FIONITA

FIONITA
Bab 1 Awal mula


__ADS_3

AUTHOR POV


Pagi yang cerah secerah hati Fionita, karena mamanya bisa pulang dari rumah sakit. Akhirnya mamanya sembuh, selama seminggu dirumah sakit hanya Nita yang menemani Ariska sang mama tercinta. Sebelumnya, mama Fionita menderita penyakit jantung, yang dideritanya selama bertahun tahun.


..........


Fionita tiba di depan rumah bersama mamanya. Mereka hendak mengucapkan salam, namun karena mendengar suara ayahnya yang begitu keras sampai terdengar dari luar rumah. Mereka langsung masuk tanpa mengucapkan salam.


" Anna test pack siapa ini?" Tanya Anggoro.


" Ayah itu.... itu..." ucapan Anna terpotong.


" Siapa yang menghamilimu Anna? Ini punya mu?" Bentak Anggoro.


Dengan terbata Anna menjawab " Iya yah itu punya Anna."


Nita dan Mamanya yang tidak mendengar jelas apa yang sedang mereka bicarakan, dan hanya melihat kemarahan Anggoro. Melihat hal itu, seketika membuat Ariska kembali merasakan sakit.


"PLAAAKKKKK"


"AYAH .... " Teriak Nita kepada ayahnya, Anggoro yang melihat kedatangan Nita dan istrinya hanya pergi dengan menahan kemarahan tanpa mengatakan sepatah kata pun. Nita yang tidak pernah melihat ayahnya semarah itu, bahkan jika Anggoro marah dia tidak pernah memukul sampai menampar anaknya, Nita menjadi heran dan membawa ibunya ke kamar untuk beristirahat, kemudian menghampiri kakaknya yang masih menangis.


"Kak kok nangis sih? Jangan hiraukan Ayah, Kakak lakuin apasih sampai ayah menampar kakak?"


Annahiza Anggoro kakak Nita hanya menatapnya, Anna terus menangis tak bisa membendung air matanya.


"Kak kok nggak ngomong, ada apasih ?" Nita terus bertanya, namun kakaknya tetap tak menjawab membuat Nita emosi. Dengan nada suara yang agak keras Nita kembali bertanya kepada kakaknya  "Kak ada apa sih?" Namun tangisan Anna bertambah dan tidak menggubris Nita.


" Lo pergi aja!! Nggak usah sok perhatian." Jawab Anna dengan jutek.


" Kak kenapa sih?? Awas yaa kalau kak Anna nanti bertanya sama gue nggak akan gue jawab" Nita pergi dengan kesal. " Pasti kak Anna pulang larut malam lagi. Tapi ayah biasanya nggak pernah menampar kak Anna, atau ada masalah lain? " batin Nitha


Nita akhirnya berjalan meninggalkan Kakaknya yang duduk diruang tamu dan masih menangis.


Ariska memanggil Nita, karena membutuhkan pertolongan.


"Nit.. Nita ........" Ariska memanggil Nita dengan suara kesakitan. Nita berlari kekamar Mamanya dan melihat Mamanya sudah terbaring di kamar mandi.


" Ma.. Mama...." Nita membangunkan Ibunya yang terlihat sangat lemah.


" Nit, bantu Mama berdiri!!" Namun Nita tidak kuat untuk mengangkat Ariska yang badannya lebih besar dari Nita.

__ADS_1


"Ayah.... Yah.. Ayah" teriak Nita memanggil ayahnya.


"Ada apa Nit?" Ayahnya yang melihat hal tersebut langsung mengangkat Ariska, ke kasur dan menyuruh Nita menelpon dokter


Dokter datang dan memeriksa Ariska.


"Tidak perlu khawatir, Ibu Ariska hanya kelelahan dan masih lemah, tidak ada yang serius, Ibu Ariska mungkin terlalu banyak pikiran. Sebaiknya Ibu Ariska ditemani kemana pun ia pergi" Dengan sedikit senyum dokter Arman mengatakan hal tersebut dan melangkahkan kakinya keluar kamar.


Nita melihat Ariska sang mama dari tadi melamun.


"Ma, mikirin apa sih ? Mama kenapa nggak minta bantuan sama Nita kalau mau ke kamar mandi? " Tanya Nita.


"Mama nggak mikirin apa-apa dan Mama nggak mau nyusahin kamu, Mama masih lemah jadi terpeleset, rasanya kaki Mama sudah nggak kuat jalan, tapi Mama paksain ke kamar mandi" Ariska menjawab dengan pelan dan mengeluarkan air mata.


