Earl of Billington dan Miss Lyndon

Earl of Billington dan Miss Lyndon
Bab 03


__ADS_3

Charles melihat ke arah sepatunya yang rusak dengan ekspresi sakit.


"Kurasa pergelangan kakiku lebih penting"


katanya sedih, tapi nadanya sama sekali tidak terdengar sedih.


Ellie menggerak- gerakkan pergelangan kaki Charles dengan pelan dan hati-hati.


"Sepertinya tidak ada tulang yang patah, tapi kakimu keselao cukup parah."


"Sepertinya kau biasa menangani hal-hal seperti ini." Kata Charles


"Aku sering menolong binatang-binatang yang terluka," sahut Ellie sambil melengkungkan alisnya. "Anjing, kucing, burung..."


"Pria" sela Charles.


"Tidak," sergah Ellie agak kasar. "kau yang pertama. Tapi aku bisa membayangkan kalau kau tidak berbeda dengan anjing."


"Taringmu keluar lagi, Miss Lyndon."


"Benarkah" tanya Ellie sambil memegang wajahnya. "Oh, aku harus terus ingat untuk menariknya kembali."


Serta merta Charles tertawa. "Miss Lyndon, kau adalah wanita yang langka."


"Itu yang selalu kukatakan pada orang orang," sahut Ellie sambil mengangkat bahu dan tersenyum jail, "Tapi sepertinya tidak ada yang percaya. Nah, sepertinya kau akan membutuhkan tongkat untuk beberapa hari ke depan. Mungkin seminggu. Apa kau punya?"


"Sekarang?"


"Maksudku di rumahmu, tapi..." Kalimat Ellie menggantung sambil matanya memeriksa sekelililng. Ia melihat sebuah tongkat terletak beberapa meter darinya dan langsung berdiri untuk mengambil tongkat itu.


"Kurasa untuk sementara ini bisa digunakan," Kata Ellie sambil menggambil tongkat itu lalu menyerahkannya ke Charles. "Apa kau butuh bantuan untuk berdiri?"

__ADS_1


Charles menyeringai nakal sambil mengayunykan tubuhnya ke arah Ellie.


"Aku akan menggunakan alasan apa pun untuk berada di pelukanmu, Miss Lyndon tersayang."


Ellie tahu seharusnya ia merasa terhina, tapi pria ini sudah berjuang keras untuk bersikap memesona, dan sialan, pria ini berhasil. Sangat berhasil. Ellie menduga karena itulah pri ini menjadi playboy.


Ellie melangkah ke belakang Charles dan meletakkan tangannya di bawah lengan pria itu.


"Aku peringatkan kau, aku bukan wanita yang penuh kelembutan."


"Rasanya aku tidak terkejut." sambar Charles


"Dalam hitungan ketiga. Kau sudah siap?"


"Tergantung pada..."


"Satu, dua... tiga!" Sambil menggerutu dan menarik, Ellie mengangkat tubuh sang earl sampai berdiri. Bukan pekerjaan yang mudah. Charles jau lebih berat dari Ellie sekitar dua puluh lima kilogram dan sedang mabuk berat. Kaki Charles tidak bisa berdiri dengan tegap sehingga Ellie hanya bisa menahan diri untuk tidak memaki dan sekuat tenaga menguatkan kakinya sendiri. Lalu pria itu mulai terhuyung ke depan tapi dengan sigap Ellie berpindah ke depannya supaya bangsawan itu tidak terjatuh.


"Lord Billington, aku memaksamu untuk memakai tongkat itu."


"Pada dirimu?" goda Charles.


"Untuk berjalan!" Ellie benar-benar berteriak.


Charles mengernyit mendengar suara Ellie, lalu menggelengkan kepala.


"Ini aneh sekali" gumam Charles, "Tapi rasanya aku ingin sekali menciummu."


Kali ini, Ellie tidak bisa berkata apa-apa.


Charles menggigit bibir bawahnya sambil berpikir,

__ADS_1


"Kurasa aku akan melakukannya."


Kalimat terakhir itu cukup untuk menyadarkan Ellie, sehingga ia meloncat ke samping, membuat Charles kembali terjatuh ke tanah.


"Ya, ampun!" seru Charles. "Kenapa kau melakukan itu?"


"Kau ingin menciumku."


Charles menggosokkan kepalanya yang terantuk batang pohon.


"Apa kemungkinan itu begitu menakutkanmu?"


Ellie mengerjapkan matanya. "Tidak menakutkan, sebenarnya."


"Kumohon jangan katakan menjijikkan," gerutu Charles. "Sungguh, aku tidak akan tahan mendengarnya."


Ellie menghela napas dan mengulurkan tangan tanda penyesalan.


"Aku sunggub menyesal karena menjatuhkanmu, My Lord."


"Sekali lagi, wajahmu sama sekali tidak menyiratkan penyesalanmu."


Ellie menahan keinginan untuk mengentakkan kakinya. "Kali ini aku bersungguh-sungguh. Apa kau menerima permintaan maafku?"


"Sepertinya," Kata Charles sambil


melengkungkan alis, "Kau akan menyakitiku kalau aku tidak menerimanya."


"Dasar tidak tahu terima kasih." gerutu Ellie. "Aku sedang berusaha minta maaf."


"Dan aku," kata Charles, "sedang berusaha untuk menerimanya."

__ADS_1


__ADS_2