Friendship Is Love

Friendship Is Love
(07) Konflik


__ADS_3

"Ini semua bukanlah akhir dari segalanya."


—Friendship Is Love—


Malam ini Karin tidak bisa tidur dengan nyenyak, mungkin ada sesuatu yang membuat otaknya tidak bisa bekerja dengan baik.


"Kenapa gue gak bisa tidur?" tanya Karin pada diri sendiri "Masih berapa lama lagi gue bisa memendam perasaan ini?" lanjut Karin.


Karin memilih untuk memejamkan matanya, walaupun itu sulit.


—Friendship Is Love—


"Huap..huap, ngantuk banget, gak kerasa udah pagi lagi, perasaan kok gue tidur cuma 3 jam ya?!" gumam Karin yang langsung saja bangun untuk bergegas pergi mandi.


"Pagi ma, sarapan dengan apa nih ma?" tanya Karin yang sudah standby dikursi makan "Tumben banget udah bangun, mama buat sarapan yang special  buat kamu." jawab Lisa yang langsung saja menyodorkan piring yang berisi sandwich.


"Ah sandwich, makasih mama," ucap Karin yang langsung saja melahap sandwich itu "Pelan-pelan makannya, by the way hari ini kamu mau berangkat bareng siapa? Zaki atau supir?" tanya Lisa yang membuat Karin tersedak.


"G--gak tau ma, gimana nanti aja," jawab Karin terbata-bata.


—Friendship Is Love—


Hari ini sepertinya sangat spesial buat Karin karena pasalnya hari ini Karin berangkat bersama Zaki. Saat tiba di sekolah Zaki menyadari sesuatu, ternyata Karin senyam-senyum sendiri saat menatapnya "Kenapa lo senyum-senyum?" tanya Zaki yang membuat lamunan Karin seakan buyar.


"Eh? Kepo lo!" jawab Karin "Cih, atau lo sakit makannya lo senyam-senyum? Kurang waras maksudnya."


"Kurang ajar dah lo, Zak!"


Lo emang gak peka Zak, sakit hati gue, saat lo bilang gue senyam-senyum karena kurang waras.


"Ya udah kalo gitu yu kita masuk kelas lo harus bareng sama cowok ganteng kaya gue." ajak Zaki yang terlalu kepedean "Terlalu percaya diri banget lo! Ya udah ayo cepet." balas Karin.

__ADS_1


Mereka berdua pun menelusuri koridor sekolah untuk menuju ke dalam kelas, Zaki yang sudah tak sabar ingin masuk kelas langsung saja berlari meninggalkan Karin, karen ia sangat merindukan kelas yang selama ini buat perasaannya panas dingin.


Tari yang melihat Zaki dengan Karin menatap heran sekaligus kaget "Sejak kapan Zaki udah comeback?" gumam Tari, Karin yang sudah mulai mendekat langsung saja menyapa Tari.


"Hai Tar,"


"Cie, yang bareng Zaki lagi nih,"


"Kenapa? Lo sirik?" Zaki yang mendengar suara kebisingan dari arah meja Tari dan Karin, ia pun asal saja mengikuti ucapan Karin.


"Kenapa? Lo sirik?" sambung Zaki yang menirukan ucapan Karin "Cie kompak, yeah siapa juga yang sirik gue cuma nanya! Lagian juga lo gak ganteng tuh!" bela Tari karena tidak terima "Jodoh mungkin," gumam Zaki yang tanpa sengaja Karin dan Tari mendengarnya.


"Apa jodoh? Cie-cie," goda Tari "Eh? Gak maksud gue jodoh sebagai sahabat, ya kan Rin?" ngeles Zaki dengan melirik Karin sekilas, perasaan Karin menjadi tidak karuan dengan terbata-bata Karin pun menjawabnya "I..I..iy..iya,"


"Serah lo berdualah!" Tari memilih meninggalkan Zaki dan Karin yang sedang bertatap muka.


Maafin gue ya Rin.


—Friendship Is Love—


"Kak Erlangga nunggu lo di kelasnya" bisik Tari lagi "Rin?Karin lo kok malah bengong, gimana maukan?" tanya Zaki lagi memastikan "Ah gue gak bisa deh Zak lo duluan aja, gue ada janji." jawab Karin.


