
Shu, Yumeko dan Yanshen menyisiri wilayah belakang kembali dan berharap bisa segera menemukan para monster yang masih tersisa. Namun sudah sudah 2 jam lebih menyisiri tempat itu, mereka masih belum menemukan satupun monster.
Hal itu tentu saja semakin membuat Shu merasa gusar karena kembali mengkhawatirkan sang kakak yang saat ini tengah berusaha untuk mengulur waktu di hadapan King monster.
"Tidak ada satupun monster yang ada di sekitar tempat ini. Bagaimana ini, Shu?" tanya Yumeko yang juga terlihat mulai panik.
"Pokoknya kita harus segera menemukan monster apapun dan segera mengalahkannya untuk menyempurnakan pecahan batu kristal milik kita!" tandas Shu masih berusaha untuk mengedarkan pandangannya ke sekitar berharap akan menemukan mereka.
"Lihat! Disana ada goa! Ayo kita periksa! Barangkali disana masih ada monster yang tersisa!" seru Yanshen yang melihat ada sebuah goa di balik kabut asap yang cukup tebal itu.
"Ayo segera periksa!" seru Shu sependapat dan mulai melenggang untuk mendatangi goa itu bersama Yumeko dan Yanshen.
Setelah beberapa saat, akhirnya mereka telah tiba di depan goa itu. Tanpa pikir panjang mereka mulai memasuki goa yang cukup gelap itu. Shu menggunakan pedang cahaya bulan miliknya untuk menerangi dalam goa itu dengan cahaya khasnya.
Cukup dalam mereka memasuki goa itu, namun mereka sama sekali tak melihat keberadaan monster dan tak melihat tanda bahaya sedikitpun. Semuanya terlihat aman terkendali dan sangat tenang.
TES ...
TES ...
Namun tiba-tiba saja ada sesuatu yang menetes dari langit-langit berwarna kehijauan dan membasahi bahu Yanshen. Yanshen yang menyadari hal itu kini menghentikan langkah kakinya lalu menengadahkan wajahnya menatap langit-langit goa yang remang-remang itu.
"Shu! Arahkan pedang cahaya bulan milikmu ke langit-langit! Sepertinya ada sesuatu di langit-langit." ucap Yanshen mulai mencurigai jika ada seekor monster di langit-langit goa.
Shu tak menjawabnya, dia segera mengarahkan pedang cahaya bulan miliknya ke atas untuk melihat apa yang ada di langit-langit itu. Hingga akhirnya mereka bertiga melihat ada makhluk berwarna kehijauan, ungu, biru, kuning dan merah. Makhluk itu terlihat sangat elastis dan fkeksibel, namun berukuran cukup besar.
__ADS_1
"Apakah mereka monster slime? " gumam Yumeko menerka-nerka.
"Benar. Mereka adalah monster slime." sahut Yanshen mengamati beberapa monster yang masih bergelantungan di langit-langit goa itu.
"Sesuai namanya, Slime adalah monster yang berbentuk lendir atau jelly. Beberapa monster ini berbentuk bulat dan memiliki wajah, namun ada beberapa yang hanya berbentuk kubangan lendir yang bisa bergerak. Sebenarnya secara umum, mereka tidak terlihat terlalu menyeramkan, namun malah terlihat lucu. Namun kita harus tetap berhati-hati, karena mereka bisa menyerang dan menjebak kita dengan lendir mereka hingga tak akan melepaskan kita." ucap Yanshen memperingatkan.
"Monster slime sangat fleksible dan bisa berubah menjadi banyak jenis hal hanya dengan berganti warna saja. Monster slime biru memiliki kekuatan angin. Monster slime api memiliki warna merah, monster slime petir berwarna ungu atau kuning, dan sebagainya. Mereka bisa mengeluarkan kekuatan sesuai dengan elemen mereka dan akan menjerat kita dengan elemen dan lendirnya."
Imbuh Yanshen yang terlihat sedikit memahami mereka.
"Intinya kita harus segera mengalahkan mereka! Setelah mereka binasa kita akan mendapatkan pecahan baru kristal itu dan segera menyempurnakannya! Ayo segera serang mereka dengan cepat!" seru Shu sangat tak sabaran.
