
Saat hendak menanyakan informasi yang Guang sampaikan padanya, Ai malah menghentikan langkahnya secara mendadak saat melihat sosok pemuda yang dirindukannya berdiri dibelakang kedua orang tuanya.
"Putra mahkota Rui"
Bukan hanya Ai yang terkejut dengan calon pewaris takhta kerajaan MingQi yang bertandang di kediaman mereka. Tapi juga dengan jendral Holing dan Fan Hua. Saat keduanya berbalik, mereka cukup terkejut dengan kehadiran putra mahkota Rui yang merupakan kandidat calon pengantin pria yang akan di nikahkan dengan Ai melalui dikrit.
Jendral Holing mengerjap beberapa saat, ia lantas mengumpulkan kesadarannya sebelum menghampiri putra mahkota Rui dan mengajaknya masuk dan berbincang di pavilium utama kediaman Feng. Sedangkan Ai masih tertengun di tempatnya, ia sangat terkejut hingga tak menyadari jika jendral Holing dan putra mahkota Rui telah berlalu melewatinya menuju pavilium utama. Namun suara ibunya berhasil menyentaknya sehingga kesadarannya terkumpul secara paksa.
"Kembalilah ke kediaman Lan terlebih dahulu Ai'er. Ibu dan ayah akan memberi tahumu keputusan kami nantinya, tapi tentu saja kami akan berusaha mendiskusikannya denganmu terlebih dahulu" kata Fan Hua sambil lalu.
Ai mengerjap beberapa kali sebelum menghembuskan nafas berat. Ia lantas berbalik melangkah kembali menuju kediamanannya seperti perintah ibunya.
.
.
.
Disisi lain, tepatnya di pavilium utama kediaman Feng. Nampak Jendral Holing mengajak putra mahkota Rui untuk mengobrol di gasebo tengah pavilium utama. Pavilium utama milik keluarga Feng berbentuk segi empat dengan taman kecil yang berada di tengah.
Bangunan depan pavilium depan merupakan aula utama keluarga Feng, sedangkan untuk bangunan sisi kanan merupakan ruang kerja jendral Holing, bangunan sisi belakang merupakan kamar tidur jendral Holing dan Fan Hua dan untuk bangunan di sisi kiri merupakan ruang makan.
"Seharusnya jendral ini menjamu anda dengan layak dan benar. Bukan seperti sekarang ini" ucap jendral Holing yang merasa kurang nyaman dan juga menyesal karena menyambut sang pewaris takhta kerajaan MingQi dengan begitu sederhana.
"Jendral Holing tak perlu merasa bersalah. Ini salah Ben Gong yang datang tanpa pemberitahuan lebih dahulu" balas putra mahkota Rui seraya menghibur jendral Holing
Setelah apa yang dikatakan putra mahkota Rui, baik jendral Holing maupun putra mahkota Rui sama - sama bungkam. Suasana hening kini menyelimuti mereka berdua. Sebab keduanya sibuk dengan pikiran mereka masing - masing.
__ADS_1
Waktu terus berlalu, namun keheningan masih menyilimuti mereka. Tak ada yang bersuara, bahkan tak ada yang lebih dulu ingin memulai. Jendral Holing sibuk berpikir dan terus menduga - duga alasan dan tujuan kedatangan putra mahkota Rui, sedangkan putra mahkota Rui tengah berpikir keras mencari kata dan menyusun kalimat yang baik sebelum mengungkapakan tujuannya ke kediaman Feng.
Telalu lama mereka saling berdiam diri. Terlalu banyak pula waktu yang terbuang sia - sia. Putra mahkota Rui awalnya ingin menyelesaikan semuanya dengan cepat. Namun setelah berhadapan dengan jendral Holing, semua kalimat dan kata yang telah ia susun dengan baik seketika lenyap. Kepercayaan dirinya kini hilang tergantikan dengan perasaan gugup luar biasa.
Ini adalah kali pertamanya ia datang secara langsung menghadap pada ayah dari gadis yang ia sukai. Ini kali pertamanya ia merasakan gugup dan khawatir apabila melakukan hal salah dan membuat citra dan kesan pertama dihadapan calon mertuanya kelak buruk. Ini juga kali pertamannya ia berhadapan dengan jendral besar yang di segani di ibukota MingQi secara pribadi.
Hembusan nafas berat jendral Holing menyentak putra mahkota Rui yang terlalu berlarut dalam pikirannya. Perhatiannya kini teralih sepenuhnya pada wajah tegas jendral Holing yang seketika membuatnya merasa haus.
Putra mahkota Rui segera menyambar cangkir porselen berisi teh bunga krisan seraya membasahi tenggorokannya yang terasa kering. Segala pergerakannya tak pernah lepas dari pengamatan jendral Holing yang berusaha sekuat tenaga untuk tidak tertawa. Melihat kegugupan dan ketakutan yang putra mahkota Rui pancarkan mengingatkannya saat pertama kali datang melamar Fan Hua pada kedua orang tua istrinya. Segala tindakan dan gerak gerik yang di perlihatkan putra mahkota Rui mengingatkan tentang dirinya di saat muda.
Jendral Holing segera mengenyahkan pikirannya yang kembali bernostalgia ke masa muda, ia menyadarkan dirinya untuk segera membahas alasan dan tujuan putra mahkota Rui datang ke kediamannya.
"Jendral ini tidak tahu ada alasan apa sehingga yang mulia putra mahkota Rui bahkan datang menginjakan kakinya kemari" ucap jendral Holing terus terang yang membuat putra mahkota Rui merasa tersindir karena memang sebelum - sebelumnya ia tidak pernah dekat dengan pejabat manapun di kerajaan MingQi.
