Feng Ru Ai

Feng Ru Ai
Bab 23


__ADS_3

Seperti halnya sebuah wabah penyakit yang menular. Rumor mengenani pertengkaran antara putri jendral besar Holing, Feng Ru Ai dengan para putri pejabat pemerintahan kerajaan MingQi yakni putri pejabat Li, Li Ming An, putri pejabat Fu, Fu Shi Mei, putri pejabat Tang, Tang Na Na, putri pejabat Pei, Pei Xue Yi dan putri pejabat Wong, Wong Qi Qing kini tengah hangat di perbincangkan penduduk ibukota MingQi.


Kebanyakan dari mereka beranggapan bahwa para putri pejabat pemerintahan sungguh nekat menyeret keluarga mereka dalam masalah besar, serta perbuatan mereka sangat jelas bahwa mereka mengantarkan diri mereka menggali kuburan mereka sendiri.


Selain karena jelas keluarga mereka berasal dari tingkat yang berbeda dengan keluarga Feng. Posisi dan kedudukan Feng Holing yang merupakan jendral besar kerajaan MingQi yang dikenal sangat ganas, kejam dan berdarah dingin tidak sebanding dengan mereka para pejabat pemerintahan.


Pejabat militer kerajaan MingQi jelas berada di atas mereka. Walaupun latar belakang pendidikan mereka tidak bergelar sarjana seperti para pejabat pemerintahan, tapi kedudukan mereka berada dua tingkatan diatas dibanding para pejabat pemerintahan.


Pejabat pemerintahan hanyalah mereka para sarjana yang mengandalkan pengetahuan dan berbicara, sedangkan para pejabat militer mengandalkan pikiran, pengetahuan mengenai militer, kemampuan dan bakat, pengalaman juga  bela diri dengan berbagai macam senjata.


Hal yang membedakan mengapa para pejabat militer berada di atas pejabat pemerintahan adalah karena pejabat militer melalui proses pendidikan dan latihan yang panjang sebelum menjadi prajurit tentara. Setelah menjadi prajurit tentara, mereka diterjunkan kemedan perang dengan bertaruh nyawa. Sedangkan para pejabat pemerintahan, setelah lulus pendidikan dan mendapat gelar sarjana, mereka dapat mengikuti segala ujian pejabat pemerintahan. Ketika mereka berhasil lulus, mereka bisa langsung bekerja di pemerintahan.


Selain itu, perbedaan yang paling mencolok adalah masalah pengangkatan atau kenaikan jabatan. Para pejabat pemerintahan butuh proses yang panjang agar bisa naik jabatan, sedangkan para pejabat militer tidak membutuhkan proses yang lama dan panjang. Apabila mereka menang di pertempuran, yang mulia kaisar dengan kemurahan hatinya akan menganugerahi mereka kenaikan pangkat dan jabatan serta kenaikan gaji dan beberapa upeti hadiah akan di terima untuk jasa mereka.


Melihat hal ini, orang - orang bodoh pun dapat mengambil kesimpulan bahwa para putri pejabat itu jelas mencari mati. Terlebih lagi ada beberapa penduduk yang menambahkan rumor tersebut dengan mengatakan bahwa yang mengganggu dan mengusik putri jendral Holing adalah para putri pejabat yang kemarin sore menghadangnya di kedai mie yang terkenal di ibukota MingQi.


Karena rumor tersebut semakin panas di perbincangkan para penduduk MingQi hingga sampai pada telinga para pejabat. Bahkan rumor itu entah dari mana bermula, ternyata telah memasuki istana.


Para pejabat yang putrinya bersangkutan dengan rumor tersebut hanya mampu menahan malu ketika para perdana mentri dan pejabat lain menatap mereka dengan berbagaimacam tatapan. Beberapa dari mereka menatap mereka dengan tatapan mencemoh, selebihnya mereka menatap mereka dengan tatapan kasihan dan juga iba.


Baik pejabat Li dan pejabat lain yang putrinya juga menciptakan perkara dan masalah untuk mereka, yang perlu mereka lakukan saat ini adalah segera memohon maaf pada keluarga Feng akan masalah ini. Jika mereka ingin lepas dari bayang - bayang rasa takut dan cemas akan sosok jendral Holing yang tak akan melepaskan mereka dengan mudah apabila tak segera menyelesaikan mesalah tersebut.


