Escape From Hidden City

Escape From Hidden City
Rencana Nagi


__ADS_3

Para monster penjaga elit Praetorian Guard itu sudah semakin terbang mendekati Dai dan Hideo. Sementara Dai dan Hideo berdiri saling membelakangi dengan senjata seadanya.


Salah satu monster penjaga elit Praetorian Guard itu mulai membuka mulutnya dan bersiap untuk menerkam Hideo. Hideo mengayunkan ranting pohon itu, namun ranting pohon itu malah patah begitu saja.


TRANG ...


Dai mengayunkan pedang kunonya untuk menyerang monster penjaga elit praetorian guard itu untuk melindungi Hideo. Namun monster penjaga elit praetorian guard itu malah menyemburkan benang sutra miliknya hingga malah menjerat tubuh Dai dan membuatnya tidak bisa bergerak.


Hideo berniat untuk menolong Dai dengan mengerahkan segala tenaganya yang tersisa. Tapi percuma saja, dia tak bisa melepaskan benang sutra itu. Karena benang sutra itu sungguh sangat kuat dan membuat siapapun yang telah terjerat olehnya tak akan bisa bergerak lagi.


"Sial! Bagaimana ini? Monster-monster ini sungguh sangat merepotkan!!" keluh Hideo yang masih berusaha untuk melepaskan benang sutra yang menjerat Dai.


"Gunakan pedang kunoku untuk bertahan sementara waktu! Dan berharap saja akan ada seseorang yang akan datang untuk menyelamatkan kita!" ucap Dai.


"Hhm. Baiklah!" Hideo mulai memungut pedang kuno milik Dai yang terjatuh tergeletak di atas tanah dan mulai menggunakannya untuk bertahan dan menyerang mereka.


Namun para monster penjaga elit Praetorian Guard itu sungguh sangat banyak. Dan disaat Hideo sibuk mengatasi mereka, salah satu monster yang telah berhasil menjerat Dai sebelumnya kini mulai membawa Dai terbang bersamanya dan semakin mendekati monster Butterfly Queen.


Dai masih berusaha untuk melepaskan diri dari jeratan monster penjaga elit Praetorian Guard itu, tapi dia sama sekali tak bisa terlepas.


"Dai!!" pekik Hideo berusaha untuk mengejarnya, namum para monster yang sedang menjadi lawannya tak membiarkannya pergi begitu saja.


Sang monster Butterfly Quuen mengangkat tangan kanannya dan mengulurkannya ke depan hingga membuat Dai semakin tergerak mendekatinya.


SLURPP ...

__ADS_1


"Makanan ... evolusi! Hahahaha ..." ucap sang monster Butterfly Queen dengan tawa yang begitu kelam.


Dia mulai membuka mulutnya dan bersiap untuk menyantap Dai. Namun tiba-tiba saja sebuah pedang melesat dengan sangat cepat dan sukses membuat benang sutra itu terpotong. Seketika tubuh Dai terjatuh di atas tanah.


BRUGHH ...


Sang penyelamat yang tak lain adalah Zoe berguling beberapa kali di atas tanah dan kembali mengambil pedang kunonya yang sudah tertancap di dalam tanah. Sementara sang monster Butterfly Queen terlihat sudah sangat murka karena aksi Zoe yang tiba-tiba datang dan kehilangan santapannya untuk berevolusi.


"Hei, Zoe! Mengapa kamu bisa memutuskan benang sutra itu? Kamu bahkan tidak memiliki pedang cahaya bulan itu. Lalu bagaimana kamu bisa melakukan semua ini?" tanya Dai tak mengerti sembari melepaskan sisa-sisa benang sutra yang masih menempel di tubuhnya.


"Aku sudah mengantisipasinya sejak awal. Aku menggunakan salah satu bagian dari pohon bunga biru yang merupakan sebagian sumber kekuatan dari monster Butterfly King yang merupakan separuh kekuatan dari monster Butterfly Queen. Lalu aku menggabungkannya bersama dengan pedang milikku. Dan rupanya cara ini bekerja dan cukup berhasil."


Jawab Zoe merasa cukup puas.


"Lalu? Apakah masih ada yang tersisa? Berikan padaku jika masih ada!" celutuk Dai yang seketika mulai menginginkannya juga.


