
Setelah kepergian Ariska, Anggoro datang dan melihat Nita sedang duduk dengan gelisah, karena sejak kedatangannya dokter ataupun suster belum ada yang keluar. Anggoro menghampiri Nita dan bertanya "bagaimana dengan kakakmu? apakah dia baik baik saja?"
Nita yang melihat kedatangan Papanya, langsung memeluknya karena bagaimanapun Nita sangat dekat dengan papanya, walaupun dia dekat dengan mamanya dan sangat menyayangi mamanya, namun ia lebih jauh dekat dengan Papanya, bagi Nita hanya Papanya ia bisa berkeluh kesah dan tidak akan sungkan bercerita segala hal apapun pada Papanya. Walaupun jarang pulang, Nita punya cara tersendiri untuk dekat dengan Papanya. Berbanding terbalik dengan Anna yang sangat jarang berhubungan dengan Papanya dan lebih dekat dengan mamanya.
"Pa, Nita nggak tau harus bereaksi apa, walaupun Nita sering bertengkar dan tidak dekat dengan Kak Anna, tapi melihat keadaannya sekarang, aku merasa kasihan dan sedih, apalagi ia sekarang sedang hamil. ia sedang berjuang didalam sana." Nita mengungkapkan isi hatinya.
"Sabar yahh sayang, Kakakmu akan baik baik saja. Doakan Kakakmu yang sekarang sedang berjuang dengan hidup dan matinya." Anggoro sedang menenangkan Nita. Karena ia tahu betul bagaimana kondisi anaknya sekarang.
"Iya Pa, Nita akan doakan Kakak, agar semuanya baik baik saja. Apalagi Mama sekarang sangat sedih melihat kondisi Kakak."Ucap Nita mengingat Mamanya sekarang. Ia berpikir sewaktu waktu kondisi Mamanya akan drop.
"Oh iya Nit. bagaimana Kakakmu bisa seperti ini?" Tanya Anggoro
"Aku juga tidak tau Pa, soalnya Mama juga belum menceritakan kejadiannya. Ketika aku ada dirumah keadaan rumah sepi dan melihat kamar kakak terbuka, yang tidak seperti biasanya karena kakak sangat menjaga privacy nya dengan kita, hanya pada Mama ia akan mengungkapkan segalanya. Memikirkan hal itu, aku menelpon Mama dan Mama mengatakan ada dirumah sakita. Jadi aku buru buru kesini dan tidak lupa mengabari Papa. Karena aku tau Mama hanya akan menelpon Papa sedangkan Hp Papa selalu mode silen, makanya aku mengabari Papa dengan mengirim pesan ke Papa. Papa kan selalu membaca pesan ketika waktu senggang." Nita menjelaskannya dengan panjang lebar.
"Iya, kamu selalu mengerti bagaimana Papa mu ini.. Oh iya Nit, Mama mu dimana?" Tanya Anggoro
"Ohhh Mama, mungkin sekarang sedang shalat. Saat tadi aku datang Mama belum shalat jadi aku menyuruh Mama untuk shalat dan makan karena dari tadi ia belum makan." Kata Nita
__ADS_1
Setelah Nita mengatakan itu, Ariska datang dengan wajah sembabnya. dan dia bertanya "Nit, bagaimana dengan Kakakmu, dokter sudah keluar belum?"
"Belum Ma, Mama sabar ajha yahh.. Kakak pasti baik baik ajha kok" Ucap Nita
"Dari tadi kamu menyuruhku sabar. sedangkan Kakakmu, kita tidak tau bagaimana keadaannya di dalam sana. Mama tau kok kamu membenci Kakakmu, kamu pasti senang kan melihat hal ini semua." Bentak Ariska
"Ya Allah Ma, Mama ngomong apa sih? kalau aku benci Kakak aku tidak akan buru buru kerumah sakit, padahal aku baru sampai lohh.. ini badan capek, lelah, tapi begitu mengetahui Kakak dirumah sakit aku langsung kesini, lihat saja baju yang aku kenakan, aku bahkan belum menggantinya." Emosi Nita tak terkendali lagi, karena memang Nita orang yang gampang emosian apalagi sekarang kondisinya sangat capek dan diserang begitu saja oleh Mamanya sendiri yang dia kenal dengan lembut, penyayang... Nita berpikir "bisa bisanya Mama mengatakaan seperti terhadap diriku... dari tadi aku berusaha menghiburnya, ketika Ia sakit aku yang merawatnya, sedangkan Kakak? Sudahlah mungkin Mama lagi stress dengan keadaan Kak Anna sekarang"
" Alahh, nggak usah mencari alasan, aku tau kamu kok Nit, kamu hanya ingin melihat keadaan kakakmu menderita seperti itu. Kamu kesini hanya mau memastikan Kakakmu agar Ia meninggal kan?" Ucap Ariska dengan emosi
"istigfar Ma." Nita tidak bisa mengucapkan apa apa lagi untuk membantah ucapan Mamanya. Ia hanya tertunduk dan menangis.. ia tidak pernah sebelumnya diperlakukan oleh keluarganya seperti itu.
