
****
Cella pertama kali saat melihat cowok yang duduk di depan barisan ke-2 setelah tempat duduknya yang tersenyum sangat manis sungguh benar-benar sangat ganteng untuk dipandang.
Namun Cella pun tak tau pasti pada siapa cowok itu tersenyum saat itu.
Tujuan Cella pindah sekolah memang sangat tidak masuk akal, alasannya karena Cella ingin melupakan mantannya yang pergi meninggalkan dirinya.
Kayanya gue naksir dia.
Cella berusaha mencari tau nama cowok itu. Tanpa tunggu lama Cella pub langsung saja bertanya pada cewek yang duduk disampingnya.
"Hai nama lo siapa?"tanya Cella pelan. Ya tentu saja ia bertanya terlebih dahulu sebagai awal dari perkenalan.
"Hai juga, nama gue Diana"jawab Diana "Oh iya gue lupa tadi kan udah ibu Gina kasih tau ya"ucap Cella serasa ia tak berdosa.
"Gak papa kok by the way kenapa?"tanya Diana pelan.
Diana takut jika bu Gina akan mendengar pembicaraan dirinya dengan Cella.
"Gue sih pengen nanya kalo cowok yang duduk disana itu siapa ya?"tanya Cella pelan sebari menunjuk ke arah cowok itu.
"Oh itu Zaki Putra namanya"jawab Diana "Hmm thanks. Ya udah lanjutin lagi yu belajarnya"ajak Cella seolah-olah dia serius dengan ucapannya.
"Iya, tapi Cella apa sekarang kita berteman kan?"tanya Diana dengan sangat hati-hati "Of course kita teman baik".
Beberapa menit kemudian bel istirahat berbunyi.
Kring...kring....kring....
Semua siswa bergerombol keluar setelah bu Gina menjelaskan materi dan keluar dari kelas.
"Karin kantin yu! Gue kangen jajan di kantin sekolah ini!"ajak Zahra "Zah lo kangen apa curhat?"tanya Tari.
"Gue kangen plus curgat sih!"jawab Zahra cengengesan "Shut udah yu langsung ke kantin aja!".
"Rin tunggu!"panggil Zaki "Iya kenapa?"tanya Karin yang langsung menoleh ke arah Zaki dan menghentikan langkahnya.
"Lo mau ke kantin?"tanya Zaki.
"Hmm, lo mau ikut?"tanya Karin.
"Gak gue bareng Faris sama Ilham tapi nantilah kalo 5 menit pas mau bel!"jawab Zaki cengengesan gak jelas.
"Gila lo mah Zak!"ucap Karin "Tau ih dasa cowok ogeb!"timpal Tari "Huhh cowok sedeng!"sambung Zahra.
"Yaeh dasar 2 cewek ogeb nimbrung aja!"ucap Zaki.
"Bodo amat!"jawab Zahra dan Tari bersamaan.
"Ih kalian berisik! Ya udah Zak kita duluan ya!"pamit Karin.
__ADS_1
"Iya hati-hati ya Rin!".
Zaki pun kembali ke tempat duduk nya disamping Ilham. Sedangkan Faris duduk didepan mejanya.
"Wey bro masih belum jadian lo sama pujaan hati lo!"goda Ilham "Kepo!"jawab Zaki singkat.
"Aduh Zqk kalo lo suka dan cinta banget sama Karin ya lo tembaklah. Lagiankan kalian sahabatan dari kecil!"sambung Faris.
"Nah itu yang buat gue susah. Gue gak yakin kalo Karin suka sama gue. Gimana kalo nanti hubungan persahabatan gue sama Karin renggang? Itu jadi membuat gue makin jauh sama Karin. Ngerti lo semua!"jelas Zaki.
"Gue ngerti Zak. Sorry ya!"ucap Ilham meminta maaf. Ilham pun sadar tak seharusnya ia membuat Zaki semakin bingung dengan isi hatinya.
"Zak gue juga minta maaf ya!"sambung Faris.
"Hmm gak papa kok. Gue kuat kok!"ucap Zaki seakan-akan berusaha menguatkan dirinya.
****
Di samping Cella yang dari tadi mendengar obrolan Zaki dengan teman-temannya sangat kesal.
Cella saat itu sedang duduk sendiri karena Diana sedang pergi ke kantin.
Ternyata dia menyukai cewek lain.
