FIONITA

FIONITA
Bab 17 Kematian Anna


__ADS_3

...Kematian.......


...Kematian seseorang tidak ada yang menduga. Kaya, miskin, dari ras, agama, suku yang berbeda tetap akan mengalaminya. Bila itu tiba hanya penyesalan dan ketidak berdayaan orang yang ditinggalkan. Ketidak ikhlasan dan kesedihan yang menghampiri orang yang ditinggalkan....


...****************...


Dokter berjuang mempertahankan Anna, Ia mengarahkan segala usahanya, walaupun ia kesal dengan Ariska sebelumnya, ia tetap mengarahkan segala kemampuannya untuk menyelamatkan Anna. Dokter tau kondisi Anna tidak bisa dipertahankan lagi, namun ia tetap berusaha. Sampai akhirnya Anna menghembuskan napas terakhirnya. Dokter tidak bisa melakukan apa apa lagi. Dokter keluar tanpa mengatakan apa apa.


"Dokter, bagaimana kondisi anak saya?" Tanya Ariska


Melihat dokter terdiam saja dan terus saja berjalan. Jadi suster yang memberitahukan keadaan Anna kepada Ariska.


"Maaf Ibu, kita sudah berusaha dan Anna tidak bisa diselamatkan."


"Sus, bilang apa? anak saya baik baik saja tidak mungkin ia meninggalkan aku." Ucap Ariska


Suster hanya menggeleng dan mencoba menguatkan Ariska, karena ia tahu Ariska sendiri tidak keluarga yang menemaninya.


Ariska yang melihat suster tidak berbicara lagi, ia berteriak histeris masuk keruangan Anna sambil menguncang Anna dengan harapan ia bangun.


"Anna jangan tinggalkan Mama sayang, hanya kamu yang Mama sayang... Mama hanya hidup sendiri sekarang. Anak mu tidak ada yang menemani sekarang. Mama sudah berjanji kalau kamu tidak ada, Mama juga akan pergi menyusul mu.. tapi tunggu Mama sayang, Mama harus membalas semua dendammu pada orang orang yang telah menyakitimu." Ucap Ariska dengan wajah sedihnya.


"Mama tidak akan membiarkan orang orang tersenyum diatas penderitaan mu selama ini." Ariska sudah bertekad untuk membalas dendamnya.


Ariska tidak pernah merasa bersalah dengan kejadian yang menimpanya. Semua kesalahan di masa lalu yang menghancurkan hidupnya, ia menyalahkan orang orang di sekitarnya akibat penderitaan yang dialami. Ia tidak pernah berpikir bagaimana penderitaan orang orang yang selalu ia sakiti.


Anna dipulangkan di kediaman Anggoro. Orang orang telah hadir kecuali Nita, karena ia dilarang oleh Papanya untuk pulang. Anggoro sudah berpesan sebelumnya "Apapun yang terjadi dikediaman ini jangan pernah pulang, kecuali Papa sudah memanggilmu untuk pulang. Belajarlah dengan tantemu."

__ADS_1


Nita yang mendengar kabar dari Papanya hanya bisa mendoakan Anna, meskipun hubungan keduanya tidak begitu baik, tapi mereka tetap saudara.


Sesampainya dikediaman Anggoro, Ariska hanya bisa menangis tanpa menghiraukan orang orang disekililingnya. Anggoro yang melihat Ariska begitu terpukul hanya menatap dan tersenyum sinis. Tidak ada rasa kasihan atau rasa kehilangan di hati Anggoro.


Semua orang yang hadir menatap Ariska begitu menyedihkan. Rambut yang kusut, wajah sembab dan mata bengkak akibat menangis membuat Ariska terlihat sangat menyedihkan.


Satu per satu orang menghampiri Ariska dan mengucapkan "Aku turut berduka cita atas meninggalnya Anna." Karena sebagian besar yang hadir merupakan kerabat Ariska. Sedangkan pihak dari Anggoro hanya Om Nita yang menghadirinya.


"Anna sudah meninggal, lalu bagaimana perasaanmu sekarang." Ucap Anggoro dengan tatapan sinis


Ariska mendongak mendengar perkataan Anggoro "Aku akan membuatmu merasakan yang sama. Jangan panggil aku Ariska, kalau aku tidak bisa membalas semua rasa sakit ini."


Anggoro berucap dengan nada pelan karena takut orang orang yang hadir mendengar ucapannya "Kamu tidak akan pernah bisa, menyakitiku ataupun Nita... Tapi...." Anggoro menggantung ucapannya.


