
Happy reading 💕
Hati itu seperti gelas, makin banyak kamu isi dengan kecintaan kepada Allah, maka akan makin sedikit pula ruang yang tersisa untuk kecintaan terhadap makhluk-Nya. Boleh mencintai seorang insan, tetapi jangan melebihi cintamu pada Allah.
Nayla kembali membaca pesan yang dikirim oleh seseorang di seberang sana. Entah siapa orang itu, Nayla pun tidak tahu.
Maaf, ini siapa ya? ketiknya.
Assalamu'alaikum. Saya Arfa, Mbak.
"Arfa? Arfa siapa ya?" Nayla mengerutkan dahi dan berusaha mengingat-ingat nama Arfa sembari bermonolog. Sepersekian detik ia tampak berpikir keras dan bertanya pada dirinya sendiri ... siapa sejatinya Arfa.
Meski telah berpikir keras, Nayla tetap tidak mengingat sosok yang bernama Arfa. Ia merasa bahwa tidak ada satu pun teman ataupun kenalannya yang memiliki nama tersebut.
Wa'alaikumsalam. Maaf, Arfa siapa ya? Saya rasa, saya nggak punya teman atau kenalan yang bernama Arfa? ketiknya seraya membalas pesan dari Arfa.
Saya Arfa Rasydhan, Mbak. Seorang Adam yang Mbak Nay tasbih kan sebagai calon imam.
"Arfa Rasydhan? Mungkinkah dia ... Mas Zidan? Zidan Arfa Rasydhan --" monolog Nayla disertai binar yang membingkai sepasang netra beningnya.
Nayla bergegas menyentuh layar gawainya dan melakukan panggilan vidio call. Ia tidak sabar untuk melihat wajah rupawan Zidan--pemuda yang telah membuatnya dihinggapi oleh rasa rindu.
Sayang, Nayla harus menelan kekecewaan karena Zidan tidak menerima panggilan vidio call darinya.
__ADS_1
Mas, kamu kog jahat banget sih? ketiknya disertai emoji sebal.
Sudah malam, lebih baik Mbak Nayla segera tidur, balas Zidan / Arfa.
Enggakkkkk. Aku nggak mau tidur sebelum melihat wajah kamu, Mas.
Mbak, wajah saya masih tetap tampan seperti yang Mbak Nayla lihat tadi siang. Alhamdulillah, tidak ada yang berubah sedikit pun.
Mas, kamu kog nyebelin banget sih. Nggak peka. Aku tuch rindu berat sama kamu. Makanya, aku pingin vidio call.
Mbak Nay, simpan rindumu dan sampaikan pada Allah di sepertiga malam dalam sujud mu. Insyaallah, kita akan segera dipertemukan kembali.
Iya, Mas. Aamiin paling kenceng. Btw, kapan Mas Zidan pulang ke Jakarta?
Bener besok sore ya, Mas! Aku tunggu. Kalau besok sore Mas Zidan nggak pulang, aku bakal terbang ke Solo-menyusul kamu, Mas.
Iya, Mbak. Insyaallah.
Ya udah, Mas Zidan buruan tidur gih!
Mbak Nayla juga ya.
Iyupss, Mas. Miss you .....
Zidan menerbitkan senyum saat membaca kata 'Miss you' yang diketik oleh Nayla. Ia lantas membalasnya dengan mengetik salam, bukan kata balasan yang sangat diharapkan oleh Nayla .... 'Miss you too' , sehingga membuat gadis bernetra bening itu kembali menelan kekecewaan.
__ADS_1
Meski merasa kecewa, Nayla berusaha berbesar hati. Ia pun bergegas membalas salam yang diketik oleh Zidan, lalu menaruh gawainya di atas nakas dan menjatuhkan tubuhnya di ranjang.
"Benar kata Dylan. Rindu itu berat, sampai-sampai aku nggak bisa menanggungnya dan ingin segera bertemu dengan Mas Zidan." Nayla bermonolog sembari menatap langit-langit kamar.
"Allah, andai Mas Zidan jodoh yang terbaik untuk hamba, maka dekatkanlah kami dan singkirkan lah semua penghalang. Namun jika Mas Zidan bukan jodoh yang terbaik untuk hamba, maka ... jadikanlah dia yang terbaik. Sungguh, hanya Mas Zidan yang hamba cinta dan hamba harapkan menjadi kekasih halal," pintanya pada Illahi.
Seusai melangitkan pinta, Nayla memejamkan sepasang netranya dan mulai berlabuh ke negeri mimpi.
Berbeda dengan Nayla, Zidan masih asyik melafazkan ayat-ayat cinta yang tertulis indah dalam mushaf Al Qur'an.
Hatinya tergetar, air matanya pun menetes. Ia merasa, Allah tengah mendekapnya erat dan membisikkan kata-kata rindu.
Zidan sungguh sangat berharap, kelak ia akan kembali pada Rabb-nya dalam keadaan rida serta diridai, dan Allah menyambutnya sembari bertutur, "Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku."
🍁🍁🍁🍁
Bersambung ....
-Ayuwidia-
Mohon maaf jika ada salah kata dan bertebaran typo.
Semangati author dengan selalu meninggalkan jejak dukungan, berupa like, komen, atau vote.
Terima kasih dan banyak cinta untuk Kakak-kakak terkasih. See you .... 💕
__ADS_1