Empress Of The Emperor

Empress Of The Emperor
Cp. 07 | Tamu Tak Diundang


__ADS_3

Brak!


"Sekarang apa lagi!? Aaah ... orang ini sungguh menyebalkan." Han Mi menatap malas ke arah pintu kamar peraduannya.


Sesosok wanita berbalut hanfu dengan warna dominan biru tua berjalan masuk, di belakangnya ada seorang Dayang yang mengenakan hanfu sederhana berwarna abu-abu muda. Melihat hal itu, Dayang Liu yang sedang terduduk pun segera bangkit, dan berdiri di belakang Han Mi secara tergesa.


Ekspresi Dayang Liu yang semula terlihat panik, kini telah kembali normal dalam sekejap. Ia berdiri dengan posisi seperti biasa—posisi yang membuat Han Mi gerah melihatnya. Han Mi tidak tahan rasanya jika melihat Dayang Liu harus melakukan hal seperti itu sepanjang hari.


"Wah ... wah .... Yang Mulia Permaisuri Hwang Lien Tianba telah bangun dari kematiannya?"


"Liu Yi Ze memberikan hormat kepada Gongzhu*," ucap Dayang Liu dengan suara lembut dan penuh hormat seperti biasanya. Namun, entah kenapa suasana di sekitar Han Mi menjadi terasa dingin.


"Saat ini, Yang mulia Permaisuri harus segera beristirahat lagi." Lanjutnya dengan penekanan di beberapa kata.


Bahkan, ia menggunakan kata 'harus' dan 'segera' di dalam satu kalimat. Ini ... sedikit lucu juga. Apakah ada konflik di antara mereka? batin Han Mi. Matanya terus memperhatikan apa yang sedang terjadi di depannya saat ini.


"Hamba bahkan belum memberikan ucapan selamat, tetapi Huang hou* sudah ingin kembali untuk beristirahat?" tanya wanita bernama Shaoqing Yuwen dengan ekspresi mengejek.


Wah, ini nih ... sepertinya dia memang memiliki ikatan buruk dengan Hwang Lien Tianba, ya? batin Han Mi sedikit kesal. Pada akhirnya ia menghela napas kasar.


Tangannya sedikit memijat pelipisnya, berharap dapat mengurangi rasa pusing yang tiba-tiba menyerang. Akan tetapi, tubuhnya langsung membeku di tempat. Netra biru itu menatap tajam pada Shaoqing Yuwen.


------------------


"AKH! Tolong hentikan itu Gongzhu Shaoqing!"


------------------


"Yang Mulia Permaisuri! Oh tidak! Gongzhu tolong hentikan itu! Jangan memukuli Huang hou lagi!"


------------------


"Gongzhu, kenapa kau melakukan hal kejam ini pada Ben gong*?"


------------------


"Y—Yang Mulia! Tidak! Kepala Anda berdarah!"


------------------


Lagi-lagi, berbagai ingatan berputar seperti sebuah film di dalam kepala Han Mi. Ini adalah ingatan milik Hwang Lien Tianba, ya? tanya Han Mi dalam Hati.


Kedua tangannya langsung terkepal kuat, rahangnya terlihat mengeras. Han Mi benar-benar menahan emosinya yang mulai tersulut setelah melihat ingatan-ingatan tersebut.


Nyatanya, Hwang Lien Tianba adalah seseorang yang hampir mirip seperti Jung Han Mi di kehidupan sebelumnya. Ia sungguh tidak melawan walaupun telah mendapatkan perlakuan kejam yang terkadang membuatnya sampai mengalami luka di sana-sini.


Jika saat ini aku diperlakukan seperti dirinya, jangan harap orang yang memukuliku dapat makan dengan enak menggunakan tangan itu lagi, batin Han Mi.


"Sepertinya Ben gong kedatangan tamu istimewa," kata Han Mi seraya menegakkan duduknya, tangannya segera menaruh cangkir teh yang sedari tadi dipegangnya.