"Aku tidak pernah takut padamu, selama ini yang aku takutkan telah meninggalkan ku... Walaupun aku harus mati, aku tetap akan membalas semua sakit hati anakku." Balas Ariska dengan sinis


"Kamu!!" Ariska berteriak


Mendengar suara Ariska, semua orang menoleh padanya. Ariska hanya bisa berucap maaf


"Kamu puas sekarang? anakku telah mati, tidak yang bikin kamu marah marah lagi... Anak tersayang mu juga tidak tinggal dirumah ini lagi. Kamu sekarang sendirian." Ucap Ariska meracau


Anggoro tertawa tertahan agar suaranya tidak terlalu keras dan menimbulkan pertanyaan bagi orang orang. "Yahh, aku sangat bersyukur untuk itu, tidak ada lagi anak yang bikin malu keluarga Anggoro, dan kamu sebentar lagi aku akan mengusirmu dari rumah ini tunggu surat cerai dariku." Ucap Anggoro, sebenarnya ia tidak tega mengatakan itu semua, tapi ini semua kebaikan untuk semua orang karena Anggoro sudah mengetahui semua rencana licik Ariska.


"Kamu tega menceraikanku? kamu tidak memikirkan Nita yang paling terpuruk denga keadaan ini itu Nita." Ucap Ariska yang tidak sadar mengucapkan kata kata itu.


"Nita? kamu memikirkan Nita dalam keadaan seperti ini? lalu kemarin kamu dimana? Apa yang kau pikirikan? kamu menjual nama Nita demi tidak menceraikanmu? kamu salah besar. Sebelum aku mengatakan semuanya padamu, aku sudah mengatakan semua pada Nita, dan kamu tahu apa jawaban Nita?" Ucap Anggoro yang tidak habis pikir dengan pikiran Ariska

__ADS_1


Ariska sejenak terdiam mendengar perkataan Anggoro dan melanjutkan perkataannya "Emang apa yang aku pikirkan? emang benarkan ini tidak baik buat Nita."


"Nita sudah menyetujui semuanya dan apa kamu tahu apa yang dikatakan Nita?" Anggoro tertawa sinis


Ariska hanya menggeleng dan tidak tau ingin menjawab apa.


Anggoro yang melihat Ariska terdiam tanpa mengucapkan apa apa, ia lalu berucap "Nita mengatakan padaku, walaupun aku membutuhkan mama tapi mengingat semua perkataan Mama waktu itu. Aku tidak bisa memutuskan, biar Papa yang memutuskan semuanya. Sebagai anak, aku hanya ingin melihat kalian bahagia." Ucap Anggoro yang mengulang perkataan Nita


Anggoro yang melirik sejenak Ariska lalu melanjutkan perkataannya "Kamu tidak akan pernah tau betapa bijaknya anak ku itu, ia tidak pernah menyusahkan ku." Kamu tau permintaan pertamanya selama ini, ia meminta untuk pindah sekolah dan apa kamu tahu mengapa ia ingin pindah sekolah?"


Ariska tertegun dan selama ini tidak pernah ingin tahu masalah Nita. Ia hanya ingin dimengerti tanpa memikirkan Nita selama ini.


"Walaupun Nita tidak menjelaskannya, tapi aku mengetahui semuanya, Nita tidak menjelaskan dan berbohong padaku karena apa. Ia tidak ingin menyakiti hati kakaknya apalagi Mama yang teramat ia sayangi. Nita dibully temannya karena apa? karena mempunyai kakak yang hamil diluar nikah, dia diejek mempunyai kakak pelacur karena mempunyai kakak yang hanya bisa keluar masuk klub malam sampai ia harus hamil. Hati Nita hancur mendengar semua hinaan temannya, walaupun ia tidak terlalu dekat dengan kakaknya tapi ia sakit hati dengam penghinaan itu jadi ia membalas semua perbuatan temannya, tapi yang terjadi Nita mengalami penyiksaan fisik. Ketika ia tidak tahan lagi ia mulai berbicara pada kamu untuk pindah sekolah tanpa memberikan penjelasan yang jelas. Coba kamu pikir penderitaan Nita selama ini. Apa kamu pernah berpikir?"


Ariska menampik semua perkataan Anggoro,ia menanamkan dalam hatinya bahwa tidak ada Nita dalam hatinya. Hanya Anna anak satu satunya yang ia sayang.


...****************...


TBC


Ditunggu sarannya!!


vote and comment yaa ๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡


Jangan lupa follow๐Ÿ˜‰


Let's reading next part๐Ÿ˜‡

__ADS_1


__ADS_2