Empress Of The Emperor

Empress Of The Emperor
Cp 25 | Benar-benar Jodoh!


__ADS_3

Han Mi sukses mematung di tempatnya. Telinganya tidak mungkin salah dengar. Suara bariton itu adalah milik sang penguasa agung Kekaisaran ini. Bagaimana mungkin ia tidak lupa dengan suara pria itu, orang yang selalu saja dapat menggagalkan usahanya untuk melarikan diri.


Pokoknya aku harus lari sek—


"Ah ... kalian sudah kembali?" tanya Tabib Qing, membuat Han Mi menatap pria tersebut penuh keterkejutan, apalagi dengan sosok pria tinggi di sebelahnya dan satu pria berseragam prajurit di belakangnya.


Oh tidak! batin Han Mi menjerit. Mimpi buruknya telah datang kembali. Ia sungguh tidak menyangka bahwa akan bertatap muka dengan pria ini lagi.


Sedangkan manik hitam pekat itu menatap tajam ke arah Han Mi yang sedang menyamar menjadi seorang pria. Melihat secara detail sosok Han Mi dari atas hingga ke bawah, sebelah alisnya terangkat dan menimbulkan sebuah tanda tanya besar di dalam kepalanya.


Di Kekaisaranku tak ada pria dengan gen seperti ini. Sebentar—


Kaisar Zhun menegakkan tubuhnya, kemudian menunjuk Han Mi dengan kipas lipatnya yang tertutup. "Kau ...." Kaisar Zhun menggantungkan ucapannya seraya terus menatap Han Mi secara intens.


Han Mi yang melihat Kaisar Zhun mulai mencurigainya, segera memberikan kantung belanjaan digenggamannya kepada Lao Bong.


Dengan cepat, Han mi membungkukkan sedikit tubuhnya. Menatap Lao Bong dengan sebuah senyum mengembang. Tidak lupa pula ia membisikkan sesuatu kepada anak laki-laki tersebut.


"Kamu di sini saja. Sepertinya Paman ada urusan mendadak yang tak bisa ditinggalkan. Kamu nanti langsung masuk ke dalam saja, mintalah pada Tabib Qing untuk menemanimu." Setelahnya, Han Mi mengelus pelan puncak kepala Lao Bong seraya menegakkan tubuhnya, kemudian berbalik cepat saat melihat Kaisar Zhun mulai berjalan mendekat.


Sialan ... si Iblis ini, kenapa sih?! jerit Han Mi dalam hati.


Han Mi berusaha untuk berlari sekencang mungkin. Namun, seakan takdir memang tidak dapat diubah. Langit pun sepertinya benar-benar tidak mengabulkan permohonan Han Mi sama sekali, dan itu membuatnya cukup frustrasi pada kondisinya saat ini.


"AH!" jerit Han Mi tidak tertahankan saat sebuah lemparan kencang sebuah apel berhasil mendarat di punggungnya. Suara pukulannya pun dapat membuat orang lain meringis ngeri ketika mendengarnya. Meskipun, mereka tidak merasakannya secara langsung.


"Ugh!" erang Han Mi. Ia jatuh berlutut seraya menahan nyeri dan sakit yang mendera di punggungnya.


Kurang ajar! Han Mi menengok ke arah belakang dengan garang, menatap tajam pria bertubuh tinggi berbalut hanfu berwarna senada dengan hanfu-nya saat ini. "Kau—"


Sebuah apel kembali melayang ke arahnya dengan kecepatan yang tidak wajar. Tanpa disadari, Han Mi mengeluarkan kekuatan milik Hwang Lien Tianba. Membuat sebuah dinding pelindung seperti membran tipis berwarna hitam tak kasamata tepat ketika tangannya terulur ke arah depan.


Apel itu menabrak keras dinding pelindung tersebut hingga terpantul dan menggelinding dilantai begitu saja. Hah ... hampir saja, dia beneran mau bunuh aku apa ya?! batin Han Mi.


Kaisar Zhun terdiam untuk sesaat, kemudian menengok ke arah kanannya. Melihat pada Tabib Qing yang sedari tadi masih saja mengobrol dengan Lao Bong di dekatnya.


Karena tidak mendapati reaksi apa pun dari Tabib Qing perihal kekuatan yang baru saja Han Mi keluarkan. Kaisar Zhun segera berjalan cepat ke arah Han Mi yang sedang menyamar menjadi seorang pria.


"Kau ingin melarikan diri?"


"Eh?" Han Mi membelalak terkejut. Melihat netra hitam milik Kaisar Zhun dengan tatapan tidak percaya.


Bagaimana bisa dia langsung berada di hadapanku dalam sekejap saja? Padahal barusan ... dia kan masih di tempatnya! pikir Han Mi.


"Ba—bagaimana bisa—"


"Aku ingin berbicara padamu sebentar," ucap Kaisar Zhun pelan dengan suara datar tanpa ekspresi seperti biasa. Tubuhnya segera bangkit dari posisi jongkok.


