Escape From Hidden City

Escape From Hidden City
Runtuhnya X Rank Area Dan Terbukanya Gate Raja Monster


__ADS_3

Eren melihat sebuah daratan yang tiba-tiba saja terlihat tak jauh dari perahunya. Dia segera melompat keluar dari perahu itu dan memutuskan untuk mencari jalannya sendiri.


Namun rupanya Akira juga segera meninggalkan perahu dan melompat ke daratan itu lalu mengekori Eren.


Kabut asap pekat yang sebelumnya menyelimuti langit dan sekitar mereka, kini mulai menghilang. Bahkan beberapa monster pengawal elit Praetorian Guard juga tak memperlihatkan dirinya lagi. Dan sebenarnya ini cukup dirasakan aneh oleh Eren dan Akira.


"Apakah jangan-jangan monster Butterfly Qween itu sudah dikalahkan oleh Shu dan yang lainnya? Mengapa keberadaan pengawal elit Praetorian Guard sudah tak ada? Ilusi ini juga mulai menghilang." gumam Eren lirih dan masih mengamati sekitarnya.


"Benarkah temanmu Shu itu sehebat itu?" tanya Akira seolah meremehkan.


"Setidaknya dia akan selalu berusaha untuk melindungi teman-temannya dan tidak akan egois hanya untuk mementingkan diri sendiri." jawab Eren seolah sedang menyindir Akira.


Akira tertawa lirih mendengar ucapan Eren. Namun belum sempat terjadi percakapan diantara mereka kembali, tiba-tiba saja terdengar beberapa derap langkah kaki yang semakin mendekati mereka.


"Hati-hati! Ada lebih dari 5 monster mulai mendekat." ucap Akira memperingatkan sambil bersiap dengan kapak besar kuno miliknya.


Eren tak menjawabnya, namun dia segera bersiap dan mengacungkan tombaknya dengan posisi membelakangi Akira.


Derap langkah kaki kaki mereka semakin mendekati Akira dan Eren dan mereka sudah semakin erat memegang senjata masing-masing. Namun tepat disaat Akira mengayunkan kapak besar kunonya di arah derap langkah yang semakin mendekat itu, tepat disaat itulah mereka mulai mendemgarkan suara yang sangat tidak asing.


"Bos Akira! Tolong jangan lenyapkan kami!" seru Hideo yang mulai terlihat dibalik pepohonan yang dipenuhi dengan banyak bunga.


Hideo segera berlari mendekati Akira dengan haru dan diikuti oleh Dai, Shu, Nagi, Zoe dan Yumeko di belakang mereka.


"Syukurlah kalian baik-baik saja." ucap Eren menghampiri Yumeko dan terlihat sangat lega, karena teman-temannya baik-baik saja dan selamat.


"Hhm. Iya. Aku juga senang karena bisa bertemu kembali denganmu, Eren." balas Yumeko meraih kedua jemari Eren dan juga terlihat bahagia.

__ADS_1


"Tapi ... ilusi dan para monster penjaga elit Praetorian Guard maupun monster Butterfly Qween tak terlihat selama beberapa saat yang lalu. Apakah ini sebagian dari trik ilusinya? Ataukah kalian ..." ucap Eren menggantung ucapannya dan beralih menatap teman-temannya yang baru saja datang.


"Hhm. Mereka sudah binasa. Kami sudah berhasil mengalahkannya bersama." sahut Yumeko penuh binar.


"Wah, benarkah? Kalian sungguh keren sekali!" sahut Eren takjub dan terlihat sangat berbahagia karena mendengar kabar ini.


Tiba-tiba saja bumi seakan berguncang dan semua yang ada di sekitar mereka mulai hancur. Debu dan asap pekat mulai terlihat kembali di udara. Goncangan dasyat itu membuat bangunan X rank area runtuh dan tanah terpecahkan hingga longsor begitu saja. Kabut asap yang begitu pekat memenuhi seluruh tembat ini.


"Gedung X Rank area telah roboh ..." seru Hideo menatap lurys ke depan, dimana bangungan megah kuno di hadapan mereka mulai roboh dan menjadi puing-puing saja.


"Semuanya tetap bertahanlah!!" seru Akira memperingatkan karena kehancuran ini seperti kehancuran besar.


