Escape From Hidden City

Escape From Hidden City
Bertemu Dengan King Monster Dan Membuat Rencana Baru


__ADS_3

Shu dan yang lainnya segera bergegas untuk mendatangi ke arah suara yang tak lain adalah suara Dai yang sedang mendapatkan serangan dari seekor monster yang belum diketahui keberadaannya. Namun tubuh Dai merasakan kesakitan luar biasa dan perlahan mulai terlihat ada beberapa beberapa cangkang penjerat yang melilit pada beberapa titik di tubuhnya.


"Dai! Bertahanlah!!" pekik Akira yang berada di dekat Dai terlihat sangat khawatir dan panik, namun dia tak bisa banyak berbuat untuk menolong Dai.


"Seseorang, tolong selamatkan Dai!!" pekik Akira berharap ada seseorang yang bisa menyelamatkannya.


Namun tiba-tiba saja langit berubah menjadi keunguan gelap dengan badai angin yang sangat kuat tiba-tiba menerpa daerah itu.


Mereka semua berusaha untuk bertahan, dan mulai menegadahkan wajah menatap langit yang berubah warna itu.


Kini di langit gelap itu mulai terlihat seperti sebuah pusaran air yang cukup besar dan kuat. Dan tiba-tiba saja sebuah tawa yang begitu menggelegar mulai terdengar di seluruh penjuru tempat luas ini.


Dan tak lama kemudian, dari dalam pusaran besar itu mulai terlihat wujud monster dengan aura yang cukup kuat. Dia berbentuk seperti laki-laki dengan rambut putihnya yang panjang. Sepasang matanya merah dan memiliki aura yang begitu kelam dan mencekam.


Pqda beberapa bagian tubuhnya seperti bahu, paha, lutut, maupun beberapa titik lainnya memiliki mulut dengan gigi yang sangat runcing dan tajam.


Pada bagian punggung dari monster itu memiliki beberapa penjapit panjangn layaknya hewan kalajengking. Namun penjapit milik monster ini memiliki ujung-ujung yang sangat tajam dan beracun. Karena dialah Raja dari segala monster yang memiliki tinggi hampir 5 meter.


Tawanya kembali menggelegar memekakkan telinga semua orang, hingga mereka mulai menutup telinga masing-masing dengan sangat rapat.


Monster itu mengangkat tangan kanannya di udara. Dan bersamaan dengan itu, tubuh Dai mulai terangkat tinggi di udara juga, seakan raja monster itu sudah mengendalikan tubuh Dai sepenuhnya.


Dalam sekali genggamannya saja, tubuh Dai langsung binasa dan hanya menyisakan serpihan-serpihan kecil seperti debu.

__ADS_1


"Tidak!! Dai!!" pekik Akira merasa geram dan dipenuhi oleh amarah.


Lagi-lagi dia kehilangan anak buahnya di depan matanya sendiri. Dan hal ini membuatnya merasa sangat muak dengan semua ini. Bahkan saat ini dia juga sudah kehilangan tangan kirinya.


"Aku akan melenyapkanmu, Monster jelek!!" geram Akira menengadahkan wajahnya menatap tajam ke arah monster pria raksasa itu.


"Akira! Tenangkan dirimu! Ini tidak akan semudah seperti yang kita bayangkan! Dia adalah King monster! Kekuatannya sangat luar biasa dan tidak seperti monster-monster yang pernah kita temui sebelumnya." ucap Yanshen memperingatkan.


"Jadi ... dia adalah King Monster? Tujuan akhirn kita?" tanya Yumeko seakan masih saja tak mempercayai semua ini.


"Benar! Dia adalah King monster. Jika kita tidak berhati-hati, nasib kita akan seperti Dai yang terkena penjerat ilusinya. Penjerat ilusi itu sangat kuat dan tak akan bisa terlepas sebelum King moster binasa. Ini sama saja dengan benang sutra milik para monster kupu-kupu itu yang akan membuat kita sangat kerepotan." sahut Zoe.


"Jadi bagaimana cara kita mengalahkannya?" tanya Eren seakan kesulitan untuk meneguk salivanya sendiri, karena sosok King monster seakan telah mererap energi mereka semua.


