
Zaki yang mengetahui hal itu hanya tetap diam tak berkutik sedikit pun, ia takut jika nanti Karin akan lebih membencinya, semua cara telah Zaki lakukan untuk meminta maaf kepada Karin namun mengapa Karin masih belum bisa memaafkan Zaki? Bukannya Karin sangat mencintai Zaki, tapi siapa sangka setelah kedatangan Erlangga semuanya berubah seperti ini?
Untuk ke beberapa kalinya Zaki mengunjungi rumah Karin namun tetap saja Karin tidak ada dirumah entah di mana keberadaan Karin sebenarnya atau apa mungkin saja Karin sedang menenangkan hatinya di rumah Tari namun bisa jadi pula jika Karin memang tidak ingin bertemu dengan Zaki.
Zaki telah kehabisan akal untuk meminta maaf pada Karin atas perbuatan bodohnya itu, ia pun membuat kejutan yang tak akan pernah Karin duga sebelumnya.
Zaki berjalan menuju balkon rumah Karin dengan percaya diri bahwa Karin akan memaafkannya. Zaki membawa spanduk berukuran besar yang bertuliskan 'KARIN GUE MINTA MAAF DARI HATI GUE YANG PALING DALAM, GUE GAK AKAN LARANG LO DEKET SAMA ERLANGGA LAGI. GUE JJANJI dengan tekadnya Zaki puj bersemangat untuk melakukan aksinya itu.
****
Di dalam kamar Karin hanya tercengang menatap handphonenya yang sepi tanpa ada yang menghubunginya sama sekali, tiba-tiba suara yang sangat Karin kenali itu membuyarkan lamunannya, Karin terkejut bukan main ketika telah melihat aksi gila yang Zaki lakukan.
Apa yang lo lakuin sih Zak?
"Rin gue tau lo masih marah sama gue tapi gue mohon maafin gue Rin," teriak Zaki dari luar kamar Karin namun Karin tidak menanggapinya sama sekali ia malah asik memainkan handphone tanpa tujuan.
"Rin gue tau lo marah tapi please kasih gue kesempatan, gue mohon lo keluar sekarang juga Rin!"
Karin yang merasa terganggu dengan kehadiran Zaki yang berteriak malam-malam, ia pun memutuskan untuk keluar kamar menuju balkon namun bukan untuk memaafkan Zaki melainkan untuk memaki Zaki.
Karin kaget bukan kepalang ketika melihat spanduk besar itu telah menggantung di pohon pinggir jalan dengan spanduk yang bertuliskan.
'KARIN GUE MINTA MAAF DARI HATI GUE YANG PALING DALAM, GUE GA AKAN LARANG LO DEKET SAMA ERLANGGA LAGI. GUE JANJI'
Karin tertegun ketika membaca tulisan di spanduk itu, sebenarnya Karin tidak tega ketika membayangkan betapa lelahnya Zaki saat membawa spanduk itu.
Lo buat ini semua untuk gue Zak.
__ADS_1
"Ngapain lo kesini? Lo udah ganggu jam istirahat gue!" bentak Karin yang seolah mengusir Zaki namun di dalam hatinya sangat menginginkan Zaki di sampingnya "Rin dengerin dulu penjelasan gue, gue hanya gak mau lo sakit hati karena Erlangga." ucap Zaki.
"Apa pedulinya lo Zak, lo siapanya gue?" tanya Karin dengan emosi yang memuncak.
Zaki menunduk, ia bingung harus bicara apa.
"Kenapa lo gak jawab? Lo cuma mau bilang karena gue sahabat lo, iya kaya gitu kan Zak? Basi, gue dengerin alasan gak masuk akal lo Zak!"
Karena gue sayang sama lo Rin.
"Iya karena lo sahabat gue Rin, gue sangat peduli sama lo."
"Bosen gue dengernya Zak, lebih baik lo pergi sekarang percuma!"
"Gue gak mau, gue akan tetap meminta maaf sama lo di sini"
"Serah lo!"
Jleb...
Karin yang mendengar ucapan Zaki yang terdengarnya sangat serius sungguh tidak tega, Karin pun membalikkan tubuhnya untuk menghampiri Zaki "Gue seneng lo kembali Rin," ucap Zaki tersenyum lega.
"Gak usah kegeeran lo! Lo tadi bilang mau gantung diri kan? Coba lakuin!"
"Gue gak serius, gue hanya bercanda tapi kok lo tega banget nyuruh gue kaya gitu Rin?"
"Bodo amat!"
__ADS_1
"Rin gue seneng lo akhirnya ngomong sama gue lagi setelah sekian lama," ucap Zaki "Rin gue mohon lo mau kan maafin gue? Gue beneran minta maaf sama lo, lo gak liat perjuangan gue buat ini semua?"
"Gue gak nyuruh lo!"
"Iya gue tau gak pa-pa kok, tapi yang gue mau hanya satu Rin, lo mau kan maafin gue?"
"Apa benefit gue maafin lo?"
"Gue tau gak ada benefit-nya,"
Karin tetap bersikukuh pada pilihannya. Ia terdiam beberapa saat hingga Zaki berbicara lagi.
"Karin Aulia gue mohon maafin gue!"
"Kalo misalnya gue maafin lo, lo mau lakuin apa buat gue?"
"Hm, sesuai tulisan yang ada dispanduk itu gue akan membiarkan lo dekat dengan yang lo suka, baik Erlangga atau siapapun itu gue gak akan ganggu lagi, selagi itu yang buat lo bahagia gue juga akan bahagia."
Deg detak jantung Karin tak karuan ketika mendengar pernyataan Zaki secara langsung.
Bukan itu yang gue mau Zak.
"Rin lo kenapa bengong? Lo gak pa-pa kan? Jadi gimana Rin lo mau kan maafin gue?"
Sesaat kemudian Karin hanya membalasnya dengan anggukan singkat.
"Jadi lo beneran maafin gue Rin?"
__ADS_1
"Iya, gue udah maafin lo Zak,"
Ada kebahagian tersendiri bagi Karin, begitupun bagi Zaki.