__ADS_1


Aku sungguh akan menghajarnya balik. Ini adalah kehidupanku yang baru, dan Hwang Lien Tianba telah memberikan kesempatan ini. Kesempatan di mana aku dapat bebas melakukan apa pun terhadap hidupku tanpa harus menahannya lagi seperti dulu, dunia di mana aku akan mendapatkan kebahagiaanku yang sebenarnya. Begitu kan yang dia bilang?


Lagi pula, kedudukanku di sini sangatlah tinggi, dan berada tepat di bawah Bixia Huang di. Apapun dapat kulakukan asalkan tidak menyalahi aturan yang ada. Karena aku belum mengetahui banyak hal tentang dunia ini, tidak seharusnya aku melangkah dengan tergesa, jadi ... akan kulakukan sesuai arus yang berada di hadapanku saja, pikir Han Mi dalam hati.


"Shaoqing Yuwen menghadap kepada Yang Mulia Permaisuri nan Agung. Hamba datang untuk memberikan selamat—"


Han Mi dan Dayang Liu seketika mengerutkan keningnya saat mendengar Shaoqing Yuwen menghentikan ucapannya secara tiba-tiba.


Aah, dia melakukannya, batin Han Mi seraya menahan emosinya kembali.


Shaoqing Yu wen terlihat menegakkan tubuhnya, secara perlahan melangkah ke arah Han Mi yang sedang teruduk di atas kursi kayu. "Kau pikir aku akan berkata seperti itu? Tentu saja tidak! Ahahaha!"


Plak!


Han Mi terdiam, ia bahkan tidak diberikan waktu untuk terkejut. Tatapan kosongnya tertuju lurus ke arah lantai di sebelah kanan. Rasa sakit dan panas membara mulai menjalar di pipi kirinya.


Perlahan ia mengangkat tangannya yang bergetar, menyentuh pipi yang terlihat memerah itu dengan perasaan tidak percaya.


"Wah ... wah ... dia berani menamparku? Bahkan seorang pelayan wanita yang ikut bersamanya, berani tersenyum mengejek seperti itu padaku? SIALAN," gumam Han Mi.


Ia mendongak, manik matanya bertemu pandang dengan Shaoqing Yuwen, dan pemandangan tersebut benar-benar membuat api kecil yang ada di dalam diri Han Mi semakin tersulut.


Sebuah senyum tersungging di bibir Han Mi. "Sungguh salam dan ucapan selamat yang sangat mengesankan," sindir Han Mi seraya berdiri dari kursi kemudian berbalik ke arah Dayang Liu.


"Sudah begitu lama Ben gong tertidur, dan seperti inikah caramu menyambut Ben gong?" tanya Han Mi dengan suara datar, seakan tidak peduli dengan kehadiran Shaoqing Yuwen di belakangnya.


Pandangannya seketika terkunci pada sesuatu yang terpajang di dinding, benda yang sangat ingin Han Mi pegang selama hidupnya. Meskipun itu bukanlah benda yang sesungguhnya, tetapi lumayan untuk mengurangi rasa penasaran yang menyeruak di dalam hatinya.


Gadis bodoh. Kau kira aku siapa? Aku adalah Jung Han Mi, yang telah mendiami tubuh ini, dan itu artinya adalah aku ini sang pengganti Hwang Lien Tianba yang asli. Kau ingin berbicara tentang hal seperti itu padaku? Sungguh malang, kau telah salah memilih lawan, batin Han Mi.


Ia segera mendekat ke arah benda tersebut, dan mengambilnya dengan perasaan yang bercampur aduk, antara bahagia juga marah. "Baiklah, jika Gongzhu sudah berkata demikian. Ben gong akan menerimanya sebagai ucapan selamat atas pertemuan pertama kita setelah Ben gong tersadar."


"A—apa? Apa yang akan kau lakukan dengan pedang kayu itu?! Ahaha." Suaranya terdengar sedikit bergetar. Dari sorot mata Shaoqing Yuwen, terlihat jelas bahwa ia mulai merasa ketakutan. Namun, tidak dengan ekspresinya.


Ia masih dapat merendahkan seseorang dalam keadaan seperti ini? Sungguh bakat yang luar biasa. Han Mi terus menatap sinis ke arah wanita di hadapannya itu.