"Tapi, Kak ... pecahan milik kita yang sudah terkumpul saat ini hanya 91%, Kak. Itu artinya masih kurang 9% lagi yang belum kita dapatkan, Kak." sahut Shu terlihat mulai khawatir.


"Lalu dimana kita bisa mendapatkan 9% baru kristal itu sementara saat ini kita sudah berhadapan dengan King monster? " timpal Yumeko tak kalah bingung.


"Kami memiliki 5% pecahan itu! Ini ..." kali ini Yanshen memberikan sebuah kantong kecil berwarna kehijauan untuk Shu.


Shu segera membuka bingkisan itu dan menyatukannya dengan pecahan batu kristal milik kelompoknya. Pecahan-pecahan batu kristal itu mulai menyatu dan berkilauan, namun masih belum untuk sepenuhnya. Itu artinya mereka belum bisa menyempurnakan seranga untuk menyerang King monster saat ini.


"Pecahan yang terkumpul saat ini adalah sekitar 96%. Itu artinya kita masih membutyhkan 4% lagi. Begini saja, kita bagi tim menjadi 3 kelompok. Dua kelompok berpecar untuk mencari sisa pecahan batu kristal di sekitar tempat ini. Sementara 1 kelompok tetap disini dan mengulur waktu untuk King monster." ucap Nagi mulai mengatur sebuah rencana.

__ADS_1


"Kelompok 1 yang akan mengulur waktu disini adalah aku, Tao dan Shozo. Kelompok 2 akan menyisiri wilayah belakang yaitu Shu, Yumeko dan Yanshen. Kelompok 2 yang akan menyisiri wilayah samping adalah Zoe, Eren, dan Akira." imbuh Nagi mengatur rencana.


"Tapi, Kak. Mengulur waktu dan menghadapi King monster akan sangat berbahaya untukmu! Sebaiknya aku saja yang menghadapi King monster dan mengulur waktu. Dia tidak akan nisa mencelakaiku karena aku memiliki pedang cahaya bulan dan perisai kuno." ucap Shu terlihat sangat keberatan jika harus meninggalkan sang kakak untuk menghadapi King monster.


"Shu, percayalah dengan kakak! Kami akan baik-baik saja. Kamu tentu sudah tau bukan, jika kakak selama ini bisa bertahan sudah cukup lama bukan di dunia ini? Kamu memiliki pedang cahaya bulan dan perisai kuno itu. Itu akan mempermudahkan kamu untuk mengalahkan monster dan memenuhi kekurangan batu kristal milik kita. Segeralah temukan monster lain! Kalahkan dia dan segeralah kembali! Kami akan menunggumu!"


Ucap Nagi meyakinkan Shu yang masih terlihat keberatan dengan rencana sang kakak.


"Kakakmu benar, Shu! Kami akan baik-baik saja! Kami hanya akan mengecoh King monster dan mengulur waktu saja. Kalian cepatlah datang kembali dan bawa sisa pecahan batu kristal itu!" sahut Shozo ikut meyakinkan Shu.


"Kita harus segera bergerak! Ayo! Cepat!!" ucap Zoe mulai bergegas pergi bersama dengan Eren dan Akira ke sisi samping.


"Ayo! Kita juga harus segera bergerak, Shu!" ajak Yanshen.


"Baiklah! Jaga dirimu baik-baik, Kak! Aku akan segera kembali dengan membawa sisa pecahan batu kristal itu!" sahut Shu menatap lekat sang kakak.


Seolah Shu sedang menelisik setiap detail dari wajah sang kakak, seakan berusaha untuk selalu berusaha untuk selalu mengingatnya apapun yang akan terjadi di masa depan.


Nagi mengangguk tegas dengan raut wajah serius, "Kamu juga berhati-hatilah!"


Shu mengangguk samar dan mulai meninggalkan tempat itu bersama dengan Yanshen dan Yumeko ke sisi belakang. Dan akhirnya mereka saling berpisah kembali dengan menjalankan tugas masing-masing.


__ADS_1



__ADS_2