Friendship Is Love

Friendship Is Love
(09) Nonton


__ADS_3

Setelah kejadian kemarin baik Zaki atau pun Erlangga sama-sama dirawat di rumah masing-masing karena mengalami luka yang cukup serius, setiap hari Karin mengunjungi rumah Erlangga hanya sekedar untuk menengok saja, tapi apakah Karin pun melakukan hal yang sama pada Zaki? Atau mungkin Karin sudah tidak peduli lagi pada Zaki?


Hari ketiga ini Erlangga kembali menjalani aktivitasnya di sekolah terfavorit itu. Karin sangat senang karena Erlangga dapat kembali ke sekolah dan terlihat sudah lebih sehat.


"Rin," panggil Erlangga, seketika Karin menoleh "Kak Angga? Udah sembuh? Alhamdulillah," sahut Karin kegirangan "Iya Rin alhamdulillah, bareng yu!" ajak Erlangga, Karin hanya menganggukkan kepalanya.


"By the way lo tadi panggil gue kak Angga?" tanya Erlangga "Eh? Hehe iya kak gak pa-pa kan, yaudah yu kak," jawab Karin merasa tidak enak "Gak pa-pa, apa sih yang gak buat lo," goda Erlangga, Karin hanya tersenyum malu.


Kak Angga ngomong apa tadi? - batin Karin.


****


Entah mengapa Karin sangat malas mengikuti pelajaran hari ini, Karin pun hanya memain-mainkan pulpen miliknya, tetapi Karin pun hanya berniat untuk menulis catatan hariannya.


Dear Diary


Diary entah apa yang gue rasain sekarang, apa gue beneran udah move on dari Zaki?


Dulu gue emang sangat mencintai Zaki namun mengapa akhir-akhir ini gue mulai membencinya, dan ingin menjauhinya?


Apa mungkin gue menyukai kak Erlangga, gue tau kalo kak Erlangga itu baik, ganteng, ketua OSIS tapi kenapa hati gue susah untuk terbuka jika itu untuk kak Erlangga?


Sudah hampir tiga hari gue gak bareng Zaki lagi, dan anehnya perasaan gue tetap sama bahwa gue masih mencintai dia. Cinta sendiri dan hanya cinta dalam diam.


Gue kangen sama lo Zak, gue pengen bareng lo lagi Zak tapi gue ragu jika kita bisa bareng lagi.

__ADS_1


Lo cowok yang gak pernah peka yang gue temui.


Lo hanya anggap gue sahabat.


Lo beda sama kak Erlangga Zak, kak Erlangga sangat perhatian.


Karin tidak menyadari bahwa dari tadi ia hanya melamun sembari menulis catatan hariannya sepanjang mungkin, hingga bel istirahat berbunyi pun ia tidak mendengarnya.


Tari yang bingung melihat tingkah sahabatnya itu pun langsung saja membuyarkan lamunan Karin.


"Rin lo kenapa? Are you fine?" tanya Tari berlaga inggris "Jeh apaan lo sok inggris mulu dah!" bukannya menjawab Karin malah mencibir Tari, hingga membuat Tari memanyunkan bibirnya.


"Ih lo itu ya nyebelin!" rengek Tari "Eh, hehe iya deh sorry, gue gak pa-pa kok Tar,"


****


Karin tanpa sengaja bertemu dengan Erlangga di koridor sekolah, Karin sengaja keluar kelas untuk pergi ke kamar mandi.


"Rin," panggil Erlangga so hard membuat Karin dengan cepat menoleh "Kak Angga, iya kak ada apa?" tanya Karin.


"Lo habis darimana?" Erlangga bertanya balik "Habis dari kamar mandi kak," jawab Karin jujur "Oh gitu, Rin gue pengen ajak lo nonton film di bioskop pulang sekolah lo mau kan?" ajak Erlangga "Tapi gimana ya," Karin terlihat seperti sedang berpikir.


"Gue tau lo bakalan nolak, tapi Rin mungkin ini permintaan terakhir gue," ucap Erlangga lesu "Ih kak kok bilangnya gitu sih, permintaan terakhir lagi jangan asal kak ucapan itu doa tau kak!" bentak Karin kesal.


"Hehe iya deh sorry, jadi gimana mau kan?" tanya Erlangga penuh harap.

__ADS_1


"Ya udah deh kak iya,"


"Thanks,"


Karin berpikir apa keinginannya sudah tepat apa tidak. Siang nanti Karin akan pergi nonton bersama Erlangga, entah bahagia atau sedih yang Karin rasakan.


Kring..kring..kring...


Detik-detik yang Erlangga tunggu jelas saja jika Erlangga tidak sabar untuk pergi nonton bersama Karin.


"Tar gue duluan ya, udah ada janji sama kak Erlangga," pamit Karin "Ah cie ekhem mau apa nih? Oke lah good luck Rin," ucap Tari tersenyum jahil sementara Karin yang malas menanggapi itu pun langsung meninggalkan Tari dan langsung menuju keparkiran karena mungkin Erlangga sudah menunggunya.


Tepat di parkiran Karin mendapati Erlangga yang memang telah menunggunya "Kak maaf ya kalo aku lama," ucap KarinĀ  "Iya gak pa-pa, ya udah ayo naik!" ajak Erlangga pada Karin untuk segera menaiki mobilnya itu.


****


Didalam mobil sangat hening tak ada satu suara pun yang terdengar dari salah satu mereka, Karin merasa semakin canggung duduk disamping Erlangga secara langsung begitupun dengan Erlangga namun Erlangga memberanikan diri untuk memulai obrolan itu.


"Rin lo suka nonton apa? Hmm genre apa gitu?" tanya Erlangga pada Karin, saat itu Karin seolah tak mendengar pertanyaan Erlangga dan hanya speechless, Erlangga pun kesal dan bertanya untuk kedua kalinya "Rin lo suka nonton apa? Hmm genre apa?" ulang Erlangga.


"Hah iya kak, kalo aku sukanya nonton film yang bergenre horor gitu kak," jawab Karin apa adanya "Cocok dong, jodoh," gumam Erlangga pelan namun Karin mendengar itu pun langsung terkejut "Hah apa kak?"


"Eh gak maksudnya pas dong gue juga suka nonton film yang bergenre horor, jadi gak salah kan gue beli tiket film Ruqyah?"


"Oh,hehe iya kak,"

__ADS_1


__ADS_2