
...Jawaban.......
...sebuah alasan klise...
...Untuk mencari sebuah pernyataan ...
...Dari pertanyaan, pembenaran dalam sebuah kesalahan. Jawaban merupakan awal...
...dari kesenangan atau kesedihan....
...🍃...
..........
Suasana di kamar tersebut hening. Anna berlari keluar dari kamar tersebut. "Ma, ada apa sih?" Nita kembali bertanya.
"Gak ada apa-apa Nit, Mama hanya melepas rindu sama Kakakmu. Kan mama sudah satu minggu gak ketemu kakakmu." Ariska tidak menjawab Nita dengan jawaban sebenarnya, Ariska takut anaknya tersebut membenci kakaknya.
"Ohhhh kirain kenapa. Kakak sih sampai tega nggak jenguk mama dirumah sakit, Kakak kenapa sih sekarang agak berubah?" Nita bertanya kepada Mamanya.
" Nit Kakakmu sibuk ngurusin kuliahnya" jawab Ariska.
"Tapi Mama kok...." Ariska langsung memotong.
"Tapi apa? Kan Kakakmu pasti banyak tugas dari dosen" Ariska memalingkan wajahnya dan menghapus air matanya lalu menarik napas sebelum kembali menatap Nita.
"Ma nih airnya, Ma minumnya pelan pelan !!" Ariska tersenyum melihat perhatian yang di berikan Nita.
"Nit seandainya kamu tidak ada, mama gak tau harus bagaimana menghadapi masalah ini, kamu yang menjadi penyemangat mama untuk terus bertahan" batin Ariska.
"Ma kenapa sih kok natap Nita sampai segitunya??" Ariska kembali tersenyum.
"Nggak kok kamu tambah cantik deh Nit" Nita dengan cepat menjawab.
"Mama gombal dehh" mereka berdua tersenyum.
****
Tring tring tring
Terdengar bunyi alarm hp Nita, Nita langsung bangun dan sholat bersama Mamanya. Seperti biasa Ayahnya belum pulang dari luar kota, Ayahnya selalu tugas keluar kota selama seminggu. Nita telah rapi dengan seragam putih abu- abunya dan menyiapkan roti untuk Mamanya.
"Ma Nita pergi kesekolah dulu" Nita pamit kepada Ariska.
"Hati hati ya!! Belajar yang giat!" ucap Ariska sambil mengelus rambut Nita.
........
Fionita sampai sekolah
Teng teng teng
terdengar suara lonceng sekolah, Nita sudah duduk dikelas menunggu gurunya. Hari ini jam pertama Nita belajar matematika, tak ada yang bersemangat karena gurunya merupakan guru killer dan mereka menganggap matematika hal yang sulit, dan tidak menyenangkan.
Pak anton datang dengan penampilan yang seperti biasanya cincin batu akik dijarinya dan kacamata yang agak turun karena hidung peseknya.
__ADS_1
Nita yang tempat duduknya didekat pintu langsung berteriak, " Pak Anton datang." Semua siswa memperbaiki duduknya dan sebagian siswa mengambil headset dari kantongnya untuk mendengarkan musik karena pasti akan bosan mendengarkan Pak Anton.
"Pagi anak- anak , assalamualaikum."
"Waalaikumsalam Pak."
"Hari ini Bapak ada acara makanya kalian Bapak tugaskan untuk mengerjakan soal matematika halaman 25."
Sontak semua siswa bergembira karena tidak perlu menghabiskan waktu untuk belajar. Mereka pikir tugas tersebut dapat dikerjakan dirumahnya.
"Yeee yee yee semua siswa berteriak.
" Diam... diam!!" Teriak Pak Anton, seketika suasana kelas tersebut menjadi hening.
" Bapak pergi dulu Assalamu'alaikum."
" Waalaikumsalam Pak."
Pak anton keluar, kelas tersebut kembali ribut.
"Nit lo sudah mengerjakan nomor 3?" tanya Mahyra Angreani Cahya teman sebangku Nita.
"Sudah nih.., kalau lo?"
" Belum, susah banget cari jawabannya"
Teng teng teng terdengar bel istirahat berbunyi
"Nit, ke kantin yuk" Mahyra menarik tangan Nita.