"Papa tidak perlu membelanya, aku tau kok Nita anak kesayangan Papa... Papa tidak akan pernah mau melihatnya dibentak. Asal Papa tau aku sayang sama Nita hanya karena Papa. Seandainya Papa tidak memperhatikan Mama dan memarahi Mama, aku tidak akan menyayangi anak sialan itu, apa Papa ingat kejadian dulu, pada saat Nita masih kecil, Mama sengaja meninggalkannya di taman, karena apa Papa tidak pernah memberikan kasih sayang Papa pada Anna, hanya Nita yang ada dihati Papa, hanya Nita yang Papa pedulikan." Nita mengulang kembali perkataannya "Papa ingat nggak kejadian itu? apa yang Papa lakukan? Papa hampir gila dan mengerahkan segalanya untuk mencari Nita dan bahkan mengancam Mama, ingin menceraikan Mama hanya karena Nita."
Nita hanya terisak mendengar semua ucapan Mamanya, jadi selama ini Mamanya hanya pura pura sayang kepadanya, tapi mengapa Mama melakukan semuanya? selama ini hanya dirinya ada diposisi Mamanya, Saat Ariska dirumah sakit hanya dia ada disisinya, hanya Nita yang menemaninya, menyuapinya, apapun yang Mamanya minta Nita berusaha menyanggupi semuanya. Nita ingat waktu itu, Nita punya boneka kesayangan yang diberikan Omanya sebelum meninggal padahal boneka itu pemberian terakhir Omanya. Mamanya menyuruh memberikan kepada Anna. Jadi Nita terpaksa memberikannya." Pikir Nita
Anggoro menimpali ucapan Ariska " Apa kamu tau kenapa aku melakukan itu semua? pasti kamu tau semuanya tapi kamu pura pura bodoh." dengan menyeringai Anggoro kembali mengeluarkan uneg unegnya "Aku tau semua yang kau lakukan dibelakang ku. Sedangkan untuk Anna, bisakah aku menyayanginya setelah mengetahui segalanya? apakah pantas kasih sayangku kuberikan padanya? kamu pikir aku bodoh. Aku hanya diam selama ini karena Nita, seandainya Nita tidak membutuhkan sosok ibu telah lama aku menceraikanmu, tapi setelah kamu mengucapkan kata kata seperti itu aku menyesal tidak menceraikanmu dari dulu. Kamu hanya memberikan kasih sayang palsu buat anakku... sungguh miris kehidupan anakku selama ini, ia sangat menyayangimu, memperhatikan mu, saat kamu sakit hanya Nita yang menemanimu, tapi apa yang kau berikan padanya hanya kepalsuan."
__ADS_1
Ariska tertegun mendengar ucapan Anggoro.
"Iya aku melakukan semuanya, untuk apa? (bentak Ariska), supaya kamu menyayangi anakku juga, tapi apa balasanmu padaku. Ucap Ariska lantang
" Asal kamu tau kenapa selama ini aku jarang pulang dan tidak memperhatikanmu, karena aku tidak mau berhubungan dengan seorang ****** sepertimu dan aku tau semua yang direncanakan orang tuamu dan kamu sendiri hanya ingin hidup nyaman dan orang tuamu yang tidak tau diri itu hanya ingin perusahaannya hancur." Ucap Anggoro
"Sayang, mending kita pulang sekarang, kita tidak akan ada gunanya disini, kita hanya mempermalukan diri kita." Anggoro menarik Nita untuk pergi dengan melewati kerumunan. karena dari tadi mereka sudah menjadi tontonan orang orang dirumah sakit itu.
Ariska hanya menangis sesegukan mendengar ucapan Anggoro, dia hanya menatap punggung suami dan anaknya menjauh.
...****************...
TBC
Ditunggu sarannya!!
vote and comment yaa ๐๐๐
__ADS_1
Jangan lupa follow๐
Let's reading next part๐