
...Permasalahan yang ada bukan untuk memberi luka, tetapi memberimu kesempatan untuk berdamai dengan yang terjadi dalam hidupmu dan menjadi dewasa dari cara pikir maupun tindakan. Permasalahan yang ada bukan untuk ditangisi, tetapi berjuang dan mencari cara agar permasalahan itu layak untuk kita hempaskan, dan membuat hidup kita berguna....
(Fionita)
...****************...
Malam harinya Nita mendengar bahwa Papanya telah pulang, ia bergegas turun menyambutnya dan ingin membicarakan masalah tersebut.
"Papa". Panggil Nita dengan nada cerianya.
"Waalaikumsalam, anak kesayangan Papa". Mendengar hal tersebut Nita hanya cengengesan dan mengulangi sapaannya
"Assalamualaikum papa kesayangan Nita". Mendengar hal tersebut Papa Nita hanya geleng geleng kepala.
Ariska yang melihat Papa dan anak itu hanya mendengus.
"Lebih baik Papa membersihkan diri dulu dan Nita sayang bantu Mama mu ini menyiapkan makan malam" Sahut Ariska
"Ok Mama sayang". Ucap mereka bersamaan.
Setelah mereka makan malam bersama, Nita membicarakan keputusannya untuk pindah sekolah.
"Pap, Nita mau bicara". Dengan keraguan Nita mengungkapkan keputusannya itu.
Mendengar hal tersebut, Papa Nita awalnya tidak percaya dengan keinginan anaknya itu.
"Apa Papa tidak salah dengar dengan apa yang kamu bicarakan itu?" Tanya Papa Nita
Nita menjawab dengan yakin bahwa keputusannya untuk pindah sekolah merupakan hal yang mutlak.
"Aku sangat yakin Pa, aku mulai bosan di sekolah itu. Aku ingin mencari suasana baru". Jawab Nita kembali mengutarakan alasannya, agar Sang Papa menyetujui keputusannya itu.
"Baiklah, tapi kamu tidak boleh menyesal dengan keputusanmu itu. Papa akan mengurus semuanya besok. Jadi besok kamu tidak perlu lagi kesekolah, karena kamu tau kan kalau Papa mu ini bisa mengurusnya dengan cepat."
"Iya Papa ku sayang, thank you so much, i love you more... Pokoknya Papa yang terbaik." Jawab Nita dengan sangat bahagia.
"Oh iya sayang, kapan kamu pamit dengan temanmu. Kan sebentar lagi kamu pindah sekolah. Apakah mereka tidak mencarimu kalau kamu pindah tanpa memberitahukan kepada mereka." Ariska tiba tiba menimpali dan memberikan pendapat pada anaknya Nita
__ADS_1
"Oh iya iya Ma, Besok dehh aku kesekolah untuk terakhir kalinya dan berpamitan kepada mereka." Nita menganggukkan kepalanya dan berpikir "Lagian hanya Mahyra sahabatku di sekolah, lebih baik besok aku memberitahukannya, walau bagaimana pun, hanya dia yang peduli padaku, dia sahabat ku satu satunya".
Keesokan paginya Nita berangkat kesekolah ditemani dengan sopirnya, ia mulai berpikir bagaimana caranya memberitahukan ke Mahyra tanpa membuatnya marah, dan pastinya ia sangat sedih mengetahui hal tersebut.
"Bodoh amat dahh, karena ini keputusan yang kubuat demi kebaikan semuanya." Batin Nita
Sesampainya disekolah Nita mencari Mahyra untuk memberitahukan sekaligus untuk berpamitan, karena Nita sengaja kesekolah hanya untuk berpamitan ke Mahyra.
"Assalamualaikum Ra." Ucap Nita
"Waalakumsalam Nit" Jawab Mahyra
"Ra, gue mau ngomong sesuatu ke elo, dan gue nggak bisa menundanya lagi." Nita yang langsung to the point ke Mahyra
"Ada apa Nit, Bikin gue penasaran Ajha." jawab Mahyra dengan muka penasarannya.
"Jadi gini..." Nita menjeda kalimatnya
"Gue mau ngomong yang penting, tapi lo harus janji jangan marah dan jangan mutusin persahabatan kita."
"Iya, lo ngomong aja, gue janji nggak marah sama lo." Jawab Mahyra dengan mantap
"Ngomong nggak lo, kalau lo nggak ngomong gue pergi nihh, dari tadi muter muter mulu kalau ngomong, seperti komedi puter ajha. Emang lo nggak pusing muter muter mulu?" Mahyra sambil menahan emosinya.
