
...Kemampuan tidak hanya dibidang akademik, jago matematika, fisika, atau dibidang olahraga. Kemampian bisa diperoleh dari apapun itu dan dimanapun. Patutlah berbangga atas kemampuan yang kamu miliki, karena kamu memperolehnya dengan usaha dan kerja keras. Mungkin kamu tidak menyadari betapa pentingnya kemampuan itu dimasa depan. Tidak perlu mengumbarnya tetapi hanya perlu menunjukkan kamu mampu dan tidak dipandang remeh orang orang yang membencimu. Jadikan dirimu berguna bagi dirimu sendiri ataupun orang orang yang membutuhkan bantuanmu....
...****************...
Nita yang sudah berada di arena menduduki motornya dan bersiap untuk mengikuti balapan. Nita yang memakai jaket hitam yang dpadukan celana hitam dan jilbab yang melengkapi penampilan girly tapi terkesan tomboy dan tak dengan helm yang sudah ada dikepalanya. Sehingga orang orang tidak dapat mengenalinya dan selama ini Nita selalu menyembunyikan identitasnya ketika berada ditempat seperti itu.
"Kak, gue bertanding dulu yahh, ingat doain gue, kalau menang pasti gue nggak akan ngelupain kakak." Ucap Nita dengan berteriak
Albert mengacungkan jempolnya, sambil berkata "Doa terbaik buat sepupu gue, jangan lupa janjimu itu."
Nita hanya mengacungkan jempolnya, dan kembali fokus pada pertandingannya.
Nita melawan 2 orang laki laki, diantaranya musuh bebuyutannya. Walaupun Nita melawan laki laki tapi kemampuannya tidak dapat dianggap remeh.
"Sebaiknya lo nyerah dehh, cewek kayak lo pantasnya main bonekaan bukan main anak cowok kayak kita." Ucap Radit
Nita hanya mendengus dan tanpa berkata apa apa.
"Sombong juga ini cewek, liat aja gue bikin lo nangis... kalau lo kalah jangan pulang mengadu ke nyokap loh." Ejek Radit
Nita yang tidak tahan dengan sikap sombong Radit melawan dengan berkata "Peduli banget sih jadi cowok, tapi gue saranin jangan ngeremehin lawan lo, mau itu laki laki maupun perempuan belum tentu lo bisa menang darinya. Kita buktiin aja siapa yang menang diantara kita. Tapi kalau lo kalah?? Gue sih berharap nanti lo pulang nggak bakalan ngadu sama nyokap lo kalau kalah dari perempuan seperti gue ini."
Radit yang mendengar perkataan Nita menjadi naik darah dan menahan amarahnya.
"Buktikan aja kalau lo mampu... kalau lo menang dari gue motor kesayangan gue ini milik lo." Ucap Radit
Nita tersenyum mendengar perkataan Radit.
"Baiklah, gue pegang omongan lo." Ucapnya
Balapan akhirnya dimulai, setelah sapu tangan jatuh kebawah peserta yang mengikuti lomba termasuk Nita melajukan motornya. Nita yang sudah terbiasa balapan, melaju dengan kecepatan rendah untuk melihat sejauh mana kemampuan lawannya.
"hhhaa, hanya segini kemampuannya, kalau gini sih gue bisa menang." Gumam Nita dan seketika melajukan motornya dengan kecepatan tinggi membuat semua orang yang menyaksikan specchless dan tidak bisa berkata apa apa.
__ADS_1
"Busseet, cepat juga ni cewek, nggak boleh diremehin." Ucap salah satu peserta balapan
"Kemampuannya memang tidak bisa diragukan, tapi gue juga nggak boleh kalah, kalau gue kalah harga diri gue hancur. Gue harus menang selama ini gue nggak pernah kalah, kecuali kalau orang itu muncul baru gue bisa dikalahkan." Ucap Radit
Nita menyeringai melihat lawannya tidak bisa berkutik. Motor I'm coming, karena ia yakin akan memenangkan motor Radit dan sejumlah uang.
Detik detik terakhir, Nita sengaja melambatkan motornya dan menunggu lawannya.
