FIONITA

FIONITA
Bab 4 Penyesalan Anna


__ADS_3

...Aku percaya padamu dan memberikan segalanya.. Tapi mengapa kau menyakitiku, memberikan luka yang tak bisa kutanggung sendiri, kau membohongiku ketika mengatakan mencintaiku.. Tapi apa balasan yang kau berikan padaku, ini sangat menyakitkan... Aku selalu percaya setelah hujan, akan ada pelangi, tapi sekarang....!...


...Mengapa pelangi itu tidak muncul? apakah aku tidak akan merasakan pelangi itu lagi....


Akankah hujan dan badai yang menghiasi hariku..


...Apakah ini akhir dari segalanya ?...


...  Annahiza Anggoro ...


.


.


.


.


ANNA POV


Hari ini aku masih mengurung diri di kamar. Malu? Itulah yang kurasakan. Penyesalan? Terus terlintas dipikiranku. Setelah berapa lama, akhirnya Aubrey menjawab pesanku, dan jawaban yang tidak pernah kuduga dari Aubrey.


“Anna maafin gue, gugurkan  saja anak itu aku tidak akan pulang.”  


Chat dari Aubrey membuat aku semakin bingung apa yang harus kulakukan. Aubrey hanya membalas chatku dengan singkat, padat dan jelas. Dari tulisannya terlihat tidak ada rasa bersalah dan terlihat tak ada beban ataupun penyesalan.


Kamarku sudah terlihat seperti gudang semua buku tercecer memenuhi lantai, pakaianku bertumpukan diatas sofa, bahkan sampah snack mulai dikerumuni semut dan aku baru sadar sudah seminggu aku tidak membereskan kamarku.


Aku berpikir untuk  berhenti mengurung diri di kamar dan memikirkan Aubrey, dia juga tidak memikirkanku, lebih baik aku mulai hidupku yang baru tanpa Aubrey, tapi bagaimana dengan anak ini? dan aku pasti akan di hujat banyak orang.


"Astagfirullah." Seketika aku tersadar semut menggigit kakiku. Pikiranku seketika buyar ketika merasakan sakit digigit semut.


Lebih baik aku mulai membersihkan kamarku yang sangat kotor ini. Aku keluar kamar mengambil sapu.


“Kak Anna!! Alhamdulillah kak Anna sadar juga akhirnya keluar dari kamar.” Aku membalikkan badan dan melihat Nita sedang berdiri dibelakangku.


“Kak gitu dong bersih-bersih nanti kamar kakak. Jadi kebun binatang loh! mulai dari tikus, kecoa, semut, dan lalat semua jadi sahabat Kakak nanti. Kalau aku sih gak bakalan beli tiket untuk masuk ke kamar Kakak.” Nita cengengesan.


Nita yang cerewet itu kukira akan mengacuhkanku setelah mendengar bahwa aku hamil tapi malah makin cerewet saja.


“Nit mending loh pergi aja deh dari kamar gue, gue lagi gak mau diganggu.”


"Biasanya juga gitu kok kak. Kak Anna gak pernah mau diganggu."


“ Ohh iy kak Anna dipanggil ayah di ruang kerjanya.” Aku mengangguk dan Nita pergi dengan heran mungkin karena aku tidak marah saat dia ledek.


Saat membersihkan kamar aku melihat buku yang sudah lama aku cari , buku dengan sampul warna biru dan gambar doraemon itu adalah buku diaryku saat aku SMA yang telah lama hilang ternyata ada dibawah lemari bajuku.


" Nita bener juga ya, bisa-bisa kamarku jadi kebung binatang!" Gumamku.


"Setelah selesai membereskan kamarku, aku ke ruang kerja Ayah." Pikir Anna


“ Assalamu'alaikum Yah.”


“ Wa'alaikumussalam, masuk Anna!!”


Setelah mendengar suara ayahku. Aku merasa sangat takut, apakah aku akan ditampar lagi ataukah aku akan diusir dari rumah. Pikiranku sudah tak karuan aku duduk disofa berhadapan dengan Ayahku. Aku hanya menunduk tak berani menatap Ayahku.


“ Anna nanti kita kerumah Aubrey.”  aku mendongak melihat ayahku dan menggangguk sebagai jawaban.


****


Rumah Aubrey


Tok tok tok

__ADS_1


“ Asslamu'alaikum”


“Wa'alaikumussalam” terlihat seorang wanita yang membuka pintu dan mempersilahkanku masuk bersama ayahku.


“ Non Anna, den Aubrey nya tidak ada.”


“Gak kok Bi kita kesini mau ketemu sama Ibunya Aubrey.” Ayahku langsung menjawab Bi Ina pembantu dirumah Aubrey.


“ Ohh kalau nyonya ada tuan, tunggu saya panggilkan.” Kami menunggu selama dua menit.


“Ehh Pak Anggoro ada apa Pak?” Ibu Aubrey memang sudah mengenal Ayahku mereka pernah menjadi rekan bisnis.


“Saya kesini hanya ingin meminta pertanggung jawaban anak ibu, Aubrey.”


“Pertanggungjawaban apa seperti apa Pak?” Tante Iren bertanya dengan wajah yang sangat penasaran. Aku hanya menunduk mendengar percakapan Ayahku dengan Tante Iren.


“ Anak Ibu, Aubrey telah menghamili anak saya.”


Aku melihat wajah tante Iren yang terlihat marah.