Dengan kejam, Kaisar Zhun menarik kerah belakang Han Mi begitu saja. Menyeret tubuh wanita yang sedang menyamar itu supaya mengikutinya.


"E—EEH. Hey! Tuan, apa yang sedang Anda lakukan? Saya bisa berjalan sendiri tahu! Bagaimana mungkin Anda memperlakukan saya secara tidak hormat seperti ini?!" seru Han Mi tidak terima.

__ADS_1


Tangannya mencoba melepaskan tangan kanan yang terasa dingin saat bersentuhan dengan kulitnya. Gelenyar aneh yang entah kenapa terasa nyaman, menyebar cepat ke lehernya.


Namun, Kaisar Zhun seakan tidak mendengar teriakan Han Mi yang kini memenuhi lorong ruang perawatan. Ia sungguh  mengabaikannya begitu saja dan terus menyeret tubuh tersebut tanpa rasa bersalah.


Melihat bahwa Kaisar Zhun tidak akan berhenti, dengan perasaan panik Han Mi segera membenarkan kerah baju depannya yang mulai terbuka. Zhun Qiang Duyi sialan!


"Tabib Qing, kupinjam ruangan Lao Xue Yue untuk beberapa lama. Kau bawalah Lao Bong Yue untuk pergi dari sini," kata Kaisar Zhun tanpa menoleh sedikit pun, "aku tak ingin ada orang yang mengganggu atau mendengarkan pembicaraanku dengannya," lanjut Kaisar Zhun dingin.


Pandangannya seketika tertuju pada Jenderal Li yang berdiri di dekat pintu. "Jianjun, kau pergilah bersama mereka," perintah Kaisar Zhun, kemudian menutup pintu di depannya dengan cepat.


Brak!


Perlahan Kaisar Zhun melepaskan cengkeramannya pada kerah hanfu Han Mi, kemudian berjalan sedikit  menjauh. Sedangkan Han Mi yang masih terduduk di atas lantai dengan baju sedikit berantakan, akhirnya segera bangkit dari duduknya.


Saat ini, ia benar-benar sedang kesal. Di seret seperti hewan, bahkan pria di hadapannya yang menjulang tinggi itu sekarang hanya terdiam seraya terus menatapnya intens.


Dia ini ... enggak ada rasa bersalah sedikit pun apa ya? Padahal sudah menyeret orang dengan wajah tanpa dosa begitu, kesal Han Mi.


"Tuan, saya tidak teri—"


"Duduklah di sana," potong kaisar Zhun cepat. Pandangannya tertuju pada sebuah kursi yang berada tak jauh di dekat jendela.


"Saya sed—"


"Aku tak akan mengulang ucapanku." Setelahnya, Kaisar Zhun mendelik tepat ketika Han Mi ingin berbicara kembali, dan itu sukses membuat Han Mi bungkam. Hingga akhirnya memilih duduk di tempat tersebut.


Setelahnya, Kaisar Zhun melangkah mendekat, dan berhenti tepat di belakang Han Mi. Tangannya segera menarik kerah belakang hanfu yang dikenakan oleh wanita itu.


Loh?! Dia mau ngapain lagi?! Seketika Han Mi terlihat panik.


"Zhen tak akan melakukan apa pun, asalkan kau hanya duduk diam dan tak mencoba untuk melarikan diri."


"Ja—jadi Bixia telah me—mengetahui bahwa saya adalah—"


"Hhm."


Seketika Han Mi terlihat semakin panik, wajahnya yang berkulit putih kini terlihat memucat. "Mohon Bixia Huang Di mengampuni dosa hamba ini," ucap Han Mi seraya memberikan penghormatan dari tempat duduknya.


"Angkat wajahmu. Ada yang ingin Zhen bicarakan." Suaranya terdengar begitu tegas, sampai-sampai Han Mi tak berani untuk menolak.


Ia segera menuruti perintah sang Kaisar. Terduduk tegap di kursinya, tetapi perlahan Han Mi berbicara kembali. "La—lu ... untuk apa Bixia menarik kerah hamba?" Pada akhirnya, ia mengeluarkan pertanyaan tersebut.


Sungguh, saat itu ia merasa sangat tidak nyaman. Seorang pria menarik kerah pakaiannya, dan melihat ke arah ... bukankah itu tidak sopan?


Yah, meskipun pria ini adalah suami sahnya, tetapi tetap saja itu adalah hal yang aneh bagi Han Mi karena ia bukanlah Hwang Lien Tianba. Melainkan Jung Han Mi dari abad 21, dan itu artinya sang Kaisar bukanlah suaminya, tetapi suami Hwang Lien Tianba.


Oh ya Tuhan. Apa yang sedang kulakukan ini?! batin Han Mi. Ia segera menunduk dengan tangan yang menepuk kepalanya cukup kencang. Bodoh, seharusnya jangan kau tanyakan hal itu pada si Iblis ini, rutuk Han Mi dalam hati.


