
...Kejujuran.......
...Kejujuran hanya sebuah kata yang dapat membuat mu kecewa atau membuat mu happy, Penenang hatimu yang gundah ketika kebenaran terungkap. Terasa menyakitkan, jika itu hal yang tak ingin kamu tahu tapi yang terbaik dalam hidupmu mengetahui segala kebenaran yang ada. Kamu merasa tersakiti, merasa terkhianati... tapi kamu juga harus mengetahuinya walaupun menyakitkan....
...****************...
"Cara yang terbaik untuk semua adalah membujuk Nita agar ia tidak diusir oleh Anggoro dan masa kejayaan orang tuanya sekarang berada di anak bungsunya itu." Pikir Ariska
Tok
Tok
Tok
Ariska mengetuk kamar Nita, tapi tidak ada yang menjawab dan Ariska berteriak "Nita, ini Mama sayang. Boleh Mama masuk, Mama ingin bicara sama kamu."
Sekali lagi tidak yang menjawab. Ariska mulai berpikir "Nita kemana sih? dia tidak pernah seperti ini sebelumnya, apa dia marah sama aku, jangan sampai ini terjadi. Pokoknya aku harus berhasil membujuk Nita." Ariska yang tidak sadar dengan kesalahannya.
Anggoro yang mendengar Ariska terus mengetuk pintu kamar Nita menjadi emosi, karena keributan yang Ariska lakukan. "Ketuk aja terus sampai tangan mu berdarah tidak ada yang membukanya, karena Nita sudah aku pergi dari rumah ini. Karena aku tau kau akan mengganggu anakku. Jangan harap bisa menemui Nita lagi." Teriak Anggoro
Ariska melemah dan merosot duduk dilantai mendengar perkataan Anggoro. Ia tidak punya harapan lagi..
Sebelumnya... Flashback on
Setelah pertengkaran Anggoro dan Ariska, Anggoro menghampiri Nita dikamarnya dan membujuknya untuk tinggal dirumah adiknya Anggoro atau tantenya Nita. Anggoro tahu, Ariska tidak akan bisa bertemu dengan Nita apabila ia tinggal dirumah tantenya itu, karena hubungan kedua tidak baik. Selama ini tante Nita sangat membenci Ariska karena ia mengetahui semua tabiat Ariska.
"Sayang, bukan Papa mengusirmu dari rumah ini, tapi ini demi kebaikan mu. Papa tidak mau kamu mendengar semua keburukan Mama mu itu dan itu tidak baik untuk psikismu. Lebih kamu untuk sementara waktu tinggal dirumah tantemu itu. Kalau kamu tinggal disana kamu tidak akan kesepian ada sepupu mu yang menemani mu disana." Anggoro berusaha membujuk Nita untuk tinggal sementara waktu di rumah tantenya itu.
__ADS_1
Nita mendengar dengan bijak saran dari Papanya dan menyetujui perkataan Papanya. Bukannya ia membenci mamanya, tapi ia kecewa dengan sifat Mamanya selama ini berpura pura baik pada dirinya demi dirinya sendiri. Nita yakin Mamanya sangatlah egois dan mengasihani Papanya yang harus hidup dengan keluarga toxic seperti ini. Nita bukanlah orang yang bodoh hanya saja ia terlalu percaya sama Mamanya. Sekarang ia tidak akan mudah lagi percaya pada orang.
"Baik Pa, Aku akan kerumah tante, aku akan mengemasi barang barang aku dulu." Anggoro tersenyum dan mengelus rambut Nita, mendengar jawaban Nita yang langsung menyetujuinya.
"Sekarang Papa menelpon sepupumu dulu untuk menjemputmu. Kamu lebih baik lewat pintu belakang aja supaya Mamamu tidak mengetahui keberadaan mu." Anggoro memberi saran pada Nita
"Baik Pa. Apapun keputusan Papa, Nita akan mendengarnya karena aku tahu Papa cuek selama ini pada Nita karena Papa sayang Nita. Jadi selama ini Papa selalu mengajak Nita bertemu diam diam pasti ini alasannya. Sekarang Nita sudah mengetahui segalanya. Kalau ada apa apa, bilang ya sama Nita jangan menanggungnya sendiri." Ucap Nita dengan bijak
Anggoro tersentuh dengan perkataan Nita dan langsung memeluknya.