"Gongzhu ingin bermain dengan Ben gong, 'kan? Karena kita sudah lama tidak bertemu ... mungkin sekitar 4 bulan, ya? Maka dari itu kau sangat merindukan Ben gong?" Senyum miring seketika tercipta di bibir Han Mi. Pandangannya tertuju lurus ke arah Shaoqing Yuwen yang tengah menatap Han Mi dengan ekspresi aneh.


Ya, ya, kau pasti enggak percaya kalau Hwang Lien Tianba ternyata bisa melakukan hal begini, 'kan? Lagi, Han Mi menampilkan senyum yang terlihat mengerikan itu.


"Kau bercanda? Mana mungkin aku merindukanmu, seorang Huang hou yang merupakan tawanan dari Kekaisaran Wen! Kau tidak lebih dari seorang rendahan! Jangan bermimpi bahwa kau dapat dekat denganku yang merupakan seorang Gongzhu dari keluarga bangsawan di sini."


"Ah! Jadi seperti itu ya, Ben gong sangat mengerti dan dengan senang hati Ben gong akan menemanimu bermain," kata Han Mi dengan suara pelan yang sangat mendalam.


Tiba-tiba saja Shaoqing Yuwen berbalik ke arah Han Mi. Tangannya terangkat di udara dan ingin melayangkan sebuah tamparan lagi. Namun, dengan segera Han Mi menangkapnya.


Ini hanyalah tenaga dari seorang wanita lemah. Enggak ada apa-apanya kalau dibandingkan dengan tenaga milik Ho Shik si brengsek itu, batin Han Mi.


"A—apa yang akan kau lakukan?! Dasar wanita ******!"

__ADS_1


"Ooh ... Ben gong wanita ******? Lalu kau disebut dengan apa? Seorang Gongzhu dari keluarga bangsawan, tetapi berani melakukan sesuatu yang amat rendahan seperti ini ke penguasa tertinggi? Bukankah itu saja sudah cukup untuk membunuhmu dalam sekejap?"


"Si—siapa yang—"


"Sedari awal kau yang telah memulai ini. Untuk selanjutnya, jangan salahkan bila Ben gong bertindak kejam terhadapmu," bisik Han Mi tepat di telinga kanannya. Dengan gerakan kasar, Han Mi melempar tangan kanan Shaoqing Yuwen hingga tubuh itu terjatuh.


"Hwang Lien Tianba! Kau—kau pikir aku akan diam saja diperlakukan seperti ini?! Dasar wanita ******!"


"Gongzhu! Ucapan Anda—"


"Tidak apa Liu Yi Ze, kau tetap berdiri diam saja di sana," sergah Han Mi cepat ke arah Dayang Liu yang sudah ingin melangkah.


"Tapi—baik Yang Mulia ...."


Netra biru milik Han Mi menatap tajam pada Shaoqing Yuwen, yang sedang terduduk di atas lantai kayu dengan nahasnya. Han Mi melangkah pasti seraya mengoper pedang kayu ke arah tangan kanan.


"Tolong jangan salahkan Ben gong. Jadi ... mari kita nikmati permainan ini, Gongzhu." Sebelah sudut bibir tipis berwarna merah alami itu terangkat.


Menampilkan sebuah senyum miring yang terlihat begitu mengerikan menghiasi wajah oval dengan alis sedang, netra sedikit sipit berwarna biru, hidung mancung, serta rahang rampingnya. Memperlihatkan garis rahang yang begitu menggiurkan, dan menghiasi keseluruhan wajah yang terlihat amat cantik.


.


.


Bersambung.


.


.


Glosarium :


* Gongzhu : Putri.


* Huang hou : Permaisuri.


* Ben gong : Saya/aku, digunakan oleh seorang permaisuri, selir, putra/putri mahkota.


* Bixia : Baginda/Yang Mulia, salah satu cara memanggil kaisar.


* Huang di : Kaisar.


.


Naskah :


Jakarta, 30 Juni 2020


Publish :

__ADS_1


Jakarta, 25 Juli 2020


__ADS_2