FIONITA

FIONITA
Bab 15 Pertengkaran Anggoro dan Ariska


__ADS_3

Ariska yang dicuekin keluarganya, hanya bisa menghela napas, karena yang terjadi adalah hasil dari perbuatannya sendiri. Ia ingin menemui suaminya untuk meminta maaf dan menjelaskan semuanya.


Tok


Tok


Tok


"Pa, Mama ingin bicara pada Papa. Mama ingin menjelaskan semuanya. Aku hanya ingin semuanya jelas dan membicarakan semuanya. Pa tolong buka pintunya." Ucap Ariska


Anggoro yang ada didalam hanya mendengus dan tidak menjawab apa apa dan kembali fokus pada pekerjaannya.


"Pa, Mama mohon kita bicarakan baik baik. Semua ini terjadi bukan hanya salah Mama. Mama hanya ingin semuanya jelas. Papa bisa memaafkan Mama." Ucap Ariska yang tidak ingin disalahkan sepenuhnya.


Anggoro yang mendengar semua perkataan Ariska menjadi emosi dan keluar membuka pintunya.


"Apa kamu bilang, ini semua bukan semua salahmu? lalu salah siapa? siapa yang membuat masalah disini? apakah aku atau MANTAN SELINGKUHAN MU ITU, bukan mantan tapi SELINGKUHAN YANG TELAH MENINGGALKAN MU." Ucap Anggoro dengan emosi dan berteriak.


Ariska hanya tertunduk mendengar semua perkataan Anggoro. ia tidak menyangka Anggoro akan semarah itu, selama ia terbiasa dengan kemarahan Anggoro tetapi ia tidak pernah dimarahinya hanya Anna yang selalu menjadi pelampiasan kemarahan Anggoro.


"Pa, mari kita bicara baik baik, tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan emosi. Pa, Mama tidak pernah berniat untuk menyelingkuhi Papa. Awalnya Mama hanya kasihan dengan teman Mama itu karena istrinya baru meninggal dan meninggalkan anak yang baru lahir, Mama hanya ingin membantu merawatnya karena waktu itu Mama juga hamil anak pertama Mama, dan Papa tau semua itu. Aku tidak berniat menelantarkan Nita waktu itu, tapi ia hadir diwaktu yang tidak tepat. Mama hanya merasa Nita tidak diciptakan untuk Mama." Ariska menjelaskan semuanya berdasarkan sudut pandang yang ia yakini kebenarannya.


" Apa kamu bilang kasihan? Anakku kehilangan nyawanya karena mereka, dan kamu kasihan dengan anak lain yang tidak jelas asal usulnya. Asal kamu tahu, Aku si Bastian itu cinta pertama mu... dan setelah bertemu kembali dengan cinta pertamamu kamu merasa senang kan. Kamu sudah berniat menceraikan aku, seandainya Pacar mu itu tidak meninggal. Aku tau kamu sengaja membunuh anakku demi kembali padanya. Jujur sajalah tidak perlu menipuku untuk menarik kembali simpati ku. Sejak mengetahui itu, aku merasa jijik denganmu. Jadi stop bersikap sok polos dihadapan ku." Ungkap Anggoro yang mengeluarkan semua uneg unegnya yang selama ini ia tahan.


"Papa, kenapa Papa berbicara seperti itu, aku bukan... tidak.. tidak ada niatan seperti itu." Ungkap Ariska dengan terbata bata.


"Dan satu hal lagi, stop memberikan perhatian palsu pada Nita, dia tidak butuh itu semua. Sudah cukup kasih sayang mu pada anakku itu, ia sudah besar sudah mengetahaui segalanya, aku sudah menceritakan semuanya. Ia tahu bahwa Kakaknya sudah meninggal dan Kakaknya yang sekarang bukanlah Kakaknya melainkan anak dari selingkuhan Mamanya yang super baik hati ini." Ungkap Anggoro

__ADS_1


"Pa, Anna itu anak kandung mu...bagaimana bisa kamu tidak mengakui Anna. Ia anak kandungmu." Teriak Ariska


"Omong kosong macam apa yang kamu bicarakan, Anna bukan anakku, anakku sudah meninggal sebelum lahir akibat ibunya sendiri. Sekarang hanya Nita anakku, anak kandungku, anak kesayanganku, dan anak yang tidak diharapkan oleh ibunya sendiri." Ucap Anggoro dengan marah


