Empress Of The Emperor

Empress Of The Emperor
Cp 24 | Ingatan Masa Lalu


__ADS_3

Sekilas Kaisar Zhun sedikit menengok ke arah tubuh anak laki-laki bernama Lao Xue Yue yang sedang terbaring di atas kasur itu. Tatapan Kaisar Zhun sedikit melunak.


Meskipun, itu terlihat aneh untuk orang seperti Kaisar Zhun yang sama sekali tak pernah menampilkan ekspresinya di depan umum, terkecuali kemarahannya.


Perlahan ia kembali menatap ke arah depan, menatap pemandangan yang begitu menenangkan hati. Melihat anak tersebut membuat Kaisar Zhun kembali mengingat kejadian enam tahun lalu yang terjadi pada dirinya.


Di sore hari yang masih terlihat begitu cerah, Kaisar Zhun tengah terduduk di kursi takhta dengan mengenakan hanfu yang terlihat mewah nan agung. Walaupun baru berusia 21 tahun, aura yang menguar dari tubuhnya terasa amat luar biasa berbeda.


Saat ini, Kaisar Zhun tengah mengadakan sebuah jamuan makan untuk menyambut kedatangan beberapa delegasi Kekaisaran Wen.


Di tengah keramaian yang terlihat, Kaisar Zhun terduduk seraya menikmati secangkir kecil arak yang diteguknya secara perlahan. Tatapannya yang tajam, terus melihat penampilan yang sedang disuguhkan seorang penari di tengah-tengah sana.


Iringan musik tradisional khas Kekaisaran Zhun terdengar memenuhi ruang takhta. Membuat siapa pun seakan terhanyut dengan indahnya setiap melodi yang di alunkan sang pemusik, ditambah lagi penampilan sang penari yang terdiri dari beberapa wanita cantik, mengenakan pakaian gemerlap dan terlihat sedikit terbuka, membuat mata para lelaki tak dapat berpaling.


Melihat bahwa arak yang berada di dalam cangkir Kaisar Zhun telah habis, seorang wanita dari salah satu keluarga bangsawan Xing di Kekaisaran Wen memberanikan diri untuk menawarkan sebuah arak kepada sang Kaisar.


Sedangkan Jenderal Li yang selalu berjaga di sebelah sang Kaisar, segera bergerak untuk menghalau. Matamya tertuju lurus pada wanita yang kini tengah menunduk memberikan penghormatan.


"Bixia Huang di. Tolong cobalah arak yang di bawa oleh putri ini dari Kekaisaran Wen. Arak ini adalah arak khusus yang sangat terkenal di sana," ucap wanita bermarga Xing tersebut.


Kaisar Zhun terdiam, melihat cangkirnya yang kosong kemudian berpaling pada sebuah kendi di dalam genggaman wanita itu. Tanpa berbicara, Kaisar Zhun menaruh cangkirnya ke arah kanan.


Menandakan bahwa Kaisar Zhun menerima tawarannya, dan memberikan isyarat kepada Jenderal Li untuk kembali pada posisinya.


"Putri ini sungguh merasa terhormat dapat menuangkan arak ini untuk Bixia," katanya seraya membungkuk sedikit, kemudian menuangkan arak yang dibawanya.


Setelahnya, tanpa merasa curiga Kaisar Zhun telah mengangkat cangkirnya dan bersiap untuk meminum arak pemberian wanita bermarga Xing itu. Namun, tiba-tiba saja sebuah anak panah melesat kencang ke arahnya, hingga menghujam tepat di pundak kirinya.


Suasana yang semula ceria, dalam sekejap menjadi mencekam. Suhu ruang yang berubah dingin, dengan perasaan yang sangat tidak nyaman, membuat semua orang yang berada di sana terdiam dalam kepanikan.


Jenderal Li yang penuh kewaspadaan menengok dengan sigap. Sekelebat bayangan di belakang sana ia melihatnya walaupun samar. "LINDUNGI BIXIA. CEPAT KEJAR PENYUSUP ITU," ucapnya segera memberikan perintah kepada para bawahannya.


