
Happy reading 💕
Sudah satu pekan, Zidan mengajarkan ilmu agama pada Rizal dan Rumi.
Dengan penuh kesabaran, ia mengajari kedua paruh baya itu mengaji dan menunaikan ibadah sholat.
Karena seringnya berinteraksi, Rizal dan Rumi menjadi dekat dengan Zidan. Keduanya tidak bisa menafikan pribadi Zidan yang mendekati kata sempurna--seperti yang dulu pernah dituturkan oleh Nayla, putri mereka.
Rizal yang semula dilema, kini meyakini bahwa Zidan lah yang pantas menjadi calon menantunya, bukan Jordan.
Keyakinan Rizal semakin kuat setelah ia dan Rumi menunaikan sholat sunah istikharah.
Rizal berkeinginan untuk segera menemui Adidaya--papa Jordan, agar rekan bisnisnya itu bersedia menggagalkan rencana perjodohan yang terlanjur mereka sepakati.
"Pa, mama ikut," ucap Rumi setelah Rizal menuturkan keinginannya.
"Tidak usah, Ma. Biar Papa saja yang menemui Adidaya."
"Tapi, Pa. Mama khawatir, Adidaya akan murka dan nekat menyakiti Papa."
Rizal menerbitkan seutas senyum. Ia lantas merengkuh tubuh Rumi dan membawanya ke dalam pelukan.
Rumi pun membalas pelukan Rizal dengan melingkarkan kedua tangannya dan menyandarkan kepala di dada bidang kekasih hatinya itu.
"Ma, meskipun Adidaya murka, papa yakin ... dia tidak akan sampai hati menyakiti papa, karena kami sudah bersahabat sejak lama. Kita berdoa saja, semoga Adidaya dan Jordan legowo. Mereka bisa berbesar hati menerima keputusan kita, menggagalkan perjodohan Nayla dan Jordan."
__ADS_1
"Iya, Pa. Semoga Allah mengijabah." Rumi mengangguk pelan dan kian membenamkan wajahnya di dada bidang Rizal.
Nyaman. Rumi merasa teramat nyaman berada di dalam pelukan suaminya, begitu juga dengan Rizal. Ia merasa teramat nyaman memeluk wanita yang dicintainya.
Rizal kembali menerbitkan senyum. Ia kian mengeratkan pelukannya, lalu berbisik tepat di telinga Rumi. "Ma, papa ingin --"
"Papa ingin apa, hmm?"
"Papa ingin mereguk kenikmatan surga dunia bersama Mama."
"Papa, sebenarnya mama juga ingin --" ucap Rumi dengan nada suaranya yang terdengar manja, hingga membuat Rizal tak sabar untuk segera menyesap madu yang selalu membuat candu.
Rizal segera melepas pelukannya, kemudian melabuhkan kecupan dalam di dahi Rumi sebelum mengawali ritual penyatuan cinta--mereguk kenikmatan surga dunia.
Di saat Rizal dan Rumi mulai menyatukan cinta mereka di atas ranjang, seseorang dengan lancangnya masuk ke dalam kamar tanpa mengetuk pintu.
Refleks, Nayla menutup mulut dengan kedua telapak tangan agar mulutnya itu tidak lancang berteriak saat mendengar suara merdu khas dua pecinta yang tengah tenggelam ke dalam asmaraloka.
Ia juga mengatupkan mata kanannya. Namun membiarkan mata kirinya terbuka lebar.
Dasar Nayla!!!!
Beruntung, cahaya di dalam kamar itu temaram, sehingga Nayla tidak bisa menyaksikan adegan yang dilakukan oleh Rizal dan Rumi dengan jelas.
Sambil melantunkan istighfar di dalam hati, Nayla bergegas keluar dari kamar sebelum kedua orang tuanya tersadar dan memergokinya berada di dalam kamar itu.
Kemudian ia menutup pintu kamar dengan pelan, sebelum berlalu pergi dan kembali ke kamarnya.
__ADS_1
"Astaghfirullah, mata dan pikiranku ter-noda. Bagaimana ini ya Allah?" monolognya lirih sambil membuka pintu kamar yang tidak terkunci.
Setelah menutup pintu kamarnya kembali, Nayla merebahkan tubuhnya di ranjang dan meraih gawai yang tergeletak di atas nakas.
Mas, ayo kita nikah! Aku udah nggak kuat! Ketiknya diimbuhi emoji mewek.
Niat hati mengirimkan pesan itu ke nomor Zidan, tetapi malah terkirim ke nomor Jordan dan sukses membuat si mafia ayam jingkrak-jingkrak saking senangnya.
Ayo, Yang! Mamas juga udah nggak kuat.
Nayla teramat girang saat mendapat balasan pesan dari Jordan. Ia belum menyadari bahwa jarinya telah salah mengirim pesan ke nomor Jordan.
Dibacanya pesan Jordan berulang kali sambil ketawa-ketiwi. Namun setelah sepuluh kali membaca pesan itu, Nayla seketika membelalakkan mata karena tersadar.
Ia speechless saat menyadari bahwa Jordan-lah yang membalas pesannya dan bukan Zidan Arfa Rasydhan--pemuda tertampan sejagad jiwa.
"Astaghfirullah, kenapa bisa salah, Wak? Duh, bagaimana ini?" ucapnya--menirukan logat Nadia Omara--salah seorang Youtu-bers yang terkenal karena cerita horor yang sering dibawakannya.
Setelah sejenak berpikir, Nayla memutuskan untuk segera menelepon Jordan dan menjelaskan yang sebenarnya terjadi, bahwa ia telah salah mengirim pesan.
Sayang, ponsel Jordan tiba-tiba tidak aktif, sehingga membuat Nayla kebingungan.
Nayla bingung, bagaimana meluruskan kesalah pahaman yang terlanjur terjadi. Ia juga bingung, bagaimana menghadapi Jordan dan keluarganya jika esok pagi mereka benar-benar datang ke mansion untuk melaksanakan ritual pernikahan yang tidak dikehendakinya.
🍁🍁🍁🍁
Bersambung ....
__ADS_1