Escape From Hidden City

Escape From Hidden City
Mengatur Strategi


__ADS_3

Monster Butterffly King mulai mengepakkan sayap lebarnya yang begitu indah berwarna kebiruan itu. Dan kini dia sudah mulai bersiap untuk menyemburkan benang sutranya yang beracun miliknya ke arah Nagi, Zoe dan Akira.


Namun tiba-tiba saja pergerakannya tertahan, karena disaat itu juga tiba-tiba saja salah satu sayap indah dan besarnya koyak dan bolong kecil seperti terkena sebuah sayatan benda tajam. Lalu diikuti oleh sayap lainnya yang juga mulai rusak dan bolong seperti sayap lainnya.


Tak hanya itu saja. Tiba-tiba saja tubuh dari monster Butterfly King juga terluka dan mengeluarkan darah kebiruan. Seperti baru saja tertikam oleh suatu senjata tajam.


"Apakah ini karena perbuatan Shu yang sedang berusaha untuk menghancurkan pohon benda biru itu?" gumam Akira menyimpulkan.


"Sepertinya memang begitu. Sebaiknya kita juga segera memanfaatkan kesempatan ini! Ayo!!" seru Zoe segera melesat mendekati monster Butterfly King dan mengayunkan pedangnya.


"Hiathh ..."


SREETT ...


KLANG ...


Monster Butterfly King menggunakan tangan kuatnya untuk menahan serangan Zoe hingga membuat tubuh Zoe terpental dan menabrak sisi samping pembatas ilusi milik monster Butterfly King.


Kini Nagi meluncurkan beberapa anak panahnya yang sudah dialiri oleh api. Dan semua serangan dari Nagi dihempaskan oleh monster Butterfly King itu dan malah berbalik le arah Nagi, Zoe dan Akira.


"Sialan! Sungguh sangat merepotkan! Hiathh ..." Akira mengayunkan kapak kunonya dan matahkam serangan anak panah itu.


Lagi-lagi monster Butterfly King itu berusaha untuk menyemburkan benang sutra beracunnya ke arah Akira. Karena Akira-lah yang berada di posisi terdekat darinya. Monster Butterfly King itu membuka mulutnya sangat lebar. Dan benang-benang kebiruan itu mulai meluncur dari mulutnya.


SSRRTTT ...


Akira malah tercengang ketika benang sutra beracun itu semakin mendekatinya. Dia ingin sekali mengayunkan kapak kuno tu untuk mengakhiri serangan dari monster Butterfly Queen. Tapi belum sempat Akira melakukannya, tiba-tiba saja tubuh monster Butterfly King itu sudah melebur menjadi serpihan debu.


Dengan cepat Akira segera mengambil pecahan batu kristal berwana kemerahan redup, karena Akira sangat khawatir jika para temannya akan mengambil lebih cepat. Zoe dan Nagi bahkan tak terlalu berniat untuk memperebutkan benda itu, karena bagi mereka tujuan mereka adalah sama.

__ADS_1


Dan mau tidak mau suatu saat mereka akan tetap menggabungkan pecahan-pecahan dari batu kristal itu hingga semua pecahan-pecahan batu kristal itu terkumpul dan membentuk menjadi sempurna.


Beberapa detik kemudian ilusi itu mulai menghilang, dan mereka bertiga sudah berada di tempat awal mereka berada sebelum ilusi itu bekerja. Mereka kembali bertemu dengan Shu dan yang lainnya yang sedang berjuang melawan para pasukan elit Praetorian Guard.


Bahkan pohon bunga biru yang sebelumnya tumbuh di tengah-temgah ruangan terbuka itu kini benar-benar sudah musnah dan sama sekali tak ada lagi.


"Monster Butterfly King sudah binasa. Selanjutnya gunakan cara cara seperti awal lagi dan kita harus segera menemukan monster Butterfly Queen! " seru Nagi menginstruksi.


"Baik!" sahut Shu, Zoe, Eren, dan Yumeko serempak.


Sedangkan Akira, Dai dan Hideo tidak menjawab ucapan Nagi dan masih sibuk bertempur menghadapi beberapa pasukan elit Praetorian Guard.


Disaat para pasukan elit Praetorian Guard itu berhasil dilumpuhkan, mereka segera memasuki lebih dalam lagi dungeon ini. Namun tiba-tiba saja ada yang menjerat kaki Yumeko hingga membuatnya terjatuh, bahkan membuatnya terseret hingga beberapa meter ke belakang.