Sedangkan wanita dengan hanfu merah muda itu terlihat kesal. Tatapan tajamnya tertuju lurus pada sebuah sosok yang tersembunyi di balik sebuah pohon. Xing Sa Ze sialan. Untuk apa dia mengambil mangsaku!? batinnya penuh kekesalan.


"Panggilkan Tabib Istana segera!" perintah Penasihat Nianzu pada seorang prajurit yang berjaga di sana.


"Tidak akan sempat."


Penasihat Nianzu segera berpaling pada seorang wanita yang berada di sebelah Kaisar Zhun. "Apa maksud Anda?" tanyanya sedikit panik.


"Panah itu telah dilumuri racun, dan akan menyebar dengan sangat cepat. Karena letaknya berdekatan dengan titik vital, kemungkinan hidupnya tak akan lama lagi," jelas wanita itu seraya mendekat pada Kaisar Zhun.

__ADS_1


"A—apa yang kau lakukan?!" Kaisar Zhun menyentak tangan wanita tersebut dengan kasar.


"Putri ini adalah Xing Chyou Li, seorang ahli racun dan merupakan Putri kedua dari keluarga bangsawan Xing di Kekaisaran Wen."


"Zhen tidak menanyakan siapa dirimu, wanita licik." Kaisar Zhun terus menahan rasa sakit dan panas yang mulai menjalar ke beberapa anggota tubuhnya.


Tatapan tajam dan benci ia tujukan pada wanita ini sesaat sesudah Kaisar Zhun melihat lengan hanfu-nya yang sedikit terbakar.


Saat tadi arak yang ingin diminumnya tumpah, dan tidak sengaja membasahi lengan hanfu yang dikenakannya. Berani sekali ia memberikan arak beracun kepadaku. Apakah si pemanah ini juga bekerja sama dengannya? pikir Kaisar Zhun.


"Putri ini memberikan identitas asli Putri kepada Bixia ...," ucapnya dengan penuh sopan santun.


Dia pasti telah mengetahui tujuanku. Sekarang ini, sepertinya tak ada cara lain lagi selain melakukan kesepakatan, atau aku akan mati. Xing chyou Li harus berpikir cepat sebelum Kaisar Zhun benar-benar memberikan hukuman mati padanya.


"Omong kosong!"


"Tolong Bixia tidak banyak berbicara, atau racun dari anak panah tersebut akan semakin cepat menyebar!"


Dengan segera Xing Chyou beralih ke belakang Kaisar Zhun dan bersiap menarik anak panah tersebut. "Ini akan terasa sakit. Harap Bixia memaafkan Putri ini yang telah berbuat tidak baik. Hamba juga memohon kepada Bixia Huang di supaya mau memberikan sedikit kemurahan hati kepada hamba. Dengan cara membebaskan hamba dari permasalahan sebelumnya," ucap Xing Chyou panjang lebar dengan suara pelan.


Kaisar Zhun yang mengerti dengan maksud yang terkandung di dalamnya, segera menyetujuinya. "Zhen te—rima kesepakatanmu, dan ... akan kita bahas setelah kau berhasil menyelamatkan Zhen."


Di akhir kata, semburan darah segar berhasil keluar dari mulut Kaisar Zhun. Membasahi hanfu mewah yang dikenakannya.


Nyawa yang semula dapat melayang begitu saja, berakhir dengan sebuah perjanjian demi terselamatkannya sang penguasa negeri.


"Demi kesepakatan itu, Zhen akan menepati janji karena kau telah berhasil menyelamatkan Zhen." Kaisar Zhun terduduk pada alas empuk yang berada di lantai ruang kerja Istana Zuēwáng.


"Zhen memutuskan, bahwa Putri Xing Chyou Li, Putri kedua dari keluarga bangsawan Xing di Kekaisaran Wen, akan tetap tinggal di wilayah Kekaisaran Zhun. Menjadi tawanan dan di tempatkan pada sebuah rumah di Ibu Kota Rongyu. Walaupun menjadi tawanan, Putri Xing Chyou Li dapat bergerak bebas dan akan berada di bawah pengawasan Zhen," titah Kaisar Zhun menatap Xing Chyou lurus.