.


.


.


Disisi lain, tepatnya dipavilium Lan dibagian barat kediaman keluarga Feng. Ai tengah berguling - guling di atas peraduannya. Tak ada yang dapat ia lakukan. Ai sudah membaca setumpuk buku yang Guang bawa dari perpustakaan yang ada di kediaman Feng saking malasnya Ai beranjak dari kamarnya, ia juga sudah melukis guna menghilangkan rasa bosan yang melandanya setelah membaca. Namun, setelah melakukan dua kegiatan tersebut, rasa bosan yang Ai rasakan tak kunjung hilang.


Ingin rasanya Ai tidur siang saja untuk menghilangkan rasa bosan yang ia rasakan, namun kedua matanya bahkan sangat sulit untuk terpejam. Saat ini yang dapat Ai lakukan hanya berguling - guling tidak jelas di atas peraduannya seraya berharap rasa bosan itu  segera hilang.


Namun sayang, seberapa banyak pun Ai menguling tubuhnya, rasa bosan itu seakan enggan hilang. Dengan kesal Ai beranjak bangun dari peraduannya dengan rambut yang berantakan. Ai turun dari peraduannya melangkah keluar dari kamarnya. Ia tidak bisa hanya berdiam diri dikamarnya, karena semakin ia tetap bertahan disana tanpa melakukan apa - apa, semakin rasa malas dan bosan itu menghampiri dan melekat padanya.


"Haruskah aku berjalan - jalan di hutan untuk mengusir rasa bosan yang kurasakan?" Ai mulai bermenolog dan menayai dirinya sendiri

__ADS_1


"Mungkin tidak ada salahnya. Siapa tahu, aku bisa bertemu kembali dengan pemuda yang selalu mengusik pikiranku"


.


.


.


Pintu utama pavilium Lan terbuka, perlahan sosok Ai berbalut hanfu berwarna pastel dengan mantel bulu rubah coklat melangkah keluar.


Walaupun langit siang ini nampak cerah, namun hawa dingin musim salju mulai menyapa dan menyapu permukaan kulit sehingga menghantarkan rasa dingin yang menusuk hingga tulang. Bersyukur Ai terdampar dan terperangkap dalam masa lalu di dalam keluarga yang berkecukupan, hidupnya jelas tidaklah jauh beda dengan kehidupannya di masa depan dimana semua keperluan dan kebutuhannya dapat di penuhi dengan mudah.


Ai tak mampu membayangkan jika ia kembali ke masa lalu dalam keadaan tak bercukupan. Walaupun ia selalu dituntut untuk mandiri di masa depan, melihat kondisi di masa lalu yang jelas sangat jauh berbeda. Angka kemiskinan di ibukota MingQi yang masih terbilang sangat besar sangat banding terbalik dengan angka kemiskinan dan pengangguran di masa depan.


Jika ia terlahir dari keluarga tak bercukupan di masa lalu ini, Ai tak yakin jika ia mampu makan enak dan mengenakan pakaian yang terbuat dari kain - kain sutra berkualitas yang sangat nyaman dan hangat seperti yang ia pakai saat ini.


Saat Ai masih merenungkan masalah kehidupannya dimasa lalu, tiba - tiba saja Guang datang dengan wajah datar yang sering ia perlihatkan setiap hari. Jujur saja Ai penasaran dengan sosok pengawal pribadinya. Tidak kah ia memiliki ekspresi lain selain menampilkan wajah datar?


Walaupun kemari Ai sempat melihat pengawalnya itu terkejut dengan aksi pertahanannya yang membanting nona muda yang mengganggunya melalui ekor matanya, Ai sungguh penasaran dengan ekspresi senang dan bahagia Guang. Akankah kadar ketampanannya bertambah? Atau pesonanya semakin menguar hingga membuat beberapa nona muda di ibukota MingQi akan melirik padanya dengan tatapan penuh minat.


"Nona Ai"


Ai tersentak dari lamunannya, ia lantas menoleh dan menatap Guang yang baru saja memanggilnya entah sudah keberapa kalinya.


