
Anggoro memperhatikan mimik wajah Ambar dan mengetahui bahwa apa yang diucapkan Ambar adalah hal yang serius.
"Bagaimana bisa Nita berpura pura polos dihadapan semuanya?" Ucap Anggoro
Ambar berucap "Kak Anggoro tidak mungkin tidak mengetahui keadaan Nita di sekolah sebelumnya?"
Ambar tidak ingin mengungkapkan langsung bagaimana Nita selama ini. Karena Ia tahu Anggoro sangat menyayangi Nita, kalau Ia mengetahuinya bisa bisa Kakakku terkena serangan jantung.
"Ambar aku tau alasan Nita pindah sekolah, tapi gara gara itu Nita berubah. Rasanya tidak mungkin Ia berubah sedrastis itu. Apa ada hal yang tidak Aku ketahui?" Anggoro mempertanyakan ucapan Ambar
Wadduhh gawat, kalau Kak Anggoro mengetahui yang satu ini. Jangan sampai dehh, lebih baik menjadi rahasia ku bersama ponakan ku itu.
Anggoro terdiam dan memperhatikan Ambar yang sedang melamun.
"Pasti Ambar mengetahui apa yang tidak aku ketahui tentang Nita. Ada rahasia diantara mereka, dan aku juga tidak bisa memaksa Ambar menceritakan segalanya. Karena aku tau bagaimana sifat Ambar. Sekeras apapun aku memaksa pasti Ambar tidak akan memberitahukan." Gumam Anggoro
"Ambar, emang apa yang membuat Nita berpura pura polos?" Pancing Anggoro dengan harapan bisa mengetahuinya.
"kamu sudah tau di sekolah sebelumnya Nita dibully, ditambah kejadian kemarin. Mana mungkin Nita tidak berubah." Ucap Ambar santai
Anggoro memicingkan matanya "Tapi kamu mengatakan dari dulu Nita berpura pura polos, itu kan kejadian baru beberapa bulan ini."
Ambar yang diinterogasi sedikit ketakutan, tapi tidak menunjukkan.
"Apa Kak Anggoro tidak memercayaiku? Bisa bisanya Kakak tidak percaya pada ucapanku, haruskah aku bersumpah dulu baru Kakak mempercayaiku?" Ungkap Ambar mendramatisir ucapannya.
Benar saja, Anggoro terdiam seribu bahasa dan berusaha mempercayai ucapan Ambar.
"Tidak perlu bersumpah, aku percaya padamu." Ucap Anggoro pasrah, daripada Kakaknya berbicara panjang lebar dan tidak mendapat jawaban, mending diam dan mencari sendiri.
"Yes berhasil, Kak Anggoro tidak akan mengungkitnya lagi. Aku aman sekarang, walaupun aku tau Kak Anggoro pasti akan mencari tahu. Yang terpenting bukan aku yang mengungkapkan semuanya" Ucap Ambar dalam hati.
Tak lama mereka mengobrol Nita dan Albert datang. Mereka masuk dalam rumah dengan mengendap endap seperti maling, karena takut ketahuan pulang hampir pagi.
"Ekhmm... Ekhmmm." Ambar berdehem untuk menyadarkan keduanya, mereka sudah ketahuan.
"Darimana aja kalian?" Ambar melihat mereka saling melirik
Albert dan Nita hanya terdiam mendengar perkataan Ambar dan tidak berniat menjawab.
"Nita sayang, kamu dari mana sama Kak Albert mu?" Anggoro menimpali
Nita yang melihat kedatangan Papanya bahagia dan tak peduli lagi yang lain.
__ADS_1
"Papa, kapan datangnya? Kok nggak ngehubungin Nita, kalau tau Papa akan datang, Nita tidak akan ikut dengan Kak Albert." Cerocos Nita. Nita sudah membiasakan dirinya memanggil Papa bukan Ayah seperti dulu.
Anggoro hanya meggelengkan kepalanya.
"Emang Papa harus ngehubungin kamu dulu baru bisa kesini?" Canda Anggoro
"Ehhhh, tidak Pa... Papa harus datang setiap hari kesini atau Nita pulang aja kalau gitu, jadi Papa tidak capek berkunjung lagi kesini." Ungkap Nita
"Jangan Nit, kamu tinggal aja sama Tantemu dulu, kalau kamu dirumah juga pasti bosan, Papa setiap harus kekantor pulang pun belum tentu. Kalau Papa nginap di kantor, di rumah pasti kamu sendiri. Emang anak Papa tidak takut sendiri?"
"Emang Mama kemana Pa?" Ucap Nita seakan melupakan masalah dengan Mamanya.
