
Kematian Anna membawa duka yang mendalam bagi Ariska. Ia terpukul dan hatinya hanya dipenuhi dendam. Setelah pemakaman Anna, Ariska pergi dari rumah Anggoro, kini ia diusir dari rumah megah tersebut. Hati Ariska begitu sakit belum sehari kematian anaknya, Anggoro tiba tiba mengusirnya.
"Setelah pemakaman Anna selesai, sebaiknya kamu meninggalkan kediaman ini, sejak kamu tidak mengakui Nita sebagai anakmu sejak saat itu juga nama kamu tercoret dari anggota keluarga Anggoro." Ucap Anggoro
Ariska terdiam mendengar ucapan Anggoro. Ia tidak bisa berkata apa apa, karena sebelumnya ia begitu angkuhnya mengucapkan kata kata yang tidak sepantasnya. Demi harga dirinya, Ariska mau tidak mau pergi dari kediaman tersebut.
Setelah kepergian Ariska, Anggoro menyusun langkah yang akan ia ambil. Mengingat Ariska yang tidak akan tinggal diam, jadi ia memutuskan langkah kedepannya dan musuh dari masa lalunya muncul yang mengancam keselamatannya. Apalagi ia memiliki putri, tentu menjadi pertimbangan untuk menentukan langkah apa yang ia ambil.
Di kediaman Ambar (tante Nita)
Nita hanya termenung didalam kamar memikirkan kakaknya, ia tidak bisa menghadirinya karena larangan Papanya.
"Sebenarnya apa yang terjadi? kenapa Papa melarangku pergi, kalau hanya mengenai Mama, Papa pasti tidak akan bertindak seperti ini. Apa Papa menyembunyikan sesuatu dibelakangku? Apa yang sebenarnya yang Papa khawatirkan?" Nita mempertanyakan tindakan Papanya. Apalagi selama ini Nita dibebaskan untuk bertindak apapun yang ia inginkan sekarang ia seakan dikurung di rumah tantenya itu.
Tok
Tok
Tok
Mendengar ketukan pintu, Nita tersadar dari lamunannya dan menyuruhnya masuk.
"Ada apa tan?" Tanya Nita
"Nit, sebenarnya tante tau apa dipikiranmu... kamu memikirkan Papamu kan?" Ambar menebak pikiran Nita hingga beberapa hari ini ia murung
"hufftt." Nita menarik napas dan mengangguk
"Tan, sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Nita
"Kamu jangan berpikiran macam macam, Papa mu melakukan ini semua demi kebaikan mu sendiri." Ambar mencoba menenangkan Nita
Nita mendengar semua kata kata tantenya, tetapi kata kata tersebut belum bisa menenangkan hatinya. ia masih gundah memikirkan semuanya.
Ambar yang melihat Nita yang hanya terdiam. Ia menghela napas dan tidak tahu menjelaskan bagaimana lagi. Ia pergi meninggalkan Nita dan membiarkan Nita untuk menenangkan dirinya.
Setelah kepergian tantenya, Nita memikirkan cara untuk mengetahui permasalahan Papanya karena ia yakin permasalahan yang dihadapi Papanya bukanlah masalah yang mudah.
Nita menghubungi seseorang untuk menyelidiki permasalahan itu.
tutt
tutt
"Halo." Ucap Nita
"Halo, siapa?" Ucap Seseorang
__ADS_1
"Black eyes". Ucap Nita
Seseorang yang mendengar itu langsung mengerti dan menjawab "Yes, queen."
"Gue mau lo menyelidiki sesuatu buat gue." Nita menyuruh orang untuk melakukan sesuatu.
"Siapa queen?" Tanya seseorang itu.
"Bokap gue." Jawab Nita dengan santai
"Emang bokap queen, ngapain?" Tanya orang itu
" Nggak usah banyak tanya permasalahannya, nanti juga lo tau. Gue nggak mau tau permasalahan harus cepat lo selidiki, kalau perlu besok sudah ada hasilnya." Ucap Nita panjang lebar
"Mengerti queen." Jawab orang itu dengan lugas
Kali ini, Nita tidak akan menjadi manusia bodoh lagi yang hanya mementingkan dirinya sendiri karena ia yakin Papanya sekarang dalam bahaya.
tok
tok
tok
"Nita lo didalam nggak?" Ucap sepupu Nita
"Gue Nit, Sepupu lo yang ganteng paripurna ini." Ucap Sepupu Nita narsis
Nita membuka pintunya dan menyuruh sepupunya masuk.
