
...Hiraukan yang lain...
...Kadang kita tidak perlu mendengar perkataan...
...mereka yang tidak suka dengan kita....
...Melangkahlah!! Majulah!!...
...Jangan pernah berbalik melihatnya,...
...Hiraukan saja!! Hidupmu yang menentukan...
...dirimu sendiri, bukan mereka....
...Jika mereka sudah lelah...
...mereka akan berhenti dengan sendirinya....
...Tanpa perlu dirimu bersusah payah...
...mengakhirinya....
Author pov
Kini kehamilan Anna sudah di ketahui oleh semua orang, termasuk rekan kerja ayahnya. Nita juga sudah tidak sanggup untuk pergi ke sekolah karena tak tahan oleh bully an teman – temannya.
Hari ini setelah seminggu tidak kesekolah dengan alasan sakit, akhirnya di memberanikan diri untuk ke sekolah.
“ Pagi ma, pa, kak Anna”
“ Tuh, mama udah siapin roti buat Nita”
Nita mengambilnya dan berpamitan ke sekolah.
“ Nit, gak usah terburu – buru !!”
“ Nanti terlambat ma, Nitha kena hukum. Dah....” Nita berlari menuju mobil
Kini Nita sudah berada di depan gerbang sekolahnya.
“ Hufffff ” Nita menghembuskan nafas, mempersiapkan diri untuk masuk ke sekolah.
Seperti dipikiran Nita, teman-teman yang mengetahui kakaknya hamil diluar nikah, mulai bergosip dan memandang aneh Nita. Dengan keadaan seperti ini Nita mulai berjalan perlahan masuk ke kelas, mengabaikan tatapan teman temannya. Nita yang dulu selalu bersikap ramah pada temannya perlahan berubah.
"Baiklah mulai hari ini, aku akan mengabaikan gosip gosip itu. Gue akan bersikap cuek, karena tujuan gue kesekolah bukan untuk mereka tapi untuk gue sendiri." batin Nita
Sesampainya di kelas Nita melihat Mahyra duduk dibangkunya, dengan tatapan dingin Nita melangkah kebangkunya. Melihat hal tersebut, membuat Mahyra menjadi aneh.
__ADS_1
"Nita kenapa sih kok sikapnya berubah? nggak seperti biasanya, dia selalu ceria dan ramah... lagian biasanya dia langsung menyapa, lebih baik gue samperin ajha dehh." batin Mahyra
"Nit, Loh kenapa sih? kok sikap lo aneh banget nggak seperti biasanya". Sapa Mahyra
"Nggak kok, gue baik baik aja". Jawab Nita dengan dingin.
" Kalau lo baik baik ajha, kok sikap loh aneh banget biasanya ceria banget dan langsung nyamperin gue". Mahyra mengeluarkan pendapatnya.
"Nggak kok, gue baik baik ajha, mungkin mood gue ajha yang jelek. Mending lo! duduk ajha bentar lagi guru kita datang." Jawab Nita sekenanya
"Okelah, tapi kalau ada apa apa cerita sama gue. Gue akan berusaha bantu lo kok. kita kan best friend." Jawab Mahyra dengan senyuman.
"Thanks." Sebenarnya Nita tidak ingin bersikap dingin dengan sahabatnya Mahyra, tapi dia tidak mau Mahyra dibully karena berteman dengan dirinya.
Tak lama kemudian guru masuk, dan menjelaskan materi hari ini. Nita berusaha fokus pada mata pelajaran tersebut. Mahyra diam diam memperhatikan Nita.
Nita, kenapa sih, nggak seperti biasanya. Gue harus menyelidikinya". batin Mahyra
Setelah Bel istirahat, Mahyra nyamperin Nita dan mengajak ke kantin.
"Nit kekantin, Yups." Ajak Mahyra
"Nggak Dehh." Jawab Nita
"Yaudah, kalau lo nggak mau, gue kekantin duluan yah. Mau nitip nggak??." Mahyra sambil berlalu
Sepeninggalnya Mahyra, Nita diam diam menangis ditempat duduknya sambil menelengkupkan dirinya dibangku.
"Kenapa hidup gue kayak gini, semuanya hancur, mama sakit sakitan, ini semua gara gara kak Anna, kalau dia tidak hamil, mungkin mama sudah sehat, gue tidak akan dibuli oleh temanku, nggak akan dikucilkan, nggak akan cuek sama Mahyra." Nita meratapi kesedihannya sambil terisak.