Putra mahkota Rui jelas merasa kesal. Namun kekesalannya ia tahan karena tak ingin merusak penilaian dan kesan pertama jendral Holing tentangnya, juga karena pada dasarnya apa yang dikatakan jendral Holing memang benar.
"Anda pasti tau sendiri jika jendral ini tidak akan melepaskan putrinya dengan mudah pada pemuda manapun. Lalu apa yang bisa anda janjikan bahwa apa yang anda katakan adalah hal yang benar dan dapat di percaya?"
.
.
.
"Ben Gong tahu, bagi jendral Holing, Ai adalah segalanya bagi jendral. Tapi perlu jendral tahu, Ai juga segalanya untuk Ben Gong" tukas putra mahkota Rui
"Ben Gong tidak bisa berjanji akan membahagiakan Ai setiap hari, karena jendral pasti tahu kesedihan tak lupa menyapa. Masalah dan perbedaan pendapat kadang kala datang menjadi lika liku dalam sebuah huhungan. Akan tetapi Ben Gong akan menjamin Ai tak akan pernah kekurangan cinta dan kasih sayang sama sekali. Dan juga jika jendral dan nyonya Feng khawatirkan masalah wanita lain, jendral dan nyonya Feng tak perlu mengkhawatirkan hal itu. Ben Gong sangat mencintai Ai hingga tak pernah terbesit dalam pikiran dan juga benak Ben Gong untuk menambah"
__ADS_1
"Cukup Ai. Dan hanya ia yang akan menjadi satu - satunya. Tidak ada yang bisa memasuki hati Ben Gong selain Ai. Putri jendral begitu berharga sehingga Ben Gong pun memperlakukannya dengan begitu istimewa. Terlebih lagi tidak ada alasan untuk Ben Gong membagi cinta dan kasih sayang Ben Gong dengan wanita lain. Tak ada yang seberani dan setangguh Ai, bagaimana ia menyelamatkan Ben Gong dari mara bahaya, bagaimana ia mengorbankan dirinya sudah lebih dari cukup menyentuh hati Ben Gong. Ben Gong tak akan menggeser Ai demi wanita yang hanya ingin mengejar ambisi, kekuasaan dan kekayaan. Dan jendral hanya perlu memegang perkataan Ben Gong bahwa Ben Gong akan selalu membuat putri anda dicintai dengan sepenuh hati dan hanya akan menjadi satu - satunya wanita Ben Gong" tegas putra mahkota Rui mengakhiri penjelasannya masih dengan nada yang sama.
Jendral Holing cukup tertengun dengan jawaban putra mahkota Rui. Ia seakan ditarik paksa pada masa mudanya dimana ia juga tak mampu menjanjikan Fan Hua akan selalu bahagia bersamanya karena akan selalu ada namanya kesedihan, ujian, masalah dan perbedaan pendapat yang akan menyapa mereka. Namun ia berjanji akan menjadikan Fan Hua satu - satunya wanitanya, suka duka tetap bersama, dan ia juga berjanji akan membuat istrinya tetap tersenyum dan nyaman berada disisinya.
Selama ini ia selalu memegang janjinya. Cintanya pada Fan Hua bahkan belum pudar. Mereka bahkan telah memiliki dua buah hati yang rupawan dan cantik. Halaman kediaman Feng mereka bersih dari selir ataupun pelayan yang melayaninya di peraduan.
Jendral Holing menatap putra mahkota Rui dengan tatapan dalam. Pancaran mata putra mahkota Rui menunjukan kesungguhan. Ia sangat serius dengan perkataannya walaupun tubuhnya nampak sedikit gemetar. Tapi berusaha ia tutupi kegugupannya.
Entah hanya perasaannya, jendral Holing seakan menangkap dirinya saat masih muda ada pada diri putra mahkota Rui. Ia seakan melihat dirinya yang masih seorang prajurit tingkat menegah meminta putri dari jendral batalionnya. Jendral Holing menggelengkan kepalanya, ia berusaha mengenyahkan pikirannya yang kembali bernostalgia di masa - masa ia melamar Fan Hua.
Jendral Holing mendesah "anda pasti tahu, kami bukanlah pejabat yang berambisi dengan kekuasaan?" Tanya jendral Holing yang di angguki putra mahkota Rui yang sangat tahu hal itu.
"Karena Ben Gong tahu tidak mudah melamar putri anda secara sukarela, maka dari itu Ben Gong meminta Ayahanda kaisar menurunkan dikrit pernikahan dengan putri jendral. Maaf jika permintaan Ben Gong terkesan licik bagi jendral. Tapi tak ada yang bisa Ben Gong lakukan selain melakukan hal ini. Ben Gong terlalu mencintai Ai hingga melakukan hal serendah ini" jawab putra mahkota Rui menunduk menyesali permintaannya pada kaisar Wei. Tapi tak ada yang bisa ia lakukan selain ini. Terlebih keluarga Feng tak memiliki ambisi mengenai kekuasaan dan hal itulah yang membuat jarak dan juga pembatas untuk mereka.
Jendral Holing mendesah, ia lalu berkata "anda juga pasti tahu bahwa kami adalah abdi yang sudah bersumpah setia atas nama kerajaan MingQi?" Tanya jendral Holing lagi yang langsung di angguki putra mahkota Rui dengan kepala yang masih tertunduk "jika anda sudah mengetahui hal itu. Anda pasti tahu bahwa tak ada pilihan ataupun penyelesaian lain lagi bagi kami selain menerima anugerah pernikahan itu" tambah jendral Holing yang spontan membuat kepala putra mahkota Rui mendongak saking tidak percayanya dengan pendengarannya.
.
.
.
.
.
TBC
__ADS_1
23 Desember 2019