Empress Of The Emperor

Empress Of The Emperor
Cp. 08 | Dia Adalah Zhun Qiang Duyi?!


__ADS_3

Bugh!


Tubuh ringkih milik Shaoqing Yuwen terpental lumayan jauh ke belakang sana. Punggungnya membentur pintu kayu hingga menimbulkan suara yang cukup memekakkan telinga. "Agh! A—apa yang kau lakukan kepadaku!?!" teriak Shaoqing Yuwen dengan air mata yang hampir keluar.


Eh? Tunggu sebentar, memangnya tenagaku sebesar ini? Padahal tadi aku hanya mengayunkan pedangnya dengan kekuatan kecil, tapi kok! Kenapa dia terpental sampai begitu? Apakah ini kekuatan asli milik Hwang Lien Tianba? batin Han Mi.


"Rasa sayang Ben gong terhadap Gongzhu sangatlah spesial. Apakah Gongzhu dapat merasakannya?" tanya Han Mi dengan sebuah senyum yang tersungging di bibirnya. Suhu udara yang semula hangat kini menjadi lebih dingin, membuat bulu kuduk siapa pun pasti akan meremang.


"...." Hening, tak ada jawaban dari Shaoqing Yuwen. Ia hanya terdiam dengan air mata yang sudah mengalir membasahi kedua pipinya.


"Sungguh ironis sekali," ucap Han Mi penuh penghayatan, "coba tolong Gongzhu pikirkan dengan otak bodoh di dalam kepala ini." Lanjut Han Mi.


Dengan pelan, ia mendorong kepala Shaoqing Yuwen dua kali menggunakan pedang kayu digenggaman tangan kanannya.


"Ben gong tidak bisa melakukan sesuatu di luar batas, karena Ben gong adalah Huang hou ... seperti itu, 'kan?" tanya Han Mi seraya terus mencoba untuk menahan emosinya yang mulai memuncak.


"Nyatanya adalah tidak. Asal kau tahu saja, selama ini Ben gong hanya berdiam diri karena sedang mengamati kalian semua, yang telah bertindak sesuka hati dalam memperlakukan Ben gong." Han Mi menarik napas sejenak, melihat ekspresi Shaoqing Yuwen yang ketakutan dan masih saja terdiam dengan air mata yang terus mengalir.


"Kau pikir Ben gong tidak mengetahui apa yang terjadi selama Ben gong tidak sadarkan diri? Jawabannya adalah Ben gong mengetahui semuanya! Obat milik Ben gong selalu sengaja kau tumpahkan, bahkan beberapa kali kau pernah memasukkan racun ke dalamnya."


"Bunga dan dupa yang seharusnya diletakkan untuk terapi di kamar Ben gong, kau juga yang membuangnya!" Tatapan Han Mi semakin menajam saat Shaoqing Yuwen menampilkan ekspresi terkejut.


"Bahkan ... Ben gong juga mengetahui jika uang yang dipergunakan untuk membeli tumbuhan herbal langka yang tak ada di tempat pengobatan dalam Istana Kekaisaran, hilang karena kau yang sudah mengambilnya. Menyuruh seorang dayang untuk mengambil secara paksa dari Liu Yi Ze, kemudian menyerahkan uang tersebut padamu," jelas Han Mi panjang lebar ke arahnya.


Netra dengan iris berwarna cokelat itu terbelalak terkejut mendengar penuturan dari Han Mi. Sungguh, ia tak menyangka bahwa sang Permaisuri akan mengetahui perbuatannya tersebut.


"I—itu ... i—itu bukan aku yang mengambilnya! Itu adalah ide dari Jiejie Nianzu Hongli!" Tangannya yang bergetar itu terangkat, dan bergerak di udara untuk memberikan isyarat bahwa ia tidak mengambilnya.


"Jika seperti itu, maka kau sangatlah bodoh. Shaoqing Yuwen." Sudut bibir Han Mi terangkat, kedua matanya menatap netra cokelat itu dengan tajam.


Entah bagaimana ekspresi wajahku saat ini, tapi jika melihat dari ekspresi yang ditampilkan wanita ini sepertinya memang menyeramkan, ya? batin Han Mi.


Ia seakan terlihat tak peduli dengan apa yang tersaji di hadapannya. Tanpa belas kasih, Han Mi langsung melayangkan pukulan ke tubuh Shaoqing Yuwen begitu saja.


"AARRGGH."


Ini, karena kau sering memaki-maki Hwang Lien Tianba tanpa henti, sampai telinganya sakit dan bahkan merasa sangat sakit hati karenamu, batin Han Mi seraya menatap tajam pada Shaoqing Yuwen yang menuduk.


Bugh!


