Escape From Hidden City

Escape From Hidden City
Memutuskan Untuk Bergabung


__ADS_3

Akira cukup lama mengawasi Shu dan keempat orang lainnya, lalu dia mulai menawarkan sesuatu kepada mereka.


"Bagaimana jika kita bekerja sama saja? Tujuan kita semua adalah sama. Jika kita bersatu, mungkin kita bisa dengan lebih mudah mengalahkan mereka. Dan tentunya kita juga akan lebih kuat."


Namun belum sempat Nagi ataupun salah satu dari mereka menjawab penawaran dari Akira, tiba-tiba saja ada beberapa monster tingkat sedang mulai berdatangan dan sudah mengepung mereka saat ini.


GRAUUMM ...


GRRR ...


Monster-monster itu memiliki bentuk yang sama, yaitu bertubuh seperti manusia pada umumnya. Namun dia memiliki struktur tulang yang sangat tegas dan lebih panjang. Dia memiliki 4 tangan dan 4 kaki dengan telapak yang lebih lebar dan kuku yang tajam.


Monster-monster itu memiliki bentuk kepala pipih dan tidak terlihat seperti tidak memiliki wajah dan mata. Tapi monster itu memiliki mulut yang cukup lebar serta gigi yang tajam.


Monster-monster itu membawa sebuah rantai besi yang pada masing-masing sisinya sudah tergantung dengan sebuah kotak yang menyerupai sebuah timbangan.



Kelompok Nagi maupun kepompok Akira sudah bersiap denggan mengacungkan senjata masing-masing di depan dada mereka. Bahkan Shu juga sudah menarik pedang cahaya bulan miliknya. Mereka berdiri saling membelakangi dan membentuk sebuah lingkaran.


Seperti biasa, Nagi dan Zoe yang memamh selalu peka dan memiliki insting kuat dan cerdas, mulai menganalisa monster-monster itu, bahkan saat pertama kali para monster itu mulai memperlihatkan diri mereka.


"Semuanya! Monster-monster ini sangat kuat dan memiliki pergerakan yang cukup cepat. Mereka juga memiliki indra pendengaran yang cukup baik. Namun mereka tidak memiliki indra penglihatan. Mereka tidak bisa melihat kita. Mereka hanya mengandalkan indra pendengarannya saja. Jadi sebisa mungkin jaga setiap pergerakan. Manfaatkan kelemahan mereka dengan sebaik mungkin dan segera kalahkan mereka!"


Ucap Nagi lirih yang masih mengekori setiap pergerakan dari para monster buta itu.


"Meskipun mereka memiliki bentuk yang sama persis, namun setiap batu kristal biru yang tertanam pada tubuh mereka terletak tidak sama antara monster yang satu dengan monster yang lainnya." ucap Zoe yang juga masih berusaha untuk menelisik para monster yang kini sudah semakin berjalan mendekatinya.

__ADS_1


"Itu artinya kita harus lebih teliti dan cepat untuk menemukan setiap batu kristal yang tertanam pada tubuh mereka dan segera menghancurkannya!" sahut Shu yang juga sudah bersiap dengan pedang cahaya bulanya yang selalu memancarkan cahaya kebiruan menyilaukan itu.


Mendengar ucapan dan kesimpulan dari ketiga pemuda itu, membuat Akira tertawa singkat dalam dengusannya.


"Tak aku sangka, rupanya kalian cukup cerdas dan bisa dengan cepat menganalisis para monster itu untuk menemukan kelemahan mereka." ucap Akira dengan nada mencibir dengan salah satu bibirnya yang diangkat ke atas.


GRAUMM ...


GGRR ...


Puluhan monster itu semakin mendekat dan mengayunkan beban yang masing-masing mereka bawa dengan rantai untuk menyerang para manusia itu.


Mereka menghindari serangan dari para monster itu dengan menunduk, melompat, serta menggunakan senjata masing-masing untuk mulai menyerang mereka. Mereka juga mulai mencari masing-masing batu kristal yang tertanam pada tubuh masing-masing dari monster itu.


