
"We don't talk anymore
We don't talk anymore
We don't talk anymore, Like we used to do
We don't love anymore
What was all of it for?
Oh, We don't talk anymore, Like used to do."
We Don't Talk Anymore-Charlie Puth ft Selena Gomez
Zaki merasa bingung dengan sikap Karin yang mulai menjauhi dirinya. Namun Zaki tidak ambil pusing akan hal itu.
Hari ke-3 Karin menjauhi Zaki. Hubungan persahabatan Karin dan Zaki selalu saja ditimpa masalah mau itu masalah sepele ataupun masalah yang rumit.
Karin enggan berbaikan lagi dengan Zaki. Begitupun dengan Zaki yang sama-sama egois seperti Karin.
"Duh sampai kapan gue sama Zaki gini terus?" gumam Karin pelan "Gue gak mau kaya gini terus."
"Udahlah Rin jangan sedih mulu," ucap Tari yang mencoba menenangkan Karin sambil menepuk pundak Karin.
"Gue tau Tar tapi gue gak bisa lama-lama kaya gini sama Zaki, gue sedih."
"Oh my baby kita juga tau tapi lo harus kuat ya!" timpal Zahra.
"Hm, maybe I can."
"I always support you!."
****
Zaki terus saja termenung saat memperhatikan materi di papan tulis. IPA salah satu pelajaran yang sangat Zaki benci.
"Heh onta ngapain lo bengong aja?" tanya Ilham. Zaki benar-benar terkejut saat itu.
"Dasar badak lo ngagetin aja gue!" bentak Zaki.
"Mikirin itu kali Ham, Riririn!" sambung Faris dari bangku belakang.
"Diem lo kodok!"
"Haha ngambek tuh Ris ontanya!"ucap Ilham.
"Haha,"
Kring...kring...kring...
__ADS_1
Bel yang sangat di tunggu semua murid seantero sekolah akhirnya bunyi.
"Rin jajan yu," ajak Tari.
"Ayo aja,"
"Hey tapi ntarnya jajan apa? Gue pengen mie ayam ajalah." ucap Zahra.
Karin dengan kedua sahabatnya telah lebih dulu memasuki area kantin di kelas yang tersisa hanya Zaki, Faris, Ilham, dan Cella.
"Zak jajan gak?" tanya Faris.
"Kalian duluan aja, gue males kalo banyak di kantin." ngeles Zaki.
"Lah lo mah udahlah ayo!" ajak Ilham yang langsung menarik tangan Zaki "Woy lepasin sih dasar kekerasan lo!" berontak Zaki.
"Yeah makanya ayo!"
"Iya iya nih gue jalan!"
Tiba di kantin Zaki memilih tempat di sebelah barat karena tempat yang lainnya terlalu penuh baginya.
Hanya tersisa Cella seorang yang ada di kelas. Tanpa tunggu lama Cella pun langsung saja pergi ke kantin menyusul Zaki.
Rencananya Cella akan pdkt lagi dengan Zaki. Namun apakah berhasil Cella melakukan itu?
Cella terlihat celingak-celinguk ia berpura-pura mencari-cari tempat kosong. Ya tentu saja Cella berdiri tepat di sebelah meja yang Zaki tempati.
"Cel?" panggil Faris. Cella pun langsung saja menoleh "Iya kenapa?" tanya Cella polos.
"Lo kenapa celingak-celinguk gitu?" tanya Ilham.
"Eh? Hm iya nih gue lagi nyari tempat tapi gak ada yang kosong." jelas Cella.
"Ya udah gabung aja sini Cel," ajak Faris.
"Hah? Serius?" tanya Cella meyakinkan.
"Iya lah sini. Ya kan Zak gak papa?" tanya Ilham pada Zaki.
"Hmm, serah." sahut Zaki malas.
"Makasih!" ucap Cella yang langsung duduk di sebelah Zaki.
Ilham mempunyai ide untuk mendekatkan Zaki dengan Cella. Ilham pun langsung dan berbisik pada Faris.
Dengan cepat Faris menyetujui saran Ilham.
"Hmm Zak, Cel kita ke kamar mandi dulu ya." ucap Ilham.
__ADS_1
"Ngapain? Lo sendiri aja jangan ajak Faris juga!" bantah Zaki.
"Duh Zaki gue juga kebelet nih boleh ya?" pamit Faris yang langsung beranjak berlari dari tempat itu ikuti oleh Ilham pula.
Cella merasa sangat canggung. Ia pun langsung saja memulai obrolan.
"Zak lo gak marah kan gue duduk disini?" tanya Cella hati-hati.
"Gak," jawab Zaki singkat.
"Thanks,"
Iya."
"Zak lo ganteng banget sih!" puji Cella tiba-tiba.
"Eh? Ya thanks."
Zaki sudah mulai risih dengan kehadiran Cella dan duduk disebelahnya. Cella terlalu banyak tanya.
Mana sih Ilham sama Faris. Ke kamar mandi aja seabad.
"Zak gue mau ngomong something sama lo."
"Ngomong aja gak usah izin,"
"Oke, Zak sebenarnya gue suka sama lo. Gue mau lo jadi pacar gue."
Zaki saat itu benar-benar terkejut karena bagaimana bisa seorang cewek yang baru ia kenali mengatakan perasaannya secara langsung.
"Lo serius?"
"Gue serius banget,"
"Tapi maaf Cel bukannya gue mau php-in lo. Sekali lagi maaf gue gak bisa."
"Kenapa? Gue gak cantik?"
"Bukan itu maksud gue. Karena gue gak menyukai ataupun mencintai lo!"
"Tapi Zak rasa suka itu nanti juga akan muncul sendirinya seiring berjalannya waktu. Saat-saat kita jalani dulu!"
"Cel. Cinta itu tidak bisa di paksakan! Cinta itu tau di mana dia akan berlabuh, jadi jangan paksa cinta itu karena ambisi sendiri! Lo paham kan maksud gue? Sekali lagi gue minta maaf." Zaki langsung beranjak dari tempat itu dan meninggalkan Cella sendiri.
Air mata mengalir dari dalam kelopak mata Cella. Sebelumnya Cella tidak pernah akan membayangkah hal ini.
"Lo jahat Zak! Gue benci sama lo!"
Sial.
__ADS_1