
Lulu teman sekelas Karin pindah karena harus mengikuti jejak orang tuanya. Entah siapa yang akan menggantikan Lulu selanjutnya.
Karin yang tengah asik duduk sambil memainkan handphonenya di pagi hari ini.
Kelas hari ini memang masih sangat sepi mungkin karena siswa-siswi yang lain masih tengah asik tertidur lenyap di kamarnya yang nyaman.
Tari berjalan menuju kelas. Dilihatnya seorang Karin yang sedang fokus memainkan handphonenya "Pagi Rin," sapa Tari.
"Tumben pagi," lanjut Tari meledek.
"Mulai deh lo mah,"
"Hehe iya deh sorry. Rin Zaki mana?"
"Ngapain lo nanyain Zaki?"
"Gak papa biasanya kan bareng lo."
"Tadi sih berangkat bareng gue, tapi sekarang dia ke luar sama Faris dan Ilham."
"Oh,"
Satu persatu siswa-siswi berdatangan. Begitupun dengan Zahra sahabat Karin dan Tari yang tiba-tiba pergi beberapa bulan karena harus mendapatkan pelajaran tambahan di London.
Kedatangan Zahra benar-benar mengejutkan Karin maupun Tari karena pasalnya Zahra tidak mengabarinya jika Zahra akan kembali.
"Hallo morning!" teriak Zahra dari depan pintu kelas. Karin menoleh ke arah itu, dan didapatinya Zahra yang sedang tersenyum.
"Zahra!" teriak Tari yang langsung memeluk Zahra.
"Zahra kita kangen banget sama lo." sambung Karin yang menghampiri Zahra pula dan memeluknya secara bergantian.
"Uh best friends gue. Gue juga kangen banget." ucap Zahra. Tari pun melepaskan pelukannya begitupun dengan Karin.
"Duduk dulu Zah!" ajak Karin. Zahra hanya meng'iya'kan "Masih inget lo. Gue kira lo gak bakalan balik setelah 2 bulan ngilang ke London." sindir Tari tiba-tiba.
"Lo apaan sih Tar, ya gue kan masih inget sama kalian. Gue bosen di London. Lagian pelatihannya juga udah selesai." jelas Zahra.
"Hm. Iya deh tadi kan gue hanya ngetes lo."
"Hm, oh ya katanya ada yang pindah?" tanya Zahra penasaran "Lo sama Zaki gimana Rin?"lanjut Zahra.
"Iya Lulu yang pindah. Gue sama Zaki mah masih sahabatan kok,"jawab Karin segan.
__ADS_1
"Haha kasian tuh Karin ya Zah? Zakinya masih anggap dia sahabat!" Tari terkekeh.
"Haha. Cupcup anak manis jangan nangis!" Zahra pun ikut terkekeh.
"Rese lo berdua!"
Tak lama kemudian bel pun berdering menandakan jam pertama akan dimulai.
"Rin ngomong-ngomong menurut lo pengganti Lulu siapa ya?" tanya Tari berbisik.
"Gak tau belom ada beritanya,"
Seorang guru berpakaian biru pun memasuki kelas "Pagi anak-anak!" sapa guru itu ya tentu saja guru itu bernama Ibu Gina.
"Pagi juga bu," jawab semua penghuni kelas "Ibu, hallo ibu kangen deh lama tak jumpa!" teriak Zahra dari kursi tengah. Saat itu bu Gina terkejut dengan kehadiran Zahra yang tiba-tiba kembali bersekolah.
"Zahra, ya ampun ibu juga kangen sama kamu." sontak bu Gina.
"Hehe ibu bisa aja." Zahra tersenyum malu-malu.
Bu Gina pun hanya membalas senyuman Zahra "Baik anak-anak sebelum kita belajar ibu akan memperkenalkan murid baru. Bisa di bilang pengganti Lulu." jelas bu Gina.
Siapa?
Cantik gak ya?
Cewek apa cowok?
Semoga kaya bidadari terus jadi bini gue deh.
Aduhh jangan cantik dong ntar jadi saingan gue.
Pinter gak sih tuh orang?
Aduh siapa ya yang akan duduk sama gue? Baik gak?
Itulah yang terdengar saat ini. Hanya bisikan-bisikan dari siswa-siswi lain. Karin, Tari, begitupun Zahra hanya cuek saja akan kedatangan murid baru itu.
"Udah-udah jangan pada ribut sendiri ya! Baik nak silahkan masuk!" ucap bu Gina.
Seorang gadis cantik yang terlihat blasteran, berambut panjang bergelombang berwarna merah alami, bertubuh jangkung dan berhidung mancung pun memasuki ruangan kelas.
Cantik banget.
__ADS_1
Gila doanya gue terkabul.
Buset itu orang?
Aduh Ariana Grande lewat.
Hai namanya siapa?
Duduk sama gue aja di jamin bangga.
"Sssst! Silahkan perkenalkan dulu namamu!" ucap bu Gina.
"Hai kenalin nama gue Cella Prawidianita Hellyn. Gue harap kalian semua bisa nerima gue ya." ucap Cella sambil tersenyum menanggapi teman-teman yang tersenyum padanya.
Meleleh gue.
Mimpi apa gue ya?
Adem banget.
Cuantik.
Mancung.
Jangkung banget lagi.
Neng hobbynya main basket ya?
Kedua kalinya Cella pun menanggapinya dengan senyuman. Semua anak laki-laki terus memuji Cella namun berbeda dengan Zaki yang acuh tak acuh.
"Cella silahkan kamu duduk di sebelah Diana ya!" ucap bu Gina sambil menunjukkan tempat Diana.
"Iya bu terimakasih" Cella langsung saja menghampiri tempat yang ibu Gina tujukan.
"Sssst Rin dia cantik juga ya?" bisik Tari.
"Hm," balas Karin.
"Lo kenapa? Oh gue tau lo takut kalo Zaki akan berpaling ke Cella?" tebak Tari.
"Sok tau! Bangke lo!"
Ya gue khawatirnya gitu Tar.
__ADS_1