
Setelah berulangkali menghadapi para monster Praetorian Guard dengan cara yang sama, akhirnya mereka berhasil menemukan sebuah ruangan terbuka yang cukup luas dan berbentuk melingkar. Di tengah-tengah ruangan terbuka itu ada sebuah pohon dengan daun-daunnya yang berwarna biru berkilauan.
Cahaya bulan yang sedikit redup juga bisa menembus bangunan kuno ini dan menyinari pohon bunga biru itu. Menjadikannya terlihat begitu indah. Namun siapa yang menyangka, pohon indah ini adalah salah satu sumber kekuatan dari monster Butterfly King.
Karena monster Butterfly King tidak sepenuhnya bergantung pada monster Batterfly Queen. Dia mengolah sumber daya dari pohon kehidupan itu sebagai energinya. Bahkan benang sutra miliknya juga berwarna biru berkilauan.
Namun baru saja melihat-lihat sebentar saja pohin indah itu, para monster Praetorian Guard itu sudah bangkit dan menyusul mereka kembali. Lagi-lagi mereka harus mengerahkan seluruh tenaganya untuk menghadapi penjaga elit itu.
Mereka bisa mengalahkan para monster penjaga elit Praetorian Guard itu, namun pada beberapa menit kemudian mereka malah bertemu dengan Butterfly King yang memiliki memiliki fisik yang luar biasa sangat kuat dan lebih besar dan perkasa jika dibandingkan dengan para monster Praetorian Guard yang telah mereka lawan sebelumnya.
Auranya kuat, kelam dan menakutkan, dan seketika mampu untuk menyihir dan menaklukkan musuhnya. Sayapnya lebar dan indah berwarna kebiruan.
RRROOOAARRR ...
Lolongannya sungguh sangat kuat dan menggema di seluruh gedung tua ini, hingga memekakkan telinga dan bisa menyebabkan rasa takut yang luar biasa. Bahkan gedung besar tua ini juga bergetar untuk beberapa saat.
Mereka semua spontan segera menutup telinga mereka untuk mengurangi rasa sakit yang sedang mereka rasakan pada telinga mereka masing-masing.
SRRTTT ...
Monster Butterfly King menyemburkan benang sutranya yang beracun berwarna kebiruan, dan biasanya seketika akan membuat mereka lumpuh jika terkena benang sutra beracun itu.
"Awas! Hati-hati! Kalian semua harus tetap berhati-hati dan dan jangan sampai terkena oleh benang sutra dari monster Butterfly King! " seru Nagi yang sedang berusaha untuk menghindari semburan benang sutra beracun itu dan berusaha untuk menyerangnya dengan menggunakan pedangnya.
__ADS_1
"Yumeko! Awas!!"
SREETT ...
SSRAATT ...
Shu mengayunkan pedang cahaya bulannya untuk memberikan tebasan vertikal ketika benang sutra beracun itu hampir saja mengenai dan melilit tubuh Yumeko.
"Tetaplah fokus, ini sungguh sangat berbahaya! Jangan sampai kita membiarkan mereka berevolusi lagi!" ucap Shu karena menyadari Yumeko hari ini terlihat sedikit lebih berbeda dari sebelum-sebelumnya. Dan mungkin karena dia sedang sangat ketakutan.
"Hhm. Iya. Maaf, Shu. Aku lengah." sahut gadis itu lirih.
Zoe menggunakan pedangnya untuk menyerang monster Butterfly King dengan pedangnya. Namun tiba-tiba saja pedangnya terlepas dari genggamannya dan malah terhempas cukup jauh hingga tak sengaja malah tertancap pada badan pohon berdaun kebiruan itu.
JLEBB ...
"Shu! Hancurkan pohon misterius itu dengan pedang cahaya bulan milikmu!" pekik Zoe saat Shu berada tak jauh dari dirinya.
Sementara Akira dan Nagi masih berusaha untuk melawan monster Butterfly King. Sedangkan Eren, Yumeko, Dai, dan Hideo masih berusaha untuk melawan pasukan elit Praetorian Guard yang sudah mulai bangkit kembali.