"Hmm, oh ya Nit mama lo udah sembuh?"
"Belum sih tapi udah pulang dari rumah sakit."
Mereka sampai di kantin sekolah dan Mahyra terus saja mengoceh.
"Ganggu nggak kalau nanti gue main kerumah lo sekalian ngerjain tugas dari pak Anton."
"Kayaknya gak bisa deh."
"Gue ngerti kok Nit santai aja, lo mau makan apa?"
"Gue mau makan bakso aja."
"Ok deh, minumnya sama aja yaa?" Teriak Mahyra yang sudah ada di depan penjual sedangkan Nita sudah duduk dikursi kantin.
"Iyaa sama aja!"
Mahyra menuju ke meja Nita tapi hampir saja terjatuh karena lantai kantin yang basah.
"Mahyra!!" Teriak Nita dan memegang Mahyra.
" Untung aja kamu ada Nit, kalau gak gue udah malu."
"Tapi baksonya tumpah Nit."
__ADS_1
"Gak apa apa yang penting kamu selamat May(nama panggilan Mahyra)."
"Biar gue yang pesan bakso nanti lo jatuh lagi, kan gue kasihan lihat lo gak ada pangeran yang nolongin malah gue yang tolongin lo" Nita mengejek Mahyra dan Mahyra agak kesel mendengar Nita.
Mereka sudah selesai makan dan kembali kekelas.
"Nit tau gak kalau kak Danu menang cerdas cermat."
"Beneran May? Kak Danu yang songong itu pintar juga."
"Iya Nit bener kok, kak Danu tuh gak songong tapi cool gitu ganteng pula."
"Ihh geli banget gue dengar loh May, katanya gak mau pacaran, katanya pacaran itu zina, bukannya memikirkan cowok juga gak boleh yah may?" Nita menjitak Mahyra.
"Ahh, aduh Nit gue ingat kok jangan gitu juga kali sakit niih, seharusnya lo gak boleh suudzon Nit sama kak Danu. Masih ingat gak Bu. Amira pernah bilang suudzon itu gak baik, masih ingat ayatnya kan".
..."Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka....
...Sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. (Q.S. Al Hujurat ayat 12)"....
"Siap Bu Ustazah, makin pinter aja."
Waktu berjalan begitu cepat sekarang bel pulang telah berbunyi . Nita menunggu angkot di depan sekolahnya dan Nita melihat seorang Nenek yang ingin menyeberang, terlihat jika Nenek itu sangat ketakutan melihat banyaknya kendaraan yang lalu lalang. Ketika ingin membantu nenek itu, tiba tiba seorang laki laki berhenti dan turun dari motornya membantunya.
"Waah, baik juga laki - laki itu." Gumam Nita sambil tersenyum. Ketika laki - laki itu membalikkan badannya dan Nita melihat wajahnya.
"Hah kak Danu!!! nggak nyangka kak Danu baik juga, bener juga kata mahyra gak boleh suudzon" Batin Nita.
Akhirnya ada angkot dan Nita pun pulang.
****
"Assalamualaikum, Ma, Nita pulang" Teriak Nita setelah sampai dirumah. Nita menuju kekamar Mamanya dan mengetok pintu kamarnya.
Tok tok tok
"Ma.. mama" Tak terdengar suara dari mamanya, Nita membuka pintu, namun tak melihat Ariska, Nita menuju kamar mandi, namun tak ada mamanya juga. Nita bertanya kepada Kakaknya, namun Anna tak melihatnya juga.
Nita cemas, "Ma, Ma... Mama dimana??" Teriak Nita.
"Mama di dapur Nit!" Teriak Ariska, setelah mendengar Nita.
"Ma kok udah didapur aja, Mama emangnya udah sembuh?"
"Mama udah baikan kok Nit, Mama bosan, jadi Mama masak deh buat kamu." Nita memeluk mamanya.
"Nit ganti baju dulu sana! Jangan lupa sholat!"
"Siap bosku!" Nita menjawab Mamanya dengan usil.
...****************...
Assalamu'alaikum readers....
Makasih yang udah baca cerita ini
__ADS_1
Ditunggu yahh.... next partnya😊