Namun bukan Cella namanya jika ia menyerah gitu aja. Cella pun mengambil ancang-ancang ide untuk mencoba mendekatkan dirinya dengan Zaki.
"Zak lo mau ke kantin?"tanya Ilham "Gak deh kalian aja gue males!"jawab Zaki.
"Hmm ya udah deh kita duluan ya!"pamit Faris dan begitupun dengan Ilham.
Suatu kesempatan yang bagus bagi Cella dan Cella pun tak ingin berlama-lama untuk berdiam diri.
Tanpa tunggu lama Cella pun beranjak dari tempat duduknya untuk mulai melakukan strategi.
Sangat kebetulan sekali saat ini kelas sedang sepi.
"Hai kenalin nama gue Cella!"ucap Cella mengulurkan tangannya dan tersenyum manis pada Zaki.
Zaki sangat terkejut bukan main saat itu. Bagaimana bisa di saat dia sedang banyak masalah tiba-tiba cewek yang tidak dia kenal menghampirinya.
"Eh? Gue udah tau!"jawab Zaki yang berusaha membalas senyuman Cella dan menerima jabatan tangan Cella.
Manis semanis gulali bisa-bisa gue diabetes nih.
"Hmm. Nama lo siapa?"tanya Cella yang berpura-pura sebenarnya ia sudah tau. Cella pun melepaskan jabatan tangannya.
"Gue Zaki Putra!"jawab Zaki. Zaki mulai merasa risih akan kehadiran Cella di sampingnya.
Satu persatu siswa-siswi mulai memasuki kelas. Ya terutama anak laki-laki yang sontak terkejut saat melihat Cella dengan Zaki.
Mereka memergoki Zaki yang sedang menatap Cella.
__ADS_1
Wow buset anak baru udah di gebet aja sama Zaki.
Kiw kiw.
Khmm khmm.
Aduh sosweet deh Zaki ama Cella.
Duh Zak jangan natap Cella lama-lama ntar gue cemburu.
Tembak aja langsung Zak.. Kiw khmm.
Eh bentar deh guys kayanya Cella yang deketin Zaki duluan deh.
Iya bener soalnya Zaki tetep ada di bangkunya sedangkan Cella tiba-tiba ada di samping meja Zaki.
Wah berarti Cella duluan dong yang suka sama Zaki.
Sosweet ***** kalo gitu mah cewek sama cowok nya saling suka.
Ya begitulah ucapan yang teman-teman sekelas Zaki katakan.
"Enak aja lo kata siapa gue suka sama Cella?"kali ini Zaki angkat bicara "Duh mas Zaki udah deh jangan alasan lo udah tercyduk!".
Sedangkan sangat malu dan langsung kembali ke tempat duduknya.
Karin dkk yang baru saja dari kantin sangat terkejut karena pasalnya kelas menjadi ramai.
Karin pun langsung bertanya pada Gian "Gian ada apa sih?"tanya Karin curiga sedangkan Zahra dan Tari hanya cuek saja.
"Oh itu Rin tadi Zaki sama Cella tercyduk"ucap Gian "Maksud lo?"tanya Karin lagi "Maksud gue tadi kita semua liat Zaki sama Cella tatap-tatapan uh sosweet"jelas Gian dan langsung meninggalkan Karin.
Deg...
Jantung gue.
Zahra maupun Tari pun ikut tercengan saat mendengar penjelasan Gian yang barusahan itu.
"What? Gila banget tuh cowok, ceweknya juga sama aja!"ucap Tari yang sengaja meninggikan volumenya.
"SABAR RIN DIA EMANG ORANG YANG GAK PEKA!"teriak Zahra yang sengaja menyindir Zaki.
Zaki tak terima dengan sindiran itu.
"Gue gak lakuin itu woy. Tadi Cella hanya ngajak kenalan!"teriak Zaki yang lebih keras dari Zahra dan Tari.
"Gue gak peduli kalo kalian semua gak percaya! Tanya aja sama Cella. Iya kan Cel lo hanya ngajak gue kenalan"ucap Zaki menatap ke arah Cella.
"Eh? Iy..iya kok jangan salah paham ya!"jelas Cella gugup.
"Sabar!"ucap Tari dan Zahra yang berusaha menenangkan Karin. Terlihat jelas dari mata Karin yang menyimpan luka.
__ADS_1
Saat ini mata Karin sudah-sudah berkaca-kaca dan tak mampu menahannya.
Lo jahat sama gue! Gue benci sama lo!