Escape From Hidden City

Escape From Hidden City
Bersatu Kembali


__ADS_3

Yumeko membantu menghentikan pendarahan yang sedang dialami oleh Akira beberapa saat yang lalu. Dan masih beruntung Akira masih bisa diselamatkan karena belum kehabisan darah.


Saat ini mereka memutuskan untuk beristirahat di sebuah bangunan kecil yang berada tak jauh dari lokasi sebelumnya. Dan lagi-lagi mereka saling bergantian untuk salung berjaga.


Malam itu kebetulan Shu sedang berjaga bersama dengan Yumeko. Dan disaat tengah malam, Akira kembali terbangun setelah beberapa saat tertidur karena efek obat yang membuatnya mengantuk beberapa saat yang lalu.


Di tengah api unggun yang telah mereka buat itu, kini suasana yang dingin terasa sedikit hangat.


"Shu, aku minta maaf. Tidak seharusnya aku mengambil pedang cahaya bulan dan perisai kuno itu darimu. Maaf ... bahkan karena keegoisan dan kecerobohanku, kini aku sudah kehilangam Hideo begitu saja. Maaf ..." ucap Akira lirih dan terlihat begitu menyesal.


"Aku juga ingin berterima kasih pada kalian, karena kalian masih bersedia untuk menolongku. Jika saja kalian tidak menolongku, mungkin aku akan benar-benar sudah tiada. Terima kasih." imbuh Akira dengan tulus.


"Namun jika kalian tidak bisa menerima kami kembali, aku sangat sadar akan hal itu. Maka setelah ini kita saling berpisah saja. Aku tidak mau menjadi beban untuk kalian." ucap Akira kembali karena merasa tak percaya diri untuk tetap bisa berjuang bersama kelompok Shu.


"Apa yang kamu katakan, Akira? Kita akan tetap bersama! Setelah ini jangan pernah berpisah lagi! Kita akan bersama-sama untuk menghadapi raja monster. Dan kita pasti akan kembali ke dunia kita dan menyelamatkan dunia dari ancaman para monster itu!" sahut Shu menandaskan.


"Apa yang dikatakan Shu adalah benar. Jika kita bersama-sama, maka kita akan semakin kuat. Dan tentunya untuk menghadapi dan mengalahkan Raja monster juga akan lebih mudah untuk kita lakukan bersama-sama." sahut Yumeko dengan ramah.


Mendengar ucapan dari Shu dam Yumeko, sebenarnya cukup membuat Akira merasa sangat terharu dan malu terhadap perilaku buruknya terhadap mereka. Dia sudah pernah mencuri pedang dan perisai milik Shu dan mengkhianatinya. Namun Shu dan teman-temannya masih saja menerimanya dengan baik. Bahkan mereka juga telah menyelamatkan hidupnya.

__ADS_1


"Ini adalah pecahan batu kristal milik kalian yang telah aku ambil. Sekarang aku akan mengembalikannya untuk kalian. Aku juga akan memberikan pecahan batu kristal yang pernah aku kumpulkan. Simpanlah semua ini ..." ucap Akira sambil menyerahkan pecahan batu kristal berwarna putih bening yang sudah mencapai kira-kira 89% terkumpul itu.


Shu menerima kantong kecil berwarna hitam itu dan memeriksa isi di dalamnya. Ruoamya memang pecahan batu kristal milik kelompoknya dan milik kelompok Akira yang telah menyatu menjadi satu.


"Baiklah. Aku akan menyimpannya." sahut Shu lalu menyimpan kembali pecahan batu kristal itu.


"Akira, katakan apa yang kamu ketahui tentang wilayah ini? Bukankah seharusnya kita sudah berada di wilayah Raja monster? Tapi aku sama sekali belum menemukan tanda-tanda dari keberadaannya." ucap Shu menghela nafas dan terlihat sangat lelah.


"Selama ini belum ada yang pernah mencapai wilayah ini. Kita adalah kelompok pertama yang masih bertahan dan bisa mencapainya. Jadi aku tidak banyak mengetahui wilayah ini. Tapi mengingat apa yang telah terjadi sebelumnya, aku rasa masih akan ada beberapa monster yang akan menghadang kita sebelum kita benar-benar bertemu dengan Raja monster." ucap Akira menyimpulkan.