“Maaf ya Pak anda jangan bicara  jelek tentang


anak saya.” Suasana diruang tamu menjadi menegangkan.


“Apa yang Ibu dengar itu tidak mengada-ngada, itu benar !” suara Ayahku mulai meninggi.


“Tunggu saya mau hubungi Aubrey dulu.”


"Baiklah, silahkan anda menghubungi Aubrey!"


Tante Iren meninggalkan kami diruang tamu dan menghubungi Aubrey.


Setelah lima menit.......


“Maaf tapi Aubrey mengatakan bahwa bukan dia yang menghamili anak Bapak”


“Tapi Aubrey mengatakan bukan dia, tapi kalau memang dia, Tante tidak bisa memaksa Aubrey lagian bisa saja itu bukan anak Aubrey.” Aku sangat kaget mendengar pernyataan itu.


“Maaf Bu tapi anak Ibu harus menikahi anak saya, seharusnya Ibu menasehati anak Ibu bukan mempercayainya begitu saja, ibu tau kan kalau Aubrey dan Anna sudah pacaran sejak SMA.”


Sekarang Aku hanya bisa menangis. Aku tau bahwa Aubrey tidak akan mengakuinya dan seharusnya Tante Iren memihakku karena dia juga wanita dan dia sudah mengetahui bahwa Aku dan Aubrey berpacaran. Bahkan Aubrey sering mengajakku makan bersama Tante Iren.


“ Saya tidak peduli terserah kalian, pokoknya Aubrey tidak akan bertanggung jawab dan kalian boleh pulang!” Tante Iren berdiri dan menunjuk pintu.


“ Apakah Ibu tidak punya hati!! Seandainya Aubrey anak saya dan Anna anak anda. Apakah Anda akan tetap bilang kalau Aubrey tidak akan bertanggung jawab?" tak ada jawaban dari Tante Iren.


Aku hanya menangis dan Ayahku menarikku keluar dari rumah Aubrey. Aku tak menyangka Tante Iren yang terlihat baik ternyata sangat jahat. Saat perjalanan pulang Ayahku hanya diam hingga kami sampai dirumah.


"Assalamu'alaikum."


Nita yang membukakan pintu terlihat heran melihat kami. “ Ayah ada apa?”  tanya Nita tak ada jawaban dari Ayah di pergi kekamarnya dan aku berlari kekamar.


****


Author pov


Sekarang keadaan Ariska sudah membaik setelah kejadian kemarin. Dia ke kamar Anna dan akan mengajaknya makan bersama.


“Anna ....”  Anna membuka pintu kamarnya.


“ Iy Ma!”


“ Ayo makan bersama Nita dan ayahmu nungguin  loh.” Sebenarnya Anna sangat malu dengan Ayahnya setelah kejadian semalam, tapi dia tidak mungkin menolak Ariska.


“Ayo ma!”

__ADS_1


Mereka makan bersama seperti keluarga pada umumnya.


“Oh iya, Yah kamu kan dari rumah Aubrey semalam bersama Anna. Apa yang Aubrey dan keluarganya katakan?"


Anna kaget mendengar pertanyaan Ariska" Huk... Huk.... " Anna hampir tersedak.


"Minum dulu Kak" Nita yang duduk didekatnya menyodorkan air.


"Uhhfft!" Anna menghela nafas


"Makasih Nit" Nita mengangguk dan menaikkan satu alisnya, heran mendengar kakaknya berterima kasih. Kata yang tidak pernah Anna katakan kepada Nita akhirnya dia mengatakan kata itu.


"Makannya pelan-pelan Anna."


"Iy Ma."


"Yah apa yang Aubrey katakan?" Ariska kembali bertanya.


“Aubrey gak ada Ma.” jawab Anggoro.


“Terus keluarganya bilang apa?” Nita dan Ariska menatap Anggoro dengan serius menunggu jawaban dari Anggoro.


“Makan dulu Ma, nanti saja ceritanya gak baik makan sambil bicara nanti tersedak !”


“ Aku kira Ayah akan menjawab pertanyaan Mama, untung aja.” batin Anna.


Anna menghela nafas dan melanjutkan makan.


****


“ Ayah keluarga Aubrey bilang apa?” mereka berdua sedang bersantai ditaman rumah karena hari ini Anggoro si workaholic itu sedang libur walaupun sesekali telponnya berdering.


“Ma Ibu Iren bilang....”


“ Bilang apa yah ?”


“ Tapi jangan kaget yah nanti kamu malah kaget lagi dan masuk kerumah sakit!”


“ Iya cepat bilang apapun itu”


“ Iren bilang kalau bukan Aubrey yang menghamili Anna.” Anggoro mengatakan dengan lirih.


“ Lalu siapa yang menghamili Anna ?”


Anggoro menghela nafas setelah melihat Ariska baik baik saja mendengar jawabannya.


"Sepertinya Ariska benar benar sudah sembuh." Batin Anggoro


“ Kalau Ayah sih yakin kalau Aubrey yang menghamili Anna tapi Aubrey tidak mengakuinya”.


“ Terus Anna bagaimana Yah ?” Ariska menangis.


“Masuk ke dalam yuk Ma sepertinya akan turun hujan.” Anggoro melihat awan hitam


menggumpal dilangit menghalangi matahari.


****


TBC


Ditunggu sarannya!!


vote and comment yaa 😇😇😇


Jangan lupa follow😉

__ADS_1


Let's reading next part😇


__ADS_2