
...Duka datang tanpa diminta, kerelaan hati...
...untuk menghadapi dan keikhlasan jiwa dalam merelakan adalah hal tersulit. Ketabahan dalam bersikap di uji... mampu atau tidaknya, tergantung pada dirimu sendiri. Kepura puraan dalam menerima hanya akan menyakiti dirimu. Ungkapkan dukamu hingga hatimu merasakan keikhlasan dan ketulusan menerima....
...****************...
Pesanan mereka datang dan menikmatinya. Nita yang merasakan suasana disekelilingnya menjadi terharu. "di sekolah gue yang dulu, gue nggak pernah merasakan senyaman ini, walaupun dulu berteman dengan mereka, gue merasa pertemanan mereka hanya kemunafikan, mereka tau gue dari keluarga mana, plus prestasi gue. Mereka hanya memanfaatkan gue, ketika gue ada masalah mereka hanya bisa menghujat, tanpa peduli kesedihan gue, tapi di tempat ini, gue merasakan kenyamanan walau gue baru bertemu mereka.. mereka semua tulus. Mereka tidak tau siapa gue, bagaimana gue. mereka pun tidak menanyakan alasan gue pindah ke tempat ini, bagaimana asal usul gue... tapi dengan tangan terbuka, mereka welcome... semoga mereka tidak berubah setelah mengetahui permasalahn gue "Batin Nita
Setelah mereka makan, mereka kembali ke kelas sambil bercanda. Nita yang mendengar mereka hanya diam tersenyum dan menanggapinya hanya sesekali.
"Fio, kalau lo butuh sesuatu atau mau menanyakan sesuatu tanya ke kita saja, jangan sungkan kita kan teman sekarang. Kalau ada yang ngganggu lo, tanyakan saja ke Varel, dia jagonya kalau berkelahi, atau lo sungkan tanya aja ke gue, gue yang akan bantu lo" Ucap Resti
"Iya, and thanks mau menerima gue". Ucap Nita yang merasa terharu dengan perkataan teman barunya itu.
Sepulang sekolah Nita melihat rumahnya begitu sepi, dia mencari mamanya, tetapi tidak menemukan. Biasanya kalau jam segini ada dirumah, kok sekarang nggak ada sih.. Kak Anna juga, kan sekarang dia jarang keluar rumah, kok sekarang nggak ada, ehhh... tunggu dulu, kok pintu kamarnya terbuka, biasanya pintu kamar kakak tertutup nggak pernah terbuka." Nita bergumam
"Gue telpon Mama dulu dehh, siapa tau terjadi sesuatu, atau sakit Mama kambuh lagi." Nita terus bergumam
tutt
tutt
Panggilan tersambung, Mama Nita mengangangkat panggilan Nita.
"Nit." Jawab Ariska dengan suara pelan
__ADS_1
Mendengar hal itu, Nita menjadi panik, Kok suara Mama seperti itu sihh, tidak seperti biasanya..." Batin Nita
"Ma... mama, mama dimana? mama kok nggak ada dirumah, Kak Anna juga tidak ada.. kalian dimana sih." Tanya Nita
"Nit, mama di rumah sakit, Kakak mu.... kakakmu kritis Nit" Jawan Ariska dengan menahan tangisnya
"Ma, dengerin Nita.... Mama harus tenang, Kak Anna nggak bakalan apa apa.. Kak Anna hanya kecapean. Sekarang Mama tanya ke Nita, Mama sekarang ada di rumah sakit mana? biar Nita susulin sekarang."
"Mama sekarang ada dirumah sakit tantemu, kamu cepetan kesini, karena nggak tau harus ngapain." Jawab Ariska
"Iya Ma, Nita sekarang berangkat." Jawab Nita
Mendengar hal tersebut Nita langsung menuju ke rumah sakit dimana kakaknya dirawat. Sesampainya di rumah sakit Nita berlari mencari Mamanya. Karena tidak mengetahui dimana Mamanya berada, ia langsung menuju ke resepsionis "Permisi sus, saya mau menanyakan kakak saya." Tanya Nita dengan panik
"Maaf yah dek, nama pasien siapa?" Tanya suster
"Atas nama Annahiza sekarang berada diruang operasi." Kata Suster
"Ruang operasi sus? Oh iya sus, ruang operasinya dimana?
