Escape From Hidden City

Escape From Hidden City
Kehancuran King Monster


__ADS_3

Flash back on ...


Tiga tahun yang lalu ...


Beberapa mahasiswa baru fakultas science mendapatkan tugas untuk membuat penemuan barunya. Mereka ditugaskan secara berkompok. Saat itu Nagi dan beberapa temannya berniat untuk menciptakan beberapa robot canggih yang berbentuk menyerupai monster-monster yang sering terlihat di beberapa game ataupun film.


Mereka juga menciptakan sebuah batu kristal yang sebenarnya akan mereka gunakan sebagai batrai sumber daya yang akan digunakan untuk mengaktifkan para robot yang berbentuk menyerupai monster itu.


Namun di suatu ketika disaat mereka sedang menyelesaikan pekerjaan itu di tengah malam, sebuah cahaya menyinari ruangan pratikum itu dan sebuah ledakan dasyat terjadi.


Disaat Nagi tersadar semua makhluk rancangannya bersama ketiga teman sekelompoknya tiba-tiba bisa hidup, bergerak dengan lebih agresif. Dan ledakan dasyat yang terjadi malam itu menghancurkan batu kristal sumber daya itu hingga menjadi pecahan-pecahan kecil.


Ketiga temannya dilahap oleh makhluk-makhluk itu di depan matanya dan tentu saja hal itu membuatnya dangat syok. Hingga akhirnya Nagi berusaha untuk membuat sebuah portal untuk mengurung mereka dan memisahkan mereka dari dunia manusia.


Portal itu berhasil menahan mereka dan menjebak di dalam sebuah kota tersembunyi. Namun Nagi juga terjebak bersama dengan mereka.


Dengan tekad kuatnya Nagi memutuskan untuk membinasakan semua moster itu. Namun pada beberapa waktu kemudian portal itu mulai melemah dan kadang muncul di dunia manusia dan terlihat oleh mereka.


Hingga akhirnya beberapa dari para manusia itu juga mulai memasuki portal itu dan terjebak di dalam kota misterius ini. Dan mereka adalah kelompok yang selama ini selalu dilindungi oleh Nagi.


Beberapa waktu berlalu dan portal itu kembali melemah sehingga kembali terlihat dan terhubung di dunia manusia. Hingga akhinya beberapa kelompok lain manusia mulai memasukinya tanpa sengaja.


Dan siapa yang menyangka jika kelompok Shu dan teman-temannya juga rupanya memasuki portal itu, dan kini terjebak di kota misterius yang hilang ini. Nagi sangat tidak menyangka jika dia akan menemukan sang adik di tempat ini.


Flash back off ...


King monster tertawa menggelegar setelah mendengarkan jawaban dan Nagi.


"Baiklah! Kamu sudah menentukan pilihanmu! Jadi aku akan melenyapkanmu dan menggunakanmu untuk berevolusi. Aku akan menjadi kuat dengan cangkang dan penjapit yang lebih kuat. Bwahahaha ..."

__ADS_1


"Gara-gara kamu aku kehilangan ketiga sahabatku! Gara-gara kamu semua ini terjadi ..." geram Nagi menatap tajam King monster dan masih berusaha untuk melepaskan dirinya dan cengkeraman king monster itu.


"Kamulah yang telah menciptakan kami. Kamulah monster yang sesungguhnya! Kamulah penghancur dunia ini!" tandas King monster itu lagi.


SWOOSHH ...


TRANG ...


SRTT ...


Tiba-tiba saja sebuah aura berwarna putih kebiruan menyilaukan melesat dengan sangat cepat ke arah King monster itu dan menghantamnya dengan cukup kuat.


King monster itu tak sadar telah melonggarkan cengkeramannya hingga membuat Nagi terjatuh di atas tanah. Tubuhnya dipenuhi dengan darah segar dan dia terlihat sedikit melemah.


"Kak Nagi!" Shu yang baru saja datang kini segera menghampiri Nagi. "Kakak harus bertahan! Aku akan segera menyelesaikan semua ini dengan cepat! Aku sudah menemukan 4% pecahan batu kristal terkahir, Kak! Dan sekaramg batu kristal kita sudah 100% terkumpul!" imbuh Shu dengan wajah oenuh binar dan sudah tidak sabar untuk segera menyelesaikan semua ini.