"AGHH. HE—HENTIKAN!" Shaoqing Yuwen semakin berteriak kencang, air mata kembali membasahi pipinya. Menahan rasa sakit yang menjalar di pergelangan kakinya.


Kali ini adalah balasan untukmu yang telah membuang semua ramuan herbal, mencampurnya dengan racun, ataupun membuang bunga dan dupa yang seharusnya di letakkan di dalam ruang tidur Hwang Lien Tianba! batin Han Mi.


Bugh!


"AKH. Kumohon ... ber—henti!"


Lalu ini, sebagai bayaran atas kau yang telah mengambil uang jatah bulanan untuk membeli tanaman herbal langka milik Hwang Lien Tianba, ucap Han Mi dalam hati.

__ADS_1


Dayang Liu yang sedari tadi hanya diam, mulai merasa tidak nyaman. Akhirnya ia memberanikan diri untuk berbicara, "Ya—Yang Mulia Permaisuri ...."


Han Mi langsung menghentikan aktivitasnya. Tubuhnya terdiam dalam posisi tangan yang terangkat di udara. Tanpa menengok, Han Mi bertanya dengan suara datar, "Ada apa?"


Tanpa menunggu balasan dari Dayang Liu, Han Mi memberikan sebuah tendangan lumayan kencang ke arah Shaoqing Yuwen. Sebagai tanda bahwa ia telah mengakhiri balas dendam sementara untuk Hwang Lien Tianba hari ini.


Tubuh Shaoqing Yuwen pun terpental hingga ke pelataran yang ada di depan kamar peraduan Han Mi. Membuat pintu kamar peraduan milik Han Mi rusak dan berserakan di bawah sana.


Ini adalah yang terkahir untuk hari ini, karena kau selalu menentang Hwang Lien Tianba! Tanpa perasaan sama sekali, Han Mi melempar pedang kayunya ke arah Shaoqing Yuwen.


Pedang itu meluncur dengan kecepatan sedang. Ujung bilahnya yang sedikit meruncing langsung mengenai dahi Shaoqing Yuwen, hingga wanita itu terjengkang cukup kencang.


"AGHH!! Sa—sakit! SAKIT!" jeritnya begitu kencang. Namun, Han Mi sama sekali tidak peduli dan memilih untuk berbalik, kembali duduk di kursi kayunya dengan wajah tanpa ekspresi.


"Bagaimana, kau sungguh menikmati jamuan istimewa pertemuan kita, 'kan? Gongzhu?" tanya Han Mi, "jadi, kembalikan uang yang telah kau ambil dari Ben gong itu!" Seketika, netra biru miliknya menatap tajam pada Shaoqing Yuwen lagi.


"Yang Mulia Permaisuri, hamba memohon, tolong berhentilah ...." Dayang Liu menatap khawatir pada permaisurinya. Ia benar-benar tidak ingin sang Permaisuri mendapatkan masalah.


Tanpa mengubah ekspresinya, Han Mi langsung menengok ke arah Dayang Liu yang ada di samping kanannya. "Kenapa?!" tanya Han Mi seraya menatapnya tajam.


Dayang Liu yang semula menunduk, perlahan mengangkat kepalanya. Namun, tiba-tiba saja ia tersentak hebat hingga mundur beberapa langkah setelah melihat ke arah sang Permaisuri.


"Tatapan itu ...," gumamnya pelan dengan ekspresi terkejut yang sangat tercetak jelas. Tanpa berani menatapnya lagi, Dayang Liu menunduk dalam. Meskipun Dayang Liu bergumam, tetapi Han Mi masih dapat mendengarnya dengan jelas.


Untuk sesaat Han Mi terdiam dan menghiraukan apa yang barusan di dengarnya. "Tunggulah sebentar, aku akan menyelesaikan masalah ini secepatnya dan segera kembali ke tempat tidurku untuk beristirahat."


Setelahnya, Han Mi segera mengalihkan pandangnya ke arah Shaoqing Yuwen yang masih merengek seraya mengerang menahan rasa sakit di pelataran sana.


Melihat tidak ada celah untuknya mengelak, wanita bertubuh kurus itu akhirnya berbicara setelah berdiam cukup lama. "Ba—baik Yang Mulia Permaisuri, ha—hamba akan mengambilnya terlebih dahulu."


Ah ... ucapannya berubah menjadi lebih sopan, batin Han Mi. Sebelah tangannya terangkat untuk menyanggah kepalanya dengan santai.


"Suruh—"


Drap! Drap! Drap!


"Haish! Sekarang apalagi—"


"BIXIA HUANG DI TELAH TIBA!"