" Adeknya, bisa mengikuti petunjuk itu dari sini lurus aja terus naik kelantai 2, setelah itu belok ke kanan lalu terus ajha." Kata Suster
"Terimakasih Sus." Nita langsung berlari mencari keberadaan Mamanya, karena ia khawatir keadaan Mamanya akan down.
"Mama, Mama, Mama." Teriak Nita yang melihat Mamanya dan berlari memeluk mamanya.
__ADS_1
"Nita... Kamu sudah datang sayang, kakakmu didalam, entah apa yang terjadi pada kakakmu, Mama takut Nit, kakakmu kenapa napa, apalagi sekarang dia hamil. Papa mu juga dari tadi tidak bisa di hubungi. Entah apa yang terjadi sekarang... Mama takut Nit... Mama." Ucap Ariska terisak dan mengungkapkan segala isi hatinya, ia tau hanya Nita yang bisa menjadi sandarannya, walaupun usianya masih muda, tapi ia cerdas dan bisa diandalkan.
"Mama sabar yah, ini cobaan buat keluarga kita, kita masih punya Tuhan, Allah akan membantu kita Ma.Mama berdoa yahh buat Kak Anna... Sebaiknya Mama sholat dulu dehh, pasti mama belum shalat, biar aku yang jagain Kak Anna disini dan kalau ada apa apa.. aku akan segera mencari mama. Mama jangan sedih lagi yahh... Ada Allah buat kita." Nita menguatkan Mamanya
...La tahzan innallaha ma'ana...
...(Janganlah engkau bersedih sesungguhnya Allah bersama kita)...
...Q.S At - taubah ayat 40...
"Ma ingat, setiap cobaan akan ada kebahagiaan yang akan datang. Jadi Mama ku sayang jangan menangis lagi. Cukup air mata Mama keluar hari ini. Mama harus tersenyum, supaya Kakak kuat di dalam sana. Aku tau kok Kakak orang yang kuat, tidak mudah menyerah, apalagi melihat Mama yang lagi sedih, pasti kakak juga merasa sedih karena Kakak merasa dirinya membuat Mama sedih, Kakak sayang banget sama Mama. Mamaku yang kuat, yang cantik banget seperti bidadari stop nangisnya, senyum yah Ma. Mending Mama pergi wudhu terus sholat doain kakak supaya kuat, bisa bertahan demi kita." Nasehat Nita lagi ke Mamanya.
Mendengar ucapan Nita, Ariska tidak selalu sedih lagi. ia berkata kepada Nita "Terima kasih sayangku, aku tidak tau kalau tidak ada kamu, pasti Mama tidak tau harus bagaimana. Mama pergi shalat dulu yahh, jaga kakak mu, kabari Mama kalau ada apa apa. Mama pergi sebentar." Ucap Ariska
"Iya Ma, pasti aku jagain kakak, tidak perlu khawatir, Ma... Mama sudah makan? kalau belum sekalian mama makan dulu ajha yahh, supaya mama kuat buat jagain kakak." Ucap Nita lagi
Ariska hanya mengangguk dan berlalu. Dalam setiap langkahnya ia meneteskan air matanya, ia tidak sanggup dengan apa yang terjadi dengan Anna, ia berpikir "Anakku Anna yang malang, mengapa cobaan selalu menghampirimu, baru tadi pagi aku membawakanmu sarapan, kamu makan dengan lahapnya, kamu menangis dipelukan ku, kamu hanya pura pura kuat di depan kami... namun ternyata kamu sangatlah lemah, kamu tidak pernah menceritakan penderitaan mu ke Mama mu ini. Kamu bukan anak yang manja. Sejak kecil, kamu tidak pernah merepotkan Mama, selalu tersenyum, namun senyum mu membawa kepedihan di hatimu. Aku tau selama ini Papamu tidak pernah memperlihatkan kasih sayangnya ke kamu, aku tau semuanya karena itu semua salah Mama. Mama yang salah... Aku berjanji buat anakku sayang Anna, aku akan menceritakan segalanya ketika kamu sadar nanti.
...****************...
ย TBC
Ditunggu sarannya!!
vote and comment yaa ๐๐๐
__ADS_1
Jangan lupa follow๐
Let's reading next part๐