"Hmm, ya udah deh kalo gitu, gue duluan." pamit Zaki "Ya udah kalo gitu lo temuin kak Erlangga cepet gue temenin deh."


"Iya bawel,"


Erlangga sudah menunggu Karin di kelasnya namun Karin belum juga datang "Kenapa dia belum datang?" tanya Erlangga pada dirinya sendiri, Johathan mendengar ucapan Erlangga yang baru saja diucapkannya pelan, Jonathan pun langsung saja mengintrogasi Erlangga.


"Dia siapa Ga? Cie cewek baru nih?" tanya Jonathan sedikit menggoda "Gak bukan Nat, hanya adik kelas gue aja." jawab Erlangga bohong "Ya udah deh good luck ya. Semoga akhirnya jadian."


Dari ujung pintu Karin pun datang yang memang sengaja ditemani oleh Tari.

__ADS_1


"Kak maaf ya aku lama," ucap Karin  tiba-tiba, Erlangga merasa sedikit terkejut dengan kehadiran Karin dan Tari yang secara tiba-tiba "Oh gak pa-pa, Tari ikut juga?" tanya Erlangga sedikit menyinggung Tari "Eh? Kak jadi maksudnya aku gak boleh ikut nih?" Tari bertanya balik, sedikit merasa kesal.


"Gak kok bukan gitu maksudnya."


"Hmm, gak p-apa kak, gue juga hanya mengantar Karin, kalo gitu gue balik duluan aja ya ke kelas." pamit Tari.


"Eh? Jangan Tar lo harus bareng gue!" sergah Karin  "Gak ah, gue gak mau ganggu lo sama kak Erlangga " ucap Tari yang langsung saja berpamitan.


"Ya udah gak pa-pa kalo itu mau Tari, yu kita ke kantin Rin, belum istirahat kan?!" ajak Erlangga "Eh? Tapi kak, langsung to the point aja!" bantah  Karin "Gak ada bantahan! Ayo ikut gue!" Erlangga pun menarik Karin untuk pergi ke kantin.


—Friendship Is Love—


Karin merasakan sesuatu yang tidak enak, dia takut bagaimana jika Zaki melihat dia dengan Erlangga, tapi kenapa Karin harus takut lagi pula Zaki bukan siapa-siapanya dan itu juga hak Karin untuk pergi dengan siapapun "Lo kenapa?" tanya Erlangga "Gu..gu..aku gak pa-pa kok kak," jawab Karin gugup.


"Biasa aja kali Rin gak usah gugup,"


"Rin," panggil Zaki dari arah yang berlawanan.


Gawat Zaki ,gimana nih.


"Rin," panggil Zaki lagi, Zaki lebih mendekat ke arah Karin "Rin lo bareng sama Erlangga?" ucap Zaki tanpa embel-embel kakak pada Erlangga "Gu..gu..gue, eh iya," jawab Karin gugup "Gue yang ajak dia bareng gue," ucap Erlangga "Diem lo gue gak tanya sama lo!" tegas Zaki.


"Udah deh Zak ini bukan urusan lo!" bentak Karin "Terserah gue mau bareng siapa juga! Lagian lo juga bukan siapa-siapa gue kan?" lanjut Karin seperti mengeluarkan unek-uneknya "Tapi kan lo sahabat gue, jadi apapun yang lo lakuin gue harus tau!" bela Zaki.


"Just friend kan? Iya kan hanya teman? Jadi lo gak usah ikut campur urusan gue!" bentak Karin "Oke gue diem," ucap Zaki yang memilih untuk diam.


Karin pun meninggalkan mereka berdua di kantin, Erlangga yang melihat itu sedikit heran ada apa ini sebenarnya.


"Ini semua gara-gara lo Erlangga!" bentak Zaki "Gue gak peduli, bukan urusan gue!" Erlangga membentak balik.


Erlangga pun meninggalkan Zaki sendiri di kantin, sebelum sesuatu yang tidak diharapkan terjadi padanya.

__ADS_1


"Sial!" decak Zaki kesal.


__ADS_2