FIONITA

FIONITA
Bab 3 Kemarahan Anggoro


__ADS_3

Seminggu kemudian...


Anggoro pulang dari tugas kantornya. Dia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumahnya, dia langsung masuk rumahnya dan menghampiri Nita dan Ariska yang sedang makan.




"Assalamualaikum" Anggoro menghampiri Nita dan Ariskabdimeja makan.



"Wa'alaikumsalam" Nita dan Ariska menjawab salam Anggoro.



" Ayah!!" Nita berlari memeluk Anggoro.



"Ayah oleh oleh nya mana?"



"Ini dia coklat kesukaan Nita"



"Makasih Ayah" Walaupun sebenarnya Nita bisa membelinya sendiri tapi Nita bahagia karena, Anggoro jarang memberinya oleh oleh.



"Wah makanannya terlihat lezat banget Nit!!"



"Iy dong Yah ini kan masakan Mama" Anna melirik Ariska.



Saat ketiganya berbincang-bincang, mereka dikagetkan dengan kedatangan Anna



"Assalamu'alaikum" Anna masuk dengan memberi salam.



" Wa'alaikumussalam" Mereka membalikkan badan melihat wanita yang berjalan melewati meraka siapa lagi kalau bukan anna.



" Anna mari makan bersama, jarang loh kita bisa makan lengkap gini." Namun Anna tidak menoleh sedikit pun Dia berjalan menuju kamarnya.



" Kak Anna jarang loh kita bisa makan bareng Ayah!!" Anna berhenti dan berbalik sejenak menampakkan senyum yang sinis dan kembali berjalan.



"Anna sini! Ayah mau bicara" langkah Anna terhenti.



"Iya yah, Anna simpan tas dulu dikamar"



" Gak usah Anna, sini Ayah mau bicara!!" Volume suaranya meninggi.



"Yah nanti saja makan dulu" Ariska menahan Anggoro, tapi Anggoro menuju tempat Anna berdiri dan Anna ketakutan dan tak ada lagi senyum sinis diwajahnya.



"Ayah biarkan Anna kekamarnya dulu" Ariska menahan Anggoro, tapi Anggoro tidak menggubrisnya, sedangkan Nita tetap melanjutkan makan tanpa menghiraukan Anggoro yang marah, karena Nita tahu Ayahnya memang sering marah kepada Anna.



"Apakah Mas Anggoro sudah tau yang orang menghamili Anna? " Batin Ariska



"Ma jangan cegah Ayah untuk bicara dengan Anna, Ayah sudah sangat geram dengan perilakunya, dia hanya bisa mempermalukan keluarga kita" Dengan kesal Anggoro menjawab Ariska.



Anggoro sampai dihadapan Anna



"Anna siapa Ayah dari anak yang kamu kandung?" bentak Anggoro kepada Anna. Nita tersedak kaget mendengar perkataan Anggoro.



"Yah..."Anggoro memotong "Jawab dengan jujur!!" Kembali membentak Anna.



"Kak Anna kenapa? Apa yang barusan Ayah bilang Ma? apakah itu benar?" Nita yang cerewet itu terus bertanya kepada Mamanya.



"IYA APA YANG KAMU DENGAR ITU BENAR, KAKAKMU TELAH MEMPERMALUKAN AYAH DAN MAMA" Anggoro membuat ketiga wanita itu ketakutan dengan volume suara yang mungkin sudah terdengar tetangganya. Seketika suasana hening dan Anna sudah tidak bisa membendung air matanya.



Nita melihat ibunya yang kesakitan memegang dada bagian kirinya. Ariska memang memiliki riwayat penyakit jantung, dan baru seminggu keluar dari rumah sakit.



" Ma... Mama" Teriak Nita, seketika semua menatap Nita



"Nita bawa Mama kamu ke kamar!!"

__ADS_1



Nita menenangkan Ariska dan membawa kekamar.



" Ma... masih bisa jalan kan?" Ariska mengangguk.



Anna menunduk dihadapan Anggoro dengan tangisan yang tidak bisa ditahannya bahkan semakin bertambah.



" ANNA JAWAB AYAH SEKARANG!!" Anna menangis dan berjalan menuju kamarnya, tapi Anggoro menarik tangannya hingga Anna terjatuh tepat didepan Anggoro.



" Ahhh" lirih anna yang kesakitan.



"Anna siapa yang menghamilimu?" Anggoro menampar Anna.



"PLAAKKK!!!"



Anna memegang wajahnya dan menghapus air matanya. Masih tak ada jawaban dari anna.



