FIONITA

FIONITA
Bab 5 Kepedulian Ariska


__ADS_3

"Masuk ke dalam yuk Ma sepertinya akan turun hujan." Anggoro melihat awan hitam menggumpal dilangit menghalangi matahari.


Hujan turun begitu deras. Ariska dan Anggoro sedang duduk diruang keluarga.


"Yah terus Anna bagaimana?"


"Ayah akan menemui Iren sekali lagi."


"Baiklah mama setuju."


****


Hari ini seperti hari biasanya Anggoro sibuk dengan pekerjaannya dan Nita si cerewet itu sedang disekolah, sekarang hanya Ariska dan Anna dirumah itu. Anna kembali mengurung dirinya dikamar.


Tok tok tok


"An... Anna!" Teriak Ariska didepan kamar Anna.


" Iy Ma...." Anna membuka pintu kamarnya.


"Mama boleh masuk?" Anna mengangguk. Santy duduk di samping Anna.


"An, kenapa gak pernah keluar kamar?"


"Anna malu Ma," ucap Anna dengan lirih.


Memperlihatkan wajah yang pucat.


"Malu sama siapa? Semua orang rumah juga sudah tau," Ucap Ariska dengan lembut.


Tak ada jawaban dari Anna.


" Anna sudah pernah coba hubungin Aubrey?"


"Iya Ma." Anna menunduk


" Aubrey bilang apa?"


"Aubrey bilang..."


"Aubrey bilang apa?"


Mata Anna mulai mengeluarkan air mata. Mengingat jawaban yang diberikan Aubrey pada saat itu.


"Aubrey menyuruhku menggugurkan kandungan Anna Ma... Dia tidak mau bertanggung jawab, Aubrey tidak akan kembali Ma," kata Anna lirih


Ariska memeluk Anna. Ia menyadari bahwa Anna sangat putus asa.


" Jangan pernah dengerin kata Aubrey! Berzina aja udah dosa apalagi kalau membunuh janin itu Anna," ucap Ariska dengan nada lembut.


"Iya Ma. Anna tidak akan mendengarkan Aubrey."


Ariska memeluk Anna.


"An, kenapa kamu bisa sampai seperti ini, Mama dan Ayah mu gak pernah ngajarin kamu! Kamu seharusnya menjaga martabat dan kehormatan keluarga An!"


" Hiks hiks hiks... maafin Anna ma, maafin Anna...." Ariska mengelus pundak Anna.


" Mulailah sholat Anna! Bertobatlah."Anna hanya menunduk mendengar nasihat Ariska.


"Hmmm, hmm...." Seseorang berdehem.


..."Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan, kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh." (QS. Maryam : 59)...


Kata Nita yang berdiri di depan pintu kamar Anna.


Anna dann Ariska membalikkan badan.


" Assalamu'alaikum wr. wb." Nita mengucapkan salam.


" Walaikumussalam Nit." Nita baru saja pulang dari sekolah.


"Wah, Anak mama makin pinter aja."


" Iya dong. Akibat sering bergaul dengan Mahyra, aku makin pintar soal agama. Nita ke kamar dulu yaa!! Kak Anna gitu dong sesekali jangan marah terus!" Nita tertawa dan berlari ke kamarnya.


Anna menghapus air matanya.


"Anna mari kita makan!!" Mereka berdua menuju ke meja makan.


"Makan yang banyak An, kamu kurusan, kalau lagi hamil itu harus banyak-banyak makan biar bayinya sehat." Ariska menambahkan makanan ke piring Anna.


" Iya Ma." Sekarang Anna mulai menerima kehamilannya.


"Meskipun Aubrey tidak mau bertanggung jawab, tapi masih ada Mama yang care sama gue." Batin Anna


"Wahh, Kak Anna banyak banget makannya nanti gendut loh!" Nita terus melihat Anna yang menurutnya terlihat aneh.


" Nit kamu jangan ganggu kakakmu yang lagi makan!"


" Nita ngapain natap gue sampai segitunya ?" Anna bertanya agak ketus.


" Hmm gak kok Kak. " Nita menunduk dan menyantap makannya.


****


"Ma, Nita mau ke toko buku dulu yaa!"