Dalam batinnya "Mama hanya gak mau kamu tau kalau Kakak kamu telah mengecewakan Mama, mengecewakan keluarga kita, membuat Papamu marah besar. Mama telah gagal jadi Mama yang baik untuk kalian."


Nita menatap ibunya dan menghapus air matanya. "Sebenarnya Mama tuh menyembunyikan apa sih sama Nita, Mama seharusnya ngomong kalau ada masalah, aku sudah SMA, Aku bukan anak kecil lagi, aku bisa jadi pendengar yang baik." batin Nita


"Kalau Mama butuh sesuatu panggil Nita aja" Nita menatap Ariska dan mengangguk.


Ariska kembali meneteskan air mata mendengar ucapan Nita dan betapa bahagianya dia memiliki Nita yang sangat peduli padanya. Nita memang cerewet tetapi dibalik sikapnya itu, Nita sangat penyayang.


"Ohh kak Anna ada dikamar mungkin, tunggu Nita panggilin kak Anna."


"Nit kamu jangan gangguin kak Anna nanti dia marah loh, ingat ketuk pintu dulu jangan langsung masuk ke kamar kak Anna moodnya lagi nggak bagus" Ariska mengingatkan Nita.


" Siap ma..." Jawab Nita


" Kalau bukan Mama yang nyuruh, gue nggak akan pergi, malas banget harus berbicara sama orang jutek plus dingin rasanya ingin membeku kalau di dekat kak Anna" Nita tertawa dalam hatinya.


"Nit jangan ngomong gitu, kak Anna itu kakak kamu loh" Ariska tersenyum melihat Nita kaget.


" Mama dengar ya, apa yang kamu tadi bicarakan tentang kakak kamu". Ariska mengangguk "


Nita pergi dulu" Nita berlari keluar kamar menuju kamar Anna. Nita hampir sampai, "Auhhhh" Nita tersandung.


"Mungkin gue kena karma karena tadi ngejelekin kak Anna." Akhirnya Nita sampai didepan kamar Anna.


Tok tok tok


"Kak .. Kakak di panggil Mama tuuh" Teriak Nita didepan kamar Anna, namun Anna tak keluar juga.

__ADS_1


"kak.. kak Anna?" Nita berhenti memanggil .


"Mungkin Kak Anna lagi sholat dhuhur" Batin Nita.


Anna yang sedang menangis didalam kamar menutup mulutnya agar Nita tidak mendengarnya.


Anna mengatur nafasnya " Nit kakak mau sholat dulu" Teriak Anna didalam kamar.


" Terserah kak Anna deh" Nita semakin kesal dengan Anna. Buka pintu kamar aja nggak, buka ke' pintunya " Gumam Nita dan menendang pintu kamar Anna sebelum pergi.


"Nit kakak dengar loh, awas yaa sampai pintu kamar kakak rusak!!"


" Terserah Kakak sajalah.., Nita pergi Kak" teriak Nita menjauhi kamar Anna.


"Kak Anna makin jutek aja," Belum sempat meneruskan ucapannya Nita menabrak tembok


"Aduh! Kayaknya setiap gue bergumam tentang kak Anna Allah membalas terus!! Apess banget sih gue!!"


"Kok ada yang bau tai. " Nita memegang jidatnya yang sakit dan melihat tangannya.


" Aduh apa ini? Tai cicak!! Hari ini sepertinya hari sial gue deh" Nita kembali mengingat kejadian sebelumnya " Jangan sampai gue kena sial lagi, gue harus jaga ucapan gue" Nita menuju kamar mandi sebelum kembali kekamar Ariska.


... “Hendaklah engkau lebih banyak diam, sebab diam dapat menyingkirkan setan dan menolongmu terhadap urusan agamamu.”...


...(H.R. Ahmad)....


Nita menuju kamar Ibunya, 


Sambil berjalan Nita terus memikirkan apa yang sebenarnya terjadi dengan Mama, Ayah, dan Kakaknya, apa yang mereka sembunyikan .


Apakah Nita akan mengetahuinya ???


Dan bagaimana dengan Kakaknya Anna ???


...****************...


Assalamu'alaikum readers , ini cerita pertamaku......


So maafin yaaa kalau ada salah dalam penulisan 😊 dan semoga suka yaaa


happy reading😇

__ADS_1


__ADS_2