Han Mi langsung menegang di tempatnya. Kedua matanya melotot tidak percaya atas apa yang di dengarnya. Dengan segera, ia menengok ke arah Dayang Liu yang berada di sampingnya.


"Bixia Huang di ... apa maksudanya ini?! Bukankah dia akan kembali satu bulan lagi?!" tanya Han Mi pada Dayang Liu dengan panik. Ia berharap Dayang Liu mau jawab pertanyaan itu.


Akan tetapi, bukannya menjawab Dayang Liu hanya terdiam dengan wajah pucat dan ekspresi ketakutan yang tercetak jelas di sana.


Suara langkah kaki yang sedari tadi terdengar di lorong Istana Zihuā, tiba-tiba saja berhenti tepat di depan kamar peraduan Han Mi, membuat wanita berbalut hanfu warna putih itu terdiam, tatapannya yang kosong terus tertuju pada Dayang Liu.


Meskipun ia merasa antusias untuk melihat rupa menawan milik Bixia Huang di yang merupakan suami Hwang Lien Tianba secara langsung, tetapi entah mengapa ada yang aneh dengan perasaannya.

__ADS_1


Suhu ruangan yang semula hangat, kini berubah menjadi dingin. Hal itu sukses membuat Han Mi menelan salivanya dengan susah payah. Dari ekor matanya ia dapat melihat bahwa sosok tersebut berjalan perlahan ke arahnya.


Sedikit ragu Han Mi mengalihkan pandang ke arah depan. Perasaannya semakin menjadi tidak tenang, seperti ada rasa takut dan juga tekanan yang membuatnya tidak dapat bernapas dengan leluasa.


Matanya seketika terpaku menatap sesosok pria bertubuh tinggi yang masih mengenakan baju zirah lengkap. Begitu mewah namun elegan di saat yang bersamaan, membuatnya terlihat gagah saat mengenakan setelan berperang tersebut.


Satu lagi, sejujurnya dia terlihat begitu mengerikan. Han Mi bahkan sampai tak dapat bergerak dibuatnya, saat pria itu berjalan cepat dengan langkah mantap menghampiri Han Mi.


Di—dia ..., batin Han Mi sedikit ragu. Ia terdiam sesaat untuk memastikan apa yang dilihatnya saat ini. Kedua matanya sedikit menyipit, ia tidak mungkin salah lihat. Wajah itu, wajah tampan bak iblis yang sangat Han Mi kenal, kini berada satu ruangan dengannya!


DIA, ZHUN QIANG DUYI?!


Kedua matanya membulat sempurna saat melihat dengan jelas wajah pria tersebut. Wajah yang sangat familiar, bahkan sering Han Mi jumpai di kehidupan sebelumnya. Ia semakin mematung di tempatnya.


Keringat dingin perlahan mulai muncul diseluruh tubuh. Tangannya yang bergetar pelan, semakin meremas hanfu yang dikenakannya saat ini.


SI—SIALAN! BAGAIMANA DIA BISA ADA DI SINI?! Jadi, Bixia Huang di yang di maksud oleh Liu Yi Ze dan semua orang di sini adalah ... dia? Ya ampun. Ya ampun. Ini sungguh enggak mungkin terjadi, ya benar! Enggak mungkin terjadi, aku pasti sedang bermimpi, 'kan?! batin Han Mi merasa tidak terima.


Dengan segera ia menunduk, mencubit keras tangannya sendiri untuk memastikan. "Aduh." Kedua matanya semakin melotot.


INI SUNGGUHAN?! jerit Han Mi dalam hati. Tangannya semakin mengerat, seraya mengangkat kepalanya untuk menatap sosok agung yang tengah berdiri menjulang di seberang tempat duduknya saat ini.


Itu artinya ... pria bagai iblis yang berada di hadapanku ini adalah kenyataan! Dia sosok asli dari iblis mengerikan, kekejamannya mengalahkan semua makhluk yang ada di muka bumi ini!


Karakter pria yang sangat aku benci di dalam sebuah komik kesukaanku ... bagaimana bisa sekarang ia berdiri tepat di hadapanku seperti ini? Ya Tuhan, ini sungguh malapetaka! batin Han Mi


"Zhen* dengar ...." Suaranya yang terdengar dingin tanpa ekspresi sukses membuat Han Mi hampir pingsan. Tak hanya itu, ucapannya pun sungguh membuat Han Mi terkejut.


Dengar apaan?!


.


.


Bersambung.


.


Glosarium :


* Zhen : Saya/aku, salah satu cara Kaisar menyebut dirinya di depan orang lain.


.


Naskah :


Jakarta, 01 Juli 2020


Publish :

__ADS_1


Jakarta, 02 Agustus 2020


__ADS_2