" Emang mau beli buku apa?"


"Mau beli novel Ma. Kata Mahyra ada novel terbaru."


"Jangan beli novel aja buku pelajaran juga! Nit udah sholat? "


"Udah Ma. Kalau buku pelajaran yah Nita gak perlu beli Ma, Nita udah pintar kok," Jawab Nitha sambil cengengesan.


" Mama tau kamu pintar tapi kalau beli buku pelajaran kan lebih bermanfaat dari pada novel."


"Iya iya Ma, Nita beli." Nita berpamitan dan segera berlari keluar rumah.


"Nita!!" teriak Ariska.


"Iy Ma!" berteriak dari luar.


"Oh iya gue mau naik apa ya? 


Kalau naik angkot harus nunggu lama. Naik ojol ribet harus diorder dulu, naik..."


"Nita sama siapa perginya?"


"Ehh mama, sendiri ma."

__ADS_1


"Diantar pak Iwan aja ya!"


"Ohh iy ayah kan pergi kantornya nyetir sendiri."


"Pak Iwan!" Teriak Nita memanggil Pak Iwan sopir dirumahnya.


" Iya Non?"


" Pak, antar Nita ke toko buku ya!"


" Siap Bu!"


" Awasi Pak! Kalau dia pergi pacaran beritahu saya."


"Mama apaan sih! Ayo Pak nanti Mahyra nya kelamaan nunggu."


Mereka masuk ke mobil.


"Assalamu'alakum Ma."


"Waalaikumsalam, hati hati ya!"


" Iya Maa...." Nita masuk ke dalam mobil.


"Tumben Pak Iwan gak nganter ayah?"


" Tadi Pak Iwan disuruh jaga rumah takut kalau ibu Ariska sakitnya kambuh lagi."


"Ohh"


Satu menit


Dua menit


Tiga menit


.....


Tiga puluh menit


"Pak tokoh bukunya yang didepan!" Sambil menunjuk ke arah toko buku terlihat Mahyra sudah menunggu di depan toko. Dengan penampilan syar'i nya berbeda dengan Nita yang tidak peduli dengan penampilannya.


"Bapak tunggu aja di sini Nita gak lama kok!"


Nita turun dari mobil dan menghampiri Mahyra sedangkan Pak Iwan memarkirkan mobil.


"Udah lama nunggunya?"


"Gak kok gue juga baru datang."


"Ayo masuk! kok bengong? Ada yang salah dari penampilan gue May?"


" Ada Nit," Mahyra menatap Nita seperti melihat hantu di siang bolong.


"Apa May? Baju gue?" Memperhatikan pakaian yang dia pakai.


"Bukan Nit"


"Celana gue terlalu ketat?"


Mahyra memperhatikan celana Nita.


"Hmmmm, iya juga sih celana lo agak ketat tapi bukan itu juga."


" Tumben lo diantar?"


"Ohh itu! Setelah ini kan kita mau ke cafe dulu, kalau pake angkot atau kendaraan umum lainnya kan ribet. Lo kan pake ojol ke sini."


"Iya juga sih." Mahyra cengengesan.


" Judul novelnya apa sih May?"


"Hmm....Kurang tahu juga gue."


"Lo gak tahu judulnya May?" Nita menatapku sinis.


"Iya, kan tadi di sekolah gue bilang kata Indry ada novel baru. Iya gue enggak tau lah judulnya kan belum sempat nanya, lo sih langsung ngerocos aja. May nanti kita ke toko buka ya! Ayolah! Please... May.' Lo bilang gitu kan pas tadi di sekolah."


"Gue pikir lo tahu judulnya, jadi tadi gue langsung ajak lo ke toko buku deh."


"Kita tanya penjualnya aja Nit!" Menghampiri seorang yang sedang menata buku di toko tersebut.


" Mbak ada novel baru gak?"


" Ada yang baru tapi kayaknya adek udah beli kemarin."


" Iya sih gue kemarin kesini." Menghela nafas.


" Nit jadi gak beli novelnya?"


" Gue mau liat-liat dulu kali aja ada novel yang gue suka."


" Ok deh."


"Terus lo kesini cuma mau nemanin gue beli novel?"