"Untuk memastikan bahwa kau adalah Permaisuri Zhen," jawab Kaisar Zhun singkat.


Bagaimana bisa? Tunggu sebentar, aku merasa ada yang aneh di sini, kenapa sekarang dia jadi banyak bicara begini? Han Mi menaikkan sebelah alisnya seraya menatap pria di hadapannya itu.

__ADS_1


"Tanda Zi lianhua yang kau miliki, aku mengetahuinya," ujar Kaisar Zhun yang kemudian terduduk di kursi yang berseberangan dengan wanita tersebut.


Han Mi yang semula hanya diam seketika terkejut bukan main. Menatap sepasang mata yang selalu menampilkan tatapan tajam di hadapannya dengan tidak percaya.


"Tidak mungkin ...." Perlahan ia menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi. Cepat atau lambat dia pasti akan mengetahuinya, tapi aku enggak menyangka bahwa tanda itu akan diketahui olehnya di waktu seperti ini.


"Tenanglah. Zhen tak akan membunuhmu. Hanya saja, mungkin akan ada sedikit perselisihan dengan keluarga utama Hwang. Hwang Mo Fen," sekilas Han Mi dapat melihat ekspresi benci tercetak di wajah sang Kaisar.


"Ha—" Han Mi segera menutup bibirnya sarapan mungkin. Bahkan ia telah mengetahui hal itu?! Tidak mungkin ....


"Kau pasti tahu, hanya informasi seperti itu tidak akan menyulitkan bagi Zhen." Kaisar Zhun menyilangkan kakinya, terduduk dengan santai seraya membuka kipas lipat di tangannya.


"Satu hal, Zhen tak akan lagi mencurigaimu. Ketika itu, bukanlah kehendakmu untuk menerimanya. Namun, mereka tak memiliki pilihan lain karena hal tersebut adalah permintaan Zhen, yang Zhen ajukan sebagai syarat persetujuan untuk perjanjian dengan Kekaisaran Wen."


"Dan, pada intinya kau tidaklah bekerja sama  dengan Hwang sialan itu," geram Kaisar Zhun tiba-tiba saat ia mengingat kembali sosok Hwang Mo Fen yang terakhir kali ditemuinya.


Perlahan Kaisar Zhun memijat pelipisnya dengan perasaan frustrasi. Seandainya aku mengetahui kejadian ini lebih awal, apakah perasaan ini akan tumbuh lebih cepat juga? Dan apakah aku kan mengetahuinya saat itu?


"Haah ...." Lagi-lagi, ini sudah yang kedua kali Kaisar Zhun menghembuskan napas kasar di depan Han Mi.


"Bi—Bixia, sepertinya ada yang aneh pada Anda," ucap Han Mi tanpa pikir panjang. Namun, sekejap kemudian ia tersadar dengan ucapannya, dan segera berlutut di atas lantai seraya meminta ampun dengan penuh hormat.


"Ampun Bixia! Mohon Bixia Huang di mamaafkan kelancangan hamba barusan. Hamba mohon, Bixia memberikan sedikit kemurahan hati kepada hamba," mohon Han Mi dengan suara bergetar, "mohon Bixia mengampuni kelancangan hamba ini!" lanjutnya lagi.


Aku bahkan membuatnya menjadi seperti ini tanpa mengetahui latar belakangnya. Menelantarkannya sejak setahun lalu setelah pernikahan itu dilaksanakan.


"Bangkitlah. Zhen telah mengerti," kata Kaisar Zhun yang membuat Han Mi melotot tak percaya menatap lantai di bawahnya.


"Apakah kau sungguh ingin membuat Zhen marah besar?" tanya Kaisar Zhun dengan suara datar.


Tangannya melipat kipas tersebut hingga menimbulkan suara yang cukup kencang, dan langsung membuat Han Mi berdiri, kemudian kembali terduduk di kursinya dalam posisi diam. Lagi-lagi Han Mi dibuat tidak berkutik sama sekali.


"Kini, Zhen akan memegang kendali penuh atas dirimu. Kau adalah Hwang Lien Tianba. Seorang Permaisuri yang agung dan akan selalu berdiri di samping Zhen dalam memimpin Kekaisaran ini," ucap Kaisar Zhun tegas tanpa bisa dibantah sedikit pun.


Han Mi hanya mendengarkannya dalam diam dengan perasaan bercampur aduk. Nyawanya sedang berada di ujung tanduk. Ia sungguh merasa seperti seekor semut yang berada di hadapan sang gajah.


Salah sedikit, dapat diinjak dengan begitu mudahnya dan mati di tempat tanpa ada orang lain mengetahuinya. Kalian tahu? Itu menyeramkan!


.


.


Bersambung


.


.


Naskah :


Jakarta, 21 Juli 2020.

__ADS_1


Publish :


Jakarta, 22 September 2020.


__ADS_2