"Mahyra yang melihat itu, merasa heran karena dia tidak pernah melihat Nita seperti itu." Sebelumnya Mahyra hanya kekantin untuk membeli makanan untuknya dan Nita.
"Pokoknya gue harus menyelidiki ini" Tekad Mahyra.
Mahyra mulai menanyakan kepada teman-temannya, mengenai keadaan Nita. Mahyra berpikir mungkin teman temannya mengetahui sesuatu, melihat teman temannya cuek kepada Nita dan tidak mempedulikan Nita lagi, tidak seperti sebelumnya.
"Hey, Nar lo kok tak seperti biasanya ke Nita, Emang Nita berbuat masalah sama elo?" Tanya Mahyra
"Emang elo nggak tau apa masalah keluarga Nita, kan lo bestie, masa Nita tidak menceritakan masalahnya ke elo." Jawab Nara
"Nggak, kan elo tau sendiri Nita kemarin sakit, dan Nita sakit emang nggak mau diganggu. Jadi gue nggak pernah kontakan sama Nita." Jawab Mahyra dengan keheranan.
"Ciuss elo nggak tau ra?".
"Gue?? 2 ribu rius pokoknya, gue nggak tau, makanya gue bertanya sama elo, kalau tau mahhh, gue nggak bakalan nanya ke elo. Elo kan terkenal biang gosip disekolah ini, beritahu gue dong?" Jawab Mahyra sambil menunjukkan muka puppy eyes nya.
"Baiklah... Baiklah... Baiklah karena gue teman yang baik dan pengertian gue akan memberitahukan ke elo. sini dekat sama gue, gue bisikin.
__ADS_1
Nara membisikan ke Mahyra
"Apa? elo nggak bohong kan sama gue? dimana elo dapat info ini? jangan gitulah, memfitnah orang bisa masuk penjara loh." Jawab Mahyra kaget dan tidak menyangka bahwa Nita mengalami masalah seberat ini.
" Dua ribu, ratus ribu pokoknya deh ini info, gue dapat dari sumber terpercaya." Jawab Nara dengan muka seriusnya.
Melihat hal tersebut Mahyra hanya bisa terdiam sejenak dan mengangguk.
"Thanks Nara Cantik infonya." Mahyra dengan wajah senyum dipaksakan.
Mahyra berjalan lunglai dan mendekati Nita.
"Nit, nanti kita bertemu di cafe sepulang sekolah, ada yang mau gue tanyakan ke elo. Ini penting." Ajak Mahyra
"Ok." Nita hanya mengangguk dan melenggang pergi.
Sepulang sekolah mereka langsung ketemu di cafe.
"Nit, elo kok tega sih sama gue, gue kan sahabat elo. Kalau punya masalah, cerita sama gue, jangan dipendam sendiri. elo sudah nggak menganggap aku sahabat elo, gue kecewa banget sama elo Nit. Gue tau elo kalau punya masalah nggak mau merepotkan orang lain, tapi kalau begini ceritanya elo nggak nganggep gue. Gue kan sudah bilang kalau elo punya masalah cerita sama gue, karena gue tau elo, elo nggak punya siapa siapa buat cerita. Elo anggap gue sahabat nggak sih? " Mahyra mengeluarkan uneg unegnya, sambil nyerocos panjang kali lebar.
Nita hanya diam sambil terisak
"Nita jawab gue, Nit jangan diam aja." Mahyra mengeluarkan lagi suaranya
Sekali lagi Nita hanya diam dan menangis. Dia tak sanggup menjawab semuanya..
"huftt, Sorry Nit gue kayak gini karena merasa bersalah, elo punya masalah tapi gue nggak tau apa apa. Malah orang lain yang tau lebih dulu dibanding gue." Sambil memeluk Nita
"Sorry ra. Bukannya gue nggak mau memberitahukan ke elo... gue malu ra, keluarga gue sudah hancur gara gara kakak gue... Nyokap gue sakit sakitan sekarang, bokap hanya bisa marah marah. Kakak gue....? Akkkhhh. Jawab Nita sambil menjambak rambutnya.
Melihat hal tersebut membuat Mahyra serba salah, karena menyudutkan sahabatnya.
"Maafin gue Nit." Karena gue, elo seperti ini
"Nggak kok, sekarang gue sudah lega." thanks ra elo sudah menjadi sahabat terbaik gue." Jawab Nita sambil memeluk Mahyra
****
TBC
Ditunggu sarannya!!
vote and comment yaa 😇😇😇
Jangan lupa follow😉
Let's reading next part😇
__ADS_1