
Pagi harinya Nita meminta isin ke sekolah, berhubung Papanya ada dirumah tantenya, jadi Ia ingin membujuk Papanya agar mengizinkan ke sekolah.
"Morning, Tanteku yang cantik." Sapa Nita
"Morning ponakan Tante, tumben sudah bangun." Jawab Ambar
"Tan, Papa semalam pulang?" Tanya Nita
"Enggak kok, Papamu semalam bermalam disini, mungkin Ia sedang bersiap siap kekantor."
"Tan, Nita ingin isin ke sekolah, sudah lama Nita nggak sekolah, masa Nita hadirnya dihari pertama aja, malu tau Tan." Nita membujuk Tantenya dengan harapan membantunya berbicara pada Papanya.
"Nit, dengerin Tante. Diluar sana belum aman buat kamu. Kalau bisa kamu home schooling aja dehh, nanti Tante bicarakan pada Papamu." Ungkap Ambar
Mendengar jawaban Tantenya menjadi lesuh dan tidak bersemangat lagi, Ia bosan berada dirumah seharian.
Ambar yang melihat keponakan menjadi tidak tega, tapi mau bagaimana lagi diluar sana tidak bagi Nita. Selama musuh Papanya masih mengancam, Ambar tidak akan mengizinkan keponakannya berkeliaran diluar. Ambar tahu bagaimana bahayanya musuh Anggoro dan Ariska juga mengancam keselamatan Nita.
Anggoro menghampiri mereka di meja makan.
"Morning sayangnya Papa, kamu kenapa? Kok mukanya lesuh." Sapa Anggoro
"Pap, Nita bosan dirumah terus, Nita pengen ke sekolah." Nita mengutarakan niatnya.
Anggoro tidak bisa berkata apa apa, dia juga tidak ingin berada disituasi seperti ini. Ia ingin anaknya bebas tanpa ada rasa khawatir berlebih, tapi itu tidak mungkin terjadi.
"Maaf sayang, untuk hari ini kamu dirumah dulu, sampai keadaannya membaik. Ini demi kamu juga Papa tidak mau kamu kenapa napa." Anggoro menjelaskan dengan hati hati agar Nita bisa memahami.
Nita lesu mendengar jawaban dari Papanya dengan langkah gontai ia pergi kekamar.
"Nit, kamu dimana?" teriak Ambar
Mendengar teriakan Ambar, Nita segera menjawab "dikamar tan"...
Ambar masuk dikamar sang ponakan
"Kamu bosan nggak? tante mau ngajakin kamu kesuatu tempat.
__ADS_1
"kemana tan?"
"kamu siap siap aja dulu. Nanti kamu juga akan tau."
" Sipp Tante"
Keduanya menuju tempat tujuan yang telah disepakati sebelumnya.
"Tan... ini tempat apa sih? kok sih banget horor lagi"
"Ikutin aja Tante masuk, nanti juga kamu akan senang."
Mereka melangkah memasuki ruangan yang penuh dengan senjata api dan alangkah terkejutnya Nita semua itu. Ia tidak apa yang direncanakan Tantenya saat ini.
"Tante ngapain ngajak aku kesini?"
"Tante hanya ingin kamu mencari kesibukan, daripada kamu terus menerus dirumah."
"Iya juga sih tan, tapi ajarin yah tan..."
"Penerus apa tan?"
"Kamu akan tau sendiri nanti"
"Ayo kamu pilih mau senjata yang mana?"
"Ini aja tan"
"Baiklah, kita mulai sekarang"
"fokuskan pandanganmu ke target yang kamu tuju, fokus, perhatikan tanganmu...."
Ambar memberikan arahan pada Nita. Ia ingin mendidik Nita dengan keras, mengingat musuh keluarganya sangat berbahaya, dan yang paling penting Nita menjadi target mereka.
Setelah mereka berlatih, Nita dan Ambar kembali kerumahnya.
"Tan, Nita langsung kekamar ajha yah, soalnya Nita capek banget"
__ADS_1
Ambar mengangguk " ingat mulai besok kamu bangun jam 4 untuk berlatih"
"Oh god! Tante seriously? Tan kamu taukan Nita tidak bisa bangun dijam itu, terlalu pagi buat Nita tan."
"Tan tidak mau tau, kamu maukan bebas seperti sebelumnya, mau kesekolah bareng sepupu kamu itu, kalau kau mau ikuti perintah tante."
"Iya Tan" Jawab Nita dengan lesu.
"Hufft, semangat Nita ini demi kebebasanmu" Ucap Nita dengan menyemangati dirinya sendiri.
Keesokan paginya Nita bangun jam 4 pagi demi sebuah kebebasan yang ia inginkan. Ia dilatih sendiri oleh Ambar dengan keras. Hidup Nita yang dulunya dipenuhi dengan kelembutan kini berubah. Nita yang dulu berubah menjadi Nita yang ahli bela diri, dingin dan ia diberi kepercayaan untuk menjadi bagian dari tantenya.
Setelah beberapa bulan latihan, dan Nita yakin bisa menjaga dirinya sendiri, iya pun meminta isin untuk mulai kebebasannya lagi, dimulai dengan kembali kesekolah, apalagi sekarang ia harus menjalani sebuah misi yang akan diberikan tantenya sebagai ketua mafia.
"Tan, sekarang kan aku bisa melindungi diriku sendiri, jadi bolehkan aku kesekolah lagi?"
"Baiklah, tapi kamu harus dijaga oleh pengawal bayangan, dan ketika sesuatu terjadi pada kamu, awas yahhh! kebebasanmu akan aku cabut."
"Sipp tante sayangku, Papa bagaimana tan?"
"Biar tantemu ini yang bicara pada mu. Besok kamu siap siap aja kesekolahnya, dan oh iya kamu bareng aja sama sepupumu itu."
"Ok tan."
" kamu hubungin sepupumu itu pulang, keluyuran kok nggak pulang pulang. Dia mau jadi bang toyib apa."
"Tante mah mulai lagi" (Nita membatin)"
"Iya Tan, nanti tak hubungi dulu."
" Kamu masuk kamar dulu gih, pasti kamu capek banget."
Nita hanya mengiyakan omangan tantenya itu.
Dikamarnya, Nita merenungi semua yang terjadi pada dirinya. Ia tak pernah berpikir hidupnya akan berubah seperti ini. Nita yang tidak suka dengan kekerasan, ia harus menjalani hidupnya sedemikian rupa.
keesokan paginya Nita pergi kesekolah. Ia sudah diisinkan keluar rumah. Menurut Ambar, Nita sudah bisa menjaga dirinya sendiri dan ia juga diberi penjaga yang akan menjaganya.
__ADS_1