
Setelah beberapa saat akhirnya jemari Nagi mulai bergerak diikuti dengan sepasang matanya yang mulai terbuka dengan lemah. Dia menatap atap dan sekelilingnya, hingga akhirnya dia mulai menatap Shu yang masih sibuk menggambar dengan buku sketch miliknya.
"Shu ..." ucap Nagi lirih dan berusaha untuk duduk.
Shu yang menyadarinya segera membantu Nagi untuk duduk, "Hati-hati, Kakak ..."
"Apakah semua sudah berakhir? Apakah mereka semua selamat?" tanya Nagi lirih.
Shu yang masih menatap nanar Nagi, mengangguk pelan.
"Iya, Kak. Semua sudah berakhir. Dan mereka sudah selamat. Kita sudah kembali ..." ucap Shu tersenyum penuh haru.
"Syukurlah jika begitu. Kakak merasa sangat lega ... setidaknya kakak bisa sedikit berguna dan menyelamatkan mereka." ucap Nagi lirih.
Shu mengangguk dan tersenyum hangat.
Tok ... tok ... tok ...
__ADS_1
CEKLEK ...
Setelah terdengar sebuah ritme teratur, kini pintu ruangan itu mulai terbuka. Terlihat seorang wanita paruh baya dan seorang pria paruh baya mulai memasuki kamar rawat ini.
Raut wajah haru dan penuh kerinduan menghiasi wajah pasangan paruh baya itu saat melihat Nagi sudah sadarkan dari. Wanita paruh baya itu mulai berjalan cepat dan mendekati brankar, dan dua segera memeluk Nagi yang sudah terduduk.
"Putraku Nagi ... hiks ... syukurlah kamu sudah sadarkan diri. Ibu senang sekali saat mendengar jika ternyata kamu masih hidup. Hiks ... ibu sangat senang ..."
Ucap wanita paruh baya itu begitu terharu dan merasa bahagia, karena putra pertamanya yang sejak 3 tahun yang lalu meninggal, kini telah kembali dan masih hidup.
Dimana dia selalu saja memaksa Nagi untuk memasuki fakultas hukum seperti suami dan dirinya yang merupakan alumni dari fakultas hukum. Namun disaat itu Nagi tidak menurut dan nekat memasuki fakultas Science karena itulah hobi Nagi. Yaitu berekperimen dan menemukan beberapa penemuan-penemuan barunya.
"Tidak, Ibu ... aku sudah memutuskannya ... aku sudah berjanji dengan diriku sendiri, jika aku bisa kembali lagi maka aku akan memulai kuliah lagi dan akan mengambil jurusan hukum seperti apa uang ayah dan ibu perintahkan. Mungkin ... ini semua adalah hukuman untukku ... aku yang membangkang dan tidak patuh kepada ayah dan ibu akhirnya malah membuat sebuah petaka. Aku ... telah banyak bersalah kepada semua orang. Maafkan aku ..."
Ucap Nagi penuh penyesalan.
"Apapun keputusanmu, ayah dan ibu akan selalu mendukungmu. Kamu harus sehat dan pulih kembali, Nagi!"
__ADS_1
Nagi mengangguk pelan mengiyakan ucapan sang ibu. Shu dan ayahnya juga tak kuasa untuk menahan air matanya. Suasana di dalam kamar rawat ini dipenuhi dengan keharuan karena pertemuan mereka kembali. Dan hal ini sungguh tak terbayangkan sebelumnya oleh mereka.
...🍁🍁🍁...
Kehidupan Shu sudah kembali normal seperti sedia kala. Namun masih ada beberapa masyarakat yang menyalahkan perbuatan Nagi. Kedua orang tua Nagi memberikan sejumlah uang untuk ganti rugi bagi keluarganya yang telah tiada karena perbuatan monster itu.
Perusahaan, rumah mewah, maupun aset-aset berharga lainnya dijual hanya untuk membayar semua ganti rugi itu. Hingga kini mereka mulai menjalani kehidupan dari awal lagi.
Shu dan Nagi juga mulai bekerja untuk membantu perekonomian kedua orang tuanya saat ini. Namun mereka juga masih melanjutkan kuliahnya.
Dunia yang damai serta jauh dari ancaman monster ini sungguh membuat Nagi, Shu, Eren, Yumeko, Zoe, Yanshen dan sekelompok.orang itu merasa sangat beruntung dan lega.
...🍁 THE END 🍁...
Akhirnya cerita petualangan Shu dan para hunter dalam mengalahkan para monster telah berakhir ya.
Terima kasih untuk kalian semua yang sudah selalu hadir. Sampai jumpa di karya Anezaki lainnnya. Jaa matte ne ...
__ADS_1