"Aku akan berusaha melakukannya dengan sebaik mungkin, Kak. Yumeko, Eren! Tolong jaga kakakku! Aku akan segera menyelesaikan semuanya bersama yang lainnya!" ucao Shu kembali bangkit berdiri kembali dan sudah bersiap dengan pedang cahaya bulan miliknya.


Sementara Eren dan Yumeko segera mendekati Nagi yang sudah terluka cukupparah. Yumeko juga segera mengobati beberapa luka Nagi. Sementara Zoe, Akira, dan Yanshen segera bersiap untuk menyerang keempat bayangan King monster yang sebenarnya cukup mengganggu. Sedangkan Shu bersiap dan hanya fokus untuk mengalahkan King monster.


Tak mau membuang-buang waktu lagi. Kini Shu segera menyatukan kekuatan pedang cahaya bulan, tameng kuno, serta batu kristal yang sudah memiliki bentuk sempurna itu.


"Tebasan sempurna cahaya bulan!!"


Ketiga benda itu saling memancarkan auranya masing-masing dan bersatu membentuk sebuah tebasan raksasa berwarna putih menyilaukan allu mengenai sang King monster.


BOOMM ...


DUUARR ...

__ADS_1


Sebuah ledakan dasyat terjadi ketika ketiga benda yang membentuk sebuah senjata mematikan itu menghantam King monster hingga tubuhnya perlahan hancur seperti serpihan-serpihan debu dan hanya menyisakan sebuah bola kristal berwarna kemerahan dengan warna terang.


Kabut asap yang begitu tebal masih memenuhi tempat ini selama beberapa saat. Namun akhirnya perlahan kabut asap tebal itu mulai menghilang seiring berjalannya waktu. Dan langit yang pada awalnya berwarna keunguan gelal, kinj mulai menjadi kebiruan cerah.


Tempat ini menjadi terang dan cerah. Bahkan aura monster yang selalu terasa begitu dingin yang memenuhi seluruh tempat ini, kini telah berubah menjadi begitu menyejukkan.


Sekawanan burung juga mulai terlihat terbang bersama di bawah langit yang cerah dan indah itu. Para hunter itu masih terdiam dan mengamati sekitarnya. Mereka masih terdiam dan mencerna semua kejadian yang telah terjadi saat ini.


"Apakah semua sudah berakhir?" gumam Eren setelah beberapa saat. "Apakah para monster itu benar-benar sudah tiada?"


"Seharusnya begitu. Ketiga benda itu seharusnya sudah benar-benar berhasil melenyapkannya." sahut Yanshen.


"Jika memang seperti itu syukurlah. Aku benar-benar merasa sangat lega." sahut Akira.


Shu kembali menghampiri Nagi yang masih terbaring dan ditemani oleh Yumeko yang baru saja mengobati beberapa lukanya. Namun Nagi segera mengubah posisinya untuk duduk karena sudah merasa lebih baik.


Ada sebuah senyum kebahagiaan menghiasi wajah kakak adik ini. Namun itu hanya beberapa saat, karena pada detik-detik berikutnya Nagi terlihat murung dan masih merasa sangat bersalah.


"Kakak! Kita berhasil! Kita sudah berhasil mengalahkan mereka! Kita akan kembali!! Ayah dan ibu pasti sangat merindukan kita, Kak!" ucap Shu bersemangat.


"Shu ... maafkan kakak ..."


"Mengapa kakak minta maaf?" tanya Shu yang sama sekali belum mengetahui apapun tentang Nagi yang berhubungan erat dengan terciptanya para monster itu.


"Ini semua adalah salah kakak ..." ucap Nagi mulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.


Dan tentu saja hal ini sangat mengejutkan Shu. Dia sungguh sangat tidak menyangka jika semua kekacauan yang telah terjadi selama ini adalah karena perbuatan dari sang kakak.


Namun dia juga tidak bisa sepenuhnya menyalahkan sang kakak. Karena hal itu di luar kendali sang kakak. Dan Nagi yang cukup genius, tidak sengaja menciptakan para monster-monster itu saat itu.

__ADS_1


__ADS_2