Namun untuk fokus pada satu titik tersebut, tentunya akan sangat sulit. Karena monster itu cukup cepat dalam bergerak dan menyerang.


Hampir semua monster mati di tangan Shu. Dan sebagian kecil lainnya, mereka mati di tangan teman-temannya, Nagi, dan kelompok Akira. Dan hal ini semakin membuat kelompok Akira kerasa takjub dengan pedang cahaya bulan yang dimiliki oleh Shu.


Benar-benar menakjubkan sekali! Rupanya semua rumor yang beredar selama ini adalah benar. Pedang cahaya bulan itu sungguh sangat luar biasa!!


Batin Akira masih menatap Shu dan pedang cahaya bulan itu dari kejauhan. Lalu dua mulai beralih menatap Eren yang masih terduduk di atae lantai karena kembali mengalami luka pada kaki kirinya.


"Begini saja. Bagaimana jika untuk saat ini kita bekerja sama dulu? Ikutlah dengan kami. Di dalam van ini kalian akan aman. Dan kami juga masih memiliki cukup banyak persediaan obat-obatan dan beberapa makanan. Temanmu juga sedang terluka saat ini." ucap Akira menyimpan kembali kapak kunonya yang juga dia dapatkan setelah memasuki kota misterius yang hilang ini.


"Persediaan obat-obatan kita juga sudah habis." ucap Yumeko yang sudah duduk bersimpuh di dekat Eren.


Shu dan yang lainnya terdiam selama beberapa saat. Namun karena melihat Eren yang terluka, akhirnya Zoe yang merupakan ketua dari kelompok Shu sebelumnya, kini mulai memutuskan.

__ADS_1


"Baikah. Tak ada salahnya kita bergabung. Kita juga akan semakin kuat jika bersama. Bagaimana menurutmu, Kak Nagi?" tanya Zoe meminta pendapat dari Nagi.


Memang benar apa yang dikatakan Zoe. Meskipun sebenarnya aku merasa jika Akira, Dai dan Hideo memiliki niat yang tersembunyi ... namun asalkan kita berhati-hati, seharusnya tidak masalah bukan? Dan semoga saja perasaanku ini salah ...


Batin Nagi sebelum menjawab ucapan dari Akira.


"Baiklah. Kami setuju. Kita tetap bersama dan menghadapi para monster itu bersama." ucap Nagi memutuskan.


"Good choice!!" sahut Akira tersenyum lebar dan segera memasuki van dari pintu depan dan diikuti oleh kedua temannya.


"Masuklah dan beristirahatlah di belakang!" imbuh Akira sebelum dia benar-benar memasuki mobil van itu.


Akhirnya Zoe mulai memasuki mobil van itu di belakang, lalu diikuti oleh Nagi. Shu juga segera membantu Yumeko untuk memapah Eren memasuki mobil van itu.


Mereka menuju ke suatu tempat menggunakan mobil van putih itu.


Sementara itu, di dalam mobil van putih itu terlihat Nagi dan Zoe yang mengamati dan menelisik isi mobil van tersebut. Sementara Yumeko masih mengobati luka Eren dengan sebuah salep yang baru saja diberikan oleh Dai untuknya.


Sementara Shu terlihat sedang membaca sebuah buku yang di dalamnya ada beberapa gambar monster yang aneh dengan berbagai bentuk. Ada juga tanggal yang tertulis di setiap lembarnya. Dan di sampul buku itu tertulis nama Dai.


Jadi pria bernama Dai itu yang melukis semua monster-monster ini? Moster yang sudah pernah mereka kalahkan sebelumnya ya?


Batin Shu menyimpulkan.


Sementara Nagi dan Zoe masih menelisik sekitarnya dan masih belum menemukan benda apapun yang mencurigakan. Mereka hanya menemukan beberapa jenis senjata, obat-obatan, dan beberapa bahan makanan saja.


Namun tiba-tiba saja pandangan Nagi mulai fokus pada sebuah kotak rahasia yang sudah tersembunyi dengan sangat apik di di dinding samping mobil ini.

__ADS_1


__ADS_2