KIKKKK ...


GRR ...


"Kalian harus lenyap untuk evolusiku!! Grrrr ..." monster Buttterfly Queen itu berkata diikuti dengan suara lolongan yang keras hingga memekakkan telinga mereka.


Dia mulai mengibaskan kedua sayap besarnya yamg indah dan membuat sebuah angin yang cukup kencang. Zoe, Dai dan Hideo menancapkan senjata mereka di dalam tanah dan menggunakannya untuk berpegangan.


Tiba-tiba langit berubah warna menjadi jingga gelap dan bunga-bunga mulai beterbangan di udara. Dan hanya dengan sebuah pergerakan tangan dari sang monster Butterfly Queen itu saja, tiba-tiba bunga-bunga itu mulai berjatuhan ke arah ketiga pria itu.

__ADS_1


"Hati-hati! Itu adalah bunga kematian dan beracun! Kepala sari dan inti sarinya bisanmengeluarkan racun!" pekik Dai memperingatkan Hideo dan Zoe.


"Sial! Bunga itu cukup banyak! Belum lagi para moster penjaga elit Praetorian Guard yang sangat merepotkan ini. Cihhh!!!" Hideo menggerutu namun tetap berusaha melawan mereka dengan baik.


Begitu juga dengan Dai yang juga mulai menggunakan pedang Hideo untuk menyerang mereka. Karena pedang Dai masih digunakan oleh Hideo hingga saat ini.


Sementara Zoe fokus untuk menyingkirkan bunga-bunga kematian yang bertaburan di udara. Meskipun menghabiskan waktu yang tidak singkat, namun setidaknya ketiga pria ini masih bisa bertahan hingga sampai saat ini.


Sementara itu dari kejauhan terlihat Shu, Nagi dan Yumeko yang mulai melihat kekacauan di lembah bunga yang luas itu. Mereka melihat Zoe, Dai dan Hideo yang sedang berusaha untuk mengalahkan para moster dan bunga kematian itu.


Mereka juga melihat sang monster Butterfly Queen yang masih terbang di udara yang masih mengamati pertempuran itu. Hingga akhirnya Nagi mulai memutuskan untuk menjalankan sebuah rencana.


"Monster Butterfly Queen sedang lengah dan hanya fokus menatap pertempuran itu. Di sekelilingnya juga tak ada monster penjaga elit Praetorian Guard yang sedang menjaganya. Sebaiknya kita memanfaatkan kesempatan baik ini untuk menyerangnya." ucap Nagi setengah berbisi dan mulai mengatur sebuah rencana.


"Hhm. Aki setuju denganmu, Kak!" sahut Shu dengan cepat. "Bagaimana rencana kakak?"


"Aku akan memanah batu kristal pada punggung belakang monster Butterfly Qween itu. Setelah itu kamu harus bisa segera menyerang pada bagian titik itu juga dengan pedang cahaya bulan milikmu! Apa kamu bisa melakukannya, Shu?" tanya Nagi menatap lekat sang adik.


Shu mengangguk samar dan segeraenjawab, "Baik, Kak Nagi! Aku akan melakukannya dengan baik! Kakak tenang saja!"


"Hhm. Aku percaya padamu, Shu! Tapi kamu harua tetap berhati-hati! Karena pertarungan jarak dekat dengan mereka sungguh sangat beresiko dan berbahaya. Berjanjilah pada kakak, kamu akan baik-baik saja!" ucap Nagi kembali menepuk bahu lebar Shu dan masih menatapnya lekat.


"Aku janji, Kak Nagi! Aku akan baik-baik saja!" sahut Shu penuh dengan keyakinan. "Yumeko! Kamu tetaplah disini! Dan tunggu kami mengalahkan monster Butterfly Qween itu!" imbuh Shu beralih menatap Yumeko.


"Baiklah. Hati-hati, Shu." balas Yumeko.

__ADS_1


Kini Nagi sudah mulai bersiap dengan busurnya. Dia mengambil beberapa anak panah yang sudah dialiri oleh api. Dia mulai mengarahkan arah bidikannya pada bagian punggung dari monster Butterfly Qween itu. Sementara Shu segera beranjak untuk semakin mendekati monster Butterfly Queen itu yang masih membelakanginya.


__ADS_2