Shu sempat terdiam selama beberapa saat dan mengamati pohon meisterius itu dan monster Butterfly King secara bergantian. Hingga akhirnya Shu juga mulai menyadari sesuatu.
Shu segera melesat mendekati pohon misterius berdaun kebiruan itu sambil mengayunkan pedang cahaya bulannya. Namun tiba-tiba seekor monster pasukan elit Praetorian Guard tiba-tiba saja menghadangnya. Dan dengan cepat dia menyemburkan benang sutranya hingga melilit tubuh Shu.
Shu tidak bisa bergerak. Tapi masih beruntung dia, karena benang sutra yang melilitnya saat ini adalah milik dari pasukan elit Praetorian Guard saja yang membuatnya kesulitan untuk bergerak.
__ADS_1
Bagaimana jika Shu terlilit oleh benang sutra milik monster Butterfly King? Sudah bisa dipastikan dia akan terkena racunnya yang cukup mematikan. Tangan kanan Shu yang masih memegang pedang cahaya bulan, mulai dia gerakkan dan arahkan ke sisi dalam, karena Shu berniat untuk menghancurkan lilitan benang sutra itu.
SRRTT ...
"Arghh ..." Shu memekik pelan, karena mata pisau pedang cahaya bulan itu malah menggores lengannya hingga lengan pakaiannya koyak. Bahkan hingga lengannya terluka dan berdarah.
Namun Shu tak berhenti sampai disana. Dia tidak menyerah dan masih berusaha keras untuk menghancurkan benang sutra yang saat ini melilit tubuhnya. Hingga akhirnya Shu berhasil menghancurkan benang sutra itu dan terbebas.
Sementara itu Nagi, Zoe dan Akira masih berusaha untuk menghadapi monster Butterfly Queen. Namun disaat yang kurang beruntung, monster itu menggunakan kekuatan ilusinya untuk membawa mereka bertiga dan mengurung mereka bertiga di dalam sebuah tempat yang cukup luas dan dipenuhi taman bunga biru.
"Dimana kita?" gumam Akira sambil mengamati sekitarnya.
"Kemungkinan besar, kita sedang berada dalam dunia ilusi yang diciptakan oleh monster Butterfly King. Aura tempat ini sama seperti dengan sumber kekuatannya. Yaitu pohon bunga biru yang ada di dalam ruangan itu, yang menjadi titik kelemahan dari monster Butterfly King." jelas Zoe.
"Pohon bunga biru adalah sumber kekuatan sekaligus titik kelemahannya?' tanya Akira dentan kening berkerut menatap Zoe.
"Benar. Tanpa sengaja pedangku mengenai pihon bunga biru itu dan membuat monster Butterfly King terluka." jawab Zoe serius.
"Lalu bagaimana kita bisa keluar dari ilusi ini? Bukankah kita harus kembali untuk menghancurkan monster bersayap itu dengan menghancurkan pohon bunga biru itu? Atau memberitau mereka untuk menghancurkan pohon bunga biru?" tanya Akira berkacak pinggang dan mengamati sekelilingmya.
"Shu sudah mengetahuinya. Dan pasti dia akan melakukannya dengan sangat baik. Dan setelah monster Butterfly King berakhir, maka kita akan keluar dan kembali. Karena sihir ini tak akan lagi bekerja.
SWOSH ...
Tiba-tiba saja angin berhembus dengan sangat kuat dan kencang dan mengelilingi mereka bertiga yang sudah berdiri saling menyadarinya dan membentuk sebuah pusaran angin. Yeap, mereka bertiga sedang berada di dalam pusaran kuat itu.
__ADS_1
Lalu setelah beberapa saat, mulai terlihat kembali monster Batterfly King yang tiba-tiba berada di dalam pusaran itu bersama dengan Nagi, Zoe dan Akira.
Monster Butterffly King itu kini sudah mulai bersiap untuk menyemburkan benang sutranya yang beracun memiliknya. Namun pergerakannya tertahan, karena disaat itu juga, tiba-tiba saja salah satu sayap indah dan besarnya koyak dan bolong kecil. Dan diikuti oleh sayap lainnya yang juga mulai rusak dan bolong.