FIONITA

FIONITA
Bab 10 Sekolah baru


__ADS_3

Setelah berbicara dengan Mahyra, Nita pulang dan langsung masuk kekamarnya, ia merenungi segalanya, dia berkata dalam hati "Aku akan berubah, disekolah baru nanti tidak akan ada orang yang bisa menindasku lagi, lagipula bisa melakukan apapun. Kakek dulu mengajariku untuk menjadi perempuan luar biasa. Siapa pun yang berani menindasku sekarang akan mendapatkan akibatnya. setelah dipikir pikir, kenapa gue bodoh sekali yahh, kenapa juga gue mau ditindas dengan anak anak yang tidak berguna itu. Bodoh amat lahh mulai sekarang Nita yang dulu sudah mati, sekarang Nita terlahir kembali dengan sosok yang baru, cerdas dan tidak terkalahkan."


Mama Nita mengetuk pintu dan membuyarkan lamunan Nita.


Tok


Tok


Tok


"Nit kamu di didalam kan? mama ingin mengajak mu makan malam, Papa juga sudah menunggu di bawah." Ujar Mama Nita


"Iya Ma, sebentar, aku siap siap dulu." Jawab Nita


Sesampainya di meja makan, Nita dan keluarganya makan dengan tenang. Sampai Papanya Nita mulai mengatakan sesuatu.


"Nit, Selesai makan kita ngobrol dulu, jangan langsung naik kekamar." Ayah Nita memberikan instruksi


"Baik Pa" Jawab Nita


Setelah makan, mereka melanjutkan ngobrol di ruang keluarga.


"Nit, Papa sudah menyiapkan segala keperluanmu untuk kepindahanmu, besok kamu mulai ke sekolah yang baru, temui Om mu dia sudah mengatur semuanya. kamu tinggal datang. Oh iya Papa juga sudah menyiapkan mobil pribadi untukmu, dan kamu bebas menggunakannya tanpa perlu diantar sopir lagi."


" Thanks Pa, aku janji akan selalu membanggakan Papa dan mama. Oh iya Pa mobil yang Papa belikan sekarang dimana? Nita ingin melihatnya."


"Ada dibagasi Nit, kalau kamu mau melihat mobil mu itu, besok saja. Ini juga sudah malam banget, lagian mobil tidak akan berubah menjadi jelek." Papa Nita menjawab dengan nada bercanda.


"Ok dehh Pa. Aku tidur dulu Ma Pa." Nita berpamitan ke Mama Papanya.


"Iya sayang, selamat tidur putri kesayangan kami." Ucap orang tua Nita. Secara tidak sengaja Anna melihat semua perlakuan orang tuanya sangat berbeda dengan perlakuan pada dirinya, membuat rasa iri dan benci itu semakin besar.


"Kenapa sih Papa dan Mama tidak pernah meduliin gue, dipikiran mereka hanya Nita. Emang gue bukan anak mereka. Sejak gue hamil mama hanya sesekali datang kepadaku, apalagi Papa tidak pernah meduliin gue lagi. Apakah gue nggak pantas mendapatkan kasih sayang mereka, apakah gue harus mati dulu, baru mereka menyesal kalau mereka tidak perhatian sama gue." Anna terus bergumam


Nita yang melihat kakaknya berdiri tidak jauh dari mereka, segera menghampiri san menanyakan "Kakak lagi apa? kenapa tidak gabung sama kami, kenapa kakak hanya berdiam diri disini?" tanya Nita

__ADS_1


Mendengar serentetan pertanyaan Nita, Anna hanya melirik dan mendengus, karena tidak tahan lagi Anna bergegas pergi dsri tempatnya berdiri.


Melihat kepergian Anna, Nita hanya melihatnya dengan tatapan sedih sambil berkata "Kenapa sih kakak nggak pernah berubah, selalu saja cuek, gue kan juga mau merasakan punya kakak yang perhatian. Punya kakak, tapi serasa tidak punya kakak. Ya sudah lah, mungkin ini yang terbaik buat gue. Mungkin suatu hari nanti kak Anna berubah dan sayang sama gue."


Keesokan paginya, Nita sudah bersiap siap ke sekolah barunya dengan perasaan ceria.


"Pagi Ma, Pagi Pa, Pagi juga Kak Anna." Sapa Nita


"Pagi juga sayang." Jawab Papa dan Mama Nita secara bersamaan, Sedangkan Anna hanya berdehem sambil mengangguk.