Anggoro dan Ambar saling memandang, dan tidak tahu harus mengatakan apa ke Nita.
"Kalian darimana? Dari tadi loh Mama bertanya, Albert?" Ambar mencoba mengalihkan pembicaraan Anggoro dan Nita, karena Ambar tidka ingin ponakannya itu mengetahui lebih awal kalau Mamanya sudah diusir.
"Biasa Ma. Habis ngajakin Nita ketempat seru, jadi pulangnya sedikit terlambat."
"Apa kamu bilang? Sedikit terlambat?" Ambar menaikkan intonasi suaranya dan sambil menjewer telinga Albert
Albert yang ditarik telinganya, kemudian menarik telinga Nita yang berada disampingnya
"Adduhh, Mama sayang lepasin, sakit Ma. Kita nggak macam macam kok. Kita hanya menikmati
"Kak Albert lepasin telinga Nita, kalau Kak Albert tidak melepaskan, awass... Nita akan menceritakan semuanya pada Tante Ambar." Ancam Nita
Albert menjadi takut setelah mendengar ancaman Nita dab melepaskan tangannya dari telinga Nita.
"Nit, jawab Tante sayang, Albert ngajakin kamu kemana tadi?" Tanya Ambar
"Dari arena balapan motor Tan." Ucap Nita yang sengaja mengungkapkan tujuan tadi.
"Albert, kamu ngajakin adik kamu ketempat seperti itu? Kamu tau nggak sih bahayanya tempat yang kamu kunjungin tadi?" Omel Albert
Albert yang tidak ingin dikambing hitamkan oleh Nita, dan mengungkap kejadian diarena tadi.
"Ma, asal Mama tau aja, aku ngajakin Nita ketempat seperti itu karena Nita menyukainya.. Aku lihat dari tadi sedih mulu, jadi aku berinisiatif untuk menghiburnya Ma." Ungkap Albert
"Kamu boleh menghiburnya, tapi tidak mengajak ketempat seperti itu juga kan?" Ambar menggelengkan kepalanya.
"Betul itu Tan, masa kalau Nita suka ketempat seperti itu, Kak Albert malah ngajakin. Seharusnya kan Kak Albert ngelarang Nita pergi ketempat seperti itu." Ungkap Nita dengan lirih
Albert hanya menganga mendengar ungkapan Nita.
__ADS_1
"Tunggu dulu, Nit... Sejak kapan kamu menyukai tempat seperti itu, Papa tidak melihat mu keluar malam." Anggoro menimpali
"Mampus, gue ketahuan." Gumam Nita
Albert yang melihat ekspresi Nita yang ketahuan oleh Papanya, malah bernyanyi
"Oh oo kamu ketahuan suka kelayapan, perginya ke arena balap dan ikutan balap." Albert keceplosan dan langsung menutup mulutnya!.
Nita mendengar lagu Albert dan secara tidak sengaja mengucapkan rahasia Nita selama ini.
"Oh god, nggak ada ampun dehh.. gue pasti dihukum oleh Papa."
"Albert kamu tadi bilang apa? Nita suka ketempat itu dan balapan?" Anggoro mengulang ucapan Albert.
"Iya Om, Nita hebat banget kalau balapannya, bahkan kita tadi mendapat motor dan sejumlah uang dari hasil balapan Nita." Ucap Albert lagi lagi keceplosan.
"Apa?" Ucap Anggoro dan Ambar bersamaan.
Ambar tahu keponakannya itu tidaklah polos seperti kelihatannya, tapi Ia tidak menyangka Nita sehebat itu.
Anggoro tidak bisa berkata kata lagi. Ia memandang Nita dan Albert secara berganti, dan yang ditatap hanya menunduk sesekali saling memandang.
"Nita kamu bisa menjelaskan semuanya ke Papa besok. Sekarang kamu masuk kamar dan Albert juga masuk kamar. Kalian tunggu hukuman dari Papamu dan Tantemu ini. Jangan harap besok kalian bisa lolos dari hukumannya." Ancam Anggoro
"Iya Pa"
"Iya Om" Ucap mereka bersamaan.
"Kamu hukum besok mereka berdua, besok pagi aku ada urusan, jadi aku pulang dulu." Pamit Anggoro
"Kakak tidak bermalam? Ini sudah jam 2 an loh. Kalau ada apa apa dijalan bagaimana?"
Anggoro memikirkan saran dari Ambar dan menyetujuinya. Mereka semua masuk dalam kamar masing masing dan beristirahat setelah drama tadi.
...****************...
TBC
Ditunggu sarannya!!
vote and comment yaa ๐๐๐
Jangan lupa follow๐
__ADS_1
Let's reading next part๐