Semua penonton terheran karena ulah Nita, Nita yang memperhatikan sekitarnya mengernyit, hanya tersenyum penuh kemenangan karena itu tujuan Nita
Albert yang melihat kelakuan Nita hanya menggelengkan kepala dan tersenyum "terserah lah Nit, yang penting kamu senang dan melupakan sejenak masalah keluargamu." Albert sengaja mengajak Nita ke balapan karena ia tahu bahwa hanya dengan balapan Nita bisa melupakan sejenak permasalahannya.
Nita yang melihat lawannya mendekat ia langsung meningkatkan kecepatan motornya. Lawan yang melihatnya menjadi marah karena dianggap remeh. dan terus melajukan motor dengan harapan bisa mengalahkan Nita, walau ia tahu tidak akan menang melawan Nita karena kecerdasan Nita mengalahkan mereka.
Motor Nita melaju dan melewati garis finis, Nita menang. Ia menunggu Radit untuk mengambil hadiahnya sekaligus mematahkan kesombongannya.
Radit mendekati Nita untuk menyerahkan motornya.
" Gue suka lo, cowok memang harus memegang omongannya." Ucap Nita bangga
Albert nyamperin Nita dan melihat motor disebelah Nita, seketika ia berbinar akan kemampuan sepupunya itu.
"Selamat buat sepupu gue yang cantik ini, gue tau lo pasti menang, sepupu gue ini memang hebat dan tak diragukan lagi." Albert merayu Nita.
Nita yang mendengar ucapan Albert mengangkat alisnya sebelah, sambil berpikir "Tumben Kak Albert memuji gue. Mungkin ada maunya." Nita yang melihat motor disebelahnya langsung tahu maksud pujian sepupunya itu.
"Ini motor gue buat lo, gue tau kok kalau gue yang bawa pulang dan tante melihatnya pasti gue kena omel, tapi kalau lo, tante pasti tidak akan marah."
"Thank you kakak buat hari ini, dan traktiran gue buat lo ni motor" Nita sambil menunjuk motor di sebelahnya.
Albert mengangguk antusias, dan mengucapkan rasa terima kasihnya pada Nita.
"Tidak perlu berterima kasih, kita kan saudara. Tapi sebagai rasa syukur gue, gue akan selalu membawa lo ketempat seperti ini." Ucap Albert sambil nyengir
__ADS_1
Nita hanya mendengus, karena sudah tau niat sepupunya itu.
Albert melihat Nita mendengus, langsung menarik sepupunya itu "Mending kita pulang sekarang, ini sudah malam banget, nanti my Mama gue marah lagi, karena membawa keponakan tersayangnya kelayapan sampai larut begini."
Nita mengangguk dan menyetujui perkataan Albert "Kak, motor itu gimana? mau dibawa pulang?"
Albert melihat motornya, memanggil temannya "Lo bawa pulang motor gue."
"Sudah bereskan, kita pulang sekarang." Ajak Albert.
Sementara itu, Anggoro dan Ambar lagi berdebat dengan masalah yang menimpa keluarga kakaknya itu.
Anggoro menemui Ambar di kediamannya sekaligus melihat anaknya itu.
"Assalamualaikum Mbar, gimana kabarmu dan Nita dimana?" Ucap Anggoro
"Waalaikumsalam, semuanya baik. Kalau kamu berbicara tentang Nita, ia tidak baik baik saja. ia selalu memikirkan mu. Sebaiknya kamu menjelaskan semuanya pada Nita, ia sudah dewasa dan pasti mengerti keadaanmu sekarang dan pasti semuanya lebih mudah." Ucap Ambar
"Itu tidak mungkin, Nita belum dewasa. Ia belum mengerti semuanya. Aku tidak mau menyusahkannya. Aku mau dia tidak mengetahui semua permasalahan yang aku alami sekarang. Lebih baik ia fokus sama kehidupan remajanya dan seharusnya ia tidak menanggung semuanya." Ucap Anggoro
"Jangan pernah meremehkan Nita, ia sudah dewasa walau umurnya masih muda. Karena keadaan yang membuatnya dewasa. Selama ini ia hanya berpura pura polos dihadapan kalian dan tidak mengerti apa apa." Ambar menjelaskan ke Anggoro dan melihat mimik wajahnya.
...****************...
TBC
Ditunggu sarannya!!
vote and comment yaa ๐๐๐
Jangan lupa follow๐
Let's reading next part๐
__ADS_1