"Mau apa lo? tumben kesini." Ucap Nita
"Gue mau ajak lo keluar, mumpung lo nggak sibuk." Ucap Albert Sepupu Nita
"Emang lo mau ajak gue kemana?" Tanya Nita
"Tempat spesial yang bakalan buat lo senang, lo pasti happy deehh, gue tau kesukaan sepupu gue yang manis ini." Ucap Albert
Nita hanya mengangguk dan berpikir mungkin gue butuh waktu sejenak, daripada gue disini hanya memikirkan hal yang tidak tidak.
"Gimana? mau nggak? gue yakin dehhh lo pasti senang" Ajak Albert
"Baiklah, tapi tunggu, gue mau ganti baju dulu".
Setelah mereka bersiap siap dan berpamitan pada Ambar, mereka menuju tempat yang Albert rencanakan sebelumnya.
Didalam mobil Nita yang aslinya cerewet, terus bertanya pada Albert sepupunya.
__ADS_1
"Kakak Albert, kita mau kemana sih? dari tadi kok nggak sampai." Tanya Nita
"Kamu duduk diam ajha Nita sayang, tidak lama juga kita sampai kokkk. Untuk tempatnya kamu nggak usah tau, biar jadi suprise ajha." Ucap Albert
"Tapi Kak..." Albert menyelah ucapan Nita, karena ia tahu Nita bukanlah orang yang tidak sabaran dan berkata "Husttt, kamu duduk diam ajha Nit, bentar juga kita sampai."
"Kak Albert mahhh gitu." Nita memang manja sama sepupunya itu, karena dari dulu ia lebih akrab dengan Kakak sepupunya dibanding dengan Anna.
Albert hanya terkekeh mendengar rengekan Nita.
Beberapa lama diperjalanan, Mereka sampai di tempat balapan motor.
"Kakak, ini dimana sih? ramai bangett." Nita mengeluh
"Ikuti Kakak, jangan pernah berpisah sama Kakak. Tempat ini lumayan berbahaya, terutama buat sepupu gue yang cantik ini." Ucap Albert bergurau
Nita yang mengamati tempat itu, seketika menjerit
"Kakak, ini tempat balapan motor. Kakak tempat ini.... thanks kakak, sudah ngajakin gue ketempat ini. Kak boleh gue ikut balapan?" Ucap Nita
"Nggak boleh, berbahaya Nit. Nanti gue dimarahin lagi sama tante lo tersayang itu." Jawab Albert
"Kak... tante aku itu, Mama Kakak. Kakak mau nggak gue bilangin ke Tante ku itu, kalau Kak Albert ngajakin Nita ketempat balapan. Jadi Kak Albert yang ganteng, sepupunya aku yang baik banget, isinin yahh, Aku nggak bakalan janji tidak kenapa napa, tapi aku berusaha untuk tidak terjadi apa apa." Nita berusaha membujuk Albert dengan wajah memelas, karena Nita tahu kelemahan Albert, ia tidak akan tega melihat Nita memelas.
"Uhmm" Albert menarik napas dan berkata "Bagaimana yah Nit, Kakak takut kalau dirimu ini kenapa napa, aku nggak bakalan tega kehilangan sepupu gue yang baik hati ini." Albert masih berusaha membujuk Nita untuk tidak ikutan balapan.
"Kak... tidak perlu khawatir, ini bukan pertama kalinya gue ikutan balapan. Lagipula siapa yang ngajarin kesini balapan. Hayolohhh Kak siapa yang sering ngajakin Nita kesini." Nita sengaja memojokkan Albert
"Baiklah, Kakak isinin, tapi lo harus hati hati.." Albert mengingatkan Nita
"Thanks Kakak ku, Gue janji dehh kalau menang, gue traktir Kakak apapun yang penting permintaan Kakak masum akal." Ucap Nita sambil bercanda
Albert hanya bisa pasrah, karena seberapa kerasnya pun Albert menolak, pasti ia akan mengalah demi adik sepupunya itu.
"Yasudah ayo, Kakak temenin kamu kesana, kamu harus hati hati, lo tidak perlu menang, ini hanya untuk bersenang senang. Ok? jaga diri baik baik" Ucap Albert menasehati Nita.
...****************...
TBC
Ditunggu sarannya!!
vote and comment yaa ๐๐๐
Jangan lupa follow๐
Let's reading next part๐
__ADS_1