Karena saat ini dia hanya ingin segera membinasakan seluruh monster yang tersisa dan segera kembali menyusul Nagi. Tentu saja Shu tak ingin kehilangan sang kakak untuk kedua kalinya. Jadi kali ini dia akan melakukannya dengan cepat dan sebaik mungkin.
"Hhm ..." Yanshen dan Yumeko menyauti dan segera bersiap dengan senjata mereka masing-masing.
Shu mengawalinya dengan sebuat tebasan yang sukses mengenai langit-langit goa itu. Namun monster slime itu rupanya sudah berpindah dengan melewati celah-celah kecil di dalam goa itu, hingga serangan dari Shu meleset dan tidak mengenai para monster slime itu.
Dan serangan Shu yang cukup kuat rupanya malah mengguncangkan goa ini hingga beberapa bebatuan dan dinding mulai berguncang kuat.
"Celaka! Goa ini akan runtuh! Ayo cepat keluar!" seru Yanshen memutuskan untuk meninggalkan goa itu.
"Lalu bagaimana dengan monster slime? Kita harus membinasakannya dan mendapatkan pecahan batu kristal milik mereka, Yanshen." seru Yumeko seakan berat untuk melepaskan para monster slime itu begitu saja.
"Nyawa kita lebih berharga! Jika kita berakhir disini, maka kita tak akan bisa menghadapi King monster. Kita juga tak akan bisa menyelamatka dunia dari ancaman King monster." ucap Yanshen kekeh untuk segera meninggalkan goa ini.
__ADS_1
Namun belum sempat Yanshen meninggalka goa ini, Shu segera menggunakan pedang cahaya bulan dan perisai kunonya untuk membuat sebuah perisai kebiruan berkilauan yang seketika melindungi mereka bertiga dari reruntuhan bebatuan goa yang hancur itu.
Bebatuan itu berjatuhan namun tidak ada satupun batu yang bisa menembus perisai milik Shu. Bebatuan itu terjatuh dan melesat ke sisi-sisi perisai milik Shu tanpa melukai mereka bertiga.
BRUGGHHH ...
Beberapa saat semua berhenti dan hanya meninggalkan kabut asap pekat di sekitar mereka. Goa itu kini hancur dan hanya menyisakan puing-puing bebatuan saja.
Shu mulai menghilangkan perisai itu dan kembali mencari kelima monster slime itu. Yumeko dan Yanshen juga segera membantunya mencari di sekitar puing-puing itu.
Hingga akhirnya Yumeko mulai menwmukan mereka yang kini sudah bergelantungan di beberapa pohon yang tak jauh dari reruntuhan goa itu.
"Itu mereka!" pekiknya lirih.
Shu dan Yanshen sontak saja langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah pandangan Yumeko. Dan benar saja, kelima monster slime itu berada disana bergelantungan di beberapa pohon.
Karena tak mau membuang-buang waktu lagi, akhirnya Shu segera melesat cepat mendekati kelima monster slime itu. Namun belum sempat Shu memberikan serangan, salah satu monster slime yang berwarna merah itu menyemburkan lendirnya ke arah Shu, Yumeko dan Yanshen.
Lendir kemerahan itu memiliki elemen api dan akan membakar apapun yang mengenaiknya. Disaat itulah Shu segera mengayunkan pedang andalannya.
"Tebasan cahaya bulan!! Hiaathhh ..."
Sebuah tebasan vertikal yang cukup kuat diberikan oleh Shu. Kedua serangan dengan aura yang berbeda itu saling bertemu dan sempat bertajan selama beberapa saat. Namun Shu dengan cepat memberikan tebasan yang sama untuk memperkuat serangannya.
"Tebasan cahaya bulan!!!"
__ADS_1
BLARR ...
Kedua serangan milik Shu berhasil menjadikan serangan dari monster slime api lenyap. Bahkan serangan Shu juga berhasil membinasakan monster slime api tersebut. Dan kini masih menyisakan 4 monster slime lainnya yang masih bergelantungan di ranting pepohonan.