Aku adalah seorang ahli racun dalam dunia pengobatan, dan pada akhirnya aku tak bisa membunuhnya, karena sifat alamiah untuk menolong seseorang dalam diriku muncul begitu saja. Akan tetapi, setidaknya ... aku tak mati dalam genggamannya, itu saja sudah baik. Aku akan memulai hidup baru di sini, batin wanita itu seraya tersenyum samar.


Suasana ruangan seketika hening. Jenderal Li dan seorang ketua delegasi Kekaisaran Wen terkejut saat mendengar hasilnya.


"Baik Bixia, hamba akan menerimanya dengan senang hati. Terima kasih atas kemurahan hati Bixia Huang di."


Dalam balutan rasa lega dan mencekam yang menjadi satu, Xing Chyou akhirnya memutuskan untuk menerimanya. Menerima hukumannya yang bahkan, hingga akhir hayatnya ia tak akan pernah bisa keluar dari Kekaisaran ini.


Ingatan tersebut masih tergambar jelas dalam kepala Kaisar Zhun. Ia berbalik memandang Tabib Qing yang berdiri di sana. Terus menatapnya dengan penuh keingintahuan yang sangat hati-hati.


"Aku akan kembali lagi besok. Rawatlah dia dengan baik, dan jangan ada satu cacat pun," perintah Kaisar Zhun tegas.

__ADS_1


Meskipun ibumu dulunya adalah seorang yang berani melakukan percobaan pembunuhan kepadaku. Namun, berkatnya juga hingga saat ini aku masih berdiri memimpin Kekaisaran milik Ayahanda.


Setidaknya, di dalam kegelapan itu, Ibumu masihlah memiliki hati yang pantas untuk merasakan sedikit kehidupan dan kebebasan, batin Kaisar Zhun.


***


"Wah! Keluarga bangsawan mana yang datang kemari? Hey Lao Bong, ini benar kereta kuda milik bangsawan, 'kan?" Han Mi menatap kereta kuda yang terlihat sederhana, tetapi tetap menampilkan kesan bangsawan di depannya itu.


"Iya, benar paman," sahut Lao Bong antusias. Ini kesekian kalinya anak laki-laki tersebut dan Han Mi melihat kereta kuda seperti ini. Namun, tetap saja itu menjadi sesuatu yang terlihat luar biasa di mata mereka.


Han Mi yang melihat  keantusiasan dari Lao Bong, seketika terkekeh pelan. "Lebih baik kita masuk. Udara di luar tidak bagus untukmu," ucap Han Mi.


Lao Bong mengangguk dengan cepat, kemudian menggenggam tangan Han Mi erat. Lagi, Han Mi tersenyum hangat saat merasakan tangan kecil itu meraih tangannya. Dingin yang di rasa menimbulkan gelenyar aneh yang terasa menyenangkan.


Perlahan mereka terus berjalan masuk ke dalam aula pengobatan Tabib Qing. Suasana di sana tidak terlalu ramai, hanya ada beberapa orang yang tengah menebus resep obat terlihat berdiri di dekat meja obat di depan sana.


Tanpa menoleh, Han Mi terus berjalan menyusuri lorong demi lorong hingga tiba di dekat ruang perawatan Lao Xue Yue.


Han Mi langsung menghentikan langkahnya saat mendengar suara yang tak asing dari arah dalam kamar tersebut. "Aku akan kembali lagi besok. Rawatlah dia dengan baik, dan jangan ada satu cacat pun," perintah suara pria itu dengan sangat tegas.


Bukannya ini suara si Iblis Zhun Qiang Duyi?! Ngapain dia di sini!? jerit Han Mi dalam hati.


.


.


Bersambung.


.


Halo semuanya! Gimana kabar kalian nih? Jangan lupa jaga kesehatan ya, dan jangan lupa terapkan prilaku hidup bersih di manapun serta kapanpun.


Jangan lupa juga untuk memakai masker ketika berpergian keluar rumah, mencuci tangan serta terapkan social distancing yaw.


.


Naskah :


Banjarnegara, 18 Juli 2020.


Publish :

__ADS_1


Banjarnegara, 19 September 2020.


__ADS_2