"Apakah masih ada kelompok lain selain kita?" tanya Shu penasaran.


"Sebelum bertemu dengan kalian, aku pernah bertemu dengan dua kelompok lain. Tapi aku tidak tau, apakah sampai saat ini dua kelompok itu masih ada atau tidak. Berjuang di tengah sekelompok monster yang sangat kuat dan haus akan energi dari manusia, membuat hidup dan bertahan di tempat ini menjadi sangat berat." ucap Akira menghembuskan nafas kasarnya di udara.


"Kami hanya sedang mengikuti masa orientasi mahasiswa baru di pedesaan Aiko Iyashi No Sato. Tapi kami malah menemukan sebuah pintu kuno yang ternyata adalah sebuah portal yang menghubungkan kita ke kota hilang ini. Bagaimana dengan kalian?" jawab Shu berbalik bertanya.


"Hhm. Malam itu kami sedang menjadi buronan dari beberapa aparat polisi. Kami melarikan diri di hutan dan tidak sengaja malah menemukan sebuah pintu. Pada awalnya kita hanya ingin menghindari para aparat kepolisian itu saja dan melewati pintu itu. Namun tak disangka kita malah tiba-tiba berpindah di kota hilang ini dalam sekejap setelah melewati pintu kuno itu. Dan pintu kuno itu tiba-tiba menghilang begitu saja." jelas Akira dengan jujur.


"Mengapa para aparat kepolisian mengejar kalian saat itu?" tanya Yumeko sangat ingin tau.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan dari Yumeko, membuat Akira meringis dan mengusap tengkuknya.


"Ahh ... sebenarnya malam itu kami sedikit mabuk. Dan tidak sengaja aku melakukan pelecehan seksual kepada seorang gadis. Gadis itu melaporkanku karena tidak terima. Ahaha ..." jawab Akira tertawa kaku.


Raut wajah Yumeko seketika berubah menjadi waspada ketika menatap Akira.


"Tenang saja. Aku tak akan melakukan apapun terhadapmu kok." ucap Akira dengan cepat seolah bisa membaca kekhawatiran dari Yumeko.


"Cih ... mana bisa kamu dipercaya? Kamu tetaplah pria mesum! Lihatlah ... hanya dengan melihat matamu saja semua orang sudah akan menyadarinya." Eren yang sudah terbangun kini mengatakan hal itu membuat Akira semakin terpojok.


"Ahhh ... kamu sudah berlebihan, Gadis kecil. Aku sudah terluka separah ini. Aku tak akan berani berbuat macam-macam. Bisa bertahan hidup saja aku sudah merasa sangat beruntung." sahut Akira berusaha untuk membela dirinya sendiri.


"Ckk ... banyak omong!" dengus Eren dengan malas. "Sekali lagi aku memergokimu berbuat jahat, maka disaat itulah aku yang berada di barisan paling depan untuk membuatmu menjadi santapan para monster itu!" imbuh Eren kesal.


"Eren, jika kamu membiarkan dia untuk menjadi santapan para monster itu, bukankah artinya kamu telah membantu para monster itu untuk berevolusi?" celutuk Yumeko menyimpulkan.


Eren terdiam dan memutar bola matanya berpikir keras hingga akhirnya dia mulai berkata histeris, "Ahhh!! Benar juga! Aku tak akan membiarkan hal itu terjadi!! Jika monster itu semakin kuat, maka itu akan semakin mempersulit kita. Huft ..."


Akira terkekeh mendengar jawaban dari Eren, "Itu artinya kamu tidak boleh melakukannya."

__ADS_1


"Huhh!! Lihat saja! Pokoknya jika sampai kamu berani berulah lagi! Aku akan menghabisimu!!" tandas Eren kesal dan memutuskan untuk meninggalkan mereka dan melihat-lihat sekitar.


Namun baru saja berjalan beberapa langkah setelah melewati sebuah pohon, tiba-tiba saja langkahnya terhenti. Pandangannya menatap lurus ke depan dengan ekspresi terkejut dan membeku.


__ADS_2