
"Matamu melemahkan ku
Saat pertama kali ku lihatmu
Dan jujur ku tak pernah merasa begini
Ku tak pernah merasa begini."
Zaki Putra-
Malam ini Zaki berencana mengajak Karin untuk makan malam bersamany di taman dan Zaki pun malam ini ingin mengatakan cinta yang sebenarnya pada Karin dan meminta Karin menjadi pacar pertama dan terakhirnya.
Zaki sudah siap dari beberapa menit yang lalu dan akan menjemput Karin di rumahnya. Zaki malam ini kelihatan sangat bahagia karna baginya malam ini adalah malam yang bersejarah didalam hidupnya.
"Gue udah gak sabar lo jadi pacar gue," gumam Zaki yang tersenyum-senyum.
Sementara Karin masih sibuk merias diri didepan cermin. Karin menggunakan dress berwarna pink muda dengan desain pita-pita malam ini Karin kelihatan lebih cantik dari biasanya.
Karin menggunakan polesan wajah yang sangat sederhana, bibir mungilnya sangat manis ketika memakai lipgloss berwarna pink.
Rumah Jaki dengan rumah Karin hanya berjarak beberapa meter saja. Zaki akan mengajak Karin jalan-jalan menggunakan mobil miliknya "Karin gue udah sampai!" teriak Zaki yang tak ada sopan-sopannya sama sekali berteriak di rumah orang.
Karin mendengar teriakan Zaki langsung sejak keluar kamar untuk menghampiri seseorang yang berharga baginya "Iya berisik lo Zak!" bentak Karin yang tiba-tiba muncul di depan pintu.
Zaki menatap Karin dari atas hingga bawah dan tidak mengedipkan matanya sama sekali "Cantik," gumam Zaki menghampiri Zaki yang masih menatapnya.
"Jangan natap gue kaya gitu!"
"Eh? Rin,"
"Kenapa?"
"Lo cantik juga,"
"Oh jadi maksud lo selama ini gue gak cantik iya?"
"Bukan Rin, bukan gitu maksud gue duh salah ngomong ini mah."
"Haha, santai aja kali. By the way makasih. Yaudah yu jalan."
Di dalam mobil Zaki tidak berhenti menatap Karin yang sudah seperti princess walaupun resikonya berbahaya karena Zaki tidak fokus saat mengendarai mobil.
"Ngapain lo natap gue mulu?" tanya Karin merasa risih.
"Karena lo cantik, banget malah." sahut Zaki.
"Bisa aja lo Zak, ya udah lo fokus dulu nyetir nya!"
"Iya bawel!"
Sesampainya di taman Zaki turun dari dalam mobilnya dan membukakan pintu Karin "Kita ngapain kesini Zak?" tanya Karin.
"Rahasia, nanti juga lo tau!" ucap Zaki sok rahasian.
"Kok lo gitu mainnya rahasia-rahasiaan ih!"
"Pakai dulu ini penutup matanya"
"Ngapain?"
"Surprise dong,"
Mau tidak mau Karin pun hanya mengikuti perintah Zaki yang menurutnya sangat tidak masuk akal. Zaki memberi aba-aba pada Karin agar Karin tidak salah dalam melangkah "1, 2, 3, 4, 5 nah boleh buka sekarang!"
Tanpa tunggu lama Karin pun langsung saja membuka penutup mata itu "Dor surprise," ucap Zaki.
__ADS_1
Karin merasa sangat bahagia dan tersanjung akan surprise yang diberikan Zaki "Lo yang nyiapin ini semua?" tanya Karin dengan mata berkaca-kaca.
"Iya gue siapin ini buat buat lo!" sahut Zaki.
Lagi-lagi wajah Karin bersemu malu, pipinya yang sudah merah merona karena blush-on make-up menjadi lebih merona akan ucapan Zaki yang membuat dirinya salah tingkah.
"Rin gue bawa lo ke sini sebenarnya ada sesuatu yang mau gue ucapkan." ucap Zaki membuka suara.
"Apaan?" tanya Karin penasaran.
"Nanti aja deh, sekarang kita nikmati dulu tempat ini."
"Tuhkan lo mah gitu,"
Karin terlihat sangat bahagia karena baru akhir-akhir ini Zaki yang sangat ia cintai berubah 180° lebih romance, itu yang membuat Karin menjadi lebih bahagia Karin terus menatap Zaki yang sedang menyalakan lilin di meja bundar itu.
