Elegi Cinta Nayla

Elegi Cinta Nayla
Bab. 19


__ADS_3


Happy reading 💕


Sudah setengah jam Nayla berjalan mondar-mandir di ruang tamu. Ia sudah tidak sabar menanti kedatangan Zidan--pemuda yang teramat dirindukannya.


Sesekali diliriknya mesin waktu yang melingkar di pergelangan tangan. Sesekali juga ia meraup udara dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.


"Kenapa, Mas Zidan belum datang? Nomor handphone nya juga nggak aktif." Nayla bermonolog lirih dan berjalan menuju teras rumah, diikuti oleh Dude yang berjalan di belakangnya.


"Mpok, kenape lu mondar-mandir aje kaya' setrikaan?" tanya Dude.


Nayla menghentikan ayunan langkah, lalu menanggapi pertanyaan yang dilontarkan oleh Dude dengan nada kesal bin sebal. "Mpak, Mpok! Mpak, Mpok! Emang aku empokmu? Aku lebih seneng dipanggil Mbak Nay!"


"Muehhehe, ya muup, Mpok. Eh muup, keceplosan lagi pan."


"Hissh. Dasar!"


"Ogeh, gue ralat. Mbak Nay, calon bininya suhu. Zidan Arfa Rasydhan."


"Nah, itu baru bener. Kamu tau nggak sih, aku tuch dari tadi nungguin Mas Zidan. Udah jam segini, Mas Zidan belum tiba di rumah Paman Sadam."


"Iya, gue tau. Tau nya pake banget. Mbak Nay duduk aja gih! Kaga' usah jalan mondar-mandir kaya' setrikaan. Mata gue jadi ikutan mondar mandir, Mbak --"


"Hilih. Makanya, punya mata tuch dijaga! Kalo perlu ditutup, biar nggak lancang--ikutan mondar-mandir," ujar Nayla sewot dengan wajahnya yang terlihat judes bin galak. Jika sedang kedatangan tamu bulan-an, ia mudah sekali emosi, seperti saat ini. Moodnya juga mudah berubah-ubah.


"Ya elah. Ni cewe judes bin galaknya minta ampun. Gue ngomong apa aja salah. Kaya' emak gue kalo lagi kesambet tamu bulan-an," celetuk Dude. Meski Dude melirihkan suaranya, indera pendengaran Nayla mampu menangkap suara Dude dengan jelas.


"Kamu ngomong apa? Aku judes?" cecar Nayla.


"Eng, iya Mbak Nay. Mbak Nay judes, tapi ngegemesin. Bikin hati gue cenat-cenut tiap liat Mbak Nay. Ahay." Dude tersenyum nyengir dan menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.


Ia lantas bersiul dan dengan PD nya menyenandungkan lagu Smash di hadapan Nayla. Padahal suaranya fals, seperti suara penulis kisah ini.


Kenapa hatiku cenat-cenut tiap ada kamu


Selalu peluhku menetes tiap dekat kamu


Kenapa salah tingkah tiap kau tatap aku


Selalu diriku malu tiap kau puji aku


Kenapa lidahku kelu tiap kau panggil aku

__ADS_1


Selalu merindu romaku tiap kau sentuh aku


Kenapa otakku beku tiap memikirkan mu


Selalu tubuhku lunglai tiap kau bisikkan cinta


You know me so well (you know me so well)


Girl i need you (girl i need you)


Girl i love you (girl i love you)


Girl i heart you


I know you so well (i know you so well)


Girl i need you (girl i need you)


Girl i love you (girl i love you)


Girl i heart you .....


Di saat tengah asyik bersenandung, Dude dikejutkan oleh suara klakson yang berasal dari mobil avanza berwarna silver yang dikendarai oleh Danu.


Seketika Dude berhenti bersenandung dan mengusap da-danya karena degup jantungnya serasa berloncatan saking kagetnya.


Danu tertawa lebar. Ia merasa puas menyaksikan Dude yang tampak kesal.


"Huahhhaa. Makanya, jangan ngerayu calon bininya guru!" ujarnya.


Setelah mematikan mesin kendaraan besinya, Danu lantas membuka pintu dan keluar dari mobil, disusul oleh Zidan.


"Assalamu'alaikum." Zidan menyapa Dude dan Nayla dengan mengucap salam. Kemudian ia berjalan menghampiri Nayla yang tengah berdiri di samping Dude.