BRUGHH ...


SRRTT ...


Shu yang sebenarnya sudah menyadari jika ada yang menyerang Yumeko, kini segera berbalik dan memotong benang sutra milik dari salah satu pasukan pengawal elit Praetorian Guard. Setelah berhasil memotong benang sutra itu, Shu segera membantu Yumeko untuk berdiri.


Setelah itu Shu segera mengayunkan pedang cahaya bulan miliknya, dan memberikan tebasan vertikal hingga membuat pasukan penjaga elit Praetorian Guard itu binasa meski hanya untuk beberapa saat saja. Karena tak akan pernah bisa benar-benar binasa sebelum membinasakan monster Butterfly Queen.


Mereka semakin bergerak cepat dan tak mau menyia-nyiakan kematian dari monster Butterfly King. Kini tujuan mereka untuk mencapai monster Butterfly Queen sudah semakin dekat.


Ruangan demi ruangan telah mereka lalui bersama dan beberapa pasukan elit Praetorian Guard yang menghalangi jalan mereka, mereka kalahkan bersama.


Hingga akhirnya mereka telah sampai di sebuah tempat terbuka yang luas dan dipenuhi dengan lahan bunga yang indah dengan aneka ragam bunga. Namun tanaman-tanaman bunga itu berukuran cukup besar, dan bisa dikatakan raksasa.


Setelah kurang lebih menyusuri lahan bunga selama satu jam, akhirnya mereka mulai menemukan sebuah singga sana yang dipenuhi dengan banyak bunga, namun sekitarnya memiliki aura kelam.

__ADS_1


Mereka masih mengawasi dari kejauhan, ada makhluk yang menyerupai seorang manusia wanita dengan rambut panjang yang tergerai dengan memakai hiasan mahkota bunga. Makhluk itu memiliki sepasang sayap putih bening yang berkilauan dan indah.


Namun wajah makhluk itu terlihat sangat menyeramkan. Dan makhluk itu mengenakan sebuah gaun yangbterbuat dari akar rambat pepohonan.


"Monster Butterfly Queen telah menggunakan separuh kekuatannya untuk melahirkan monster Butterfly King. Jadi itu artinya dia tak akan lebih kuat saat ini. Sebaiknya kita fokus pada batu kristal yang berwarna merah terang yang tertanam pada sisi belakang bahu kanannya. Aku melihat batu kristal itu tertanam disana!" ucap Nagi lirih sebelum mereka semua memulai penyerangan kembali.


"Wow! Sugoi! Baru melihatnya dari kejauhan saja, namun kamu bisa mengetahui dimana letak batu kristal itu tertanam. Kamu sungguh hunter yang sangat berbakat!" ucap Akira memuji, namun lebih terkesan mencibir.


"Karena aku sudah terbiasa menghadapi cukup banyak monster sebelumnya. Namun jujur saja monster Butterfly Queen ini adalah monster pertama yang aku jumpai dengan batu kristal berwarna merah terang." sahut Nagi.


"Jika saat itu kita bisa mengalahkan monster Butterfly King yang memiliki batu kristal berwarna merah redup, itu karena Shu dan Zoe yang telah menemukan salah satu kelemahannya. Dan lawan kita kali ini ... pasti dia akan sangat kuat ..." gumam Eren yang sepertinya cukup ngeri saat ini.


"Tenang saja, Nona cantik! Bos Akira sangat kuat! Dia pasti akan selalu melindungimu, Nona cantik!" sahut Hideo tersenyum lebar menatap Eren yang berdiri tepat di sampingnya.


"Pada intinya kita harus selalu bekerja sama dan fokus untuk menghancurkan batu kristal itu!" sahut Zoe masih fokus menatap monster Butterfly Queen dari kejauhan.


"Eren, Yumeko, Dai, dan Hideo fokus untuk mengalahkan para pasukan penjaga elit Praetorian Guard! Sedangkan aku, Shu, Zoe dan Akira akan fokus untuk menyerang monster Butterfly Queen! Apa kalian mengerti?" tanya Nagi mengatur strategi.


"Apa kamu bilang?! Apakah kamu sedang berusaha untuk mengatur dan memerintahkanku?!" Ucap Akira dengan nada tidak suka, bahkan dia beralih menatap Nagi dengan ekspresi menyebalkan.


Bersambung ...


...🍁🍁🍁...


Vusual dari pasukan pengawal elit Praetorian Guard.



Visual dari monster Butterfly Queen.

__ADS_1



__ADS_2