" PLAAKKK!!" Anggoro kembali menampar anna akhirnya anna mulai membuka mulutnya.



"Au...Aubrey Yah" Jawab Anna dengan pelan.



"Ooh anak brengsek itu!" Anggoro semakin kesal.



" Asal kau tau, anak itu sudah pergi keluar negeri. Ibunya kemarin bilang Aubrey akan melanjutkan bisnis ayahnya disana."



"Anna kamu jangan polos banget, mau saja dibodohi, orang tuanya tidak akan pernah menerimamu dan kamu mengharapkan Aubrey?



Aubrey telah bahagia dengan karirnya" Anggoro memaki Anna.



"Maafin Anna yah, maafin Anna" Anna memeluk kaki ayahnya yang sedang berdiri didepannya.




Anna berlari kekamarnya, sedangkan Nita anak yang sangat cerewet itu hanya terdiam kaku melihat kejadian tersebut dari kamar Ariska.



"Apakah ini kejadian yang ditutupi mama dan Kak Anna dan kejadian ini membuat mama sering melamun? " Batin Nita



\*\*\*\*



Anna dikamarnya terus menangis dan mengingat perkataan ayahnya.



"Anna kamu jangan polos banget, mau saja dibodohi, orang tuanya tidak akan pernah menerimamu dan kamu mengharapkan Aubrey ? Aubrey telah bahagia dengan karirnya. "



"Apakah Aubrey seberengsek itu? Apakah dia gak akan bertangung jawab? Lalu aku harus bagaimana? Apa yang harus aku lakukan?" Pertanyaan itu terus terlintas di pikiran Anna.



Anna menelpon Aubrey tapi tak ada yang menjawab, Anna kembali menelpon Aubrey, tapi masih tak ada jawaban.



Seminggu yang lalu Anna pernah menelpon Aubrey dan memintanya bertanggung jawab dan Aubrey mengatakan bahwa dia akan kerumahnya dan menikahi Anna tapi sampai hari ini Aubrey tak pernah muncul. Anna sudah mencarinya dikampus tapi tak ada juga.



\*\*\*\*


Anna benar benar tak tahu harus bagaimana dia hanya tinggal dikamar dan keluar sesekali untuk makan.



Tring tring tring



Hp Anna berdering ada banyak chat yang masuk tapi tak ada satupun chat dari Aubrey. Anna melihat chat dari Amel satu satunya teman yang bisa dia percaya mereka sudah berteman sejak smp.



Amel


" An kamu kemana saja kok gak ngampus?"


Anna


__ADS_1


"Gue lagi sakit Mel"



Amel


"Kok gak bilang, kamu sudah absen selama seminggu loh!! Gue jadi gak punya teman curhat deh😔"



Anna 


"Gak pa pa mel, gue udah bosan kekampus, kan bisa chat kalau mau curhat doang"



Amel 


"Lo mau berhenti An?"



Anna


"Kayaknya iya Mel"



Amel 


"Apa karena Aubrey pergi ke Singapura nerusin perusahan Bapaknya? Jadi lo gak semangat kekampusnya?😆😆"



Anna kaget melihat chat Amel, dia kembali mengingat perkataan Anggoro.



Anna


"Aubrey ke singapura? Siapa yang bilang Mel?"



Amel 


"kemarin Sandy yang memberitahukan gue "



Sekarang awan mendung mulai menghampiri Anna dan mulai terlihat air dari matanya membasahi pipinya.



Anna 


"Ohh iy Mel senang bisa kenal lo"



Amel 


"Lo kenapa An? Gak lagi kesambetkan😈😈?"



"Lo cuma berhenti kuliah kan? bukan berhenti jadi sahabat gue?😠"



Anna 


"Enggaklah masa gue kesambet setan, ada ada aja mel!😅"



"Santai aja mel gue tetap sahabat lo kok"



Amel


"Kiraiin lo bakal pergi jauh an, soalnya kata kata lo kayak mau ninggalin gue gitu😃😅😄"



Anna


"Apaan sih mel 😅"



Anna mengakhiri chat nya dan menangis sejadi jadinya dan tak tau apa yang harus dia lakukan. Sekarang dia menyesali perbuatannya.



"Bodoh ! Bodoh banget sih gue sampai percaya sama si Aubrey berengsek itu" Sambil memukul mukul kepalanya.



TBC


Apakah yang terjadi dengan Anna?



Akankah Aubrey kembali dan menikah dengan Anna?



Ditunggu sarannya!!


Jangan lupa vote and comment


Follow yaa😉


Let's reading next part...😇

__ADS_1


__ADS_2