"Wa-waalaikumsalam, Mas --" Nayla salah tingkah. Pita suaranya tercekat dan netranya berkaca-kaca saat Zidan berdiri tepat di hadapannya.


Ingin rasanya Nayla meluapkan rasa rindu yang membuncah dengan memeluk tubuh Zidan selayaknya seorang kekasih. Namun ia tak kuasa melakukannya, sebab mereka berdua belum halal dan pastinya Zidan tidak akan berkenan dipeluk oleh wanita yang bukan mahram.


"Mbak Nay, apa kabar?" Zidan sekedar berbasa-basi untuk mencairkan suasana dan memecah hening yang sejenak tercipta.


Sama seperti Nayla, Zidan pun ingin meluapkan rasa rindu dengan memeluk tubuh gadis yang menasbihkan diri sebagai calon istrinya. Namun ia berusaha menahan diri dengan menjaga pandangan dan melafazkan istighfar di dalam hati.


"A-aku kurang baik, Mas. A-aku lagi sakit --" jawab Nayla terbata.

__ADS_1


"Mbak Nay sakit apa?" Zidan dihinggapi rasa khawatir begitu Nayla mengatakan bahwa ia sakit. Akan tetapi Zidan berusaha menyembunyikan kekhawatirannya dengan tetap bersikap tenang.


"Aku sakit mala rindu, Mas. Benar kata Dylan, rindu itu berat. Sampai-sampai aku nggak kuat menanggungnya dan ingin segera dihalalin sama kamu, Mas. Biar kamu selalu ada di sisiku dan aku juga selalu ada di sisi kamu."


Ucapan Nayla yang terdengar manis sukses melukis rona merah di wajah Zidan dan membuat 2D (Dude dan Danu) senyam-senyum.


"Ohok. Dunia berasa milik mereka berdua, Dud. Kita-kita cuma ngontrak, cu-ak," celetuk Danu.


"Hooh, Dan. Nyok kita pergi bayar kontrakan." Dude menyahut ucapan Danu. Ia lantas menarik kerah baju sahabatnya itu dan membawanya pergi dari hadapan sepasang insan yang tengah kasmaran--Nayla Arunnika dan Zidan Arfa Rasydhan.


"Ehem. Yuk kita masuk ke dalam, Mbak!" Zidan berdehem dan mengajak Nayla masuk ke dalam rumah Sadam.


Ia tidak ingin berduaan terlalu lama dengan Nayla, sebab bisa saja syaiton berhasil melemahkan keimanan dengan membisikkan kata-kata yang menjerumuskan mereka pada dosa, meski dosa yang dipandang kecil.


"Yuk, Mas." Nayla menanggapi ucapan Zidan dengan mengangguk pelan dan menerbitkan senyum. Kemudian ia mengayun langkah, diikuti oleh Zidan yang berjalan di belakangnya dengan menjaga jarak.


🍁🍁🍁🍁


Bersambung ....


Mohon maaf jika ada salah kata & bertebaran typo.


-Ayuwidia-


Assalamu'alaikum Kakak-kakak terkasih, mohon maaf author belum bisa UP rutin setiap hari.


Sambil menunggu UP bab selanjutnya, monggo mampir di karya author yang sudah End. Salah satunya yang berjudul 'Muridku, Suamiku'. 😉🙏



Sinopsis:


Dilarang keras memplagiat karya!!!!


Bagaimana jadinya jika seorang guru terpaksa menikah dengan muridnya yang terkenal badung?


Bagaimana mereka bisa menjalani pernikahan tanpa didasari oleh perasaan cinta dan perbedaan usia yang cukup jauh?


Cantika Maharani, seorang guru vokal berparas cantik dan menjadi idola para siswanya di SMA Nusa Bangsa, harus menelan kenyataan pahit di hari pernikahannya.


Pria yang menjadi calon suaminya tiba-tiba menghilang dan hanya mengirimi pesan singkat berisi rangkaian kata yang mengoyak ulu hati.


Pernikahan Cantika pun terancam gagal. Namun siapa sangka, Andrea salah seorang muridnya yang terkenal badung tiba-tiba muncul dan berniat untuk menggantikan Dafa--kakaknya, sebagai calon suami Cantika.

__ADS_1


Penasaran dengan kisah Andrea dan Cantika? Buruan gassss baca kisah mereka di 'Muridku, Suamiku'


Wassalamu'alaikum 😉🙏


__ADS_2