Escape From Hidden City

Escape From Hidden City
Mendatangi Wilayah X Rank


__ADS_3

Tiba-tiba saja pandangan Nagi mulai fokus pada sebuah kotak rahasia yang sudah tersembunyi dengan sangat apik di di dinding samping mobil ini. Nagi mulai memeriksa kotak itu dan rupanya kotak itu tidak terkunci.


Dia membuka kotak itu dan melihat ada beberapa gulungan kertas. Nagi mulai memeriksa gulungan itu satu persatu dan akhirnya menemukan beberapa informasi tentang kota tersembunyi yang hilang ini.


Ada juga sebuah peta yang menggambarkan tentang kota tersembunyi yang hilang ini. Di dalam peta itu digambarkan ada beberapa wilayah yang ada di dalam kota misterius ini. Bahkan dimana keberadaan monster tingkat rendah, tingkat sedang hingga tingkat tinggi.


Ada beberapa wilayah yang sudah diberikan tanda X merah oleh kelompok Akira, yang mungkin wilayah itu sudah pernah didatangi oleh mereka. Jika dilihat dari beberapa hal, kelompok Akira juga baru saja terjebak di kota misterius yang hilang ini. Mungkin baru berkisar antara 2 bulan hingga 4 bulan.


"Ternyata ada semacam tempat yang seperti ini ya? Kerajaan monster kupu-kupu?" gumam Zoe yang rupanya sudah mengambil salah satu gulungan itu dan membacanya.


"Hhm. Ada. Dan disana adalah tempat terbanyak dari berkumpulnya para monster. Bahkan disana juga ada monster ratu kupu-kupu. Jika kita berhasil meruntuhkan X rank, maka gate untuk mencapai raja dari segala monster akan terbuka." sahut Nagi lirih.


Nagi sudah cukup mengenal dan mendengar beberapa wilayah di dalam kota tersembunyi yang hilang ini. Namun selama ini dia tak akan pergi sembarangan untuk datang ke tempat yang sangat berbahaya, karena saat itu Nagi belum menemukan pedang cahaya bulan.


Dan kondisi saat ini sudah berbeda. Saat ini kelompok mereka sudah mendapatkan pedang cahaya bulan, dan yang menjadi pemilik sejatinya tak lain adalah adiknya sendiri, Shu. Seharusnya mereka akan bisa memasuki X rank dan membuka gate yang menghubungkan dengan wilayah raja monster.


Namun sebelumnya Nagi sama sekalu belum pernah membicarakan hal ini bersama Shu maupun anggotanya yang lain.


"Kalian beristirahatlah terlebih dulu. Pulihkan stamina tubuh kalian dulu." ucap Nagi mulai menyimpan gulungan-gulungan itu di dalam kotak kecil kembali dan memutuskan juga untuk beristirahat.


...🍁🍁🍁...


CEKLEK ...

__ADS_1


Beberapa jam berlalu dan kini pintu mobil van bagian belakang tiba-tiba saja sudah terbuka. Terlihat sinar sang mentari yang redup sedikit menembus masuk ke dalam mobil van tua itu.


"Makanlah. Bos kami berbaik hati dan ingin berbari dengan kalian." Dai memberikan sebuah kardus yang berisi dengan makanan minuman untuk kelompok Shu.


"Dimana Akira?" tanya Zoe karena tak melihat keberadaan Akira, dan malah hanya melihat Dai dan Hideo saja.


"Bos Akira sedang melihat-lihat sekitar. Aku akan pergi dulu! Jika membutuhkan sesuatu panggil saja aku!" ucap Dai lalu pergi begitu saja.


Selepas kepergian Dai, Nagi mengendus makanan itu untuk memeriksanya. Hingga akhirnya dia mulai memberikannya untuk adik dan teman-teman adiknya.


"Makanlah. Makanan ini aman dan bisa dikonsumsi." ucapnya.


Eren dengan bersemangat mengambil kue kering itu. Disusul dengan Yumeko, Zoe dan juga Shu. Namun Shu mengambil 2 kue kering dan mengulurkan salah satunya untuk Nagi.