"Ada apa kakak Guang?" Tanya Ai


Akhir - akhir ini, Ai mulai mengubah panggilannya kepada orang - orang terdekatnya. Salah satunya memanggil 'Kakak' kepada Guang dan Di Yu yang umurnya lebih tua darinya, juga memanggil kepala pelayan Zhong dengan panggilan paman.


"Tuan muda Qiang berpesan agar anda tidak keluar kediaman hari ini. Suasana di ibukota MingQi saat ini tengah hangat membicarakan anda. Tuan muda khawatir akan ada orang - orang lain yang juga ingin menganggu dan mencelakai anda" jelas Guang yang menyampaikan amanat tuan mudanya sebelum tuan mudanya itu pergi menuju kantor kementrian hukum dan militer untuk beberapa urusan.


"Ah.. ini sangat menyebalkan. Padahal aku baru saja ingin mencari udara segar!" Keluh Ai


"Semua ini juga kebaikan anda nona" balas Guang yang membuat Ai menghembuskan nafas pelan.


"Dimana Kakak Di Yu?" Tanya Ai yang menyadari pengawal yang diutus oleh kerajaan Ming Qi tak bersama dengan Guang.

__ADS_1


"Ah, hari ini Di Yu sedang menemani nyonya menghadiri undangan minum teh dari nyonya kediaman Lim" jawab Guang yang membuat Ai mengangguk mengerti.


"Jika aku tak di izinkan keluar, lantas apa yang akan ku kerjakan disini? Aku bosan dirumah. Semua buku yang kakak Guang bawakan sudah selesai aku baca!" Keluh Ai yang membuat Guang menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena bingung ingin memberi saran apa pada nonanya untuk menghabiskan waktunya hari ini dikediaman Feng.


"Bagaimana jika nona menghabiskan waktu menyulam atau memasak" saran Guang yang langsung membuat Ai mendengus.


"Tetap saja itu pekerjaan yang melelahkan dan membosankan. Tak bisakah kakak Guang memberi saran yang lebih baik dari dua hal itu?" Tanya Ai dengan wajah ditekuk masam.


.


.


.


Disisi lain, tepatnya di kediaman pejabat militer Lim. Fan Hua tengah bercengkrama dengan para nyonya - nyonya pejabat militer dari berbagai keluarga dan status bangsawa, kedudukan dan derajat yang berbeda - beda.


Fan Hua tetap berbaur dengan mereka walaupun ia merupakan istri dari seorang jendral terhormat yang di segani. Tak ada raut tak suka ataupun raut wajah angkuh dan sombong seperti kebanyakan nyonya bangsawan lainnya yang memiliki seorang suami dengan jabatan dan status yang tinggi. Fan Hua tak seperti itu. Ia tak pernah memandang rendah semua orang hanya karena status, derajat ataupun kedudukan mereka. Karena bagi Fan Hua, semua orang sama. Hanya takdir mereka yang berbeda.


"Nyonya Feng,  saya dengar putri para pejabat pemerintahan mengusik dan mengganggu putri anda, apakah itu benar?" Tanya nyonya kediaman Qi, yang merupakan istri seorang wakil jendral.


"Ai'er tak mengatakan atau memberitahukan hal yang ia alami pada kami adalah hal yang benar seperti rumor yang menyebar. Kami hanya mendengarnya dari pengawal pribadi Ai'er. Dan setelah menyelidikinya, rumor yang menyebar di MingQi  bukanlah kabar burung opini yang semua orang mampu ciptakan. Apa yang Ai'er alami adalah hal yang benar. Hal ini membuat tuan (jendral Holing) merasa marah!" Jawab Fan Hua.


Dari perkataan Fan Hua, mereka para istri pejabat militer dapat menangkap nada marah dan tidak suka dari Fan Hua. Selain itu, ekspresi Fan Hua yang berubah 180 derajat menjadi lebih dingin yang jelas berhasil membuat mereka paham bahwa keluarga Feng benar - benar sangat marah saat salah satu keluarganya terusik. Terlebih lagi setau mereka, Feng Ru Ai merupakan anak kesayangan jendral Holing. Mereka yakin, salah satu jendral besar MingQi itu tak akan memaafkan putri para pejabat yang mengusik putrinya dengan mudah.


.


.


.


.


.


TBC

__ADS_1


24 November 2019


__ADS_2