
****
Karin berpikir ia tidak mungkin berangkat ke rumah sakit sendirian apalagi ini sudah larut malam.Karin berniat untuk menghubungi Tari untuk menemaninya ke rumah sakit.
Karin meraih handphone nya dari tas selendang yang di gunakannya.
"Halo Tar lo bisa temeni gue ga?"
"Lo gila kali ya Rin ini udah tengah malam,ogah gue!"
"Yakin lo ga mau?lo pasti nyesel soalnya ini tentang kakak kelas kesayangan lo!"
"Apa maksud lo?"
"Tar kak Erlangga kecelakaan!sekarang lo temenin gue ke rumah sakit Pelita Jaya!"
"Apa?oke-oke gue bakalan temenin lo!gue jemput dirumah lo!"
Karin lebih memilih untuk memutuskan panggilannya dengan Tari.Karin merasa sangat kesal karena ia telah menunggu lama namun Tari tetap saja belum datang.
__ADS_1
Namun tidak lama kemudian Tari pun datang dengan membawa mobil jazz berwarna merah pribadinya "Lama banget sih lo!"bentak Karin yang langsung menaiki mobil Tari.
"Ya kalem kan gue takut ada culik!"ngeles Tari "Ya udah langsung aja ke rumah sakit Pelita Jaya!"ucap Karin "Iya bawel ku!"jawab Tari.
****
Tari merasa ada yang aneh dengan Karin karena kenapa Karin meminta dirinya yang menemaninya ke rumah sakit.Tari sempat berpikir mengapa tidak Zaki.
Karena rasa penasarannya Tari pun langsung bertanya pada Karin yang duduk di sebelahnya "Rin gue mau tanya!"ucap Tari "Apaan?"jawab Karin yang jutek seperti biasanya "Lo kenapa ga minta Zaki aja buat temenin lo! Jujur gue ngantuk!"ucap Tari "Kepo lo kayak dora!"jawab Karin.
"Yeah lo mah aneh gue kan nanya!"ucap Tari "Ya kan gue juga ga tau Zaki ada dirumah atau gak,ya kali aja juga dia udah tidur!"jelas Karin yang benar-benar berbohong "Oh!".
****
Ruang UGD itu terlihat sepi tidak ada orang satu pun,perasaan Karin jadi tidak enak.Namun tidak lama kemudian suster pun keluar dari dalam ruangan itu.
Tanpa tunggu lama Karin dan Tari pun beranjak dari duduknya dan langsung bertanya pada suster itu. "Suster tunggu!"teriak Karin,suster yang bernama suster Clara itu langsung menoleh "Iya ada apa?"tanya suster "Sus apa korban yang didalam bernama Erlangga?"tanya Karin.
"Betul sekali,apa ini dengan mbak Karin?"tanya suster "Iya sus saya sendiri,lalu sus bagaimana keadaan kak Erlangga?"tanya Karin "Keadaannya memprihatinkan mbak,korban banyak kehilangan darah,dan sekarang korban mengalami koma!"ucap suster.
__ADS_1
Karin dan Tari masih tercengang di tempat tanpa ada niatan untuk berkata lagi.Karin merasa hidup tiada artinya lagi "Ya sudah mbak kalo begitu saya pamit!"lanjut suster.Karin tidak menjawabnya namun Tari hanya menanggapinya dengan tersenyum pada suster Clara.
Menunggu 15 menit lama Karin dan Tari di depan ruang UGD tiba-tiba seorang yang berpenampilan seperti dokter itu keluar dari dalam ruangan UGD.
Dokter itu terlihat sedikit aneh dan bingung,tanpa tunggu lama Karin langsung saja menghampiri dokter itu. "Dokter bagaimana keadaan korban?"tanya Karin "Oh apa ini keluarga korban yang bernama Erlangga?"tanya dokter "Iya dok saya teman dekat nya,Tari juga temannya kak Erlangga!"jawab Karin.
"Baik jika begitu,maafkan saya karena ini sudah takdir dari yang maha kuasa dan adek-adek ini harus sabar.Saya sudah melakukannya dengan sebaik mungkin namun takdir berkata lain"ucap dokter "Jadi maksud dokter apa? Kak Erlangga baik-baik aja kan?"tanya Karin.
"Maaf dek namun kenyataannya korban yang bernama Erlangga telah meninggal dunia.Silahkan urusi kepulangan korban!"ucap dokter itu dan langsung saja berjalan meninggalkan Karin yang menangis di pelukan Tari.
"Ga mungkin kan Tar,ga mungkin,gue mau masuk mau bangunin kak Erlangga!"ucap Karin yang menangis tersedu-sedu "Rin udah Rin ikhlasin udah takdir,lo jangan nangis lagi ya"ucap Tari yang berusaha menenangkan sahabatnya itu.
Karin berlari menuju ruang rawat Erlangga.Ternyata benar Erlangga memang sudah meninggal dunia.Terbaring kaku tak berdaya semua alat yang terpasang di beberapa bagian badannya telah di lepas.
Karin menghampirinya "Kak aku ga percaya!"ucap Karin "Kak,kak bangun! Aku disini kak,bangun!"lanjutnya yang menangis sambil memeluk tubuh Erlangga yang terasa dingin.
"Rin udah Rin,lo harus relakan kak Erlangga udah tenang!"ucap Tari "Gue tau Tar, tapi gue ga ikhlas, kenapa kak Erlangga pergi secepat ini!"ucap Karin.
Maafin aku kak, aku tau ini semua karna aku.Kakak yang tenang disana ya kak!.
__ADS_1