" Papa akan selalu mendengar ucapan mu, kamu jaga diri baik baik yahh, karena Papa tidak bisa selalu mengunjungimu di rumah tantemu itu. Dengarkan tantemu karena kamu sekarang berada pada pengawasan tantemu." Ucap Anggoro
"Baik Pa, aku akan selalu jaga diri baik baik dan mendengar perkataan tante." Jawab Nita lugas
Nita yang mendapat pesan dari sepupunya, meminta isin kepada Papanya untuk segera pergi.
"Pa, Nita pergi dulu, Kak Astin sudah datang. Jaga diri baik baik dan selalu mengabari Nita apapun yang terjadi." Ucap Nita
Flashback off
Ariska tersadar dari tempatnya itu mendapat telepon dari rumah sakit.
"Halo, Ibu Ariska ini dari rumah sakit Medika Abadi mengabarkan kondisi anak ibu drop. Diharapkan ibu segera kerumah sakit." Ucap salah satu suster
Ariska segera berdiri dan berlari keluar rumah tanpa memedulikan lagi penampilan dan masalah yang baru saja terjadi, pikirannya sekarang hanya Anna. Sesampainya di rumah sakit ia langsung berlari keruangan Anna. Ia menerobos masuk tanpa memedulikan pandangan orang orang padanya.
" Anna sayang, kamu akan baik baik saja. Berjuanglah sayang hanya kamu yang Mama punya, siapa yang merawat Pangeran. Kalau tidak asa dirimu lebih baik aku mati." Ariska meraung menangis dan berteriak ke Anna
__ADS_1
"Sus, tolong buat ibunya tenang dan keluar dari ruangan ini, keadaan pasien sekarang sangat menghawatirkan. Kita harus melakukan tindakan sekarang. Kalau ada ibunya kita tidak bisa berbuat apa apa." Ucap dokter dengan menahan emosi karena perawatan yang ia lakukan terhenti gara gara Ariska menerobos masuk
Suster mencoba mengusir Ariska, tapi Ariska tetap pada pendiriannya untuk menemani Anna diruangan itu.
"Ibu mohon kerjasamanya, kalau ibu masih disini bagaimana bisa dokter merwat anak ibu. Jadi ibu mari kita keluar dulu yah bu, kalau ada apa apa pasti ibu akan dipanggil masuk."
"Aku tetap disini, aku mau menemani anakku disini ia sendiri disini, ia kesakitan sendiri. Anakku kesakitan, ia takut sendiri, kalau dia sakit pasti aku ada di dekatnya ia melarangku pergi kemana mana." Ucap Ariska dengan menangis
"Ibu tolong yahh, ini semua prosedur yang harus dilakukan. Kalau ibu tidak bisa mematuhi prosedur disini anak ibu tidak akan ditangani dokter dan bisa bisa anak ibu tidak akan selamat." Suster menjelaskan dengan sabar
Ariska masih ngotot untuk tidak keluar dari ruangan itu sehingga dokter yang menangani Anna tidak bisa lagi menahan emosi dan berkata "Ibu, Kalau ibu tidak mau keluar sekarang biar kami yang keluar sekarang, untuk apa kami mengobati pasien kalau wali pasien sendiri yang tidak mau kami mengobati pasien." Ucap dokter dengan sinis
"Dokter, kapan aku tidak mengijinkan doktet mengobati anak saya. Hanya saja saya ingin menemani anak saya disini." Ucap Ariska masih bersihkuku berada diruangan itu.
Dokter yang sudah emosi berkata "Ibu coba anak ibu dia berbaring, dia sangat lemah sekarang kalau tidak ditangani tepat waktu ia akan pergi. Ibu tidak akan melihat anak ibu lagi. Kalau itu mau ibu, baiklah kami keluar, Ibu aja uang merawat anak ibu.
Setelah dokter berkata demikian, detak jantung Anna melemah. Dokter yang melihat itu langsung menangani Anna sambil berkata "Sus tolong tarik keluar Ibu ini, paksa saja kalau suster tidak bisa panggil aja satpam sekarang."
Ariska yang linglung langsung ditarik keluar tanpa peduli lagi siapa Ariska dan Ariska hanya pasrah diseret keluar.
...****************...
TBC
Ditunggu sarannya!!
vote and comment yaa ๐๐๐
__ADS_1
Jangan lupa follow๐
Let's reading next part๐