Earl of Billington dan Miss Lyndon

Earl of Billington dan Miss Lyndon
Bab 17


__ADS_3

Ellie berbalik ke arahnya, tangannya berkacak pinggang. "Kenapa kau mengatakan itu?"


"Apa? Mengenai rambutmu? Oh, karena aku suka sekali menggodamu. Apa kau merasa malu?"


"Tentu tidak. Dalam tiga hari ini, secara mengejutkan, aku mulai terbiasa dengan cara bicaramu yang keterlaluan."


"Lalu apa masalahnya?"


"Kau membuatku merona," gerutu Ellie.


"Sepertinya kau tadi mengatakan kalau kau sudah terbiasa dengan ucapan-ucapanku."


"Memang. Tapi bukan berarti aku tidak akan merona mendengarnya."

__ADS_1


Charles mengerjap dan melihat ke samping Ellie, seakan-akan bicara pada teman Khayalan. "Apa yang dia bicarakan? Sungguh, rasanya aku benar-benar tidak mengerti percakapan ini."


"Apa kau mendengar apa yang dia katakan tentang rambutku?" tanya Ellie. "Dia bilang 'Kita tidak pernah tahu apa yang harus kita lakukan.' katanya. Seakan-akan dia sudah ada di dalam hidupku selama bertahun-tahun. Seakan-akan aku akan memberinya tempat saja."


"Lalu...?" tanya Charles.


"Aku ingin menusuknya dengan tatapanku, menamparnya dengan kernyitanku, menembaknya dengan... Apa yang kau lakukan?"


"Karena wajahku merona, aku jadi tidak bisa melakukannya," gerutu Ellie. "Bagaimana mungkin aku menatapnya dengan galak kalau pipiku seperti warna kepiting rebus? Sekarang dia jadi tidak tahu betapa marahnya aku padanya."


"Oh, menurutku dia tahu," Charles terengah-engah, masih merasa geli dengan usaha Ellie yang mencoba untuk marah.


"Aku sangsi aku menyetujui sikapmu ini terhadap kesusahanku ini."

__ADS_1


"Kau sangsi? Sepertinya tidak." Charles mengulurkan tangan dan mengusap lembut ujung bibir Ellie. "Menurutku ekspresimu sudah sangat jelas."


Ellie tidak tahu apa yang harus dikatakan, dan ia benci karena tidak tahu harus berkata apa, jadi ia cuma melipat tangan dan membuat suara seperti, "Hmmmph."


Charles menghela napas dengan cara yang berlebihan. "Apakah kau akan bersikap seperti ini terus sepanjang siang? Karena kalau ya, kebetulan aku membawa koran Times untuk piknik kita, dan aku pasti bisa membacanya dengan tenang sementara kau melihat pemandangan dan memikirkan lima puluh cara yang akan kau lakukan pada calon ibu tirimu itu."


Rahang Ellie terjatuh, tapi ia berhasil menguasai diri sendiri dan membalas. "Asal kau tahu saja, aku punya delapan puluh cara, dan aku tidak keberatan kalau memang kau ingin membaca, selama aku mendapat halaman finansial." Ellie tersenyum kecil.


Charles tergelak pelan sambil menawarkan lengannya pada Ellie. "Sebenarnya, aku berencana untuk memeriksa investasiku, tapi aku tidak keberatan berbagi denganmu."


Ellie berpikir seberapa dekat nanti mereka akan duduk bersebelahan supaya bisa membaca koran bersama-sama di atas selimut piknik. "Tentu saja tidak," gerutu Ellie. Lalu Ellie merasa agak bodoh, karena pernyataan seperti itu tentu bermaksud untuk merayunya, dan Ellie cukup yakin bahwa wanita pasti sering tertukar-tukar di benak Cahrles. Oh, Charles memang akan menikahi Ellie, tapi Ellie punya kecurigaan bahwa dirinya dipilih karena mudah didapatkan. Lagi pula, Charles sendiri sudah mengatakan padanya bahwa ia cuma punya waktu kurang dari dua minggu untuk menemukan pengantin.


Charles sepertinya menikmati ciumannya dengan Ellie, tapi mungkin ia juga menikmati mencium wanita manapun, kecuali Mrs. Foxglove. Dan ia pun sudah menjelaskan alasan utamanya kenapa mereka harus berhubungan suami-istri. Apa waktu itu yang dikatakannya? Ah, bahwa seorang pria di posisinya harus memiliki seorang keturunan.

__ADS_1


__ADS_2