Sementara Shu mulai membuat sebuah perisai untuk melindungi mereka semua dari kehancuran X Rank area. Selama beberapa saat puing-puing bangunan ituasih beterbangan di udara. Hingga akhirnya semua kekacauan ini mulai berhenti setelah 20 menit. Dan disaat itulah Shu mulai menonaktifkan kembali perisainya.


Suasana masih begitu hening. Kabut asap masih sesekali terlihat beterbangan. Namun tiba-tiba saja sebuah goncangan dasyat mulai dirasakan kembali. Hingga akhirnya tepat dimana letak bangunan X rank area berdiri sebelumnya, kini mulai terlihat sebuah gerbang yang menjulang cukup tinggi.


Yeap, kini mereka akan semakin mendekati dunia Raja monster itu. Namun entah hirearki seperti apa yang akan ada di area ini. Karena selama ini belum ada yang pernah mencapai area ini, hingga area ini masih sangat misterius.



Delapan hunter itu masih saja menatap lekat dan berusaha menelisik gerbang yang kokoh itu. Mereka masih merasa begitu takjub namun juga berdebar ketika menatapnya.


"Ayo! Gate yang akan menghubungkan kita dengan Raja monster telah terbuka! Kita tak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini!" seru Akira yang sudah memanggul kapak kunonya di atas bahu labarnya.


Akira memimpin untuk mulai memasuki gerbang tersebut. Lalu diikuti oleh ketujuh hunter lainnya yang menyusulnya.


Dunia yang telah mereka masuki sedikit lebih berbeda dari sebelumnya. Dunia ini terlihat lebih rapi, bersih dan tenang. Tidak seperti dunia yang mereka lalui sebelum-sebelumnya.

__ADS_1


"Akira, sebaiknya kita mencari tempat untuk beristirahat dulu. Kita butuh untuk memulihkan diri terlebih dulu." ucap Nagi menyarankan.


"Kak Nagi benar. Kita harus mencari tempat untuk beristirahat dan memulihkan diri dulu." sahut Zoe sependapat.


"Baiklah. Kita akan mencari tempat yang aman terlebih dulu agar malam ini bisa beristirahat." sahut Akira menyetujui.


Akhirnya mereka mulai mencari tempat itu dan menyisiri tempat di sekitar mereka. Setelah berjalan kurang lebih 100 mil, akhirnya mereka menemukan sebuah bangunan yang terlihat seperti kastil tua yang sudah lama tak terpakai.


Mereka memutuskan untuk memasuki tempat itu dan memastikan jika tempat itu aman dan bisa mereka gunakan untuk beristirahat. Hingga akhirnya mereka mulai memutuskan untuk beristirahat di kastil kuno itu.


Mereka juga memutuskan untuk saling bergantian untuk berjaga malam ini, agar bisa mengantisipasi jika ada monster yang akan datang menyerang lagi.


.


.


.


Malam ini Shu beristirahan bersama dengan yang lainnya, dan tiba giliran Nagi, Akira, dan Dai yang berjaga. Namun disaat Nagi sedang pergi untuk melihat sekitar, Dai dan Akira berniat untuk melakukan sesuatu.


Mereka diam-diam mendekati Shu dan berniat untuk mengambil pedang cahaya bulan dan perisai kuno milil Shu. Karena Shu yang memang sudah terlalu mengantuk dan lelah, akhirnya dia tidak menyadari disaat Dai, Akira, dan Hideo yang secara diam-diam mengambil pedang cahaya bulan dan perisai kuno miliknya.


Setelah mendapatkan apa yang telah mereka incar selama ini, akhirnya mereka memutuskan untuk meninggalkan kastil kuno itu secepat mungkin.


"Cepat tinggalkan tempat ini sebelum salah satu dari mereka menyadari hal ini! Kini aku sudah mendapatkan pedang cahaya bulan serta perisai kuno ini! Tak akan ada lagi yang bisa menghalangi langkahku!!" seru Akira setengah berbisik.


"Tunggu, Bos Akira! Sebaiknya kita juga mengambil kumpulan pecahan batu kristal milik mereka ini. Gyahaha ..."

__ADS_1


Hideo rupanya sudah mengambil sebuah kantong hitam kecil yang selalu disimpan oleh Nagi yang berisi seluruh pecahan batu kristal yang selama ini dikumpulkan oleh kelompok Shu dan Nagi. Hingga pecahan milik mereka yang terkumpul saat ini sekitar 75% dan ditambah dengan pecahan batu kristal milik tim Akira akhirnya menjasi 87%.


__ADS_2