FIONITA

FIONITA
Bab 14 Ungkapan hati Ariska


__ADS_3

...Rahasia......


...Pasti semua orang tau bahwa rahasia tidak akan bertahan selamanya, serapat rapatnya kamu menyimpannya pasti akan ketahuan. Rahasia menciptakan sebuah kebohongan yang terus berlanjut, entah di masa lalu, masa sekarang, atau masa yang akan datang selama rahasia itu masih ada, tetapi apapun itu pada akhirnya akan ketahuan, ketika itu terjadi entah kebahagian, kesedihan, atau kekecewaan pasti ada dalam salah satu dalam dirimu....


...****************...


Selang beberapa lama peristiwa itu terjadi, dokter keluar dan mengatakan bahwa Anna koma, dan tidak tau kapan ia akan sadar. Sedangkan anak yang dikandungnya berhasil selamat dan dalam pengawasan dokter karena lahir prematur dan dalam kondisi fisik yang lemah.


"Dok, apakah Anna anak saya akan baik baik saja? " Tanya Ariska


"Lebih baik Ibu berdoa ajha buat anak ibu, karena bagaimanapun tanpa seisin Allah... kita tidak dapat berbuat apa apa. Karena yang sudah saya jelaskan sebelumnya anak Ibu sekarang dalam keadaan koma akibat pendaharan dan pembekuan darah diotaknya akibat terbentur dengan benda keras, dan hanya mukjizat Allah yang bisa menyelamatkannya." Dokter menjelaskan kembali kondisi Anna


Ariska hanya menangis mendengar semua penjelasan dari dokter. Kini ia hanya sendiri tidak ada yang menenangkannya, akibat perbuatannya sendiri.


Dokter kembali bertanya "apakah pasien atau anak Ibu sebelumnya terjatuh?"


"Iya dok, anak saya terjatuh" Jawab Ariska


Flasback On


Dikamar, Anna hanya bisa meratapi nasibnya selama beberapa bulan ia hanya tinggal dikamarnya, kalaupun ia keluar hanya untuk kepentingan mendesak atau hanya untuk memeriksa kandungannya dirumah sakit. Pada saat itu Anna kekamar mandi untuk membasuh wajahnya agar ia lebih segar dan bisa menyantap makan siang yang sebelumnya yang dibawakan Ariska, karena selama kehamilan Anna, Ariska yang selalu membawakan makanan untuk anaknya itu. Entah mengapa karena lantainya licin Anna terjatuh dan kepalanya terbentur di dinding dan terjatuh kelantai.


"Sakit, akhh.... perutku sakit banget. Ma, Mama, Mama.... tolong Anna." Anna berteriak kesakitan


Ariska yang mendengar teriakan Anna langsung menuju kekamar Anna untuk melihat kondisi anaknya itu, dengan perasaan cemas ia berjalan secepat mungkin ke kamar Anna


"Anna, buka pintunya, ini mama sayang. kamu kenapa? jangan bikin panik Mama dehh..." Ariska yang tidak mendengar lagi suara Anna, makin panik dan segera mencari kunci cadangan. Begitu membuka pintunya, Ariska melihat Anna tergeletak dikamar mandi dengan pintu terbuka dan darah yang terus keluar.


"Anna bangun sayang, jangan tinggalkan Mama." Ariska berteriak histeris dan menggotong Anna keluar dan mencari pertolongan untuk membawanya ke rumah sakit.

__ADS_1


Flashback off


"Dok bisakah saya melihat anak saya? Ariska kembali bertanya


"Silahkan, tapi jangan terlalu berisik mengingat kondisi pasien sekarang ini tidak stabil" Dokter mengisinkan Ariska untuk menjenguk Anna


"Sayang ini Mama, tolong bertahan yahh demi Mama mu ini, sekarang kamu melahirkan. Anakmu laki laki sama seperti wajahmu. Tolong kasihani Mama, bangunlah sayang siapa yang akan menemani Mama? siapa yang akan merawat bayimu? Mama bisa gila tanpa dirimu sayang, kamu tau kan seberapa besarnya kasih sayang Mama kekamu, Mama tau kamu menganggapku tidak menyayangimu tapi kamu tidak mengetahui bahwa yang kulakukan hanya demi dirimu. Mama rela menahan diri sampai sejauh ini. Melihat mu seperti ini membuat ku tidak berdaya, apapun kulakukan demi dirimu sayang, Mama mohon bangunlah... Mama berjanji akan menyayangimu dan apapun yang kamu inginkan aku akan mewujudkannya." Ucap Ariska