"Ya sudah, sini sayang kita sarapan bersama." Ajak Ariska


"Oke Mama." Jawab Nita dengan penuh semangat


Setelah sarapan Nita buru buru dan segera berpamitan ke orang tua dan kakaknya.


"Ma, Pa, Nita berangkat dulu ya.. takutnya Nita telat lagi, apalagi hari ini hari pertama Nita. Masa hari pertama sudah di hukum. Ujar Nita sambil berpamitan.


"Nit, tunggu Papa, Papa lupa memberikan kunci mobilmu." Papa Nita sambil berlalu kekamar mengambil kunci mobil.


Tak lama kemudian Papa Nita menyodorkan kunci mobil didepan Nita, melihat hal Nita sangat bahagia dan tersenyum, sambil berlalu mengambil mobil barunya."


Papa Nita melihat hal tersebut bergumam "anak itu tidak pernah berubah, selalu saja bertingkah ketika mendapatkan hadiah dari Papanya."


Nita yang melihat mobilnya, langsung terperangah, tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Mobil sport terbaru dengan warna kesukaan Nita dan desain yang elegan menambah daya tarik mobil tersebut. Nita bergumam "jadi pusat perhatian nih, kalau gue pakai mobil ini kesekolah, bodoh amat lah, lagian Papa baik banget sih beliin gue mobil keren pake banget lagi kerennya."


Tak butuh lama Nita sampai di sekolah barunya, dengan perlahan Nita turun dari mobilnya, dan sesuai perkiraan Nita, dia menjadi pusat perhatian, namun Nita tidak peduli hal itu dan terus melangkah dengan wajah cantik dengan tatapan dingin membuat siswa terutama laki laki tidak dapat mengerjapkan matanya."


Nita yang tidak tau ruang kepala sekolah, melangkahkan kakinya menemui salah satu rombongan siswa dan menanyakan tempat kepala sekolah.


Tanpa berbasa basi Nita langsung berkata "ruang kepsek dimana?" Nita mengulang perkataannya karena siswa yang ditanyai nya hanya bengong. Nita hanya cengo sendiri, dan Nita kesel sendiri dan berlalu begitu saja."


"Gue cari ajha sendiri, siswa disini pada tuli apa yahhh, masa gue ngomong pada nggak ada yang dengar." sambil berjalan kesana kemari mencari, Nita capek sendiri dan berhenti di salah satu tangga untuk beristirahat, karena ketidak sengajaan, Nita ditabrak oleh seseorang.


"Hei lo, kalau jalan pake mata donk, jangan asal nabrak nabrak ajha. Sudah sala pake pergi ajha lagi belum juga minta maaf. Nggak ada etikanya lagi tuh orang." Nita bergumam dengan nada kesal.

__ADS_1


"Ya sudahlah, mending gue cari lagi ruang". Sambil berjalan mendengarkan musik, Nita akhirnya melihat ruang kepsek dan mulai melangkah masuk.


Tok


Tok


Tok


Didalam ruangan tersebut, seseorang menjawab dengan nada yang lumayan keras dan menyuruh Nita masuk.


"Pagi Om." Dengan kaget Dika menengadahkan kepalanya dan melihat siapa yang menyapanya.


"Pagi kesayangan Om, makin cantik ajha sih, Kemana ajha sayang, kok nggak pernah berkunjung kerumah Om." Jawab Dika sambil berbasa basi


"Sorry Om, bukannya Nita nggak mau ke tempat Om, cuman Nita tidak berani mengganggu om karena Nita tau Om itu sibuknya pake banget." Nita menjawab sambil memanyungkan mulutnya.


Mendengar hal itu, Dika langsung berdiri dan memeluk ponakannya itu.


"Ya sudah, kamu tau sendirikan kesibukan Om mu ini. Bagaimana hari ini, sudah siap masuk kelas? kalau siap Om antar kamu kekelas kamu."


"Siap om, oh iya Om, Om nggak perlu memberitahukan kesiapa siapa kalau aku keponakan Om yah, karena aku nggak mau bertemu penjilat dan hanya mau berteman dengan aku karena aku ponakan Om."


"Baiklah kalau itu mau mu, om tidak akan memberitahukan pada siapa pun. Ayo kita ke kelas, ini juga sudah jam masuk."


****


ย TBC


Ditunggu sarannya!!


vote and comment yaa ๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡


Jangan lupa follow๐Ÿ˜‰


Let's reading next part๐Ÿ˜‡

__ADS_1


__ADS_2