Ariska tiba tiba tertawa mendengar perkataan Anggoro


"hhhaaa, jadi selama ini kamu sudah tau semuanya... hari ini tidak perlu lagi aku bicara, karena semua rahasia yang selama ini aku sembunyikan, semua sudah terungkap. Oh iya kenapa aku tidak menyukai Nita, karena ia darah dagingmu dan aku membenci mu. Aku menikahi mu hanya karena orang tuaku menginginkan hartamu, demi perusahaannya ia rela menjual anaknya. Aku memanfaatkan harta mu demi ambisi, sekarang lihat perusahaan ayahku sukses tidak perlu lagi bantuan mu." Ariska mengungkapkan semuanya


Ariska kembali berbicara "Anna memang bukan anak kandung, ia hanya anak dari kekasih yang dipisahkan oleh orang tuaku demi ambisinya, tapi kamu tidak perlu ragu aku mencintainya dan menyayanginya melebihi kasih sayang ku pada anak kandung ku sendiri.


Anggoro tidak mengira Ariska akan berkata seperti itu, apalagi Anggoro mengetahui bahwa Nita berada dirumah ini dan ia yakin bahwa Nita mendengar semua perkataan Mamanya.


Prokk


Prokk


Prokk


"Hhaa haaa (Anggoro tertawa), kamu belum mengenal ku lebih dalam, kamu hanya melihatku dari luarnya saja. Kamu kira kamu berhasil menipuku, tanyakan ke mertua tersayang ku itu perjanjian apa yang telah kami tandatangani. Aku tidak bodoh sayang, aku sudah tau rencana mu dengan orang tua bodoh itu, aku penuh perencanaan sayang. perusahaan dan semua harta mertuaku itu... milikku dan kelak aku akan mewarisi semua hartaku ini untuk anak sematang wayangku Fionita. Kamu dan orang tua mu itu, apalagi anak haram mu itu tidak mendapat apa apa. Mulai sekarang bersiaplah. Kehancuran ada didepan matamu." Anggoro memandang dengan tatapan remeh.


"Anggoro dasar keparat kau..." Teriak Ariska


Ariska menghubungi orang tuanya dan menanyakan kebenaran yang ia dengar dari Anggoro


tutt


tutt

__ADS_1


"Halo ma, Papa bersama Mama sekarang, ada yang ingin aku tanyakan, nyalakan saja speakernya." Ucap Ariska


'Iya Papa mu ada dsampingku, kita lagi menonton. Ada apa?" Ucap Mama Ariska


"Ma semua rahasia kita sudah terbongkar, Anggoro mengetahui semuanya. Apakah punya perjanjian dengan Anggoro." Tanya Ariska


"Perjanjian apa? yang aku ingat hanya tentang perusahaan saja itupun hanya soal bisnis." Papa Ariska berpikir dan mencoba mengingat perjanjian yang ia tandatangani dengan menantunya itu


"Pa, semua harta kita jatuh ditangan Anggoro, dan itu semua karena perjanjian Papa. Kita kehilangan semuanya sekarang dan siap siap hidup melarat." Beritahu Ariska kepada orang tuanya


"Apa yang kamu lakukan kepada Anggoro, sehingga ia marah besar, ia tidak pernah marah sampai sampai mengancammu." Ucap Papa Ariska dengan pwnuh penekanan


"Maaf Pa, ini salah anak sialan itu, aku kehilangan kendali dan membongkar semuanya." Ariska memohon kepada orang tuanya mengingat tabiat Papanya


"Anak bodoh... emang apa salah anak itu hingga membuatmu kelepasan, apakah ia pernah membuatmu marah, aku tau sifat Nita. Ia sangat menyayangimu. Papa Ariska mengetahui sifat anaknya, bagaimanapun sifat yang disembunyikan selama ini pasti akan terungkap.


Papa Ariska kembali berbicara "Pasti ini karena kamu membela anak sialan itu, hingga Anggoro marah dengan sikap mu. Apa yang dilakukan anak sialan itu?" Papa Ariska marah besar


Begitu mendengar ucapan Papanya, Ariska hanya bisa terdiam, ia tahu semua masalah ini, pasti ia disalahkan. Ariska menutup teleponnya dan dengan gusar ia mencari cara supaya ia tidak di usir dirumah ini. Ia bisa kehilangan segalanya dan biaya rumah sakit Anna sangat banyak ia tidak mampu membayar semuanya.


...****************...


TBC


Ditunggu sarannya!!


vote and comment yaa ๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡

__ADS_1


Jangan lupa follow๐Ÿ˜‰


Let's reading next part๐Ÿ˜‡


__ADS_2