Nagi hanya terdiam menatap kue kering itu, dan selebihnya berkata sambil beralih menatap Shu, "Untukmu saja, Shu. Kakak masih kenyang karena makan semalam."


Akhirnya dengan berat hati dan dengan wajah yang murung, Shu menarik kembali tangannya. Nagi hanya meminum air mineral yang mereka bawakan saja saat ini.


Mereka menikmati sajian itu dengan begitu bersemangat. Keadaan dan kondisi yang seperti ini, membuat mereka selalu mensyukuri setiap makanan yang mereka dapatkan. Karena untuk bertahan di dunia ini sungguh sangatlah tidak mudah. Mereka akanmakan dan minum dengan seadanya dan sangat berhemat.


Setelah menghabiskan makanan masing-masing, mereka mulai turun dari mobil van tua ini untuk melihat sekitar. Dan betapa terkejutnya mereka berlima disaat melihat apa yang ada di hadapan mereka saat ini.


Ada sebuah terowongan yang cukup besar namun sangat pendek. Dan terowongan itu menghubungkan dengan sebuah bangunan besar yang sudah cukup tua dan dikelilingi dengan kabut asap yang cukup pekat. Jarak bangunan dengan bibir goa itu tidak terlalu jauh, bahkan bangunan tua itu juga terlihat oleh mereka saat ini.

__ADS_1


"Tempat apa ini?" gumam Yumeko mengamati sekelilingnya yang sedikit berbeda dari tempat-tempat sebelumnya.


"Jika melihat dari wilayah sekitarnya, tempat ini seharusnya adalah X rank area. Tempat dimana berkumpulnya para monster kupu-kupu dan dimana kerajaan monster kupu-kupu berada. Satu penandanya adalah goa pendek namun berukuran cukup tinggi dan besar ini." ucap Nagi menyimpulkan sesuai dengan apa yang dia ketahui.


"X rank area? " gumam Zoe berusaha untuk mengingat-ingat sesuatu. "Tempat dimana gate untuk menuju raja monster terbuka setelah menghancurkan x rangk area ini?" imbuh Zoe mulai mengingat pembicaraannya bersama Nagi tadi malam.


"Benar sekali, Zoe. Ini tidak salah lagi." sahut Nagi sangat yakin dan masih menatap bangunan tua yang cukup besar di seberang goa itu.


"Dan kelompok Akira sengaja membawa kita ke tempat ini?" sahut Eren menyimpulkan.


"Bisa dikatakan seperti itu." jawab Nagi masih terlihat tenang dan datar.



"Lalu apakah tujuan mereka? Mengapa mereka tidak berunding dengan kita terlebih dulu. Bukankah tempat ini cukup berbahaya?" tanya Eren lagi tak mengerti.


"Bukankah ini bagus? Cepat atau lambat kita juga akan segera menghadapi semua monster di wilayah X rank? Karena kita juga harus segera mengumpulkan sisa dari pecahan batu kristal yang tersisa. Dan kita juga harus menghancurkan wilayah X rank ini untuk membuka gate yang terhubung dengan area raja monster?" jawab Shu dengan tenang namun serius. Dia juga menatap gedung yang dikelilingi kabut tebal itu.


"Apa yang kamu ucapkan memang benar, Shu. Hanya saja X rank area ini memiliki jumlah monster tingkat sedang hingga tinggi yang cukup banyak. Dan di x rank area ini juga ada Ratu kupu-kupu. Dia sangat kuat dan tak mudah untuk dikalahkan. Bahkan dia sudah berada di atas level tinggi dan mendekati sempurna." ucap Nagi menatap lekat Shu. Seolah Nagi sangat mengkhawatirkan Shu saat ini.


"Jika kita bersama-sama, pasti kita akan bisa melakukannya dengan baik, Kak. Aku juga sudah memiliki pedang cahaya bulan, Kak." ucap Shu tersenyum penuh harap menatap sang kakak.


Kakak adik itu masih bertatapan selama beberapa saat dengan hangat namun juga penuh kekhawatiran.

__ADS_1


"Jadi, mau menunggu apa lagi? Ayo kita segera memasuki X rank area itu dan lenyapkan seluruh monster yang ada di area itu!" seru seorang pria dengan suara besarnya tiba-tiba.


__ADS_2