"Kau tau sayang rahasia yang Mama jaga selama ini, Mama tidak pernah ingin memberitahukan mu, karena Mama tidak mau kamu sakit hati, mama tidak mau kamu merasa terpuruk, mama tidak mau hidupmu merasa menyedihkan. Papa mu selama ini tidak pernah menyayangimu karena ia tahu kamu bukanlah anak kandungnya. Mama baru tahu, bahwa Papa mu cuek dan tidak mempedulikan kamu dan Mama, karena kesalahan Mama sendiri, Mama yang membuatnya seperti ini. dan satu hal lagi yang harus kamu tau sayangnya Mama, kamu bukanlah anak Mama melainkan anak selingkuhan Mama, Aku dan Papamu yang sesungguhnya berselingkuh sejak kamu bayi, Ibu mu telah meninggal setelah kamu lahir. Awalnya kami bahagia sampai ketika suatu tragedi terjadi dan Papamu meninggal. Kebetulan Mamamu ini hamil anak kandungan Mama tidak selamat dan menyusun sebuah rencana dan akhirnya kamu menjadi anakku. Sayang aku baru membicarakan semuanya... semoga kamu mengerti keadaan Mama." Racau Ariska


"Mama keluar dulu sayang, nanti Mama kembali kesini menemanimu. Mama ingin melihat cucu Mama dulu." Pamit Ariska dan hanya melihat Anna terbaring tidak berdaya dengan selang begitu banyak ditubuhnya.


Ariska menuju ke kamar bayi untuk melihat cucunya.


"Sus, bolehkah aku masuk. Aku ingin melihat cucuku." Tanya Ariska


"Silahkan ibu..." Ucap suster terpotong ucapannya


" Ohh iya, silahkan ibu Ariska, saya akan menemani masuk kedalam" Ucap Suster sambil tersenyum


Sebelum masuk Suster yang menjaga ruang itu menjelaskan prosedur yang harus ditaati oleh Ariska mengingat cucunya lahir prematur dan kondisi yang lemah.


"Sus cucu saya yang mana yahh?" Tanya Ariska


"Oh disebelah sini ibu." Jawab Suster


"Ohh cucuku sayang, kasihan sekali nasibmu. Ibumu lagi berjuang didalam sana. Oma mohon yahh sayang bertahan demi ibumu." Ariska mengasihani nasib cucunya.


" Ibu cucu ibu ganteng banget, pasti ayah dan ibunya cakep cakep, siapa nama si ganteng ini bu." Ucap suster menunjuk bayi dalam inkubator itu.

__ADS_1


"Iya Sus.. Ibunya sangat cantik, anakku sangat cantik." Ariska mengulang terus kata katanya.


"Sus, saya memberinya nama Pangeran Putra Bristian, Bagaimana Sus bagus tidak? saya menggantikan ibunya untuk memberi nama mengingat ibu sekarangbmasih belum sadar." Kata Ariska


"Nama yang sangat bagus, Halo pangeran, kamu harus kuat demi oma mu ini dan ibumu yang sekarang sedang berjuang sama sepertimu." Ucap Suster denga rasa prihatin.


Ariska yang tidak membawa persiapan kerumah sakit memutuskan untuk pulang. Ia tidak bisa menyuruh Nita lagi untuk mengambilkan keperluannya selama berada di rumah sakit akibat ucapannya tadi telah menyakiti hati Nita. Sesampainya dikediaman Anggoro ia langsung masuk dan melihat keberadaan Nita dan Anggoro lagi mengobrol dengan serius.


"Assalamualaikum Pa." Ariska mengucapkan salam


Anggoro dan Nita yang melihat kedatangan Ariska tidak menggubrinya. Sampai Ariska mengulang ucapannya hanya Nita yang menjawabnya itupun hanya sekenanya


"Waalaikumsalam." Ucap Nita dengan suara pelan


Ariska yang melihat itu hanya mendengus dan berjalan menghampiri Anggoro. Sedangkan Nita berpamitan Ke Papanya, ia tidak sanggup untuk melihat Mamanya karena ucapan Mamanya sangat menyakiti Nita.


"Pa, Nita pamit ke kamar dulu yah, papa jaga kesehatan, jangan tidur larut dan jangan memforsir pekerjaan Papa." Ucap Nita tanpa memedulikan Mamanya


" Iya Nit, Papa juga mau keruang kerja, masih banyak pekerjaan yang belum aku selesaikan."


Mereka berdua menuju ketempat masing masing tanpa memedulikan keberadaan Ariska.


...****************...


TBC


Ditunggu sarannya!!


vote and comment yaa ๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡

__ADS_1


Jangan lupa follow๐Ÿ˜‰


Let's reading next part๐Ÿ˜‡


__ADS_2