"Mau beli buku pelajaran Nit."


"Lo sama aja Mama gue ."


"Mama lo suruh lo beli buku pelajaran ya?"


"Iy May."


"Makanya jangan kumpulin novel mulu!"


"Iya iya, lebih baik lo pergi cari buku pelajaran, gue yang cari novel entar kalau lo udah dapat ambil dua buat gue satu!"


" Iya Nit gue ngerti kok, lo gak bisa ninggalin novel lo itu. Lebih baik lo pilihnya cepat deh nanti kelamaan loh. "


" Sipp!!"


Mahyra meninggalkan Nita dan mencari buku pelajaran di rak buku lain.


Setelah lima menit........


"Nit gue udah dapet , nih buat lo."


"Makasih May" sambil tersenyum.


"Sama-sama. Lo udah dapet gak?"

__ADS_1


"Belum nih, bantu cariin dong!"


"Sering-sering aja mintol biar gue banyak pahalanya." Sambil melihat buku novel didepannya.


"Hmm hmm hmm...."


"kenapa sih Nit?"


"Jadi lo sering bantuin gue Cuma karena mau dapat pahala, bukan karena kita teman?"


"Iyalah" jawab Mahyra dengan bercanda dan Nita menatapnya dengan sinis.


"Gak gue Cuma bercanda Nit. Jangan dianggap serius dong!"


"Iya" mereka berdua tertawa.


"Nit, lihat ini mau gak?"


"Udah punya!"


"kita ke cafe aja May!"


"Novelnya gimana?"


"Gak usah!" Menarik tangan Mahyra keluar toko buku.


"Nit.. Nitt..." berusaha melepaskan tangannya.


"Ada apa sih May?"


Brukkk


"Maaf Mbak."


"Tuh kan Nit Mbaknya jatuh"


Mereka berdua membantu orang tersebut berdiri.


" Sekali lagi maaf ya mbak."


" Iya gak papa. Tapi jangan panggil mbak, panggil tante aja!"


"Maaf tante kami sedang buru-buru"


"Iya gak papa. Perkenalkan nama tante Renata," ucap Renata sambil menjulurkan tangan.


" Saya Mahyra tan."


"Saya Nita tante Renata."


Renata melihat buku yang mereka pegang, " Wah, kalian pasti anak pinter."


Nita dan Mahyra saling menatap.


" Hmmm, tante bisa aja, "Jawab Nita agak malu.


" Kami pergi dulu tan, Assalamu'alaikum" ucap Mahyra pamit.


" Wa'alaikumussalam."


"Kita belum bayar bukunya! Tuh mbaknya lihatin kita." ucap Mahyra mengingatkan Nita. Renata tertawa melihat Mahyra dan Nita.


"Astagfirullah"


"Maaf Mbak. "


"Ini Mbak uangnya!"


Mereka berdua keluar dari toko tersebut.


"Astagfirullah!"


"Ada apa Nit ?"


"Supir gue...! Kita berapa jam cari bukunya."


"Gak lama kok Cuma satu jam."


"Non, mobilnya disana!" Ucap Pak Iwan dibelakang Nita dan Mahyra.


Mereka berdua kaget


"Pak Iwan!!"


"Supir lo ada-ada aja deh Nit , gue kaget nih!"


"Bukan lo aja yang kaget gue juga"


"Maaf Non, soalnya non salah jalan mobil Non kan di sana! " sambil menunjuk mobil berwarna hitam milik Ariska.


"Tapi bapak ngomong nya jangan dari belakang dong!"


"Maaf non."


"Jangan dimarahi Nit !"


"Ok deh Bu.Ustazah!"


"Apaan sih!"


"Pak kita ke cafe yaa!"


"Okay, asiap!"


"Supir lo gaul juga Nit."


" Lo naksir ya!"


" Apaan sih Nit!"


"Udah gue Cuma bercanda kok jangan marah dong!"


Nita dan mahyra berbincang sepanjang perjalanan ke cafe.


****


 TBC


Ditunggu sarannya!!


vote and comment yaa 😇😇😇

__ADS_1


Jangan lupa follow😉


Let's reading next part😇


__ADS_2