Gue senang Zak makasih banyak.
"Kenapa lo natap gue? Gue tahu kok gue ganteng!"
"Lo emang ganteng kok!"
"Akhirnya setelah sekian lama akhirnya lo jujur juga bilang gue ganteng."
"Yeah lo emang ganteng dari dulu,"
"Lo bilang apa tadi?"
"Eh? Gak, gue gak bilang apa-apa!"
"Rin,"
"Kenapa?"
"Nih Rin ada sesuatu buat lo," Zaki menyodorkan setangkai bunga mawar merah kesukaan Karin.
Pandangan Zaki beralih pada gitar yang sedari tadi memang ada di sana. Lalu mulai memainkannya.
Jreng...
Matamu melemahkan ku
Saat pertama kali ku lihatmu
Dan jujur ku tak pernah merasa begini
Ku tak pernah merasa begini
Oh mungkin ini kah cinta pandangan pertama
Karena apa yang ku rasa ini tak biasa
Jika benar ini cinta mulai dari mana
Oh dari mana
Dari matamu-matamu ku mulai jatuh cinta
Ku melihat-melihat ada bayangan
Dari mata buatku jatuh
Jatuh terus jatuh ke hati.
Zaki menyanyikan sebuah lagu yang berjudul Dari mata yang di populerkan oleh Jazz.
__ADS_1
Suara Zaki memang sangat merdu dan berhasil membuat Karin diam terpaku.
"Oh my god Zak suara lo merdu banget," puji Karin bersorak riang.
"Thanks, lo suka?"
"Suka banget, hehe."
"Itu lagu yang gue nyanyiin khusus buat lo, Rin."
Deg...
Karin terpaku di tempat. "Eh? Apa? Lo serius?" tanya Karin gugup.
"Iya gue serius, Rin ada yang mau gue sampaikan."
"Ya, bilang aja."
"Sebenarnya gue udah lama suka sama lo, bahkan sayang. Gue mau lo jadi milik gue. Lo mau kan jadi pacar gue untuk yang pertama dan terakhir?"
"Are you sure? Kenapa lo mau gue jadi pacar lo?"
"Yes i'am sure Rin. Karena lo itu adalah wanita yang sangat berarti setelah Mama, lo juga sabar menghadapi sikap gue, dan lo bukan tipe cewek yang manja, dan cemburuan, namun lo adalah wanita yang sangat sederhana. Gue suka dengan sikap lo yang tulus, dan gue sadar selama ini gue terlalu sering sakitin hati lo. Maaf."
Deg ...
Karin hampir tidak percaya dengan pengakuan Zaki yang membuatnya terharu. Setetes air, lolos dari pelupuk matanya. Namun dengan cepat Karin menghapusnya. Ia tidak ingin hari bahagia ini menjadi hari yang menyedihkan.
"Gue gak mau Zak,"
"Kenapa Rin? Lo masih marah sama gue karena masalah yang lalu?"
"Ih bukan itu maksud gue. Maksudnya gue gak mau nolak lo jadi pacar gue. Hehe."
"Thank you. I Love You Karin Aulia!"
"I Love You Too."
"Mulai sekarang kita ubah panggilan ya, pakai aku-kamu jangan gue-lo."
"Hehe, iya deh siap pak bos!"
"Cie sekarang udah jadi pacarnya Zaki yang ganteng ini dong,"
"Tau ah rese ih!"
"Haha jangan marah nanti cantiknya ilang lho."
"Bodo amat!"
"Yah ngambek nih, jadi makin sayang haha."
"Rese, rese, rese!"
"Yaudah, maafin ya. Oh ya Rin--,"
"Kenapa?"
"Aku sayang sama kamu udah lama. Dan maaf untuk beberapa akhir ini. Karena jujur aku terlalu gengsi buat ngakuin semuanya."
Karin diam terpaku tidak bisa berbicara apapun lagi saat ini hatinya sangat bahagia sekaligus terharu akan ucapan Zaki yang sangat menyentuh hatinya.
Mereka sama-sama gengsian. Namun akhirnya cinta berhasil menyatukan keduanya. Memang benar jika cinta akan tau di mana ia akan berlabuh. Tepatnya pada hati yang benar-benar tulus.
"Kebahagian yang sesungguhnya sangat lah sederhana. Cukup menikmati hari dengan orang yang dicintai."
__ADS_1
Tamat...