"Iya iya ra, gue hanya bilang bahwa hari ini gue resmi keluar dari sekolah ini. Bokap gue udah ngurus semuanya, dan besok gue nggak akan sekolah disini lagi" Nita berkata dengan satu tarikan napas.
Mendengar hal itu Mahyra tercengang "Nit bentar dehh lo tadi ngomong apa? gue dengarnya nggak jelas."
Nita dengan wajah sedihnya mengatakan "Gue mau keluar dari sekolah ini Ra."
"Seruis lo Nit, jangan bercanda dehh.. ini nggak lucu tau nggak!" Mahyra dengan sedikit membentak
"Gue serius Ra, sekarang Bokap gue ada disekolah ini mengurus kepindahan sekolah gue." Nita menahan tangisnya, ia tak sanggup melihat wajah sahabatnya.
Mahyra terdiam dan menangis tanpa mengatakan apapun.
"Ra gue mohon sama lo, ngomong sesuatu jangan kayak gini, kita hanya nggak satu sekolah, kita masih bisa berkomunikasi, kita bisa buat janjian untuk keluar bareng, lo masih bisa kerumah gue, dan gue oun masih bisa kerumah lo." Ucap Nita panjang lebar.
__ADS_1
"Tapi kenapa Nit, kenapa lo tiba tiba pindah sekolah? kenapa dadakan gini sih?." Ucap Mahyra dengan nada kecewa.
"Sorry Ra, gue sudah memikirkan semuanya, keputusan gue sudah bulat, lagipula Nyokap dan Bokap gue sudah setuju, dan Bokap gue mungkin sudah mengurus semuanya."
"Nit, lo cerita deh sama gue kenapa tiba lo pindah sekolah? apa gara gara masalah kakak lo?"
Mendengar hal itu, Nita terdiam lama dengan wajah tertunduk. Dia tidak tau bagaimana cara menjelaskan ke Mahyra, dia tidak tau bagaimana cara menjelaskan ke Mahyra.
Melihat Nita terdiam cukup lama, Mahyra langsung menduga bahwa Nita pindah sekolah ada hubungan dengan kakaknya.
Tiba tiba Mahyra juga terdiam memikirkan kepindahan Nita yang mendadak. "Apa Nita malu dengan masalah keluarganya saat ini, apalagi siswa disini selalu memojokkan Nita, mungkin Nita sudah capek di bully terus menerus, Yaudah kalau gini ceritanya lebih baik gue setuju aja."
Mereka terdiam sangat lama, hingga Mahyra bersuara "Nit gue nggak apa apa kok kalau elo mau pindah sekolah, mungkin lo nggak nyaman disekolah ini, apalagi sifat siswa di sekolah ini makin menjadi jadi ke lo, pasti lo capek banget yahh, pasti lo tertekan banget ngehadepin semuanya. gue nggak bisa apa bantu lo ketika siswa ngatain lo." Mahyra sambil terisak
Mendengar ucapan Mahyra, Nita langsung menengadahkan kepalanya melihat Mahyra yang terisak. Nita berdiri dan memeluk sahabatnya itu.
"Ra, gue tau lo paling mengerti gue, walaupun gue pindah sekolah dan bertemu banyak teman nantinya, tetap lo dihati gue, sahabat terbaik gue."
"Nit gue akan selalu ada buat lo, walaupun kita nggak bareng lagi di sekolah, tapi diluar sekolah kita masih bisa bersama. Sering sering yahh hubungin gue, sahabat kita tetap berlanjut kan? lo nggak akan menggantikan gue kan?" Mahyra sambil bercanda
"Tetap sahabat, walau rintangan didepan kita hadapi bersama, always your my best friend forever. Always you." Ucap Mahyra dan Nita bersamaan dan saling berpelukan.
"Nit lo nggak akan lupain gue kan?"
" Nit apapun itu baik kabar baik, kabar buruk, kamu punya masalah please, lo cerita sama gue, gue nggak mau orang lain tahu lebih dulu daripada gue."
" You too.. Kita saling berbagi yahh, walaupun nggak kesekolah bareng lagi. kita harus selalu berbagi cerita".
"Gue balik ya Ra belajar yang rajin." Ucap Nita
...****************...
ย TBC
Ditunggu sarannya!!
vote and comment yaa ๐๐๐
__ADS_1
Jangan lupa follow๐
Let's reading next part๐