakan manusia seperti dia!" tegas Loay sambil terus menyerang Ken.


Sementara Ken dengan gerak ringan menangkis semua serangan tersebut. Dia hanya tersenyum sambil menghindari setiap pukulan dari dewa tersebut.

__ADS_1


"Hanya ini kemampuan dewa?" Ken menyeringai. Dia pun menggunakan magisnya untuk berpindah ke belakang tubuh Loay. Hanya dengan kedipan mata, Ken berhasil berdiri di balik badan Dewa Loay.


__ADS_2